Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Apa Yang Terjadi Di Hadirat Tuhan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Terjadi Di Hadirat Tuhan?

French philosopher and mathematician Blaise Pascal obseved thar most of our human problems come because we don’t know how to sit still one on one with God at HIS sanctuary,” demikian chat sahabat saya, P. Hadi Pandunata.

Filsuf dan matematikawan Prancis Blaise Pascal mengamati bahwa sebagian besar masalah yang dialami manusia, disebabkan karena kita tidak tahu bagaimana caranya duduk diam hanya berdua dengan Tuhan di tempat kudus-NYA.

Demikian quotes yang dikirim sahabat saya, P. Hadi Pandunata, yang medorong saya merenungkannya.
Nyaris semua orang tahu berdoa dan ada saat dalam hidupnya di mana dia berdoa. Artinya semua orang merasa ‘tahu’ bagaimana caranya berdoa…
Tetapi tidak banyak orang yang paham bagaimana caranya duduk diam di hadirat Tuhan, untuk menikmati bait-Nya, seperti pujian Raja Daud.

Kebanyakan orang menganggap berdoa itu saat datang curhat, minta ini itu, lalu amin dan pergi.
Itulah sebabnya tidak ada kelegaan, kemenangan dan sukacita yang tercipta. Bahkan dia tidak berusaha mendengar dari Tuhan.
Darimana dia tahu tuntunan Tuhan?

Boleh saja curhat dan meminta, tetapi jika kita berpikir lebih dalam, sesungguhnya, sebelum kita meminta atau curhat sesuatu, Tuhan sudah tahu.

Nyanyian Raja Daud:
Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Wow… Betapa dahsyat & personalnya Allah kita.

Dari pengalaman pribadi, kalau terlalu lama curhat, justru membuat saya fokus pada masalah, akibatnya masalah jadi nampak lebih besar daripada ukuran sesungguhnya.
Tambah stress jadinya…
Beban terasa lebih berat dan makin loyo…

Sekarang prefer curhat sependek mungkin, berdoa minta tuntunan-Nya, lalu segera baca firman.
Firman adalah Allah sendiri.
Saat fokus pada firman, hhhmmm… makin paham isi hati-Nya.
Kerap tiba-tiba seolah ada firman yang hidup…
Itulah suara Tuhan.
Atau tiba-tiba ada pengertian yang baru, itu juga suara Tuhan.
Ketika menenggelamkan diri dalam firman-Nya, terasa betapa dekat dan personalnya Allah kita.
So sweet…

Tidak hanya saat duduk di hadirat Tuhan, tetapi sepanjang hari firman direnungkan. Apa pun yang dilakukan, Tuhan yang menjadi pusatnya. Senantiasa melihat Tuhan di balik setiap peristiwa yang kita alami.

Senang sekali saya memutar lagu instrumental yang lembut…
Terdengar suara deburan ombak… Teringat seorang anak kecil yang berjalan di tepi pantai dengan Bapanya…
Saat jalan sulit, berbatu, Sang Bapa menggendong anaknya.
Itulah gambaran Allah dengan saya…
Ke mana pun saya pergi, Tuhan menggandeng…
Ketika perjalanan hidup sulit, berbatu, berbahaya, Allah Sang Bapa menggendong saya…
Yeaaayyyy….
Bukan saya lagi yang harus memanjat, melewati jalan berbatu tajam atau serangan ombak yang ganas, melainkan Allah.
Saya aman dalam dekapan-Nya.
Mendengarkan detak jantungnya…
Merasakan hangat pelukan-Nya…
Bilur-bilur-Nya menyembuhkanku…
Darah-Nya membasuh dosaku…
Kasih-Nya melingkupi hidupku….

Dengan ceria kami bercakap-cakap di sepanjang jalan…
Menikmati kebersamaan yang sangat berharga…
Kadang kami diam,
Merasakan, menikmati kasih tanpa kata,
Sejuta kata tersirat dibalik keheningan.
Betapa indahnya, nyaman, tenteram dan damai….

