Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Mengapa Sebagian Orang Menyalahkan Tuhan Ketika Hal Buruk Terjadi Dalam Hidupnya? (Part 1)

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengapa Sebagian Orang Menyalahkan Tuhan Ketika Hal Buruk Terjadi Dalam Hidupnya? (Part 1)

“Berdoa adalah list terakhir yang ingin saya lakukan”, jawab Mela curhat tentang masalah keluarganya.

Saya terperangah.

“Why? Dalam keadaan sepertimu, Tuhan menjadi jujugan saya yang paling pertama.”

“Bagaimana mungkin seseorang yang percaya Tuhan seperti suamiku, bisa melakukan hal seperti itu?”


“Tuhan menjamah pimpinan bank sehingga memberi kredit yang besar kepada saya. Meski proses berlangsung agak lama, tetapi oleh kemurahan Tuhan, akhirnya semua lolos dan lancar. Uang sudah masuk ke rekening saya,” ujar Anto bersaksi dalam sebuah persekutuan doa sekitar 2 tahun yang lalu.

Sekitar 6 bulan sebelum pandemi pun sudah mulai seret, begitu pandemi, menjadi lebih parah lagi. Macet. Dia tidak punya dana cadangan pula. Maka tidak mampu lagi membayar bunga dan cicilannya. Tidak semua kredit di rekening koran. Sebagian merupakan kredit berjangka, yang tiap bulan harus dicicil.

Anto kecewa dan menyalahkan Tuhan. Mengapa Tuhan tidak menolongnya? Padahal dia sudah berdoa.
Bukankah kredit itu juga hasil doa, pikir Anto.
Sekarang Anto mogok beribadah.

“Gak pakai Tuhan-Tuhan lagi,” ujarnya kesal.


Robot pembersih rumah sangat menolong saya di BSD. Karena sudah di set oleh anak-anak, jadi saya cukup tekan tombol Auto-Cleaning di hp saya. Beres.

Suatu hari saya perhatikan, hasil kerja robot tidak sebersih biasanya. Di apps muncul note supaya membersihkan rambut-rambut yang melilit sikatnya. Sudah sich, tapi saya ga tau cara membukanya, jadi saya bersihkan sebisanya. Jalan lagi…. Lega…
Lama kelamaan mogok beneran.  Saya lihat memang ada rambut yang menggulung di sikatnya, tapi saya tidak tau cara membukanya.

Oh iya… Kan ada buku manualnya..  setelah mempelajari buku manualnya, bisa dibuka. Rambut yang sudah menggulung sikat digunting, maka robot bekerja dengan lancar. Bersih & kinclong…


Begitu banyak orang-orang yang menyalahkan Tuhan ketika mengalami hal yang tidak diinginkannya.
Benarkah itu salahnya Tuhan?

Mela memilih suami karena melihat pria ini rajin beribadah.
Apa yang kelihatan kasat mata, tidak menjamin kualitasnya.
Jika seseorang sungguh-sungguh mengenal Tuhan, buahnya akan nampak.
Apakah dia punya hubungan pribadi dengan Tuhan? Memahami firman-Nya serta menghidupinya? Taat pada arahan-Nya?
Apa yang keluar dari mulutnya? Itu mencerminkan apa yang tersimpan dihatinya.
Pohon mangga tidak mungkin berbuah tomat.

“Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu,” kata Tuhan.

Apakah ‘buah’ pria ini selaras dengan benih-benih yang Tuhan inginkan?
Sebelum menikah, pastikan dia seorang yang dewasa rohani, bukan bayi rohani.

Mengharapkan bayi rohani yang selalu menuntut keinginannya dituruti, tentu merepotkan bukan? Dan dia masih belum mampu bersikap sebagai kepala keluarga! Meski pun dia seseorang yang mengenal Tuhan.
Teliti sebelum membeli, kata pepatah.
Dalam firman-Nya, Tuhan sudah memberikan panduan (buku manual) berupa firman-Nya. Sudahkah kita membaca dan mempraktekkannya?


Anto kecewa dengan kredit macetnya. Benarkah kredit itu atas kehendak Tuhan?

Coba buka manual booknya:

  • Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga.
  • Orang yang berhutang menjadi budak yang menghutangi.
  • Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.

Ternyata berhutang bukanlah kehendak Tuhan.
Nach kalau itu melanggar perintah Tuhan, ya cenglinya, kita sendiri yang harus bertanggungjawab.

Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Ini hukumnya.

Kita taat, menuai hasil yang baik.
Kita melanggar, menuai konsekuensinya.

