Articles

How To Dance In The Rain…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

How To Dance In The Rain…

Seorang teman mengeluh, menceritakan keburukan suaminya. Semakin diceritakan, semakin terdengar tidak adil. Betapa menderitanya dia… Kisahnya makin mirip sinetron.

Hidup Memang Tidak Adil.
Jika dalam hidup kita mencari keadilan, sampai mati pun kita tidak akan memperolehnya.
Yang bisa kita lakukan:

KITA YANG MENYESUAIKAN DIRI PADA KEHIDUPAN, DAN BUKAN SEBALIKNYA.

Suami yang menyebalkan, itu hasil pilihan kita sendiri bukan?
What You See Is What You Get.
Apa yang kita lihat saat berpacaran, ya itu yang kita terima sekarang.

“Dulu berbeda Bu Yenny”.
Sebetulnya gak berbeda, hanya ibarat kado, kita terpesona bungkusnya, lupa cek betul-betul isinya.
“Teliti Sebelum Membeli”, kata pepatah kuno.

Saat sudah terlanjur, nasi sudah jadi bubur…yang bisa kita lakukan ya… tambahkan telur, teri, ayam, abon dll sehingga buburnya jauh lebih nikmat dan lebih mahal harganya daripada nasi.

Konon wanita berharap bisa mengubah suaminya setelah menikah nanti, sementara pria berharap istrinya tidak berubah setelah menikah.
Dan kenyataannya terbalik dengan harapan mereka.

*****
“B. Yenny, gadis idaman saya bla…bla…bla….,” ujar seorang pemuda.

“Wow ..  rasanya gadis idamanmu ada di Novelnya HC Andersen or Barbara Cartland. Di dunia nyata, ada gak ya? Kalau pun ada, apakah dia tertarik denganmu?
Karena hukumnya adalah Like Attracts Like.
Kamu menarik orang yang seperti kamu, BUKAN menarik orang yang kamu inginkan. Jika kamu ingin menarik orang yang hebat, jadikanlah diri kamu hebat terlebih dahulu.”

*****

Seorang anak protes berat, terluka oleh ucapan ayahnya. Merasa dibedakan. Tidak diapresiasi. Menuntut agar ayahnya berubah.

Anak yang protes papanya  merendahkannya, betulkah ucapannya?
Banyak orang yang tidak berani menghadapi kenyataan. Sejujurnya, hanya orang-orang terdekat yang berani menyodorkan fakta.
Kebanyakan teman dan orang lain itu sungkan. Penuh topeng. Basa basi.

Kalau itu tidak benar, mengapa tidak membuktikannya dengan cara yang elegan?

Putra teman papa saya, diusir oleh papanya. Perbedaan pendapat dan prinsip yang tajam. Anak ini memang pemberontak sejati.
Lalu dia hilang. Kabarnya merantau hingga ke Hongkong.

Saat papanya sudah tua, anak ini kembali. Dia sudah berkeluarga dan sukses. Terjadi di tahun 70-an, alat komunikasi masih sulit di jaman itu.

Kerennya pula, dia membuktikan kemampuannya dengan memberikan hadiah papanya sebuah mobil Mercedes terbaru saat itu.
Rekonsiliasi terjadi dengan sangat manisnya. Sang anak mau pun papanya, mengakui sebagian dia yang salah dan sebagian pihak lain yang salah.
Ini pembuktian yang elegan!

*****
Teman lain dengan penuh emosi bercerita, seharusnya dia yang dipromosi. Tetapi karena ada teman yang menelikung dari belakang, menyebarkan gosip tidak benar, promosinya dibatalkan.

Kita orang-orang beriman bukan?
Percaya sepenuh hati ga bahwa Gusti Allah Mboten Sare- Allah Tidak Tidur?

Paul Milligan bekerja di sebuah perusahaan besar. Ada rekan kerjanya yang berulangkali mencuri idenya dan menyampaikannya kepada atasannya, seolah-olah itu idenya.