Hingga Raja Daud bernyanyi,
Lebih baik satu hari di pelataran-Mu, daripada seribu hari di tempat lain…
Memuji-Mu, menyembah-Mu, Kau Allah yang hidup…
Dan menikmati semua kemurahan-Mu.”

Mindset, pola pikir awal ketika berdoa dipenuhi ketakutan, kegalauan dan beban yang berat,
Melihat masalah bagaikan raksasa,
Namun di hadirat-Nya, cara pandang saya berubah…
Mindset baru tercipta…
Pola pikir menyesuaikan cara pandang Allah secara natural,
Allah yang berperang ganti aku.
Allah menopangku dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.
Tidak ada yang mustahil bagi Allahku.

Ketika janji-janji-Nya diperkatakan, di deklarasikan…
Saya sedang menciptanya bersama Allah yang berdiam di dalam rohku.
Saat mempercayai janji-Nya, maka Allah menyalurkan kuasa-Nya agar janji-janji-Nya tercipta.
Manttaaaappp….

You’ve gone into my future to prepare the way,
and in kindness you follow behind me
to spare me from the harm of my past.
With your hand of love upon my life,

you impart a blessing to me.

Engkau (Tuhan) telah pergi ke masa depanku untuk mempersiapkan jalan,
dan kebaikan-Mu mengikuti di belakangku untuk menyelamatkan aku dari bahaya masa laluku.
Dengan tangan kasih-Mu atas hidupku,
Engkau memberkatiku.

Selesai berdoa, saya berjalan dengan tegap…
Penuh semangat, antusias, pikiran jernih,
Hati pun peka mendengar hikmat Tuhan.
Meski saya tidak tidak tahu apa yang akan terjadi esok,
Tetapi saya tahu Allah yang memegang masa depanku.
Maka saya menyongsong masa depan dengan penuh harapan.

Siap? Praktik saran Blaise Pascal yuk….

Prayer does change us. When we get in contact with God, it changes us. We become more like him when we spend time with him. – Father Mike

Doa mengubah kita. Ketika kita membangun hubungan dengan Tuhan, hubungan itu mengubah kita. Kita lebih menyerupai Dia, ketika kita menghabiskan waktu bersama-Nya. – Father Mike.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Serenity Prayer

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Serenity Prayer

God grant me the serenity
to accept the things I cannot change;
courage to change the things I can;
and wisdom to know the difference.

Living one day at a time;
enjoying one moment at a time;
accepting hardships as the pathway to peace;
taking, as He did, this sinful world
as it is, not as I would have it;
trusting that He will make all things right
if I surrender to His Will;
that I may be reasonably happy in this life
and supremely happy with Him
forever in the next.
Amen.
reinhold niebuhr (1892-1971)

Doa Keteduhan.

Tuhan, berikan kepada kami anugerah
untuk menerima dengan penuh ketenangan
hal-hal yang tak dapat kami ubah,
keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kami ubah,
dan hikmat untuk membedakannya.

Menjalani hari demi hari,
menikmati setiap saat,
menerima hal-hal yang sukar sebagai jalan menuju kedamaian,
menerima, seperti yang Tuhan lakukan, di dunia yang penuh dosa ini,
sebagaimana adanya, bukan seperti apa yang aku inginkan.

Percaya bahwa Engkau akan membuat semuanya menjadi baik,
jika aku berserah pada kehendakMu,
supaya aku boleh berbahagia dalam hidupku
dan sungguh-sungguh berbahagia bersama-Mu selamanya di masa depan.
Amen


Kebijaksanaan terbesar yang saya petik, setelah berpuluh-puluh tahun ikut Tuhan adalah bisa menerima apa yang tidak bisa saya ubah dengan legawa, ketulusan hati.
Tidak lagi ngotot, ‘pokoknya harus bisa’, seperti dulu…
Sedikit lebih wise… Wkwkwk…

Kalau belum waktunya, ya sudah gak usah dipaksa.
Kepikiran ga?
Sama sekali tidak!
Ada perasaan damai, Tuhan tahu waktu yang terbaik untuk semuanya. Tinggal tunggu waktu.
Tuhan jauh lebih baik daripada yang bisa saya pikirkan, kalau yang tidak diminta saja, Tuhan sediakan, terlebih apa yang saya inginkan…. Jika itu sesuatu yang baik, pasti Tuhan berikan.