Begitu banyak orang berdoa menurut kemauannya sendiri, – padahal apa yang didoakan berlawanan dengan kehendak Tuhan -, tetapi saat macet kemudian menyalahkan Tuhan.
Ini akibat tidak membaca buku panduan alias tidak mempelajari firman-Nya.

Berdoa itu bukan ngomong sendiri mengatur Tuhan supaya menuruti kemauan kita.
Itu namanya memerintah bawahan atau satpam kita.
Tuhan bukan tukang stempel!
Gak perlu juga berpuasa dengan tujuan ‘ memiting tangan Tuhan’ dan memaksa-Nya menuruti keinginan kita.

Berdoa itu mendekatkan diri kepada Allah, untuk mencari tahu dan mengerti kehendak-Nya. Dan berdoa, bukan tujuannya untuk mengubah Allah, melainkan mengubah diri kita yang berdoa, agar hati kita diselaraskan dengan hatinya Allah.

Tuhan berbicara melalui firman-Nya, jadi mesti baca dan belajar firman-Nya.
Tuhanlah Boss dan Sutradaranya.
Jangan dibalik-balik.

Tugas kita  sepakat dengan Tuhan, menuruti arahan-Nya agar kehendak-Nya yang terjadi.
Sekali lagi, kehendak Tuhan yang terjadi bukan kehendak dan maunya kita!

Saya pun pernah melakukan kesalahan serupa, ingin tahu kisahnya?
Tunggu artikel “Mengapa Sebagian Orang Menyalahkan Tuhan Ketika Hal Buruk Terjadi Dalam Hidupnya? (Part 2)

Prayer is not trying to twist God’s arm to make Him do something. Prayer is receiving by faith what He has already done!
Prayer is communion with God. As you spend time with the King of kings and the Lord of lords, His attitude becomes your attitude. – Andrew Wommack.

Doa bukanlah mencoba memelintir lengan Tuhan untuk membuat Dia melakukan sesuatu.  Doa adalah menerima dengan iman apa yang telah Dia lakukan!
Doa adalah persekutuan dengan Tuhan.  Saat Anda menghabiskan waktu dengan Raja segala raja dan Tuhan segala segala tuhan, maka sikap-Nya menjadi sikap Anda. – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Jika Tuhan Berdaulat….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Jika Tuhan Berdaulat….

Jika Tuhan berdaulat (artinya Dia yang pada akhirnya mengendalikan, mengatur dan menentukan segala sesuatu), lalu mengapa Yesus secara gamblang menggambarkan pertempuran antara terang dan gelap, Roh dan daging, baik dan jahat?

Mengapa Yesus datang untuk menghancurkan pekerjaan iblis (1Yohanes 3:8) jika pekerjaan iblis merupakan kehendak Tuhan?
Mengapa kita diperintahkan untuk tunduk kepada Tuhan dan melawan orang yang datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan?

Mengapa kita didorong untuk menumpangkkan tangan atas orang sakit dan menyembuhkan mereka, jika memang penyakit itu adalah kehendak Tuhan?

Mengapa Allah menugaskan pemerintah sipil untuk menjadi “hakim bagi perbuatan jahat” (Roma 13:1-4) jika Allah sendiri secara langsung atau tidak langsung berada di balik semua kejahatan di bumi? Bukankah Tuhan layak ditangkap dan dihukum di bawah sistem peradilan-Nya sendiri?

Mungkin “berdaulat” tidaklah diartikan sebagai
“mengendalikan”. Mungkin berarti Tuhan memilih untuk menciptakan manusia menurut gambar-Nya, dengan kapasitas-Nya untuk memilih, dan untuk menetapkan kehendak-Nya di bumi.

Tuhan bukanlah pelaku kejahatan, dan iblis juga tidak bekerja untuk-Nya. Manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa itulah si pencetus kejahatan. Yesus datang untuk menebus kita dari kematian, kegelapan dan memperlengkapi kita agar membawa kasih, terang serta kehidupan kedalam dunia yang sudah jatuh itu.

“Yesus Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.”
Titus 2:14 (TB).

[Repost ; “If God is sovereign”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Iman Hanya Memiliki Satu Sumber: Mendengar Dari Tuhan.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Iman Hanya Memiliki Satu Sumber: Mendengar Dari Tuhan.

Iman bukan masalah mental atau sekedar pikiran.
Iman itu dari hati. Dengan hati orang percaya, bukan dengan kepala,. (Roma 10:8-10).

