Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles, Self Motivation

Belajar Dari John D. Rockefeller Yuk…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Belajar Dari John D. Rockefeller Yuk…

John D. Rockefeller pernah menjadi orang terkaya di dunia dan miliarder pertama. Pada usia 25 tahun, ia mengendalikan salah satu kilang minyak terbesar di Amerika Serikat, dan pada usia 31 tahun, ia menjadi kilang minyak terbesar di dunia. Pada usia 38 tahun, ia mengelola 90% penyulingan minyak di AS.

Pada usia 50 tahun, dia menjadi orang terkaya di negaranya. Seluruh hidupnya, mulai dari keputusan hingga hubungannya, difokuskan pada membangun kekuatan dan kekayaan pribadinya.

Namun, pada usia 53 tahun, kesehatan Rockefeller merosot drastis. Dia menderita kesakitan yang luar biasa, kehilangan seluruh rambutnya, dan hampir tidak bisa makan apa pun selain sup dan biskuit. Meski kaya raya, dia sengsara. Dokter memperkirakan dia tidak akan hidup satu tahun lagi.

Menghadapi kematiannya, Rockefeller mendapat pencerahan. Ia menyadari bahwa kekayaannya yang melimpah tidak ada artinya jika ia tidak bisa membawanya. Menyadari hal ini, dia mengambil keputusan penting.

Dia menelepon pengacara, akuntan, dan manajernya, menyatakan niatnya untuk mengabdikan kekayaannya untuk rumah sakit, penelitian, dan kegiatan amal. Hal ini mengarah pada pembentukan Yayasan Rockefeller, yang mendanai penemuan-penemuan medis besar, termasuk Penisilin dan pengobatan Malaria, Tuberkulosis, dan Difteri.

Hebatnya, ketika Rockefeller mulai memberi kembali, kesehatannya meningkat secara dramatis. Meskipun diperkirakan meninggal pada usia 53 tahun, ia hidup hingga usia 98 tahun.

Rockefeller menemukan kekuatan rasa syukur dan filantropi dengan menyumbangkan sebagian besar kekayaannya. Tindakan ini tidak hanya menyembuhkannya tetapi juga membuatnya utuh. – whole.

Di tahun-tahun terakhirnya, dia merenungkan dalam buku hariannya:

“Tuhan mengajari saya bahwa segala sesuatu adalah milik-Nya, dan saya hanyalah saluran untuk menggenapi rencana-Nya. Hidupku merupakan perjalanan yang panjang dan membahagiakan; penuh dengan pekerjaan dan permainan. Saya melepaskan kekhawatiran, dan Tuhan baik kepada saya setiap hari.”

Note:
**John Davison Rockefeller**
**July 8, 1839 – May 23, 1937**
**Founder of Standard Oil**
copied and Edited by Bishop Tobi Eniigbega-Davies

******
Banyak orang menganggap, uang adalah segalanya bahkan menggantikan posisi Tuhan di dalam hati manusia. Terbukti, uang tidak bisa menyembuhkan Rockefeller.

Sesungguhnya setiap kita lahir membawa tugas khusus dari Tuhan yang tak tergantikan, kata Wolfgang Von Goethe, hanya dengan menggenapi tugas itulah manusia memperoleh kepuasan hidup yang sejati.

Setiap kita hanyalah pengelola – steward- dari apa yang Tuhan titipkan. Bukan hanya uang, tetapi talenta, bakat, kemampuan bahkan hidup kita, itu semua titipan Tuhan yang kelak harus dipertanggungjawabkan.

Ketika sadar semua hanya titipan, yang harus dipergunakan sesuai tujuan-Nya: diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama, maka cara kita mengelolanya menjadi berbeda.
Sumber berkat kita yang sejati adalah Tuhan.
Seperti Rockefeller, hidup pun jadi bebas dari stress dan kekhawatiran.
Hidup pun jadi menyenangkan.
Why?
Saat kita benar-benar sedang menggenapi rancangan-Nya, provision – penyediaan-Nya – tersedia. Tuhan yang membuat segala sesuatu yang kita kerjakan menjadi berhasil. Bukan karena kehebatan kita, melainkan karena Tuhan
It’s all about God, not us.