Nach kalau ternyata ga baik bagaimana?
Tuhan dengan Cara-Nya yang ajaib, membuat saya mengerti.
Bahkan membuat saya tidak menginginkannya lagi kalau itu bukan dari Tuhan.

Make God the utmost delight and pleasure of your life,
and he will provide for you what you desire the most.

Jadikan Tuhan kesenangan dan kesukaan terbesar dalam hidupmu,
Maka Dia akan memberikan untukmu apa yang paling kamu inginkan.
Sehati dong dengan Tuhan … So sweet…

Kemampuan berserah ini sungguh luar biasa. Banyak penderitaan disebabkan kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan.
Sekarang gak lagi…

Tidak khawatir kehilangan?
Tidak ada yang bisa mengambil apa yang sudah ditentukan Tuhan bagi kita.
Percayalah!
Hidup jadi santai ya?

Tetapi untuk hal-hal yang bisa diubah, tentu berusaha semaksimal mungkin, bayar harga untuk mengubahnya.
Cita-cita tetap setinggi langit, menjadi the best versi kita… Menggenapi tujuan hidup yang Tuhan tetapkan, menjadi terang dan garam sehingga orang di sekeliling kita bisa melihat Allah melalui kita.
It’s all about God, not me…
Bukankah untuk itu Tuhan menciptakan kita di dunia ini?

Dan butuh hikmat Tuhan agar bisa membedakan mana yang bisa diubah dan mana yang tidak.
Perlu keintiman pribadi dengan Tuhan… Inilah proses yang perlu terus dibangun dan dikejar.

Hubungan dengan Tuhan bagaikan lapisan bawang.
Merasa sudah cukup dekat, ternyata ada lapisan yang lebih dalam lagi, lagi dan lagi…
Proses pengenalan yang makin mendalam hingga kita bertemu Tuhan di surga kelak.


Salah satu kebijaksanaan terbesar dalam hidup, adalah Living Content.

Merriam-webster dictionary, mendefinisikannya sebagai:
Feeling or showing satisfaction with one’s possessions, status, or situation.

Merasa atau menunjukkan kepuasan dengan kepemilikan, status, atau situasi dalam hidup kita.
Mampu menikmati masa kini, saat ini tanpa harus terbeban oleh beban masa lalu atau pun galau dengan masa depan.

“Past and future exist only in our memory. The present moment though, is outside of time, it’s Eternity. It isn;t what you did in the past that will affect the present. It’s what you do in the present that will redeem the past and thereby change the future.” – Paul Coelho

Masa lalu dan masa depan hanya ada dalam ingatan kita. Namun saat ini, berada di luar waktu, itulah Kekekalan. Bukan apa yang Anda lakukan di masa lalu yang akan memengaruhi masa kini. Apa yang Anda lakukan di masa sekarang, yang akan menebus masa lalu dan dengan demikian mengubah masa depan.” -Paul Coelho.


Kebiasaan para ibu, serba galau dengan apa saja. Dari urusan remeh-temeh urusan dapur hingga masa depan anak cucu… Apalagi yang menyangkut bisnis. Ada saja yang bisa dikuatirkan.

Tetapi setelah belajar kebenaran firman yang benar, kemudian sadar, cara hidup menurut Tuhan sungguh berbeda.
Too good to be true…. Terlalu baik untuk menjadi kenyataan, namun itulah yang terjadi.

Mendekat saja kepada Tuhan & hidupi firman-Nya, maka kita akan melihat bagaimana Allah menata hidup kita, menyelesaikan masalah demi masalah, rintangan demi rintangan, dengan cara yang tak terpikirkan.

