Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

“Beberapa pemikiran tentang penyembuhan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Beberapa pemikiran tentang penyembuhan.”

Kita tahu bahwa kesembuhan tersedia bagi seluruh umat manusia seperti halnya pengampunan dosa mau pun keselamatan. Segala sesuatu yang berhubungan dengan penebusan, tersedia dan diterima melalui iman.
Dalam pengalaman saya sendiri, saya mengerti bahwa iman bukanlah apa yang saya ketahui tentang penebusan. Pengetahuan bukanlah iman. Iman bukanlah sekedar pikiran. Di sinilah banyak orang menjadi bingung dan putus asa. Mereka mengetahui Firman dan mereka “percaya” dengan pikiran mereka. Tetapi iman berasal dari hati (Roma 10:10), bukan di kepala. Iman adalah hal rohani, bukan pikiran.

Ada saatnya dimana saya disembuhkan secara instan atau sangat cepat karena Firman telah dihidupkan dalam hati saya, namun ada saat-saat pula dimana saya harus bergumul karena saya mencoba untuk “meningkatkan iman” di dalam kepala saya.
Penyembuhan bukanlah soal kehendak Tuhan lagi tetapi hanya masalah “menyambungkan” pada apa yang sesungguhnya sudah tersedia. (note: ibarat tinggal mencolokkan steker pada sumber listrik)
Sebagian besar dari kita terbentur dan kehilangan petunjuk di bagian ini.
Banyak yang bertanya, “Mengapa Tuhan tidak menyembuhkan saya?” kemudian responnya menunjukkan ternyata mereka tidak memahami tentang penebusan atau iman. Tuhan sudah menyediakan kesembuhan bagi semua orang. Oleh sebab itu, Dia tidak bertanggung jawab atas kesembuhan kita lagi. Kitalah yang harus melakukan bagian kita.

Ada kalanya iman pribadi dapat menyembuhkan kita, namun ada saatnya pula, kita membutuhkan iman orang lain dalam tubuh Kristus. Saya telah belajar, ketika iman saya lemah, maka saya dapat meminta orang lain untuk bangkit dan berdiri dalam iman untuk saya. Kita melihat contoh ketika empat pria membawa teman mereka di atas tandu dan menurunkannya melalui atap, sang perwira yang beriman untuk pelayannya, dan wanita bukan Yahudi yang beriman atas nama putrinya. Ini bukan tentang menemukan orang yang merasa kasihan dan mengungkapkan “pemikiran serta doa” mereka menyertai kita. Melainkan menemukan mereka yang sungguh-sungguh tergerak ingin melihat kita sembuh, apa pun yang terjadi.
Saya pikir kita kehilangan banyak kesempatan memperoleh kesembuhan karena mengabaikan kuasa penyembuhan di dalam tubuh Kristus.

Teruslah mendengarkan Tuhan untuk diri Anda sendiri, namun jangan mengabaikan agar orang lain yang benar-benar mendukung Anda. Jika Anda dekat dengan seseorang yang sedang berjuang untuk meraih kesembuhan, lihatlah diri Anda sebagai sarana kesembuhan. Bergeraklah untuk mereka dan gunakan iman Anda atas nama mereka.

[Repost : “Some thoughts about healing”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Benarkah Bisa Sukses Bisnis Dengan Cara Rohani? Gak Percaya? Ini Buktinya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Benarkah Bisa Sukses Bisnis Dengan Cara Rohani? Gak Percaya? Ini Buktinya!

Sejak dulu, klo belajar sesuatu dan merasakan manfaatnya, saya ingin orang lain juga merasakan manfaat dan berkat yang sama, seperti yang saya alami. Karena itu saya hobi bagi-bagi buku, menulis Seruput Kopi Cantik dsb.
“Ini lho… Aku sudah merasakan hasilnya. Percayalah,” rasanya ingin pengumuman seperti itu.
Tapi ternyata gak mudah…
Justru orang-orang terdekat, yang paling sulit percaya.

