Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Mau Tahu Rahasia Daud Mengalahkan Goliat?


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mau Tahu Rahasia Daud Mengalahkan Goliat?

Hidup selalu ada masalah. Kalau tanpa masalah, artinya kita sudah mati. Hanya di kuburan yang tidak ada masalah.
Jadi mau tidak mau,  cerdik mengatasi masalah adalah ketrampilan penting yang wajib dipelajari, selama kita masih hidup di dunia ini.

Sejak kecil kita sudah mendengar dan membaca kisah Daud dan Goliat.
Tetapi saya ‘miss’ sesuatu selama ini, mengapa Daud yang kecil bisa mengalahkan Goliat sang raksasa.
Nach saya ingin sharing apa yang baru saya pelajari.

Ketika itu, Goliat berteriak-teriak mengancam Raja Saul dan tentaranya, agar mengirimkan seorang wakil untuk melawannya.
Semua ketakutan mendengar ancaman itu, apalagi mereka melihat betapa besarnya tubuh Goliat yang konon sekitar 3.2meter.
iiiihhh…. Ngeriii….

Mereka semua memandang dengan mata jasmani dan mengukur kekuatan diri mereka dengan kekuatan natural mereka.

Bagaimana dengan Daud?
Daud terheran-heran ketika mendengar Goliat yang tidak bersunat berani menghina umat Allah. Daud merasa ada yang salah.

Saat menghadap Raja Saul, Daud berkata,
“Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya,
maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini.
Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

Pula kata Daud:
TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.

Kata Saul kepada Daud:
“Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Perhatikan, sebelum berperang, Daud SUDAH merendahkan Goliat dan menyamakannya dengan singa dan beruang yang dibunuhnya saat menggembalakan kambing domba ayahnya. Daud Sudah Melihat Kemenangan Sebelum Berperang. Daud Yakin Allah menyertai serta memberinya kemenangan.

Yang kerap terjadi dengan kita, sebelum berperang, sudah sangat ketakutan membayangkan hal-hal buruk yang ‘kemungkinan bisa terjadi.’
Padahal statistik membuktikan 90% ketakutan kita tidak pernah terjadi.

Ditambah lagi berdoa berjam-jam hanya untuk curhat betapa mengerikan ‘Goliat (masalah)’ yang kita hadapi.
Semakin diucapkan, semakin ketakutan itu mencekam.
Semakin kita kehilangan iman.

Mengapa kita tidak belajar seperti Daud?
“Tuhan, mata jasmaniku melihat raksasa Goliat yang tingginya 3.2 meter. Tetapi mata rohaniku melihat Allah dengan pasukan balatentara surgawi, jauh lebih dahsyat dari Goliat. Aku percaya Allah yang berperang ganti aku dan memberiku kemenangan.
Aku percaya janji-Mu: Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepada-Nya.
Aku lebih daripada pemenang karena Allah yang memberikan kekuatan kepadaku.”

Cara kita memandang masalah, jauh lebih penting daripada masalah itu sendiri.

Berdoa bukan untuk curhat tetapi mengubah persepsi kita agar kita memandangnya sesuai dengan persepsi Allah dalam memandang masalah yang kita hadapi.
Lalu kita mengingat serta mendeklarasikan janji-janji-Nya karena itulah sumber kemenangan kita.

Membangun iman dan keyakinan seperti Daud, bahwa Allah akan memberi kita kemenangan… Bahkan jarahan yang berlimpah-limpah.

Dengan cara pandang baru, kita jauh lebih tenang. Saat Tuhan memberikan hikmat-Nya, strategi apa yang harus dilakukan secara alami untuk menyelesaikan masalah, kita mudah menangkap dan mempraktekannya.

Malcolm Gladwell mengupas, dengan ukuran tubuh yang kecil, Daud jauh lebih lincah dan gerakannya lebih cepat daripada Goliat. Tubuh Goliat yang besar, meski ditutupi baju perang lengkap, dahinya tentu lebar pula. Nach batu yang melesat dari umban Daud, jauh lebih mudah mengenai sasarannya.