Breakthrough demi Breakthrough terjadi, hingga ketika kami tengah berbincang-bincang seorang teman yang sebegitu terpukau dengan anugerah Tuhan bercerita,
“Setelah menghidupi anugerah Tuhan, saya hidupnya gak pernah kuatir lagi. Damai saja dalam hati. Anehnya, berkat justru mengejar dan berlimpah-limpah. Peraturan perusahaan tetap dijalankan, tetapi kasih terlebih besar, saat ada yang melanggarnya. Pendekatan bisnisnya sekarang berbeda.”

Sebagai manusia, kita kerap saat berdoa minta hujan, lalu melihat langit…
Duh… Koq langit cerah ceria ya…
Gak kelihatan awan hitam setitik pun…
Lalu kehilangan harapan…
Nampaknya Tuhan tidak menjawab doa…
Telinga berusaha mendengar sedikit suara guruh…
Koq ga ada ya…
Ah… Tidak mungkin.
Padahal Tuhan mampu membuat hujan meski matahari sedang bersinar dengan terangnya.
Tanpa awan, tanpa suara guruh….

Dia Allah…. Apa yang sulit bagi-Nya?

Jaman saya kecil, ketika matahari terang benderang tetapi gerimis atau hujan turun, kami menjulukinya:
“Udan Ketek Ngilo”, dalam Bahasa Jawa.
Artinya hujan monyet sedang bercermin….

Nach, Mari kita nikmati hidup setiap saat dalam hidup kita, bersama Tuhan. Living Content.
Sesuai perintah-Nya, serahkan hidup kita kepada-Nya dan percayalah kepada-Nya, maka Ia akan bertindak.
Syukuri setiap detik kehidupan kita, karena waktu tidak bisa kembali.
Percayalah, Tuhan sudah mengatur, apa yang ada saat ini, itulah yang harus kita nikmati saat ini dan itu yang the best!

“It isn’t what you have or who you are or where you are or what you are doing that makes you happy or unhappy. It is what you think about it.”? Dale Carnegie

“Bukan apa yang Anda miliki atau siapa Anda atau di mana Anda berada atau apa yang Anda lakukan, yang membuat Anda bahagia atau tidak bahagia. Tetapi ditentukan oleh apa yang Anda pikirkan tentang hal itu.”? Dale Carnegie

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Damai Sejahtera Yang Melampaui Segala Akal Manusia

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Damai Sejahtera Yang Melampaui Segala Akal Manusia

“Bu Yenny, apa yang paling berbeda, yang bagi Bu Yenny paling berharga, setelah mengambil komitmen mengikuti Tuhan sepenuh hati?”, tanya seorang teman.

Saya pun merenung.
Duit? Berkat? Kemakmuran?
Kebaikan Tuhan? Kemenangan?
Mukjizat?
Kesehatan atau kesembuhan?
Ya…. Semua itu mengikuti secara natural, tetapi menurut saya, yang paling luar biasa adalah Damai Sejahtera yang melampaui segala akal dalam situasi apa pun.

Teringat akan kisah apik ini.
Pada suatu ketika, diadakanlah kompetisi melukis tentang Peace. Kedamaian.
Berbagai lukisan indah dipamerkan. Pemandangan gunung dipadu dengan danau yang indah. Asri dan adem.
Padang bunga yang cantik, lautan yang indah nampak tenang… dsb.

Tetapi pemenangnya, sebuah lukisan yang menggambarkan badai tengah bergelora dengan dahsyatnya. Lalu di sebuah lekukan dinding tebing ada seekor burung kecil tengah bernyanyi.
Itulah damai sejahtera yang sesungguhnya.

Peace is not just the absence of a storm, but rest in the middle of the storm.

Kedamaian bukannya tidak adanya badai, tetapi kita dapat beristirahat dengan damai di tengah badai.

Dan itulah yang saya alami saat sungguh-sungguh berkomitmen mengikuti Allah dengan sepenuh hati. Tidak berarti langit biru dan jalan tak berliku, – meski pun itu yang saya harapkan -, tetapi kadang ada saja badai yang tak diundang yang datang menerpa.

Jika dulu galau setengah mati, hingga gak bisa tidur berhari-hari, sekarang tidak lagi.