“Mana mungkin belajar firman Tuhan koq bisa bisnis maju? Gak masuk akal. Seperti sudah tidak menginjak bumi saja.”, kata mereka, “Yang betul itu ikut seminar bisnisnya Bla.. Bla.. Bla… Yang sudah berkaliber international. Bukunya saja dapat Bintang 5 di Amazon. Ini jaman internet, bukan jaman mesin ketik”

“Kalau kita mengutamakan Tuhan, maka Tuhan yang akan buka pintu, kirim orang-orang yang kita butuhkan dan dengan cara-Nya, berkat itu akan mengalir…” kata saya.

“Buktinya mana????”


Seorang sahabat yang saya kenal di sosmed, P. Irsan, namanya dari Binjai, Sumatra Utara, bersaksi dan sangat menguatkan. Beliau satu-satunya sohib yang paling unik. Memanggil saya dengan sebutan Sucouw (nenek guru alias gurunya guru), panggilan ala dunia persilatan Kangouw….
Siapa yang suka baca cerita silat?
Tunjuk jari..
Nach pasti familiar dengan istilah ini.

“Saya mau kesaksian nih …. Tahun lalu sekitar bulan Maret/April, covid melanda. Udah ampun aku…., kredit macet, udah gak tahan, udah mau meledak.
Mau minta tolong ke mana, semua kawan susah, gak ngerti lagi mau gimana?

Ada kawan di Batam, tapi hubungan 15 tahun ini gak pernah di warnai pinjam meminjam maka gak berani buka suara juga.
Ada teman lain, Amin namanya, pernah meminjamkan uang tapi tidak mau dikembalikan.
“Pakai dulu saja…”
Jadi gak berani juga mau pinjam lagi. Malu hati.

Anak-anak udah minum teh manis sebagai pengganti susu. Ekonomi udah hancur pokoknya.  Makan bisa hemat, kredit gak bisa tunda. Di relaksasi kenyataannya cuma diperpanjang jadwal pembayarannya.
Tiba-tiba jumpa renungan Seruput Kopi Cantik, kok sepertinya bicara personal. Makanya ada dorongan pengen kenalan langsung, ini siapa orang hebat yg bisa tulis renungan gitu.
Rohnya sama gitu, ibarat vitamin, saya perlu support dari Tuhan. Roh ketakutan membuat saya tak bisa lagi melihat Tuhan lagi,”
P. Irsan menjelaskan.
“Seiring waktu, Tuhan kasi ketenangan, daya tahan, keuletan, kesabaran, dan jalan keluar sehingga bisa melewati tahun lalu yang berat.
Ketika tak ada tangan yang mau menolong, Tangan Tuhan yang langsung terulur menolong kami.
Sekarang bisnisku mulai pulih.
Anak-anak boleh makan enak tiap hari. Mau roti yang harga 5 RB atau 20 RB  pun ok.  Kalo bukan dari Tuhan, siapa yang mau tolong?


Awalnya saya kirim buku, ternyata dilahap habis. Cari buku lagi, hingga baca sekitar 10 buku.
Ini langka. Orang Indonesia konon kurang suka membaca buku.

Lalu P. Irsan join Sekolah Charis koresponden. Saya berpesan, setiap belajar video pelajaran guru-guru Charis, saya minta dikirimi prinsip atau pewahyuan yang didapat.
Dan P. Irsan betul-betul murid teladan. Setiap pagi saya terima quotes dari beliau dan saya tidak sekedar diingatkan pelajaran lalu, tetapi sangat.. sangat diberkati.

“Sucouw, tolong tanyakan Bu Angeline… Siapa pemegang rekor lulus program koresponden tercepat di Sekolah Charis Indonesia?” pinta P. Irsan. Dia ingin memecahkan rekor itu.

“YennyIndra,” jawab Bu Angeline.

