Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com

Ekonomi melambat? Ya!
Dunia dilanda krisis? Yes!
Tetapi siapa bilang,
Kalau berkat kita harus berkurang dan hidup ikut-ikutan sulit?
Itu masalah persepsi!

Saat seluruh negeri kekeringan dan krisis,
Elia tinggal di tepi sungai Kerit.
Setiap hari ada burung gagak yang datang membawakan roti,
Tidak pernah terlambat sehari pun.
Luar biasa bukan?
Tidak ada yang sulit dan mustahil bagi Tuhan!

Masalahnya:
Sumber berkat kita Tuhan atau dunia?
Dia sudah berjanji:
Ada perbedaan bagi orang-orang yang hidup benar dan beribadah kepada-Nya,
Dengan yang tidak.

Pertanyaan selanjutnya:
Apakah kita hidup benar dan beribadah kepada-Nya?
Apakah kita beriman?
Tuhan merespon iman,
-Bukan keluhan-
Jawabannya, kita sendiri yang menentukan.

YennyIndra

Banyak yang mengeluh,
Sudah berdoa tetapi tidak terjawab.
Di mana letak kesalahannya?

Seseorang berdoa,
Agar pasangannya memperlakukannya dengan hormat,
Atau anaknya menjadi anak yang lebih rajin,
Namun…
Setiap hari mengomel atau menceritakan,
Bagaimana pasangannya tidak menghargainya,
Atau betapa malas anaknya!

Prinsipnya:
Selama kita masih memegang sesuatu yang lama,
Maka tidak ada tempat untuk sesuatu yang baru hadir.

Berdoa MEMINTA apa yang DIINGINKAN (solusi),
Tetapi terus FOKUS memikirkan apa yang TIDAK DIINGINKAN (masalah),
Itu sama saja tidak berdoa.

Lalu bagaimana mengubahnya?
Katakan selalu selaras apa yang kita doakan,
-Meski faktanya berlawanan-
Bayangkan saat doa sudah terjawab,
Rasakan sukacita dan syukur yang mengalir dari hati kita,
Berbuatlah SEOLAH-OLAH doa kita sudah terjawab SEKARANG.
Yakinlah bahwa jawaban doa sedang dalam perjalanan,
Maka tinggal tunggu waktu jawaban doa segera terealisasi.
Setuju?
Mari kita sama-sama belajar!

YennyIndra
Quotes, Self Motivation

Quote 17.09.15: Kecantikan Sejati

Pernahkah kita memperhatikan,

Bahwa setiap musim memiliki kecantikannya masing-masing?

Pada musim semi bunga-bunga bermekaran,

Pada musim gugur daun-daun memerah berjatuhan menutupi bumi,

Sedangkan pada musim dingin,

Meski tidak ada bunga-bunga yang indah,

Tetapi salju yang menyelimuti bumi menciptakan keindahan yang memukau.

 

Demikian pula dengan manusia,

Dalam setiap musim kehidupannya,

memiliki kecantikan dan daya tarik tersendiri.

 

Namun yang sering terjadi,

Ketika bilangan usia bertambah,

Kebanyakan kita sibuk berusaha mempertahankan diri ,

ingin selangsing dan secantik dulu.

Merasa tidak percaya diri dengan perubahan yang ada.

Mengapa harus melawan hukum alam?

 

Sadarkah kita bahwa bagaikan musim,

Setiap kita cantik dan istimewa di setiap musim yang berbeda.

Mungkin saja kita tidak selangsing saat remaja,

Tetapi kebijaksanaan dan kedewasaan yang terpancar,

seiring dengan kematangan usia,

memberikan ketentraman, kecantikan dan daya tarik yang unik.

Bahkan di usia senja,

Di balik kerut-kerut wajah dan putihnya rambut,

Tersimpan keanggunan dan kedamaian sejati,

Yang tidak dimiliki usia muda.

 

Hargai dan cintai diri sendiri,

Terima proses apa adanya dengan penuh syukur,

Banggalah dengan kecantikan kita di setiap periode kehidupan,

Tingkatkan kebijaksanaan,

Dekatkan diri pada Yang Maha Kuasa,

Lakukan hal-hal baik dan berguna,

Didasari kasih Allah yang mengalir dari nurani yang terdalam,

Mengukir kehidupan yang bermakna,

Menjadi pribadi yang membuat perbedaan,

Meninggalkan warisan abadi yang tak lekang oleh waktu.

Itulah kecantikan sejati!

“I am the me I choose to be”.

 

Read More

Sebagian besar perselisihan bukanlah dipicu oleh,

Soal kebijaksanaan atau prinsip,

tentang mana yang benar atau salah;

Melainkan didasari keangkuhan dan egoisme,

Kebutuhan untuk membenarkan diri sendiri,

Menunjukkan diri lebih hebat dari orang lain,

Atau upaya membela hak dan ego kita,

– kadangkala dengan cara mencari-cari kesalahan orang lain-

 

“Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran,

tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.”

demikian ungkap Raja Salomo,

raja terkaya dan paling bijaksana yang pernah hidup di dunia ini.

 

Sesungguhnya,

Orang yang benar-benar kuat adalah

orang yang rendah hati dan menyadari keterbatasannya,

lalu dia bersedia mendengarkan nasihat,

serta bergantung kepada kekuatan Tuhan,

Hikmat menyertainya,

Dan Tuhan membuat apa saja yang dikerjakannya berhasil.

Damai serta sukacita sejati senantiasa melingkupi hidupnya.

Inilah rahasia kekuatan yang sejati.

YennyIndra

Suatu saat kekeringan sudah berlangsung 3.5 tahun,
Semua orang membutuhkan air,
Apa yang dilakukan Elia?
Dia berdoa MENGUCAP SYUKUR!
Lalu meminta bujangnya melihat
apakah ada awan yang muncul,
Ternyata tidak ada.
Elia berdoa lagi mengucap syukur,
Demikian terus berulang,
Hingga pada kali ke 7 bujangnya melihat,
ada awan sebesar telapak tangan.
Tidak lama kemudian hujan lebat turun…

Kesimpulannya:
Kunci terjadinya mujijat adalah PENGUCAPAN SYUKUR,
Meski seolah tidak ada sesuatu yang terjadi,
Namun sesungguhnya setiap ucapan syukur yang dipanjatkan,
menciptakan bagian-bagian awan mujijat dan jawaban doa.

Hati Tuhan tergerak oleh iman,
Bukan oleh sekumpulan keluhan kita.
Mari mengucap syukur atas apa yang sudah kita terima!

YennyIndra
1 376 377 378 379 380 410