Ketakutan, khawatir dan kecemasan itu bagaikan pemerasan yang membuat kita tertekan dan tidak bisa menikmati apa yang Tuhan sediakan.
Kekhawatiran menghalangi kita menerima pemeliharaan Tuhan.
Iblis tahu, di area di mana kita khawatir, disitulah kasih karunia Tuhan tidak mengalir.
Kita tidak menyerahkan kendali kepada-Nya. Saat kita yang pegang kendali, tentu dengan mudah iblis mengintimidasi dan mengalahkan kita.

Ketika kita berserah, Tuhan yang ambil alih.
LET GO LET GOD.
BERSERAH DAN IJINKAN ALLAH BEKERJA.

Kita tidak cukup pandai menyelesaikannya, biarkan Tuhan menolong kita.
Tuhan berjanji akan melepaskan kita dari jerat musuh.


Saat pertama mendapatkan kabar yang tidak diharapkan, Tuhan mengingatkan saya pada janji-Nya:
“malapetaka tidak akan menimpa aku dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahku.”
Hati pun tenang… Proses masih panjang.

Setelah beberapa lama, staf menginfokan perkembangannya. Berita yang kurang baik.
Saya sudah menggunakan otoritas untuk mengalahkan permasalahan secara rohani, sudah berdoa dan terus berharap kepada Tuhan. Intinya saya sudah melakukan semua bagian saya, yang saya tahu.

Ada sedikit kegalauan menyelinap dalam hati, saat saya tengah mengerjakan tugas. Hati tidak sepenuhnya damai. Saya sadar itu.

Seperti biasa, perkataan yang keluar dari mulut, dijaga. Menolak mengucapkan perkataan yang berlawanan dengan doa yang sudah dipanjatkan.
Tetap tidur tenang… Lelap.

Saat bangun pagi, sedikit terkejut.
Antara sadar dan tidak sadar, jelas sekali janji Tuhan muncul di kepala:
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.

Thank you My Lord….I love You…
Sungguh penegasan janji-Nya di tengah badai yang menerpa, memberikan rasa aman luar biasa…
Saya merasa begitu dicintai dan diperhatikan.
Allah mengerti, Allah peduli…
Jika Tuhan di pihakku, siapa lawanku?


Sesungguhnya tidak ada berkat yang lebih dahsyat daripada menyadari bahwa apa pun yang terjadi, Tuhan menyertai kita. Dia tidak pernah meninggalkan atau membiarkan kita.

Raja Daud menggubah nyannyian:
Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; Jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.

Wow….

“Sudah lama saya tahu itu, Bu Yenny…”

Idem, tapi selama ini saya tahu di kepala.
Proses 5 tahun sekolah, fokus belajar firman, jatuh bangun menghidupinya, membawa kepekaan pada tuntunan Tuhan.
Lalu proses hingga bisa percaya sepenuh hati, ketika Tuhan berfirman ya itu yang akan terjadi.

Pertama Tuhan menarik perhatian saya secara tidak sengaja pada kisah Norman Williams yang tetap hidup ketika mengalami tabrakan pesawat KLM dengan PAN AM.
Teman sebangkunya terbakar, menjadi tengkorak, sementara Norman tetap hidup.

Janji Tuhan: Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau, TERBUKTI!

Lalu Tuhan mengajar saya melalui Mel Tari, orang Indonesia dari Soe, yang dikirim Tuhan ke Amerika untuk memberikan kesaksian bagaimana Mel mengalami berbagai mujizat dan tanda ajaib seperti yang disampaikan Tuhan.

Ketika Tuhan berfirman dan berjanji, terima apa adanya.
ALLAH BERSUNGGUH-SUNGGUH DENGAN APA YANG DIA KATAKAN DAN DIA BERKATA SESUAI APA YANG DIA MAKSUDKAN!
Tidak usah diterjemahkan dengan berbagai teori yang sulit-sulit dan membingungkan.
Pokoknya apa saja yang Tuhan katakan, percaya saja…!
As simple as that.