P. Irsan tidak enak hati.
“Janganlah… klo mengalahkan Sucouw.”

“P. Irsan, pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang bisa menghasilkan pemimpin yang lebih baik daripada dirinya. Kalau P. Irsan bisa memecahkan rekor saya, artinya saya seorang pemimpin yang sukses. Pencapaian P. Irsan, itu piala saya. “

“Oke kalau begitu”

Hebatnya P. Irsan, ketika seluruh keluarganya sakit, atau harus ke pesta di Medan dan pulang hingga tengah malam, (P. Irsan tinggal di Binjai), subuh tetap masuk chat WA quotes pelajaran.


“Apakah memang ada manfaatnya belajar firman setekun itu?,” tanya beberapa teman.

“Berkat Tuhan datang sebagai kejutan, seberapa banyak yg bisa di terima, tergantung seberapa besar hati kita mau percaya ! Saya diberkati melampaui harapan-harapan yang saya miliki, ini sungguh terbukti,” P. Irsan mengutip quotes Seruput Kopi Cantik, dalam chatnya.
“Sekedar info, sekitar 2 minggu sebelum pernikahan Chris (anak saya), Amin datang mengunjungi saya. Kami bercengkerama. Dia bertanya, usaha gimana,? Saya bilang bagus, stabil, cuan (untung) terus.
Kelihatannya dia entah ada apa gitu, seolah ada beban. Saya tawarkan pelunasan hutang, dia tetap gak mau.

Tepat hari pernikahan Chris, Amin datang, ambil pelunasan hutang. Lunas saya bayar. Sekarang gantian saya tawarkan pinjaman sebanyak yang pernah dia pinjamkan kepada saya…
Pas dengan renungan hari ini.
Saya diberkati melampaui harapan-harapan yang saya miliki…, ” P. Irsan menceritakan dengan penuh ucapan syukur.

“Saya doakan Amin, sharing bagaimana caranya berkata kepada gunung persoalan. Kalau Tuhan menolong saya, Tuhan pasti menolong Amin juga.

Setahun lalu hidup dalam ketakutan, kecemasan, siapa sangka hari ini hidup saya diberkati melampaui harapan…
Dengar Sucouw beli tanah , tanganku agak gatal juga pengen investasi, ada tanah sekitar setengah hektar dekat ladangku mau dijual, ini masih di jajaki.
Setahun lalu kering kerontang, mana sangka hari ini adalah cash money, investasi kecil-kecilan bisalah… wkwkwk.. 🙂 “

There’s nothing God cannot change, and He can do a whole lot more than you can imagine! – Joyce Meyer.

Tidak ada yang tidak dapat diubah oleh Tuhan, dan Dia dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang dapat Anda bayangkan! – Joyce Meyer.


Wow… Saya terpukau.
Investasi setengah hektar, alias 5000 m2, itu gak kecil P. Irsan… Apalagi siap bayar cash. Mantap!

Sungguh saya diberkati dengan kesaksian P. Irsan. Ini buktinya, ketika seseorang mengutamakan Tuhan dan hidup selaras dengan hukum-hukum Tuhan maka penyediaan Tuhan secara supernatural pun tercipta.

Anugerah dan penyediaan Tuhan sudah tersedia lengkap di dalam roh kita, tetapi untuk menerimanya, kita harus belajar bekerja sama dengan hukum-hukum kerajaan Allah yang tertulis dalam firman-Nya dan memilih untuk melakukan segala sesuatunya dengan cara Allah. Bukan cara kita.
God’s Way, Not My Way…
Ikut cara Tuhan, bukan caranya Frank Sinatra…

Nach ini butuh ketaatan, iman serta penundukkan diri pada Tuhan sepenuh hati.
Pertanyaannya:
Bersediakah kita?

God does not lead His children around hardship, but leads them straight through hardship. But He leads! And amidst the hardship, He is nearer to them than ever before.”— Otto Dibelius

Tuhan tidak sekedar memimpin anak-anak-Nya melewati kesulitan, tetapi menuntun mereka langsung mengatasi kesulitan. Dia memimpin! Dan di tengah kesulitan ini, Dia lebih dekat kepada mereka daripada sebelumnya.”— Otto Dibelius

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Doa Sudah Lama Belum Juga Terjawab? Mungkin Ini Penyebabnya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Doa Sudah Lama Belum Juga Terjawab? Mungkin Ini Penyebabnya!