Menarik bukan? Kita teladani yuk…

If your only goal is to become rich, you will never achieve it. – John D. Rockefeller

Jika satu-satunya tujuan Anda adalah menjadi kaya, Anda tidak akan pernah mencapainya. – John D.Rockefeller.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Self Motivation

Asal Menang Or Cara Menangnya Yang Lebih Penting?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Asal Menang Or Cara Menangnya Yang Lebih Penting?

“Ingat pelari Kenya Abel Mutai yang hanya beberapa meter dari garis finis, namun menjadi bingung dengan papan petunjuk dan berhenti, mengira ia telah menyelesaikan lomba. Pelari Spanyol, Ivan Fernandez, berada tepat di belakangnya dan menyadari apa yang terjadi. terjadi, mulai berteriak pada orang Kenya untuk terus berlari. Mutai tidak paham bahasa Spanyol dan tidak mengerti apa yang terjadi, Fernandez mendorong Mutai menuju kemenangan.

Seorang jurnalis bertanya kepada Ivan, “Mengapa kamu melakukan itu?”
Ivan menjawab, “Impian saya adalah suatu hari nanti kita bisa memiliki kehidupan komunitas di mana kita saling mendorong dan membantu untuk menang.”

Wartawan itu bersikeras, “Tetapi mengapa Anda membiarkan orang Kenya menang?”

Ivan menjawab, “Saya tidak membiarkan dia menang, dialah yang akan menang. Perlombaan adalah miliknya.”

Wartawan itu kembali bersikeras, “Tetapi Anda bisa saja menang!”

Ivan memandangnya dan menjawab, “Tetapi apa manfaat kemenangan saya? Apa kehormatan medali itu? Apa pendapat ibu saya tentang hal itu?”

Wow…. sungguh luar biasa
nilai-nilai yang diwariskan oleh ibu Ivan dari generasi ke generasi.
Nilai-nilai kebenaran Tuhan yang kekal, yang tidak lekang oleh waktu dan masa.

Ivan lebih meninggikan integritas dan kepentingan orang lain, melampaui kepentingannya pribadi. Baginya, menang bukan sekedar piala atau pencapaian, namun yang lebih penting lagi, bagaimana cara meraih kemenangan itu?
Ivan tahu bagi ibunya kejujuran dan sikap adil itu dijunjung tinggi dalam keluarganya.
Itu yang membuat dia dan keluarga dapat menunjukkan, inilah sikap seseorang yang percaya kepada Tuhan. Duta Allah di dunia ini.
Sungguh sikap yang perlu diteladani.

Di jaman ini, yang konon jaman modern dan serba canggih, orang-orang cenderung menghalalkan segala cara demi uang, demi menang, demi keuntungan dirinya sendiri & kelompoknya.
Meski mengaku percaya Tuhan, tidak segan-segan menjegal bahkan ‘membunuh’ orang lain dengan cara kotor sekali pun.

Ketika santai di Resorts World One Cruise bersama P. Anton Thedy Tx Travel dan B. Rita, kami punya banyak waktu untuk sharing.
Di usia kami saat ini, kami sudah mengalami asam garam kehidupan.
Dan menyadari betul-betul, prinsip Tabur-Tuai itu benar-benar terbukti.

Ada teman yang taburannya tidak bagus. Bertahun-tahun yang lalu, seolah-olah gebyar-gebyar, hingga menimbulkan pertanyaan, koq bisa ya…. berbuat curang seperti itu koq makin berjaya?

Permasalahan yang terus berulang sejak jaman purbakala. Asaf bermazmur, mengeluh kepada Tuhan, saat melihat orang-orang jahat seolah justru hidupnya makin berjaya, nyaman dan terus bergembira.

“Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;
Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang selamanya!
Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.
Oh…. di mana keadilan?” Teriaknya pilu.

Sampai Asaf masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.
Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.
Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!
Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

Akhirnya, Asaf menemukan, orang-orang jahat itu memperoleh tuaian mereka.
Tidak mungkin menanam biji mangga tetapi panen durian. Mustahil.
Hal yang sama yang kami lihat saat ini, satu demi satu, teman-teman yang taburannya tidak baik, demikian kata P. Anton, menuai panen sesuai benih yang ditanamnya.