Semakin memahami betapa besarnya Allah mengasihi saya, semakin mudah saya mempercayai-Nya.
Hubungan dekat yang dibangun konsisten setiap hari, senantiasa fokus kepada-Nya, membuahkan keintiman yang dalam.
Semakin banyak berkat-berkat-Nya saya hitung, semakin sadar betapa banyak hal-hal yang tidak layak saya dapatkan tetapi saya terima. Bahkan keputusan atau strategi ‘salah’ yang secara akal mestinya menimbulkan kegagalan, ternyata Tuhan buat berhasil….
Tuhan, Engkau sungguh amat sangat baik….
Speechless!

Damai sejahtera yang melampaui segala akal pun menyelimuti hati ini…
Apakah ada sesuatu yang dapat memisahkan aku dari kasih Allah?
Tidak ada!
Artinya, saya adalah biji mata Allah, seperti ungkapan Raja Daud.

Apalagi yang perlu saya khawatirkan?
Jika Tuhan di pihakku, siapa dapat melawan aku?
Tidak ada yang perlu saya khawatirkan dalam hidup ini!
Setuju?

When we focus on God’s Supernatural Power rather than what we see in the natural, our hearts will soften, faith will grow and breakthr oughs will come!

Ketika kita fokus pada Kekuatan Supernatural Tuhan, bukannya pada apa yang kita lihat di alam natural, hati kita akan melembut, iman akan bertumbuh dan terobosan pun terjadi!

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tiket Masuk Meraih Kehidupan Yang Allah Sediakan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tiket Masuk Meraih Kehidupan Yang Allah Sediakan.

Allah menyediakan kehidupan berkelimpahan tidak hanya soal kebutuhan hidup, dari kebutuhan materi saja, melainkan kebutuhkan lainnya, seperti kesembuhan, kedamaian pikiran dan ketenteraman jiwa pula.
Kelimpahan yang komplit… Plit… Plit… Plit plus telur.

Nach untuk meraih semua itu, butuh tiket masuk.
Apa tiket masuknya?
Iman.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Nach cara pikir dunia berbeda dengan cara pikir Allah.
Hidup dengan cara pikir Allah, tercipta di alam rohani dulu baru tercipta di alam jasmani.
Percaya dulu baru melihat.

Iman adalah Jembatan yang membuat apa yang Tuhan sediakan di alam rohani, dapat tercipta di alam jasmani/ natural.

Nach ini yang sulit dipahami banyak orang, termasuk saya dulu.
Saya dibesarkan untuk mempercayai yang kasat mata, yang bisa diterima oleh panca indra. Bukti bukan janji. Lihat dulu baru percaya.

Sementara ikut Tuhan, kebalikannya.
Tuhan membentuk saya bertahun-tahun, hingga lebih dari 30 tahun, barulah saya bisa memahami dan menerimanya. Itu pun harus sekolah dulu bertahun-tahun, baru ngerti…
Duh… Kebangetan ya… Malu saya…

Ada rahasia penting:
Ketika kita memercayai Janji Tuhan, kuasa-Nya mengalir sehingga janji itu tercipta dalam kehidupan kita.

Semakin banyak memercayai janji-janji Tuhan, semakin supernatural hidup kita jadinya.
Ternyata apa yang dialami Musa, Daud, bisa juga kita alami dalam bentuk yang berbeda.
Firman Tuhan itu Ya & Amin.

Kita sadar betul, Tuhan menyertai serta menuntun setiap langkah kehidupan kita dan paham sekali, ini hasil karya Tuhan, bukan kita. Ini ukuran Allah, bukan ukuran kita.
Hhhmmm…. Saya tidak sehebat itu!
Hati pun dipenuhi dengan ucapan syukur…

Saat sadar akan kebaikan Tuhan, yang seharusnya tidak layak kita terima, maka tidak lagi jadi orang yang pelit, penuh perhitungan… . Tetapi selalu berpikir,
“Apa ya….yang bisa saya lakukan untuk sedikit membalas kebaikan-Nya?”
Kita pun sibuk melihat di mana Tuhan sedang bekerja dan berusaha join, membagikan apa yang kita bisa.
Tuhan terlalu baik…

Hubungan dengan Tuhan bukan lagi masalah seperangkat aturan, melainkan hubungan yang didasari kasih.
Beribadah, baca firman bukan karena kewajiban, tetapi karena cinta…. Ingin mengenal Tuhan lebih dalam lagi.
Tidak ingin jauh dari-Nya.
Damai sejahtera-Nya melampaui segala akal.