Alkisah Hiduplah Raja Ahab yang kaya raya dan istrinya Izebel, yang dominan, seorang penyembah berhala.
Mereka tidak takut akan Tuhan.
Pada suatu hari, datanglah Elia. Dia diutus Tuhan untuk menyampaikan kabar yang tidak menyenangkan kepada sang raja.

“Sesungguhnya, tidak akan ada embun atau hujan yang turun pada tahun-tahun ini, hingga kukatakan.”

Sungguh bencana yang mengerikan akan terjadi. Elia mengambil resiko besar untuk menyampaikan hal ini. Bisa saja raja marah dan membunuhnya.

Tuhan tidak menjanjikan apa pun pada Elia, sampai dia menaati perintah-Nya, menyampaikan berita kekeringan kepada raja Ahab.
Lalu Tuhan memerintahkan Elia,
“Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

Tuhan Mengirimkan burung gagak terlebih dahulu, agar Elia tahu di mana persediaan itu disiapkan.
Terbukti, setiap pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Di Sana, tempat yang tepat yang ditentukan Tuhanlah, di mana penyediaan Tuhan tersedia.
Artinya, kita harus mengikuti tepat seperti apa yang Tuhan kehendaki.

Perhatikan, persediaan TIDAK mendatangi Elia di mana dia BERADA saat itu. Elia yang harus Taat mengikuti arahan Tuhan, melangkah, dan di sana, apa yang dibutuhkan sudah disiapkan.
Bukan separuh taat lalu di mixed dengan cara kita, 100% cara Tuhan. Tunduk, taat sepenuh hati.

Andrew Womack menekankan, sebelum kita menaati perintah Tuhan, penyediaan TIDAK ditemukan. Persediaan ada DI SANA.

Sungguh luar biasa bagaimana burung gagak rutin membawakan roti untuk makanan Elia, pagi dan petang, lalu dia minum dari air di Sungai Kerit.
Secara akal mustahil, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Tetapi perintah untuk bersembunyi muncul, SETELAH Elia menaati dulu perintah mengabarkan kekeringan pada Ahab.

Saya merenung.
Acapkali saya tidak juga mendapat jawaban doa, meski sudah meminta hingga jungkir balik.
“Mengapa Tuhan, Engkau tidak menjawab doaku?”

Yang tidak saya sadari, sesungguhnya Tuhan sudah memerintahkan saya untuk mengambil langkah pertama, – seperti kasus Elia, menyampaikan berita kekeringan-, tetapi saya terlalu takut pada resikonya.
Saya diam di tempat.
Tuhan pun menunggu… Hingga saya bergerak menaati-Nya, barulah arahan berikutnya datang.

Ini rumus saat berhubungan dengan Tuhan.
Dia tidak akan menjelaskan apa yang akan terjadi A hingga Z di awal. Otak kita yang sebesar kacang, tidak akan memahaminya.
Kita harus mengikuti-Nya langkah demi langkah.
Dan setiap langkah merupakan suatu mukjizat, peningkatan serta pengenalan kita kepada Allah meningkat.

” Tetapi Bu Yenny, saya tidak mendapat perintah apa pun dari Tuhan…”

Jika saja kita sungguh-sungguh mencari Dia melalui doa, firman dan perenungan akan Firman-Nya, tentu kita akan mendengar suara-Nya.
Dia Allah, Dia akan membuat kita mengerti dengan cara-Nya yang unik dan spesial untuk masing-masing kita.
Masalahnya, kerap kita tidak fokus, terlalu memperhatikan suara-suara di sekitar kita dan lebih mempercayai pendapat-pendapat orang-orang yang kita anggap ‘penting, hebat dan keren’ sehingga mengabaikan suara-Nya.