Ternyata dengan memandang dari sisi yang berbeda, kita justru melihat peluang kemenangan yang besar.
Menarik bukan?

Doa yang benar, mengungkapkan hikmat Tuhan.
Iman yang teguh syarat agar kita menerima jawaban doa.

Siap praktek? Yuk….

Nothing is impossible for the people of God who trust in the power of God to accomplish the will of God – David Platt.

Tidak ada yang mustahil bagi umat-Nya yang percaya bahwa dengan kuasa-Nya, Tuhan akan merealisasikan kehendak-Nya – David Platt.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Rahasia Memperoleh Rhema (Suara Tuhan Yang Hidup)?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa Rahasia Memperoleh Rhema (Suara Tuhan Yang Hidup)?

Sejak th 2005 hingga 2018, setiap tahun saya selalu Lunas baca Alkitab tahunan.
Kalau ada yang lubang, ga baca, besoknya didobel. Bahkan pernah 3 hari gak baca, langsung hari ke empat baca 16 pasal sekaligus.
Keren ya?

Pertanyaannya:
Apa saya paham?
Tidak!
Saya hanya dikejar rasa bersalah, merasa berhutang kalau belum baca 4 pasal setiap hari.
Kualitas hidup saya hanya berubah sedikit sekali. Mungkin sekedar pengetahuan di kepala lebih banyak…

Saya bingung ketika P. Irwan, direktur Sekolah Charis menekankan, yang penting justru pewahyuan (rhema) saat baca firman. 1 Ayat direnungkan sungguh-sungguh lebih baik daripada baca 4 pasal tapi gak dapat sesuatu.

Bagaimana caranya? Saya coba, gak ngerti-ngerti juga.
Nothing happened.

Saya bukan orang yang peka.
Saat ingin sembuh dari hipertiroid, saya tanya Yuliadi yang pernah lumpuh karena penyakit GBS, dan Caecillia, yang dulu sakit Lupus,
“Kamu dapat rhema dari Tuhan waktu mau terima kesembuhan?.”
“Ya…,” jawab mereka.

Padahal saya merasa gak dapat rhema, jadi saya menunggu-nunggu terus. Sampai akhirnya P. Suhono menantang saya berhenti minum obat, ternyata saya sudah sembuh total hingga kini.

Sari dan Priscilla, teman sekelas di Charis, juga kerap bercerita,
“Tuhan bilang begini…”
Atau “Saya melihat….”
Saya merasa tidak sehebat teman-teman lain.
Saya gak melihat mau pun mendengar apa-apa…
Bayangkan!

Saya belajar taat. Setia melakukan apa yang saya bisa. Pokoknya baca firman dengan sungguh-sungguh.
Setiap kali saya berdoa,
“Tuhan tolong agar saya mengerti kehendak-Mu, pikiranku diisi pikiran-Mu, perasaanku diisi perasaan-Mu dan kata-kata yang keluar dari mulutku adalah kata-kata-Mu. Tuhan kalau mau memberitahu sesuatu, yang jelas ya… Saya beneran gak peka. Takut gak ngerti. Kelewatan nanti.”

Dalam hidup, ada masalah-masalah serupa yang terjadi berulang.
Kemarin terjadi lagi masalah yang pernah saya alami, mirip.

Tiba-tiba sadar.
Respon saya sekarang berbeda.
Dulu begitu galau, emosi dan ingin menumpahkan segala beban… Ngotot supaya cepat selesai.
Sekarang jauh lebih tenang.

Entah mengapa ada pengertian yang membuat respon saya berbeda, “memang yang terjadi tidak sesuai harapan, tetapi akhir dari rancangan Tuhan itu, damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan. Percayalah! Tuhan pegang kendali untuk kebaikan.”