Keras kepala bukanlah iman, meskipun iman yang benar akan menghasilkan ketekunan.
Iman BUKAN sekedar pengetahuan tentang iman.
Mengetahui sesuatu itu benar dan menjadi keras kepala, tidak sama dengan “MENDENGAR” dari Tuhan dan berjalan dalam damai sejahtera, keyakinan dan kepastian.
Di area penyembuhan, banyak yang bingung dengan pengetahuan mereka tentang kehendak Tuhan untuk iman.
Sementara pengetahuan itu penting, tetapi pengetahuan BUKAN iman. Iman hanya memiliki satu sumber; Mendengar dari Allah. (Roma 10:17).

• Kita harus dihidupkan oleh Roh Kudus (Roma 8:16).
• Iman bersifat rohani (2 Korintus 4:13), BUKAN emosional.
• Jenis iman Tuhan (iman yang diaktifkan dengan mendengarkan suara-Nya) tidak akan pernah gagal.
• Ketika iman yang benar diaktifkan di area penyembuhan, sakit penyakit harus tunduk! Penyembuhan dimulai. Kita akan menjadi lebih baik, tidak lebih buruk.

Tidak ada penghukuman jika Anda tidak benar-benar beriman kepada Tuhan. Jangan biarkan ke-keraskepala-an kita, pada akhirnya membunuh kita. Lakukan apa yang kita bisa secara alami untuk tetap hidup dan memperbaharui, serta tinggallah di hadirat Tuhan sampai Anda memperoleh kepastian ilahi, tentang apa yang harus Anda lakukan.
Tuhan itu setia dan senantiasa mengasihi kita.
Janji-Nya senantiasa YA dan AMIN.

[Repost ; “Faith has only one source; Hearing God”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kuasa Allah bekerja jauh melebihi doa dan pikiran manusia. Percaya?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kuasa Allah bekerja jauh melebihi doa dan pikiran manusia. Percaya?

“Yen, kelihatan monyetnya?” P. Indra bertanya.

“Tadi di pohon mangga, duduk di sebelah kandang burung.”

Ternyata gak ada. P. Indra bilang, monyetnya lapar. Seharusnya saya memberinya makan.
Koq ya gak kepikir?

Duh namanya monyet … Mau dicari ke mana? Pohon-pohon di jalanan tinggi-tinggi pula. Ngumpet diana dia?
Baru saja artikel tentang burung dan monyet di post.

Beberapa minggu terakhir saya sedang melatih diri untuk menyerahkan apa pun yang terjadi kepada Tuhan. Biasa sering kepikiran banyak hal:
bagaimana kalau…?
Seandainya….
Sekarang saya menyampaikan kepada Roh Kudus permasalahannya dan minta Dia yang membimbing.

Beberapa hari lalu, Joyce Meyer mengajarkan agar kita menyerahkan segala kekhawatiran, permasalahan kita kepada Tuhan.
Kalau sudah kita serahkan, berarti permasalahan dan kekhawatiran ada di tangan Tuhan, tidak lagi di tangan kita…
Hhmm betul juga ya…
Kalau kita masih terbeban, berarti belum diserahkan.

Tentu saja permasalahan itu belum selesai. Ketika ada hal-hal yang harus kita kerjakan, ya tetap kita kerjakan. Tetapi kendalinya Tuhan yamg atur. Kita fokus kepada-Nya, menanti arahan apa yang harus dilakukan.

Saat membaca firman, dengan sungguh-sungguh saya meminta Roh Kudus membimbing agar saya memahami kehendak-Nya. Supaya saya bisa berpikir seperti Tuhan berpikir, merasakan seperti Tuhan merasakan, dengan kata lain, mengijinkan Tuhan yang mengambil alih hidup saya.

Sungguh aneh, kisah-kisah yang sudah puluhan kali saya baca, sekarang saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda. Terasa lebih hidup.

Ketika saya menterjemahkan artikel Barry Bennett, Barry bercerita,
“Beberapa tahun yang lalu, ketika saya mempelajari topik surga, Tuhan memberi saya pewahyuan surgawi selama dua detik yang benar-benar mengubah hidup saya.
Saya melihat bagaimana hidup tanpa kecemasan, ketakutan, mau pun kekhawatiran. Itulah kehidupan yang dipenuhi dengan sukacita yang sejati. Saat merenungkan apa yang saya lihat, kemudian saya menyadari, itulah “kedamaian” yang saya lihat. Itulah damai sejahtera yang datang dari kasih Tuhan, lengkap dengan penyediaan-Nya dan perlindungan-Nya. Damai sejahtera-Nya adalah akar dari mana semua berkat-Nya mengalir.”