Dari pengalaman saya pribadi, setiap kali salah mengambil keputusan atau tertipu, sesungguhnya hati nurani sudah memberi insting, ini gak benar. Tidak damai.
Tetapi logika menepis ya dengan berbagai alasan.
“Untungnya gede lho… Kapan lagi?”
“Ini pendapat pakar yang berpengalaman… Gak mungkin salah.”
Dsb.
Insting, perasaan tidak sejahtera itulah suara Tuhan yang berusaha memandu kita.

Itulah sebabnya sekarang saya berprinsip, kalau ragu-ragu, lebih baik tidak.
Kalau tidak ada damai sejahtera, tunda dulu. Tanya lagi pada Tuhan sampai benar-benar yakin bahwa ini memang kehendak-Nya. Menghindari ribuan masalah yang tidak perlu.


Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
Maka datanglah perintah TUHAN kepada Elia:
“Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

Elia tetap berada di Sungai Kerit, melakukan tugas hariannya. Hidup normal, hingga muncul perintah berikutnya. Namun Elia terus membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan dengan sikap awas serta waspada.
Sehingga ketika perintah berikutnya muncul, Elia langsung menangkapnya.
Demikian terus menerus terjadi, hingga kekeringan berakhir.

Prinsip sederhana ini menggugah saya untuk mengevaluasi kembali hubungan saya dengan Tuhan.
Allah itu tidak pernah berdusta. Janji-Nya YA dan AMIN.
Kalau saya tidak mendapat jawaban, kesalahan pasti bukan di pihak Tuhan, melainkan di pihak saya.
Setelah saya mempelajari prinsip ini, saya sadar… Ternyata saya belum taat dan melangkah…

Bagaimana dengan Anda?

The moment we recognize our complete weakness and our dependence upon Him will be the very moment that the Spirit of God will exhibit His power.”— Oswald Chambers

Saat kita menyadari kelemahan kita sepenuhnya, ketergantungan kita kepada-Nya akan menjadi saat dimana Roh Allah akan menunjukkan kuasa-Nya.”— Oswald Chambers

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Tiga Dimensi Anugerah.”

“Tiga Dimensi Anugerah.”

“Oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”
Roma 3:24 (TB).

Anugerah, kasih, dan belas kasih Tuhan bekerja untuk kita bahkan sebelum kita lahir. Ini adalah anugerah kasih karunia dalam bentuk kata ‘Past Tense’ dalam Bahasa Inggris, artinya menggambarkan yang sudah terjadi di masa lampau.

Sebelum adanya waktu dan penciptaan, Tuhan sudah melihat ke depan untuk memberikan ‘hari depan yang penuh harapan’ (Yeremia 29:11).
Melalui kematian Yesus di kayu salib, pembenaran atau anugerah kasih karunia telah diberikan kepada semua orang. Pintu anugerah dibuka untuk umat manusia.
Semua orang bisa masuk ke dalam kasih karunia yang telah disediakan sebelum dunia dijadikan.

“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”
2 Korintus 12:9 (TB).

Kasih Karunia-Nya Saat Ini adalah penyediaan dan kekuatan-Nya untuk setiap kebutuhan yang kita miliki saat ini.
Itu adalah bahan mentah yang darinya kita dapat masuk dengan iman ke dalam keselamatan dan menuai kehidupan yang berkemenangan.
Semua janji Tuhan adalah ‘YA’ dan ‘AMIN!’.
Kasih karunia-Nya cukup untuk hari ini.
Belajarlah menerimanya. Hikmat Tuhan mengajarkan bagaimana cara kita mengaktifkan penyediaan-Nya di dalam setiap area kehidupan kita.

“Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.”
1 Petrus 1:13 (TB).

Lebih banyak lagi anugerah kasih karunia yang akan dicurahkan! Ada Dimensi Masa Depan bagi anugerah Tuhan. Gunakanlah kasih karunia hari ini untuk tetap teguh sampai akhir, karena lebih banyak lagi anugerah kasih karunia yang sedang dalam perjalanan.