Dan yang saya perhatikan, banyak kejadian-kejadian tiba-tiba saya ngerti saja apa yang harus dilakukan. Paham keputusan mana yang harus diambil. Damai sejahtera yang melampaui segala akal, menyelimuti pikiran dan hati. Hidup makin jelas rambu-rambunya, sehingga jauh lebih simple.

Lebih dewasa dan tenang menerima keadaan.. Saat hidup menyodorkan jeruk, ya sudah, saya bikin limun… Seperti ajaran Zig Ziglar.
Lebih nrimo, gak ngoyo…


Yuliadi post di grup WA sekolah:
(Willing heart make hearing ear. Ps. Keith Moore)

Baca Alkitab, ke gereja, mendengarkan kotbah itu bagus. Tapi jika kita melakukannya hanya karena kewajiban, hanya karena kebiasaan, maka tidak banyak hikmat dan pewahyuan yg akan kita terima karena sesungguhnya telinga kita tidak sungguh-sungguh mendengar.

Karena Hati yang berminatlah, yang membuat telinga mendengar…

Mazmur 1:1-2
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang KESUKAANNYA ialah Taurat TUHAN, dan yang MERENUNGKAN Taurat itu siang dan malam.

TUHAN tidak pernah memaksa, kitalah yang harus memutuskan, apakah kita SUKA atau tidak suka, MINAT atau tidak minat.


Saya paham rahasianya.
Sekarang saya membaca firman tidak sebanyak dulu, tetapi saya melakukannya dengan PENUH MINAT, dengan sikap hati INGIN MENDENGAR serta MENGENAL TUHAN.
Saya juga BERUSAHA semaksimal mungkin untuk MENTAATINYA.
Hubungan saya dengan Tuhan menjadi sesuatu yang hidup.

Lucunya, – mungkin karena memang bawaan saya tidak peka -, jarang sekali ada firman yang saat dibaca tiba-tiba seolah-olah melompat hidup, seperti yang diceritakan di buku-buku. Tetapi saat saya membutuhkan sesuatu, selalu ada firman yang muncul di kepala…

Apa pun yang terjadi, saya mendiskusikannya dengan Tuhan. Saya baru menyadari, ternyata pikiran saya senantiasa terhubung dengan Tuhan. Itulah yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus: berdoalah senantiasa.

Firman Tuhan menjadi kesukaan hati saya, bukan kewajiban.
Bahkan saat genting-gentingnya masalah yang dihadapi, berulang kali Roh Kudus mengingatkan, hingga dalam mimpi dan keadaan setengah tidur,
Yang pikirannya tertuju kepada Tuhan, Kau jagai dengan damai sejahtera yang sempurna karena kepadaMu-lah dia percaya.’

Hidup pun jauh lebih enteng dan membahagiakan….
Mau?
Praktik yuk….

Troubles are often the tools by which God fashions us for better things.- Henry Ward Beecher.

Masalah sering kali merupakan alat yang dengannya Tuhan membentuk kita untuk hal-hal yang lebih baik.- Henry Ward Beecher.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

How To Dance In The Rain…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

How To Dance In The Rain…

Seorang teman mengeluh, menceritakan keburukan suaminya. Semakin diceritakan, semakin terdengar tidak adil. Betapa menderitanya dia… Kisahnya makin mirip sinetron.

Hidup Memang Tidak Adil.
Jika dalam hidup kita mencari keadilan, sampai mati pun kita tidak akan memperolehnya.
Yang bisa kita lakukan:

KITA YANG MENYESUAIKAN DIRI PADA KEHIDUPAN, DAN BUKAN SEBALIKNYA.

Suami yang menyebalkan, itu hasil pilihan kita sendiri bukan?
What You See Is What You Get.
Apa yang kita lihat saat berpacaran, ya itu yang kita terima sekarang.

“Dulu berbeda Bu Yenny”.
Sebetulnya gak berbeda, hanya ibarat kado, kita terpesona bungkusnya, lupa cek betul-betul isinya.
“Teliti Sebelum Membeli”, kata pepatah kuno.