Paul tahu, tetapi dia diam saja. Paul percaya promosi datang dari Tuhan.
Waktu pun berlalu… Cukup lama. Hingga suatu ketika sang atasan menemukan fakta yang sebenarnya. Paul Milligan pun diberi kedudukan yang tinggi.
Terbukti Janji-Nya Ya & Amin.

*****
Saya merenung.
Sharing dengan Rosita, sahabat sekaligus tetangga tercinta, tentang nilai-nilai kehidupan. Kami pun mengambil kesimpulan, sebagai konklusi perjalanan panjang hidup kami.

Ros dan saya sependapat,
Hidup Memang Tidak Adil.
Bahkan Tuhan pun tidak pernah menjanjikan hidup yang adil dalam dunia yang sudah jatuh dalam dosa.

Kita akan kecewa kalau mencari suami, pacar, orangtua, bos, teman sekerja yang sempurna.
Tidak ada!

Banyak orang-orang yang tidak tahu terimakasih. Mengkhianati, jahat, curang…
Tetapi kami percaya, dunia memang tidak adil, Berita baiknya: Tuhan itu adil.
Tuhan akan mengembalikan 7 kali lipat setiap ketidakadilan yang kita terima.

Yang bisa kita lakukan dalam hidup, adalah Menyesuaikan Diri Dengan Kehidupan.
How to dance in the rain- Bagaimana menari di tengah hujan.

“Life isn’t about waiting for the storm to pass, it’s about learning to dance in the rain.”

Hidup bukanlah menunggu badai berlalu, melainkan belajar bagaimana menari di tengah hujan.”

Di usia yang lebih dari setengah abad, kami belajar, bahwa
kami tidak akan pernah bisa mengubah seseorang. Yang bisa dilakukan hanyalah menginspirasi seseorang untuk berubah. Tetapi orang itu sendiri yang harus memutuskan untuk berubah.

Kami tidak ngotot menuntut seseorang berubah, tetapi melatih diri bagaimana ‘menari di tengah hujan.’  
Dan strategi lain yang tidak kalah pentingnya, kami belajar:
Ngalahke Tanpo Ngasorake – Mengalahkan Tanpa Merendahkan.

Run Your Own Race
Apa yang paling merampok kebahagiaan?
Membandingkan dengan orang lain.
Yang kita lihat dari kehidupan orang lain hanya bungkusnya. Semua kado dibungkus cantik. Kita tidak pernah tahu isinya.

Ingin happy? Run your own race. Saat berlari di lintasan kehidupan, jangan sibuk mendengarkan komentar penonton di tepi lintasan. Fokus pada garis finish di depan. Itu yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan kelak.

Living Content.
Hidup dan nikmati setiap waktu dan bersyukurlah.
Nikmati yang ada, tidak usah menginginkan yang tidak kita miliki.
Hitung saja berkat-berkat kita.

Tidak usah membandingkan diri dengan orang lain. Kita diciptakan unik, spesial dan limited edition.

Tidak cocok dengan seseorang?
Tidak usah dipaksakan bergaul. Menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Enjoy life today. Yesterday is gone. Tomorrow may never come, kata sang bijak.

Nikmati hidup hari ini.  Kemarin sudah berlalu. Esok hari mungkin tidak akan pernah datang.

Apalagi saat pandemi, setiap hari terdengar berita duka di mana-mana.
Buat apa galau memikirkan yang berat-berat. Hidup terlalu berharga.
Jalani saja hidup dari hari ke hari…
Kesusahan sehari, cukuplah untuk sehari.

Bagaimana pendapat Anda?

Our greatest freedom is the freedom to choose our attitude. – Victor Frankl.

Kebebasan terbesar yang  kita miliki adalah kebebasan untuk memilih sikap. – Victor Frankl.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apakah Hidup Kita Dibentuk oleh Ketakutan?
WHY ME????
“Kesehatan Mental.”