24/7, – 24 jam sehari, 7 hari seminggu-, pikiran tertuju kepada Allah secara natural. Ingin selalu bercakap-cakap dengan Tuhan, seperti Adam & Hawa ketika di Taman Eden, sebelum jatuh ke dalam dosa.
Inilah kehidupan yang dikehendaki Allah.


Dulu jika punya masalah dan gak dipikiri, rasanya gak waras.
Stress itu wajib, sibuk cari solusi ke sana ke mari, itu keharusan. Normalnya manusia itu ya begitu….

Sesuatu yang penting dicatat, ketika kita takut, artinya kita memberi iblis akses untuk memasuki kehidupan kita dan memporakporandakannya.
Sebaliknya, saat beriman, kita memberi Tuhan akses untuk memasuki kehidupan kita, dan membereskan segala masalah kita.

Iblis senantiasa menipu.
Menipu artinya menyajikan sesuatu yang tidak benar.

Repotnya, ketika kita mempercayai tipuan iblis, – meski pun sesungguhnya itu sesuatu yang tidak benar-, tipuan itu menjadi nyata bagi orang yang mempercayainya.
Iblis memberikan kekuatan agar tipuan itu tercipta.
Persis, kebalikan dari iman.

Ketika takut, seseorang cenderung memperkatakannya berulangkali, membahas dan memikirkannya siang dan malam. Sampai gak bisa tidur. Stress.
Sadarkah dengan cara demikian dia sedang mencipta apa yang ditakutkan?

Dengan cara yang sama, Musa memerintahkan:
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi RENUNGKANLAH ITU SIANG DAN MALAM, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”

Nach, tergantung kita, mau merenungkan apa yang ditakuti atau merenungkan janji-janji Tuhan?
Hasilnya sesuai apa yang kita pilih.


Bagaimana dengan pengalaman pribadi saya?
Sekarang pola pikir berbeda.
Ada masalah?
Sibuk fokus pada kemampuan Tuhan.
Musa ditolong, saya juga…
Caranya?
Itu urusan Tuhan.
Bagian saya, percaya pada janji-janji-Nya. Ketika saya percaya, Tuhan merealisasikan apa yang kita percayai.
Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?

Fokus Kepada-Nya, menanti arahan-Nya.
Lakukan yang terbaik yang saya bisa dan saya tau itu kehendak-Nya, selebihnya bagian Allah.

Terbukti, satu demi satu masalah diselesaikan dengan cara Allah.
Bahkan dalam beberapa hal, yang menurut orang lain salah strategi, penuh kelemahan, Tuhan membuatnya jadi berhasil dan mudah.

Betapa hati saya terharu, terpukau dan speechless.
Tuhan, Engkau terlalu baik…
Tuhan yang membuat saya kelihatan lebih hebat dari saya yang sesungguhnya.
Tuhan tahu batas kemampuan saya dan Dia mengerjakan yang saya tidak mampu.
So sweet…..

God is good, all the time.
All the time, God is good.
I love You, My Lord…

Fear and Faith are the same thing, the only difference is that fear is faith in the wrong direction.
Faith and Fear can’t live in the same house.

Ketakutan dan Keyakinan adalah hal yang sama, satu-satunya perbedaan, ketakutan adalah keyakinan pada arah yang salah.
Iman dan Ketakutan tidak bisa tinggal di tempat yang sama.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Anda Memiliki Lebih Dari Cukup!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Anda Memiliki Lebih Dari Cukup!