Saat sudah terlanjur, nasi sudah jadi bubur…yang bisa kita lakukan ya… tambahkan telur, teri, ayam, abon dll sehingga buburnya jauh lebih nikmat dan lebih mahal harganya daripada nasi.

Konon wanita berharap bisa mengubah suaminya setelah menikah nanti, sementara pria berharap istrinya tidak berubah setelah menikah.
Dan kenyataannya terbalik dengan harapan mereka.

*****
“B. Yenny, gadis idaman saya bla…bla…bla….,” ujar seorang pemuda.

“Wow ..  rasanya gadis idamanmu ada di Novelnya HC Andersen or Barbara Cartland. Di dunia nyata, ada gak ya? Kalau pun ada, apakah dia tertarik denganmu?
Karena hukumnya adalah Like Attracts Like.
Kamu menarik orang yang seperti kamu, BUKAN menarik orang yang kamu inginkan. Jika kamu ingin menarik orang yang hebat, jadikanlah diri kamu hebat terlebih dahulu.”

*****

Seorang anak protes berat, terluka oleh ucapan ayahnya. Merasa dibedakan. Tidak diapresiasi. Menuntut agar ayahnya berubah.

Anak yang protes papanya  merendahkannya, betulkah ucapannya?
Banyak orang yang tidak berani menghadapi kenyataan. Sejujurnya, hanya orang-orang terdekat yang berani menyodorkan fakta.
Kebanyakan teman dan orang lain itu sungkan. Penuh topeng. Basa basi.

Kalau itu tidak benar, mengapa tidak membuktikannya dengan cara yang elegan?

Putra teman papa saya, diusir oleh papanya. Perbedaan pendapat dan prinsip yang tajam. Anak ini memang pemberontak sejati.
Lalu dia hilang. Kabarnya merantau hingga ke Hongkong.

Saat papanya sudah tua, anak ini kembali. Dia sudah berkeluarga dan sukses. Terjadi di tahun 70-an, alat komunikasi masih sulit di jaman itu.

Kerennya pula, dia membuktikan kemampuannya dengan memberikan hadiah papanya sebuah mobil Mercedes terbaru saat itu.
Rekonsiliasi terjadi dengan sangat manisnya. Sang anak mau pun papanya, mengakui sebagian dia yang salah dan sebagian pihak lain yang salah.
Ini pembuktian yang elegan!

*****
Teman lain dengan penuh emosi bercerita, seharusnya dia yang dipromosi. Tetapi karena ada teman yang menelikung dari belakang, menyebarkan gosip tidak benar, promosinya dibatalkan.

Kita orang-orang beriman bukan?
Percaya sepenuh hati ga bahwa Gusti Allah Mboten Sare- Allah Tidak Tidur?

Paul Milligan bekerja di sebuah perusahaan besar. Ada rekan kerjanya yang berulangkali mencuri idenya dan menyampaikannya kepada atasannya, seolah-olah itu idenya.

Paul tahu, tetapi dia diam saja. Paul percaya promosi datang dari Tuhan.
Waktu pun berlalu… Cukup lama. Hingga suatu ketika sang atasan menemukan fakta yang sebenarnya. Paul Milligan pun diberi kedudukan yang tinggi.
Terbukti Janji-Nya Ya & Amin.

*****
Saya merenung.
Sharing dengan Rosita, sahabat sekaligus tetangga tercinta, tentang nilai-nilai kehidupan. Kami pun mengambil kesimpulan, sebagai konklusi perjalanan panjang hidup kami.

Ros dan saya sependapat,
Hidup Memang Tidak Adil.
Bahkan Tuhan pun tidak pernah menjanjikan hidup yang adil dalam dunia yang sudah jatuh dalam dosa.

Kita akan kecewa kalau mencari suami, pacar, orangtua, bos, teman sekerja yang sempurna.
Tidak ada!