Sebaliknya, sebagian teman lain, yang terus menaburkan kebenaran Tuhan, hidup selaras dengan kehendak-Nya, perbuatannya baik dan mempermuliakan nama-Nya, kami melihat buah-buah yang berbeda. Keteladanan mereka sungguh membanggakan, menjadi contoh yang layak untuk ditiru. Anak cucunya perkasa di bumi, benar-benar angkatan orang benar yang diberkati…
Kebenaran Tuhan tidak pernah berubah, dahulu, sekarang sampai selama-lamanya.

Pertanyaannya:
Nilai-nilai apa yang kita ajarkan kepada anak-anak kita? Janganlah kita mengajari anak-anak kita cara yang salah untuk menang. Sebaliknya, mari kita tanamkan kebenaran Tuhan yang hakiki. Jadi teladan bagi mereka.
Konon apa yang kita lakukan, bersuara jaaauuuh lebih keras daripada apa yang kita katakan.
Karena pada akhirnya, kasih, kebaikan, kejujuran dan etika yang menang!”

Siap praktik? Yuk….

When we quit trying to build our individual kingdoms and instead pool our resources and faith, nothing that God has told us can be kept from us – Keith Moore.

Ketika kita berhenti berusaha membangun kerajaan kita masing-masing dan sebaliknya mengumpulkan sumber daya dan iman kita, tidak ada apa pun yang Tuhan katakan kepada kita dapat dihalangi dari kita – Keith Moore.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Marriage

Rahasia Restorasi Pernikahan Yang Permanen.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rahasia Restorasi Pernikahan Yang Permanen.

Ani dan Budi yang sudah menikah beberapa puluh tahun, berulangkali bertengkar sengit. Banyaknya bilangan tahun pernikahan, bukannya membuat mereka berdua lebih mengerti satu sama lain, justru stok sakit hati, luka yang disebabkan hal-hal sepele, kian menumpuk.

Mereka datang dari 2 keluarga yang sangat berbeda latar belakangnya, kebiasaannya dan tingkat pendidikannya.
Tentu semua ini menimbulkan harapan-harapan yang tidak tersampaikan. Dianggap sudah mengerti, tetapi ternyata tidak.

Jarak antara harapan dan kenyataan itulah yang dinamakan kekecewaan.

Tidak semua pasangan bersedia terbuka menyampaikan harapan-harapannya, kalau pun ada yang terbuka, pihak lainnya belum tentu bersedia mendengar dan meresponinya dengan baik.
Intinya, masalah sudah sedemikian ruwetnya.
Akhirnya, keduanya sepakat mencari konselor pernikahan yang kompeten, untuk membereskan permasalahannya. Konon lengkap dengan teknik hipnoterapi juga, agar dapat menggali apa yang tersimpan di alam bawah sadar mereka.

Setelah berkonsultasi, mereka mengerti permasalahan yang dihadapi. Dijabarkan secara psikologi ini penyebabnya mengapa Ani bersikap demikian, sementara Budi menanggapi demikian. Harapan, luka dan berbagai detil-detil masalah mereka diurai dengan apik.

Wow… tentunya setelah ini hubungan mereka akan menjadi baik dan dipulihkan. Mereka sudah bisa saling mengerti.

Beberapa minggu berlalu, suatu malam Ani menelpon dengan berurai air mata.
Perang besar kembali terulang…
Oh… mengapa bisa demikian? Bukankah semestinya mereka sudah saling mengerti?

Sekarang saya paham.
Konselor membenahi Ani dan Budi di tingkat jiwa.

Sungguh betul apa yang dipaparkan tetapi untuk bisa melakukan saran-saran yang diajarkan konselor, mereka harus bergantung kepada kekuatan mereka sendiri.
Mereka mencoba menekan ketersinggungan, menoleransi kata-kata yang salah dan berusaha agar tidak terjadi pertengkaran lagi.

