Articles

Jangan Terlalu Cepat Menyebutnya Malapetaka…

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Jangan Terlalu Cepat Menyebutnya Malapetaka…

“The secret of overcoming is to see Jesus in everything that happens in our lives.”

“Rahasia untuk menang adalah melihat Tuhan di dalam segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita.”— David Wilkerson

Saya suka pemikiran ini.

Tetapi ada satu hal penting yang perlu kita pahami.

Melihat Tuhan dalam segala sesuatu bukan berarti segala sesuatu berasal dari Tuhan.

Tuhan itu baik. Dia bukan sumber malapetaka, penyakit, kehancuran atau berbagai hal buruk yang terjadi dalam kehidupan kita.

Namun ketika sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi, kita mempunyai pilihan: terus menatap masalah sampai ketakutan menguasai kita, atau mengarahkan mata kepada Tuhan dan bertanya,

“Tuhan, bagaimana Engkau melihat keadaan ini? Tunjukkan kepadaku jalan keluarnya.”

Ini bukan denial.

Ini iman.

Salah seorang anak saya mempunyai bisnis. Dalam perjalanan membangun bisnis tersebut, ada seorang investor yang tiba-tiba memutuskan untuk keluar.

Mendadak.

Tentu mengagetkan.

Kalau hanya melihat keadaan saat itu, mudah sekali menganggapnya sebagai masalah besar. Investor keluar berarti modal berkurang, dukungan berubah, dan berbagai rencana mungkin harus disusun kembali.

Tetapi saya suka respons anak saya.

Ia tidak tenggelam dalam kekecewaan. Ia memilih berpikir positif dan percaya,

“Pasti ada sesuatu yang baik yang bisa terjadi dari semua ini.”

Bukan berarti keluarnya investor itu dianggap berasal dari Tuhan.

Bukan pula pura-pura mengatakan semuanya baik-baik saja.

Tetapi ia memilih tidak membiarkan kejadian hari ini menentukan bagaimana ia memandang masa depannya.

Beberapa bulan berlalu.

Suatu hari mantan investor tersebut menghubunginya kembali.

Kali ini bukan untuk kembali menjadi investor.

Ia ingin melakukan sebuah kegiatan sosial dan memberikan sumbangan dalam jumlah cukup besar. Karena bisnisnya bergerak di bidang yang berbeda, ia membutuhkan produk yang kebetulan memang diproduksi oleh perusahaan anak saya.

Akhirnya ia membeli produk tersebut untuk dibagikan.

Dan karena produk itu berasal dari perusahaan anak saya, brand perusahaan anak saya tercetak besar-besar di sana.

Ketika mendengarnya saya langsung berpikir,

Lho… ini namanya promosi dibayari orang lain!

Ha… ha…

Orang yang beberapa bulan sebelumnya keluar dari bisnisnya, sekarang justru mengeluarkan uang sendiri untuk membeli produknya sekaligus memperkenalkan brand anak saya kepada lebih banyak orang.

Mak jleb!

Saya kembali belajar sesuatu:

Jangan terlalu cepat memberi nama “malapetaka” kepada sebuah kejadian ketika ceritanya belum selesai.

Kita baru membaca satu halaman.

Tuhan melihat seluruh buku.

Sering kali masalah terbesar kita bukan hanya apa yang terjadi, tetapi kesimpulan yang terlalu cepat kita buat tentang apa yang terjadi.

Pintu tertutup.

“Wah, habislah saya.”

Seseorang meninggalkan kita.

“Berarti semuanya gagal.”

Rencana berubah.

“Masa depan saya berantakan.”

Belum tentu.

Don’t put a period where God may only be putting a comma.

Jangan menaruh titik pada cerita yang mungkin baru sampai koma.

Apa yang hari ini terlihat sebagai kehilangan belum tentu berakhir sebagai kerugian.

Apa yang tampaknya seperti pintu tertutup belum tentu berarti perjalanan berhenti.

Dan sesuatu yang hari ini membuat kita bertanya, “Kok bisa begini?”, beberapa bulan kemudian mungkin membuat kita tersenyum,

“Oh… ternyata begini ceritanya.”

Di sinilah mengenal Tuhan menjadi sangat penting.

Ketika kita mengenal karakter-Nya, kita tidak menilai kebaikan Tuhan berdasarkan keadaan.

Keadaan berubah.

Tuhan tidak.

Karena itu overcoming tidak selalu dimulai ketika masalah kita selesai.

Kadang kemenangan dimulai di tengah masalah, ketika cara kita melihatnya berubah.

Kita berhenti bertanya dengan ketakutan, “Bagaimana kalau semuanya berantakan?”

Dan mulai berkata,

“Saya memang belum tahu bagaimana akhirnya, tetapi saya tahu siapa Tuhan saya.”

Ada masalah yang perlu kita lawan dengan iman.

Ada keputusan yang membutuhkan wisdom.

Ada pintu yang perlu diketuk.

Ada pula keadaan yang perlu kita serahkan kepada Tuhan sambil tetap melakukan bagian kita.

Faith bukan duduk diam menunggu keajaiban.

Faith adalah tetap berjalan bersama Tuhan ketika kita belum melihat keseluruhan gambarnya.

Dan setiap pengalaman, baik maupun buruk, dapat menjadi kesempatan untuk membuat kita naik level, semakin bijaksana dan semakin mengenal Tuhan.

Bukan karena semua pengalaman berasal dari-Nya.

Tetapi karena apa pun yang terjadi, Tuhan sanggup bekerja bersama kita dan mengubahnya menjadi kebaikan bagi masa depan kita.

Jadi kalau hari ini sesuatu berjalan berbeda dari rencana, jangan buru-buru panik.

Jangan cepat memberi label gagal.

Serahkan kepada Tuhan.

Minta hikmat-Nya.

Lakukan bagian kita.

Tetap percaya kepada karakter-Nya.

Lalu terus berjalan.

Karena bisa jadi sesuatu yang hari ini kita tangisi sebagai kehilangan, suatu hari justru membuat kita tersenyum dan berkata,

“Untung saya tidak menyerah ketika ceritanya baru setengah jalan.”

“You can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards.” – Steve Jobs.

“Kita tidak dapat menghubungkan titik-titik kehidupan dengan melihat ke depan; kita baru dapat melihat hubungannya ketika menoleh ke belakang”.- Steve Jobs.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

“Jangan menilai masa depan dari satu kejadian hari ini. Cerita yang belum selesai belum layak diberi kesimpulan.”

“Don’t judge your future by one event today. An unfinished story doesn’t deserve a final conclusion.” – Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Makna & Respon Bijak Dalam Kehidupan Part 2
Bertumbuh atau Dibentuk? Dua Hal yang Sering Disalahpahami….
Nikmati Hidupmu, Hari Ini!