Banyak orang-orang yang tidak tahu terimakasih. Mengkhianati, jahat, curang…
Tetapi kami percaya, dunia memang tidak adil, Berita baiknya: Tuhan itu adil.
Tuhan akan mengembalikan 7 kali lipat setiap ketidakadilan yang kita terima.

Yang bisa kita lakukan dalam hidup, adalah Menyesuaikan Diri Dengan Kehidupan.
How to dance in the rain- Bagaimana menari di tengah hujan.

“Life isn’t about waiting for the storm to pass, it’s about learning to dance in the rain.”

Hidup bukanlah menunggu badai berlalu, melainkan belajar bagaimana menari di tengah hujan.”

Di usia yang lebih dari setengah abad, kami belajar, bahwa
kami tidak akan pernah bisa mengubah seseorang. Yang bisa dilakukan hanyalah menginspirasi seseorang untuk berubah. Tetapi orang itu sendiri yang harus memutuskan untuk berubah.

Kami tidak ngotot menuntut seseorang berubah, tetapi melatih diri bagaimana ‘menari di tengah hujan.’  
Dan strategi lain yang tidak kalah pentingnya, kami belajar:
Ngalahke Tanpo Ngasorake – Mengalahkan Tanpa Merendahkan.

Run Your Own Race
Apa yang paling merampok kebahagiaan?
Membandingkan dengan orang lain.
Yang kita lihat dari kehidupan orang lain hanya bungkusnya. Semua kado dibungkus cantik. Kita tidak pernah tahu isinya.

Ingin happy? Run your own race. Saat berlari di lintasan kehidupan, jangan sibuk mendengarkan komentar penonton di tepi lintasan. Fokus pada garis finish di depan. Itu yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan kelak.

Living Content.
Hidup dan nikmati setiap waktu dan bersyukurlah.
Nikmati yang ada, tidak usah menginginkan yang tidak kita miliki.
Hitung saja berkat-berkat kita.

Tidak usah membandingkan diri dengan orang lain. Kita diciptakan unik, spesial dan limited edition.

Tidak cocok dengan seseorang?
Tidak usah dipaksakan bergaul. Menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Enjoy life today. Yesterday is gone. Tomorrow may never come, kata sang bijak.

Nikmati hidup hari ini.  Kemarin sudah berlalu. Esok hari mungkin tidak akan pernah datang.

Apalagi saat pandemi, setiap hari terdengar berita duka di mana-mana.
Buat apa galau memikirkan yang berat-berat. Hidup terlalu berharga.
Jalani saja hidup dari hari ke hari…
Kesusahan sehari, cukuplah untuk sehari.

Bagaimana pendapat Anda?

Our greatest freedom is the freedom to choose our attitude. – Victor Frankl.

Kebebasan terbesar yang  kita miliki adalah kebebasan untuk memilih sikap. – Victor Frankl.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Perubahan Mindset.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Perubahan Mindset.

Saya baru menyadari bahwa perubahan mindset kerapkali lebih mudah dikatakan daripada dipraktikkan.
Sudah sekolah, belajar, baca buku, mendengarkan berbagai pengajaran, tetapi saat tantangan, masalah datang bertubi-tubi, kembali pikiran lama mampir:
“Tuhan, apa salahku koq banyak sekali masalah yang tidak diundang, hadir?”

Pernah mengalaminya?

Iblis dengan cerdik menyusup dalam hati membuat hati galau, meragukan kasih Allah.

Untunglah karena setiap hari pikiran diisi oleh firman, harus nonton video pelajaran sekolah, mengerjakan tugas sehingga tidak lari jauh, segera mencari Tuhan. Apa yang kita simpan dalam hati, akan sangat menentukan, apa yang akan muncul dalam keadaan yang terjepit dan krusial.
Dan Tuhan itu, Allah yang penuh kasih.

Buka instagram, muncul Joel Osteen.
Joel menjelaskan, ketika sedang menghadapi masalah, kita kerap terjebak pada pertanyaan:
HOW? – Bagaimana?
Bagaimana solusi masalahku?
Ini yang membuat pikiran kita berkelana ke seantero dunia dan menjadi stress.