Mereka diajari cara-cara melihat persoalan dari sisi pandang yang berbeda, agar memahami apa yang terjadi dengan pasangannya, namun perubahan tidak bisa instan.
Sementara selama kurun waktu ini, kemarahan yang ditekan itu meledak… timbullah reaksi yang tidak diinginkan.

*****
Berbeda ketika membereskannya dengan datang kepada Tuhan.
Baik Ani dan Budi tidak mampu mengubah diri mereka sendiri.
Saat mereka bersedia percaya kepada Tuhan, dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya, mereka instan menjadi ciptaan baru ( 2 kor 5:17).
Roh Allah dengan segala kekayaan dan karakternya tinggal di dalam roh mereka.

Mereka menjadi manusia roh, sama seperti Allah adalah roh. Sejenis.
Kasih, sabar, sukacita, damai sejahtera, pengendalian diri sudah ada di dalam roh mereka. Tinggal mereka memperbaharui pikiran mereka sesuai dengan Firman Tuhan maka mereka akan mengalami Pembaharuan Budi. Effortless Change – Perubahan Tanpa Usaha ( Roma 12:2).

Mengapa bisa demikian?
Karena Firman Tuhan itu bukan tulisan biasa. Firman Tuhan itu Roh, Hidup dan Berkuasa mencipta sesuai apa yang dikatakan oleh firman itu. (YOH 6:63)
Tuhan pun menciptakan alam semesta dengan firman-Nya.

Banyak orang yang ingin belajar sabar. Gak bisa dipelajari itu.
Ketika kita menghidupi Firman Tuhan, dengan sendirinya kesabaran dan pengendalian diri tercipta dalam kehidupan kita.

Ketika kita menyelaraskan diri dengan karakter Allah yang tinggal di dalam roh kita, kita menjadi semakin menyerupai Allah. Karakter-Nya menjadi karakter kita.

As He is so are we in this world. Sama seperti Kristus, kita ada di dunia ini. (1 Yoh 4:17).

Ani yang biasanya begitu mudah tersulut kemarahannya, ketika Budi mengatakan sesuatu, setelah Ani menghidupi Firman Tuhan, terbiasa deklarasi Firman, merenungkan Firman dan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, koq ya… bisa gak emosi.
Ani bisa meresponinya dengan cara yang berbeda.

Demikian pula sebaliknya, semakin Budi dekat dengan Tuhan, Budi pun merasa dia makin bijak. Tidak hanya dalam hubungannya dengan Ani tetapi dalam pekerjaannya kerap memperoleh ide-ide kreatif yang tidak terpikirkan.

Budi terpukau, dia menyadari beberapa kali berada di tempat yang tepat, pada saat yang tepat, tahu cara yang tepat untuk membereskan proyek-proyeknya sehingga dia tidak lagi tegang dan stress seperti dulu lagi. Budi lebih rileks dan sadar, ketika mengandalkan Tuhan, meski kadang dia tidak paham jalan keluarnya namun tepat pada waktunya, ada saja solusi.
Kesadaran ini membuat Budi jaauuh lebih sabar dan happy.
Nach tentu saja perkataan, sikap dan toleransinya terhadap Ani pun jauh lebih baik.
Secara berangsur-angsur hubungan Ani dan Budi pun kian membaik, karena yang jasmani akhirnya tunduk kepada yang rohani.
Yang dibenahi di level roh.

Ada kalanya mereka ingin bereaksi, tetapi Roh Kudus mengingatkan, dirinya adalah manusia roh, semestinya tidak lagi bereaksi menuruti keinginan jiwa atau kedagingan.
Mereka belajar menanti, tidak berespon saat hati panas. Memilih diam, hingga tunggu hati dingin. Barulah membicarakannya saat suasana kondusif.
Hasilnya jauh lebih baik, ketika hidup dipimpin Roh Kudus.
Tuhan sudah berjanji, kita akan memiliki pikiran dan perasaan Kristus ( Filipi 2:5)

Jadikan Tuhan pusat kehidupan kita, maka setiap sisi aspek kehidupan kita menjadi luar biasa.
Mau? Praktik yuk

Ephesians 3:20 AMPC
Now to Him Who, by (in consequence of) the [action of His] power that is at work within us, is able to [carry out His purpose and] do superabundantly, far over and above all that we [dare] ask or think [infinitely beyond our highest prayers, desires, thoughts, hopes, or dreams]–

Efesus 3:20 AMPC
Sekarang bagi Dialah, karena kuasa-Nya yang bekerja di dalam diri kita, sanggup melaksanakan tujuan-Nya, dengan jauh lebih banyak, melampaui segala sesuatu yang berani kita minta atau pikirkan, jauh melampaui doa, keinginan, pikiran, harapan, atau impian kita yang tertinggi
.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Isi Cangkir Anda?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Isi Cangkir Anda?