Entah mengapa deskripsi Barry ini seolah menginspirasi saya, itulah hidup yang harus dikejar: hidup dalam damai sejahtera-Nya.

Jangan lupa kenakan Jubah Pujian-Bersyukur senantiasa sehingga kita melihat menyesuaikan diri dari sisi Tuhan melihat. Yakin rancangan-Nya selalu yang terbaik, meski mungkin saja kita tidak paham saat ini.

Janji Tuhan Ya & Amin, kapan lagi membuktikannya, kalau tidak sekarang?

Ngapain juga hidup penuh stres, ketakutan, dan kekhawatiran?
Tidak sedikit teman-teman sudah lebih dahulu pulang ke rumah Tuhan. Apakah worth it mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dibawa ke surga nanti ya?

Apakah saya menghadapi masalah juga?
Ya.
Saya menyerahkan kepada Tuhan. Dalam perjalanannya, entah bagaimana Tuhan menuntun untuk mengambil solusi yang terpikir saja tidak.
Solusi yang sedemikian cerdik, dan langsung mengenai sasaran.
Dan saya tahu pasti, saya tidak secerdas itu untuk menemukan solusi sekaliber itu.
Saya sadar, sesadar-sadarnya Tuhan yang tengah membimbing saya.

“You and God are majority”, mengutip Joel Osteen – Kita dan Tuhan adalah mayoritas, artinya kalau Tuhan di pihakku, siapa lawanku?

Sedih si monyet hilang, saya mengambil perjamuan kudus. Tertulis di atas roti yang saya ambil secara acak,
Kuasa Allah bekerja jauh melebihi doa dan pikiran manusia.
(Efesus 3:20).

“Ya Tuhan, aku percaya…”

Tidak lama kemudian bell rumah berbunyi.
Security datang membawa si Momo Monyet. Ada yang menemukannya dan melaporkan ke security.
Praise The Lord!!!

Betapa banyaknya permasalahan dari kecil hingga besar, yang mengundang kecemasan kita.
Padahal cemas, menyalahkan dan mengomel pun tidak menghasilkan apa-apa.

Worrying is like a rocking chair, it gives you something to do, but it gets you nowhere. …

Kekhawatiran itu seperti kursi goyang, memberi Anda sesuatu untuk dilakukan, tetapi tidak membawa Anda ke mana-mana. …

Lebih baik duduk di kaki Tuhan, mendengarkan Dia dan percaya Tuhan sendiri yang akan membereskannya.
Bukankah iman timbul karena pendengaran, dan pendengaran akan firman Kristus?
Iman itulah yang membuat mujizat terjadi dan doa terjawab.

Setuju???

When we pray, God hears more than we say, answers more than we ask, gives more than we imagine, but in His own time and in His own way. So keep faith.

Ketika kita berdoa, Tuhan mendengar melebihi yang kita katakan, menjawab melebihi yang kita minta, memberi melebihi yang kita bayangkan, pada waktu-Nya¹ dan dengan cara-Nya…. Tetaplah beriman.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Count Your Blessings….Name Them One By One.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Count Your Blessings….Name Them One By One.

“Yenny, buka videonya,” ujar Rosita menelpon pagi ini.
Nampak P. Hendry Mc Gyver sedang di taman, dengan burung bertengger di topi merahnya.
Kami berdua tertawa terbahak-bahak…

Kami punya kesibukan baru, saling menelpon, kirim foto, kirim video peliharaan kami.

3 hari yang lalu kami ke pasar. P. Hendry membeli seekor Burung Pelatuk dan ayam kate. P. Indra membeli Burung Jalak Putih, Jalak Suren plus monyet kecil sebesar genggaman tangan. Lucu. Jadilah kedua bapak ini mendapat mainan baru.

Keesokan harinya terdengar kabar Burung Pelatuk kepala merah P. Hendri hilang saat dilepas di taman. Sedih …

Subuh keesokan paginya lagi, saya chat Ros bertanya apakah burungnya kembali?
Tidak.
Oh….

Beberapa jam kemudian telpon masuk.
“Yen, burungnya kembali. Lucu banget lho..pagi-pagi dia panggil ko Hendry dari gazebo rumah sebelah, lalu ko Hen panggil dia…eee…dia datang samperin, nangkring ditangan ko Hen,” Rosita bercerita dengan riangnya.”

“Kasihan kemarin lepas mau balik lagi tapi ditinggal tidur… Semalaman dia gak makan… ,” komentar P. Indra.
“Jangan tinggalkan daku lagi… Kemarin cuma mau main-main, kata burungnya.”