Joel menawarkan solusi apik yang berbeda,
WHO am I? – Siapa saya?
Saya anak Allah yang Mahatinggi, pencipta langit dan bumi.
Allah mengasihi aku dan aku adalah biji mata-Nya, demikian ujar Raja Daud. Saya juga dong…
Kalau Tuhan ada di pihakku, siapa lawanku?

Banyak cara yang digunakan iblis untuk menghalangi kita memperoleh pewahyuan kasih Allah pada kita. Salah satunya dan cara yang paling fatal, menipu kita agar percaya, bahwa kasih Allah tergantung performance atau penampilan, kinerja serta apa yang kita lakukan. Iblis menggiring pemikiran kita agar percaya bahwa kita harus melakukan sesuatu supaya dikasihi dan diterima Allah.
Itu tipuan besar!

Hari Sabtu, di sekolah sahabat saya, Yuliadi presentasi. Bertahun-tahun lalu, Yuliadi pernah sakit lumpuh selama hampir 1 tahun, akhirnya disembuhkan Tuhan secara supernatural. Saya pernah menulis kisahnya di Seruput Kopi Cantik beberapa waktu lalu.

Ternyata beberapa waktu terakhir, kesehatan Yuliadi terganggu. Iblis dengan cerdik menggoda, membuatnya ragu akan siapa jati-dirinya.

Dalam perenungannya, Tuhan memberi Yuliadi visi, penglihatan tentang putrinya.
Ketika itu Tuhan bertanya,
“Apakah kamu mengasihi putrimu?”

“Ya, Tuhan aku mengasihinya.”

“Sejak kapan kamu mengasihinya?”
Merenung sejenak.

“Sejak dia masih ada dalam kandungan istriku.”

Dan tiba-tiba Yuliadi tersentak.
Dia sudah mengasihi sang putri sejak dia belum bisa melakukan apa-apa. Dan terus mengasihinya hingga kini.
Dia tetap mengasihi putrinya, terlepas apa pun yang dilakukannya.  Tidak hanya saat putrinya bersikap manis, bahkan saat nakal dan ngeyel pun dia tetap cinta.
Demikian pula kasih Allah, bahkan lebih besar daripada itu.
Allah mengasihi kita, karena Allah itu kasih. Dia tidak bisa untuk tidak mengasihi. Karakter Allah sesungguhnya memanglah kasih…

Pewahyuan pribadi ini membawa pemulihan secara fisik dan mental. Yuliadi pun sembuh total.

Apa yang diceritakan Yuliadi, menyentuh hati saya juga. Hati saya dimerdekakan. Allah mengasihiku, meski pun mungkin saja saya tidak berdoa hari ini.
Allah mengasihiku tanpa syarat.
Sungguh mengharukan dan amat sangat melegakan.
Allah akan senantiasa melindungi dan mengasihiku, karena aku anak-Nya yang tercinta.

Tuhan mengasihi saya terlepas apa pun yang saya perbuat, itulah yang disebut sebagai anugerah.
Tidak berarti karena kita menerima anugerah, lalu boleh berbuat semaunya termasuk perbuatan dosa. Karena setiap benih akan berbuah sesuai jenisnya. Jika benih dosa yang ditabur, tentu panennya juga dosa, yang merugikan. Menghancurkan bahkan mencelakakan.

We are free to choose our action, but we are NOT free to choose the consequences of these actions – Steven Covey.

Kita bebas memilih tindakan kita, tetapi kita TIDAK bebas memilih konsekuensi dari tindakan ini – Steven Covey.

Kalau saya saja yang manusia biasa, berusaha memberi yang terbaik bagi anak-anak saya, apalagi Allah Sang Pencipta yang Maha Pengasih … Kasih-Nya sempurna, Dia akan memberi yang terbaik, bahkan melebihi apa yang bisa saya pikirkan.