Anda sedang memegang secangkir kopi ketika seseorang datang dan menabrak Anda atau menggoyangkan lengan Anda, sehingga membuat kopi Anda tumpah ke mana-mana.

Mengapa kamu menumpahkan kopinya?

“Karena seseorang menabrakku!!!”
Jawaban yang salah.

Kamu menumpahkan kopi karena ada kopi di cangkirmu.
Seandainya ada teh di dalam cangkir, Anda pasti akan menumpahkan teh.
Apapun yang ada di dalam cangkir itulah yang akan tumpah.

Oleh karena itu, ketika kehidupan datang dan mengguncang Anda (yang pasti AKAN terjadi), apapun yang ada di dalam diri Anda akan keluar. Sangat mudah untuk memalsukannya, sampai Anda bingung.

Jadi kita harus bertanya pada diri sendiri… “apa yang ada di cangkir saya?”

Ketika hidup menjadi sulit, apa yang terjadi?
Sukacita, syukur, kedamaian dan kerendahan hati?
Atau justru kemarahan, kepahitan, mentalitas korban dan kecenderungan untuk berhenti?

Hidup menyediakan cangkirnya, ANDA yang memilih bagaimana mengisinya.

*****
Kisah apik yang muncul di FB, sengaja saya kutip menjadi bahan perenungan kita.

Jika dulu begitu sulitnya, berusaha mengganti isi cangkir saya.
Saya merasa tidak suka saat emosi, marah, tersinggung tetapi tidak tahu bagaimana cara mengatasinya?
Apalagi saat bergaul dengan teman-teman yang mengejar hal-hal dunia, respon itu terasa wajar. Klo ada yang sengaja cari gara-gara, jangan diam saja. Lawan!!!

Saat ada lawan yang berusaha menjegal, ‘membunuh’, dengan cara-cara kotor, kerap tanpa daya merasa menjadi korban.
Familiar dengan kisah seperti ini?

Bahkan ada seorang kawan yang berujar, “Kalau orang berbuat baik kepadaku, aku bisa lebih baik 10 x lipat. Tapi jangan berani-berani berbuat jahat kepadaku, aku bisa lebih jahat 100x.”

Gubbbrraaaak……

Setelah sekolah, pandangan jaaauuuuh berbeda.
Manusia itu terdiri dari roh, jiwa dan tubuh.
Emosi, kemarahan, ketersinggungan dan kawan-kawannya itu terjadi di level jiwa.
Setelah menerima Tuhan dan lahir baru, kita ini manusia roh. Barangsiapa mengikatkan dirinya dengan Allah, menjadi satu roh dengan Dia.
Jangan lagi turun kelas, beroperasi di level jiwa dong….
Kita punya pilihan, berespon di level jiwa atau roh.

Justru tugas orang yang sudah lahir baru adalah menyelaraskan diri dengan Allah, melalui firman-Nya. Hidup dalam roh bukan meng-entertain jiwa. Itu yang membedakan orang-orang yang sungguh-sungguh hidup melekat pada Tuhan, dengan yang tidak.

Dijegal lawan bagaimana dong?
Sumber berkat kita yang sejati adalah Allah. Bukan bisnis atau pekerjaan kita.
Allah sudah berjanji, tidak akan meninggalkan dan membiarkan kita.
Bahkan Allah berjanji, Dia yang berperang bagi kita. Seperti Allah menyertai Musa, demikian Dia akan menolong kita.
Bersatu jalan musuh akan menyerang kita, bertujuh jalan mereka akan lari dari hadapan kita.
Ijinkan Tuhan membuktikannya!