Ketika kita dapat memahami tiga dimensi kasih karunia, maka kita dapat lebih memahami dimensi kebenaran, pengudusan, pengampunan bahkan kesembuhan.
Apa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib 2.000 tahun yang lalu dapat diakses dengan iman di sini dan saat ini, dan masih banyak lagi yang akan datang.

Apa yang akan kita lakukan dengan anugerah kasih karunia Tuhan?

[Repost ; “The Three Dimensions of Grace”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
Articles

Mau Hidup Dalam Anugerah-Nya? Ini Rahasianya

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Mau Hidup Dalam Anugerah-Nya? Ini Rahasianya!

Beberapa hari lalu saya post kisah bagaimana kami diberkati Tuhan dengan diberikan sahabat seperti P. Henry ‘MacGyver’ dan Rosita.
https://yennyindra.com/2021/01/tuhan-mengirimkan-makaikat-nya-mau-dengar-ini-kisahnya/

Komentar pun berdatangan.
“luar biasa bu .. sangat inspiratif sampai melok terharu bacanya ..
makasih .. Luar biasa Tuhan kita ,” ujar Fanny.

“Yen bahagia sekali ya…Tuhan selalu menganugerahi segalanya serasa ga percaya ya… karena Yenny sudah memprioritaskan Tuhan jadi yang utama,” kata Bu Lewi.

“A piece of heaven on earth”, Lip Khun berkomentar.

“Wow.. luar biasa sharingnya.
Berjalan dalam anugrah Tuhan setiap hari,” Arum pun terinspirasi,
“Semoga hari ini aku menjadi “malaikat” buat orang lain”.

Vonny bertanya bagaimana cara P. Henry & Rosita berbisnis dan dalam kesehariannya sehingga bisa menjadi orang yang serba bisa dan sukses pula.

Suk Dhing ingin minta resep bubur ikan, saya perkenalkan dengan P. Henry & Rosita. Tidak hanya dapat resep bubur, tapi plus bonus resep Ayam Rebus P. Henry yang TOP abis!

“Memang benar-benar malaikat penolong”, komentar Suk Dhing.

Mengapa saya perlu menulis spesial kebaikan P. Henry dan Rosita?

  1. Tulis di atas batu, jangan sampai terhapus, kebaikan yang kita terima.
    Wajib jadi pribadi yang selalu ingat budi baik orang lain.
  2. Kebaikan itu menular.
    Terbukti tidak hanya saya yang diberkati, teman-teman lain terinspirasi ingin menjadi seperti P. Henry & Rosita.
    Bahkan dapat resep rahasianya pula.

Di jaman yang semua dinilai dengan uang dan materi, teman yang baik dan tulus itu sungguh langka.
Mari kita belajar menjadi yang langka itu, sehingga ‘mahal’ harganya & limited edition.

Saya pun makin terpukau dengan kebaikan Tuhan dalam hidup kami sekeluarga. Tuhan baik dan sangat baik.
Yang tidak terpikirkan, Tuhan sediakan. ‘Malaikat’ dan hal-hal baik yang tak terbeli dengan uang, Tuhan sediakan dengan sangat berkelimpahan.

Melintas dalam ingatan ungkapan Barry Bennett,
Kalau kita hidup dalam anugerah-Nya, hidup kita jadi demonstrasi kebaikan Tuhan”

Dan itu terbukti.

Apa arti Anugerah atau Grace?
Grace is “the love and mercy given to us by God because God desires us to have it, not necessarily because of anything we have done to earn it.

Anugerah adalah “kasih dan belas kasihan yang diberikan Tuhan kepada kita karena Tuhan menghendaki kita untuk memilikinya, *bukan* karena apa pun yang telah kita lakukan untuk mendapatkannya.

Anugerah Tuhan diberikan kepada semua manusia dengan gratis…tis…tis…tis.
Bukan karena kita melakukan sesuatu!