Apakah Anda percaya bahwa Anda memiliki lebih dari cukup untuk menjalani kehidupan yang berkelimpahan?
Sebagian mungkin bertanya, “Cukup apanya?”
“Yang saya lihat hanyalah kekurangan.”
“Yang saya rasakan hanyalah penderitaan….”

Ketika memahami bagaimana cara Kerajaan Allah bekerja, kita akan menyadari bahwa saat ini, tersedia lebih dari cukup untuk setiap kebutuhan. Masalahnya terletak pada fokus kita.

Jika saya dapat memberikan satu kata nasihat yang sesuai dengan setiap situasi dan tantangan yang mungkin terjadi, nasihat itu :
Berhentilah berfokus pada kebutuhan Anda dan mulailah mengenali benih yang Anda miliki!

BUKAN kebutuhan yang layak mendapatkan fokus, waktu, dan perhatian kita. Sebagian besar dari kita, ketika ditantang oleh keadaan negatif, penyakit atau kebutuhan, kita selalu berfokus pada kebutuhan. Membiarkan setiap pikiran akan kebutuhan itu menawan kita. Bahkan merenungkannya siang dan malam. Kita membicarakannya dengan orang lain. Hidup kita berputar di sekitar masalah kebutuhan dan rasa sakit.

Para murid kerap merasa bersalah karena hal ini.
Ketika Yesus melihat orang banyak mengikuti-Nya tanpa makanan, Dia berpaling kepada murid-murid-Nya, berkata kepada mereka: ”Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka: ”Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata: ”Bawalah ke mari kepada-Ku.”
Matius 14:16?-?18 TB

Seperti kebanyakan dari kita, mereka merespon dengan berfokus pada kebutuhan. “Kami HANYA…”
Apa yang kita lihat menentukan bagaimana kita hidup. Jika kita hanya bisa melihat kekurangan, kebutuhan, rasa sakit dan kegagalan, itulah masa depan yang menanti kita.
Jika kita mendekati setiap tantangan dengan ungkapan, “Saya hanya punya,” masa depan kita akan mencerminkan keterbatasan yang tampak kasat mata.

Sebaliknya, jika kita mengalihkan fokus kepada sumber daya Tuhan yang ada di dalam diri kita, semuanya berubah.

“Supaya pemberitaan imanmu menjadi efektif oleh pengakuan akan setiap hal baik yang ada padamu di dalam Kristus Yesus.” (Filemon 1:6)

Di dalam hati setiap orang percaya terdapat sumber daya ilahi untuk mengubah takdir kita. Sumber daya kita tidak terpengaruh oleh alam dan keadaan kita. Sumber daya kita bersifat rohani dan jauh lebih kuat daripada penderitaan alami yang mengelilingi kita.

Sumber daya kita adalah benih anugerah Tuhan.
Itu termasuk Nama-Nya, Firman-Nya, perjanjian-Nya, darah-Nya, Roh-Nya, karunia-Nya, janji-janji-Nya, perlengkapan senjata-Nya, kunci-kunci-Nya, otoritas-Nya, iman-Nya, sukacita-Nya dan damai sejahtera-Nya. Kita sering merasa begitu kewalahan menghadapi keadaan kita sehingga mungkin saja, tidak lagi mempercayai bahwa sumber daya ini tersedia di dalam setiap hati orang yang telah lahir baru. Sesungguhnya semua sumber daya itu siap bekerja. Dan sumber daya itu harus ditabur sebagai benih.

Jika saja kita bisa membuka mata rohani dan mengenali kekayaan yang terkandung dalam benih yang diberikan Tuhan, kita akan berada di jalan menuju kemenangan.
Yesus berkata, Kerajaan Allah seperti seorang manusia yang menaburkan benih di tanah. Kita semua sedang menabur benih. Pertanyaannya, benih apa yang kita tabur? Apa yang kita fokuskan? Apa yang kita lihat? Berhentilah berfokus pada kebutuhan Anda dan mulailah mengenali kekayaan benih yang Anda miliki!

[Repost : “You Have Enough!”, – Barry Bennett, Diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 184 185 186 187 188 416