Damai sejahtera dan sukacita karena Tuhan itu, jauh lebih berharga daripada segala sesuatu di dunia ini.
Dalam tinggal tenang dan percaya, terletak kekuatan kita.

Kembali ke Laptop, bagaimana cara mengganti isi cangkir kita?
Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Tujuan hidup kita, diberkati agar dapat menjadi berkat bagi orang lain.
Siap praktik? Yuk…

“Decisions, not conditions, determinr what a man is.” – Viktor E. Frankl.

“Keputusan, bukan kondisi, yang menentukan seperti apa manusia itu.” – Viktor E. Frankl.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Satu-satunya Sumber Kehidupan yang Berkelimpahan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Satu-satunya Sumber Kehidupan yang Berkelimpahan

Saya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun melayani orang-orang yang memiliki pertanyaan tentang kehidupan mereka, arah hidup mereka, kesehatan mereka, masalah keuangan, masalah pernikahan dan banyak topik lainnya. Pelayanan sering kali tentang memberikan nasihat dan arahan serta membantu mereka yang menghadapi saat krisis kehidupan.

Namun, jika seorang yang percaya Tuhan namun terus-menerus membutuhkan orang lain untuk memberinya bimbingan, maka selalu ada kekurangan dalam hidupnya. Kehidupan berkelimpahan tidak bisa datang dari konseling. Kita diciptakan untuk mendengarkan Tuhan secara pribadi dan hidup berdasarkan Firman-Nya.

“Ada tertulis, ‘Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.’” (Mat. 4:4)

Satu-satunya Sumber kehidupan yang berkelimpahan, kedamaian, kesehatan dan arahan, berasal dari Firman Tuhan yang hidup. Sebelum kita bisa mendengarkan Tuhan untuk diri kita sendiri secara pribadi, maka kita tidak akan pernah masuk ke dalam kehidupan yang makmur dan berkelimpahan seperti yang telah Tuhan rencanakan bagi kita.
Nasihat atau konseling boleh-boleh saja bagi orang yang baru percaya, tetapi setiap orang percaya harus berdedikasi agar bisa mendengarkan Tuhan secara pribadi. Berapa banyak kesalahan yang dapat kita hindari dalam hidup jika kita meluangkan waktu untuk mendengarkan suara-Nya yang tenang dan kecil?

“Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!” Yesaya 55:3 (TB)

Tuhan menciptakan kita dengan kemampuan untuk mendengar-Nya. Dia selalu berbicara. Dia berbicara melalui Firman-Nya yang tertulis, yang merupakan Roh dan hidup (Yohanes 6:63, Yohanes 20:31, 2 Kor. 4:13).
Dia berbicara melalui Roh kepada roh kita (Rm. 8:16).
Dia berbicara melalui pemberitaan Injil (Kisah Para Rasul 2:36-38).

“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.” Amsal 4:20-22 (TB)

Dalam melayanani orang-orang saya biasanya bertanya, “Apa yang Tuhan katakan kepadamu?”
Saya kerap bertemu dengan tatapan kosong. Disitulah letak masalahnya. Anda tidak dapat memiliki iman dan hikmat dalam hidup Anda jika Anda tidak mendengarkan Tuhan.
Anda dibiarkan sendiri dengan pengetahuan dan perasaan Anda yang terbatas. Sebagian besar dari kita akan mengakui bahwa kita telah membuat keputusan yang buruk jika kita bergantung pada sumber daya kita sendiri. Iman hanya mempunyai satu sumber.

“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Allah.” (Roma 10:17)

Jika Anda tidak mendengarkan Tuhan atau tidak tergerak oleh Firman-Nya, inilah saatnya mengubah fokus hidup Anda. Akankah Anda menjadi kecanduan pada firman-Nya dan berharap untuk mendengarkan-Nya?
Itulah kehidupan yang berkelimpahan.

“Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.”
Yeremia 15:16 (TB)

Faith is trusting God and His Word more than what we feel or see with our senses – Audrey Mack

Iman adalah memercayai Tuhan dan firman-Nya lebih dari apa yang kita rasakan atau lihat dengan indera kita – Audrey Mack

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN


#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 71 72 73 74 75 410