Bersama Tuhan, saya dapat melakukan segala perkara.
Bersama Tuhan, saya pasti menang.
Yeaaaaaayyyyy….

  • “God’s unconditional love is a very difficult concept for people to accept because, in the world, there’s always payment for everything we receive. It’s just how things work here. But God is not like people!” Joyce Meyer.

“Kasih Tuhan yang tak bersyarat adalah konsep yang sangat sulit diterima manusia karena, di dunia, selalu ada pembayaran untuk semua yang kita terima. Begitulah cara kerja di dunia. Tetapi Tuhan tidak seperti manusia!” Joyce Meyer.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mengapa Sebagian Orang Menyalahkan Tuhan Karena Keadaannya? (Part 2).”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengapa Sebagian Orang Menyalahkan Tuhan Karena Keadaannya? (Part 2).”

“Siapa cepat, dia yang dapat,” adalah pepatah dunia yang sangat terkenal.
Kita hidup di dunia yang serba cepat, maka dituntut untuk bergerak cepat agar tidak ketinggalan.
Mindset ini sudah ditanamkan di benak saya sejak bertahun-tahun yang lalu.

“Lebih cepat, lebih baik,” ungkapan mantan Wapres Jusuf Kalla kerap saya kutip menjadi pedoman hidup saya.

Ada bagusnya, tetapi ada jeleknya.
Bagusnya, kalau pesan apa-apa, saya suka bayar duluan. Biar gak kepikiran. Tinggal nunggu kiriman barangnya.
Menunda itu bikin beban. Suka kelupaan.

Saya berusaha, kalau ujian sudah ada, segera dikerjakan. Kalau sudah selesai, satu beban hilang dan saya bisa melangkah pada yang berikutnya.

Tetapi ternyata slogan ini tidak cocok dalam mencari kehendak Tuhan.
Pada awalnya, saat saya berdoa menginginkan sesuatu, ketika jawaban doa tak kunjung datang, saya cenderung ‘menolong’ Tuhan agar merealisasikan menurut apa yang baik dalam pikiran saya.
Nach ini salah besar!

Barry Bennett, guru saya bercerita, setamat sekolah dia yakin sekali dipanggil Tuhan untuk melayani-Nya.
Maka pergilah Barry ke Mexico, melayani di sana dan gagal.

Barry bertanya-tanya apa yang terjadi?
Tuhan menjawab, Barry dipanggil tetapi belum diutus.

Dieeeenk….

11 tahun kemudian, Barry melayani ke Guatemala dan Chile, sukses besar di sana.
Mengapa?
Karena selama 11 tahun Tuhan telah menempa dan mempersiapkan Barry untuk melayani di ladang misi.
Perlu proses dan pembekalan sebelum diutus.
Inilah saatnya Barry diutus. Ketika seseorang berjalan sesuai kehendak-Nya, segala sesuatu berjalan lancar, mudah dan apa pun yang dibutuhkan, Tuhanlah yang menyediakannya.

Salah satu poin penting yang diajarkan oleh guru-guru Charis, jangan pernah mendahului Tuhan!

Dean Hawk, guru saya yang lain menjelaskan, ada posisi di mana saya berada tepat di tengah-tengah kehendak Tuhan ‘yang sempurna’.
Di situlah saya akan menemukan Sweet Spot saya.

Definisi Sweet Spot yang kerap dipakai sebagai istilah dunia golf:
the point or area on a club, at which it makes most effective contact with the ball, -titik atau area pada klub golf, di mana terjadi kontak yang paling efektif dengan bola, sehingga menghasilkan pukulan sangat jauh alias yang terbaik.

Di Sweet Spot ini saya memenuhi visi hidup saya dan menggenapi tujuan Tuhan dalam menciptakan saya secara sempurna. Ini posisi yang terbaik.
Saya akan berprestasi maksimal dengan upaya yang sama.

Tetapi bisa juga berada sedikit tergeser dari kehendak Tuhan yang sempurna, dan saya berada pada kualitas ‘yang berkenan.’
Hasilnya tidak akan sebagus dan semaksimal dalam posisi ‘yang sempurna.’