“Burungnya sudah merasakan cari makan di luar sangat sulit, lagi PPKM, mendingan Gue balik lagi ahhh…,” P. Hendry tertawa..

“Burung saja punya hati ya Yen… walaupun dia sudah hilang selama 24 jam…Burung bisa mengingat tuannya dan bisa diajar di mana rumahnya, apalagi manusia ya, seharusnya lebih tahu budi. Anak yang hilang telah kembali”, Ros menimpali.

Itulah yang membuat kita menyayangi binatang. Mereka mengasihi dan tahu budi, tanpa banyak syarat mau pun tuntutan. Apalagi anjing yang mengasihi tuannya lebih dari dirinya sendiri.

Kirey ikutan sibuk mengawal P. Indra mengurus burung dan monyet. Kadang burung-burung terbang, kaget dengan kehadiran kirey. Cemburu sedikit…

Rosita dan saya belajar, ternyata ketika burung yang hilang kembali, kami jauh lebih bersukacita daripada waktu pulang sehabis membelinya di pasar.

Demikian juga dengan saya, jauh lebih happy menerima uang yang ditransfer Josep. Padahal sesungguhnya itu uang saya sendiri.
Yang belum baca kisahnya klik:
https://yennyindra.com/2021/08/masih-adakah-orang-jujur-di-ibukota/

Setelah melihat teman yang kena covid, kesulitan beli oksigen dan mesti bayar mahal pula, sekarang saya kerap menarik nafas panjang dan bersyukur kepada Tuhan untuk oksigen gratis yang saya nikmati.

Seringkali kita tidak menghargai apa yang kita miliki, sampai kita kehilangan. Setelah lenyap, baru sadar betapa berharganya, langka dan selama ini kita menikmatinya begitu saja….
Take it for granted!

“Sudah kasep, baru sadar” ujar P. Welly teman saya.
Dan tidak semua dalam hidup memberikan opsi: Second Chance.

Belajar dari pengalaman ini, saya memutuskan agar dengan rajin menghitung berkat-berkat dan berbagai fasilitas yang saya miliki. Bersyukur dan menghargainya.
Mumpung masih ada.
Nikmati kebersamaan, ungkapkan penghargaan, dan rasakan keindahan melalui hal-hal yang terlihat ‘biasa’ saja.

Pohon mangga berbuah dan masak 1 biji pun di video oleh P. Indra. Bersukacita karena hal yang sederhana. 🙂

Elisa dan Michelle, setiap pulang kantor mau pun bangun pagi, langsung menjenguk si monyet dan burung jalak.
Begitu ribut dan repotnya mereka meladeni peliharaan baru di rumah kami.

Semua mobil diparkir di teras depan garasi.
Sekarang garasi beralih fungsi menjadi tempat melatih burung-burung jalak dan monyet. Sementara dilepas di dalam rumah dulu, sebelum dilepas di taman nantinya.

Tadi pagi saya turun ke garasi, langsung disambut 2 burung jalak yang hinggap di bahu kiri dan kanan… Hahaha…
Mereka lapar rupanya…
Duh, bagaimana ini? Segera menelpon P. Indra minta bantuan… Wkwkwk…
P. Indra yang telaten memberi makan burung-burung dan monyet.

Hari ini si monyet dilepas di taman.
Senang sekali duduk di dahan-dahan pepohonan. Lari ke sini, pindah ke sana…

Life is good.

Ros dan saya sepakat, kami hidup berdampingan, tetanggaan, bukan kebetulan. Tuhan sangat mencintai kami dan tahu ke depan akan ada PPKM, maka diaturlah kami ‘secara kebetulan’ bertetangga.
P. Hendry & P. Indra bisa menikmati hobi yang serupa, saling mengisi… Berkebun dan memelihara binatang.
Ros & saya pun demikian.
Cocok, klop, sohib.
PPKM pun tetap menarik dan menyenangkan.
Praise The Lord….

P. Hendri & Ros hobi masak,
P. Indra & saya hobi makan… wkwkwk…
Cocoklah!

Saat menyadari dan mengijinkan Tuhan menata hidup kita, maka kita akan menemukan, segala sesuatu berada pada tempat yang seharusnya.
Jauh lebih baik daripada apa yang bisa kita pikirkan.

Pertanyaannya:
Sudahkah kita menghitung berkat-berkat yang kita miliki dan mensyukurinya?

Whoever pursues righteousness and love finds life, prosperity, and honor.

Siapa mengejar kebenaran dan kasih, akan menemukan kehidupan, kemakmuran, dan kehormatan.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 235 236 237 238 239 416