Articles

Kuasa Allah bekerja jauh melebihi doa dan pikiran manusia. Percaya?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kuasa Allah bekerja jauh melebihi doa dan pikiran manusia. Percaya?

“Yen, kelihatan monyetnya?” P. Indra bertanya.

“Tadi di pohon mangga, duduk di sebelah kandang burung.”

Ternyata gak ada. P. Indra bilang, monyetnya lapar. Seharusnya saya memberinya makan.
Koq ya gak kepikir?

Duh namanya monyet … Mau dicari ke mana? Pohon-pohon di jalanan tinggi-tinggi pula. Ngumpet diana dia?
Baru saja artikel tentang burung dan monyet di post.

Beberapa minggu terakhir saya sedang melatih diri untuk menyerahkan apa pun yang terjadi kepada Tuhan. Biasa sering kepikiran banyak hal:
bagaimana kalau…?
Seandainya….
Sekarang saya menyampaikan kepada Roh Kudus permasalahannya dan minta Dia yang membimbing.

Beberapa hari lalu, Joyce Meyer mengajarkan agar kita menyerahkan segala kekhawatiran, permasalahan kita kepada Tuhan.
Kalau sudah kita serahkan, berarti permasalahan dan kekhawatiran ada di tangan Tuhan, tidak lagi di tangan kita…
Hhmm betul juga ya…
Kalau kita masih terbeban, berarti belum diserahkan.

Tentu saja permasalahan itu belum selesai. Ketika ada hal-hal yang harus kita kerjakan, ya tetap kita kerjakan. Tetapi kendalinya Tuhan yamg atur. Kita fokus kepada-Nya, menanti arahan apa yang harus dilakukan.

Saat membaca firman, dengan sungguh-sungguh saya meminta Roh Kudus membimbing agar saya memahami kehendak-Nya. Supaya saya bisa berpikir seperti Tuhan berpikir, merasakan seperti Tuhan merasakan, dengan kata lain, mengijinkan Tuhan yang mengambil alih hidup saya.

Sungguh aneh, kisah-kisah yang sudah puluhan kali saya baca, sekarang saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda. Terasa lebih hidup.

Ketika saya menterjemahkan artikel Barry Bennett, Barry bercerita,
“Beberapa tahun yang lalu, ketika saya mempelajari topik surga, Tuhan memberi saya pewahyuan surgawi selama dua detik yang benar-benar mengubah hidup saya.
Saya melihat bagaimana hidup tanpa kecemasan, ketakutan, mau pun kekhawatiran. Itulah kehidupan yang dipenuhi dengan sukacita yang sejati. Saat merenungkan apa yang saya lihat, kemudian saya menyadari, itulah “kedamaian” yang saya lihat. Itulah damai sejahtera yang datang dari kasih Tuhan, lengkap dengan penyediaan-Nya dan perlindungan-Nya. Damai sejahtera-Nya adalah akar dari mana semua berkat-Nya mengalir.”

Entah mengapa deskripsi Barry ini seolah menginspirasi saya, itulah hidup yang harus dikejar: hidup dalam damai sejahtera-Nya.

Jangan lupa kenakan Jubah Pujian-Bersyukur senantiasa sehingga kita melihat menyesuaikan diri dari sisi Tuhan melihat. Yakin rancangan-Nya selalu yang terbaik, meski mungkin saja kita tidak paham saat ini.

Janji Tuhan Ya & Amin, kapan lagi membuktikannya, kalau tidak sekarang?

Ngapain juga hidup penuh stres, ketakutan, dan kekhawatiran?
Tidak sedikit teman-teman sudah lebih dahulu pulang ke rumah Tuhan. Apakah worth it mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dibawa ke surga nanti ya?

Apakah saya menghadapi masalah juga?
Ya.
Saya menyerahkan kepada Tuhan. Dalam perjalanannya, entah bagaimana Tuhan menuntun untuk mengambil solusi yang terpikir saja tidak.
Solusi yang sedemikian cerdik, dan langsung mengenai sasaran.
Dan saya tahu pasti, saya tidak secerdas itu untuk menemukan solusi sekaliber itu.
Saya sadar, sesadar-sadarnya Tuhan yang tengah membimbing saya.

“You and God are majority”, mengutip Joel Osteen – Kita dan Tuhan adalah mayoritas, artinya kalau Tuhan di pihakku, siapa lawanku?

Sedih si monyet hilang, saya mengambil perjamuan kudus. Tertulis di atas roti yang saya ambil secara acak,
Kuasa Allah bekerja jauh melebihi doa dan pikiran manusia.
(Efesus 3:20).

“Ya Tuhan, aku percaya…”

Tidak lama kemudian bell rumah berbunyi.
Security datang membawa si Momo Monyet. Ada yang menemukannya dan melaporkan ke security.
Praise The Lord!!!

Betapa banyaknya permasalahan dari kecil hingga besar, yang mengundang kecemasan kita.
Padahal cemas, menyalahkan dan mengomel pun tidak menghasilkan apa-apa.

Worrying is like a rocking chair, it gives you something to do, but it gets you nowhere. …

Kekhawatiran itu seperti kursi goyang, memberi Anda sesuatu untuk dilakukan, tetapi tidak membawa Anda ke mana-mana. …

Lebih baik duduk di kaki Tuhan, mendengarkan Dia dan percaya Tuhan sendiri yang akan membereskannya.
Bukankah iman timbul karena pendengaran, dan pendengaran akan firman Kristus?
Iman itulah yang membuat mujizat terjadi dan doa terjawab.

Setuju???

When we pray, God hears more than we say, answers more than we ask, gives more than we imagine, but in His own time and in His own way. So keep faith.

Ketika kita berdoa, Tuhan mendengar melebihi yang kita katakan, menjawab melebihi yang kita minta, memberi melebihi yang kita bayangkan, pada waktu-Nya¹ dan dengan cara-Nya…. Tetaplah beriman.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
How To Dance In The Rain…
“Tahukah Kita Bahwa Hati Yang Tidak Berterima Kasih Adalah Pintu Menuju Kegelapan Dan Kesia-siaan?”
TRANSFORM not CONFIRM