Keduanya berada pada zona yang baik, tetapi ada yang baik, berkenan dan sempurna.

“Saya bisa bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat. Tetapi lebih baik saya terlambat daripada merespon terlalu cepat.” – Keneth Hagin.

Ini prinsip dalam berhubungan dengan Tuhan, yang berkebalikan dengan prinsip dunia.
Dunia mengajarkan harus cepat, sementara Hukum Rohani mengajarkan proses. Bahkan lebih baik terlambat daripada terlalu terburu-buru.

Saya pun berulangkali melakukan kesalahan karena tidak sabar menantikan waktunya Tuhan. Berusaha ‘membantu’ Tuhan, akibatnya justru kacau-balau.

Mengubah mindset, tidak semudah membalikkan tangan. Dibutuhkan kemauan, keputusan dan kepercayaan penuh untuk menantikan waktunya Tuhan.
Padahal penonton di sekitar, ‘meneror’ dengan nasehat-nasehat yang kelihatannya masuk akal.

Jangan menyalahkan Tuhan saat mengalami kekacauan. Bukankah semua kekacauan ini disebabkan ketidaktaatan kita?

Otak kita yang sebesar kacang tidak bisa memahami rancangan Tuhan. Apa yang kita pikir baik, ternyata ujungnya membawa maut. Karenanya Tuhan tidak mengijinkan.
Sekarang saya sudah bertobat!
Memilih menunggu & taat pada waktunya Tuhan.

Bagaimana kalau saya ketinggalan atau aset yang saya taksir, misalnya, sudah diambil orang?
Greg Mohr, guru saya mengingatkan, saat menunggu itulah motivasi saya dimurnikan. Ini benar-benar selaras dengan kehendak Tuhan, atau sekedar keinginan saya pribadi.

Jangan pernah takut kehilangan. Tuhan selalu punya yang lebih baik. Ketaatan jauh lebih penting.
GPS saja bisa memberikan rute baru saat kita salah jalan, masa Tuhan tidak bisa?
Tuhan mampu mengarahkan kita yang jauh lebih baik dengan cara yang lebih baik pula.

Lalu apa yang harus saya lakukan saat menanti realisasi janji-janji-Nya?

Don’t worry about how God will work things out… you just focus get closer to Him, and He will handle the rest.

Jangan khawatir bagaimana Tuhan akan menyelesaikan semuanya … Anda hanya perlu fokus lebih dekat dengan-Nya, dan Dia akan menangani sisanya.

Setiap kali galau, saya diingatkan hal ini:

You will find true success when you find me (God’s Wisdom), for I have insight into wise plans that are designed just for you.  I hold in my hands living-understanding, courage, and strength.  They’re all ready and waiting for you.”

Kamu akan menemukan kesuksesan sejati saat menemukan aku (Hikmat Tuhan), karena Aku memiliki wawasan tentang rencana bijak yang dirancang khusus untukmu. Aku memegang pemahaman yang terbaik, serta keberanian, dan kekuatan di tanganku. Mereka semua sudah siap dan menunggumu.”

Tuhan tahu cara yang tepat, waktu yang tepat, lokasi yang tepat dan siapa orang yang tepat untuk merealisasikan apa yang kita butuhkan dengan cara yang terbaik.

Dia Allah. Apa yang sulit bagi-Nya?
Sepakat?

Don’t blame God for not listening to your prayers if you’re not listening to His call to obedience. You will end up blaspheming God and accusing Him of negligence, while all along you’ll be the culprit.- David Wilkerson.

Jangan menyalahkan Tuhan karena tidak mendengarkan doa Anda jika Anda tidak mendengarkan panggilan-Nya untuk taat.  Anda pada akhirnya akan menghujat Tuhan dan menuduh Dia lalai, sementara selama ini, sesungguhnya, Andalah penyebabnya. – David Wilkerson.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
1 234 235 236 237 238 416