Kalau memang gratis dan diberikan kepada semua manusia, mengapa tidak semua orang hidup dalam berkat-Nya?
Karena anugerah itu harus diterima atau direspon melalui iman.

Iman inilah yang harus dibuktikan.

Kuncinya:
Keselamatan diberikan gratis sebagai anugerah Tuhan bagi semua manusia, direspon dengan iman.

Anugerah itu apa saja?
Kemakmuran, kelimpahan, kesehatan, kesembuhan, damai sejahtera, sukacita, otoritas-Nya dsb.
Intinya, ‘anugerah’ adalah persediaan, kekuatan dan otoritas yang diberikan-Nya untuk menaklukkan segala kekuatan musuh.
Apa pun yang dibutuhkan manusia dalam hidup, sudah disediakan Tuhan lengkap untuk kita miliki.

Anugerah ini bisa berkurang dan dilipatgandakan.
Siapa yang menerima lebih banyak anugerah dari Tuhan?
Yang rendah hati.

Tuhan memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati.

Apa arti rendah hati?
Sepakat dengan perkataan Tuhan dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya.

Orang yang rendah hati adalah mereka yang tidak mempromosikan diri sendiri, bersedia memberikan nyawanya bagi orang lain, yang berusaha untuk melayani dan bahkan tetap anonim alias melakukannya tanpa mencari pujian.
Tuhan memberikan lebih banyak anugerah, lebih banyak kekuatan, persediaan dan otoritas bagi mereka yang rendah hati.

Tapi, Tuhan menolak orang sombong!
Dengan kata lain, kesombongan adalah penghalang untuk penyediaan Tuhan dan membuat anugerah berkurang

Kesombongan yang ditentang Tuhan adalah orang yang angkuh dan mereka yang berusaha untuk berada di atas orang lain. Mereka adalah orang yang tidak bersedia melayani, memberi, mengampuni dan berkorban untuk orang lain. Bergantung pada kekuatannya sendiri.

Apa tantangan saat belajar menjadi rendah hati?
Mengalahkan ke”aku”-an, sifat egois, dan menundukkan jiwa (pikiran, emosi serta kehendak) kita, pada Tuhan.

Ini benar-benar tidak mudah. Tidak bisa dilakukan dengan kekuatan kita sendiri.
Satu-satunya cara adalah menyerahkan hidup kita kepada Tuhan Setiap Hari agar ditundukkan kepada kehendak-Nya!

Bukan aku lagi yang hidup, tetapi Tuhan yang ada didalamku, yang mengendalikan hidupku.

Ibarat tangki yang berisi anugerah, semakin kita tunduk dan taat kepada-Nya, saluran pipa yang mengalirkan stok anugerah makin besar dan makin lancar tentunya.
Anugerah pun mengalir deras….

Ingat tangki, ingat Tangki MPOIN ya… 🙂
Ingat pipa, ingat PIPAKU & MPOIN Anti Timbal wkwkwk …🙂

Jika saya yang masih awal hidup dalam anugerah-Nya saja sudah terpukau dan terkagum-kagum dengan kebaikan-Nya, apalagi jika kita bisa mendapatkan lebih banyak lagi anugerah-Nya…..
Yang dikomentari teman-teman berkat luar biasa, itu masih yang level awalnya anugerah..
Saya sadar sekarang!

Tak terbayangkan….
Betapa kita bisa sungguh-sungguh menikmati surga di bumi, seperti yang dikehendaki Tuhan sejak awal penciptaan manusia, jika kita hidup dalam kepenuhan anugerah-Nya. Full.
Wow…..
Heaven on earth!

Mau?
Belajar sama-sama yuk….

God has saved you only because he himself is so very kind. He has saved you because you believe him. You could not save yourselves, but it is God’s gift to you.

Tuhan telah menyelamatkan kita hanya karena Dia sangat baik. Dia menyelamatkan, karena kita percaya kepada-Nya. Kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri, tetapi itu adalah pemberian Tuhan untuk kita.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

seruputkopicantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 223 224 225 226 227 416