Articles

Memahami Masa Lalu Itu Baik. Tinggal di Sana, Tidak.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Memahami Masa Lalu Itu Baik. Tinggal di Sana, Tidak.

Belakangan ini saya banyak membaca tentang trauma, masa kecil, dan berbagai alasan mengapa seseorang bertindak seperti sekarang.

Memang benar.
Masa lalu sering kali menjelaskan banyak hal.

Mengapa seseorang mudah marah.
Mengapa sulit mempercayai orang lain.
Mengapa selalu merasa ditolak.
Mengapa terus mengulang kesalahan yang sama.

Memahami semua itu dapat menumbuhkan empati.
Tetapi saya juga menyadari satu hal.
Memahami masa lalu tidak boleh berubah menjadi alasan untuk terus tinggal di sana.

Ada orang yang bertahun-tahun terus menggali luka masa kecilnya.

Terus mencari siapa yang salah.
Terus mengingat perlakuan orang lain.
Terus memutar ulang cerita yang sama.
Ironisnya, hidupnya tidak banyak berubah.

Why?
Karena fokusnya masih tertuju ke belakang.

Saya percaya, memahami masa lalu memang penting.
Tetapi kita tidak dipanggil untuk hidup di dalamnya.

Masa lalu adalah guru yang baik.
Namun bukan tempat tinggal yang baik.

Ketika seseorang datang kepada Tuhan dan menerima-Nya sebagai Juruselamat, sesuatu yang luar biasa terjadi.

Kita menjadi ciptaan yang baru.
Identitas kita berubah.
Kita menerima hidup yang baru
Ada natur baru yang mulai bekerja di dalam diri kita.

Hal-hal yang dulu terasa biasa mulai terasa mengganggu.
Hati nurani menjadi lebih peka.
Ada kerinduan untuk hidup benar.

Namun perubahan itu tidak terjadi secara otomatis.

Kita tetap memiliki pilihan.

Apakah kita akan terus mengikuti pola pikir yang lama?
Atau bersedia memperbarui cara berpikir kita?
Di sinilah proses pembaruan budi menjadi sangat penting.

Semakin kita menyelaraskan pikiran dengan kebenaran Firman Tuhan, semakin cara kita memandang hidup ikut berubah.

Kita tidak lagi bereaksi seperti dulu.
Kita mulai merespons dengan hikmat.
Tidak lagi dikuasai rasa takut.
Tidak lagi mudah tersinggung.
Tidak lagi merasa harus membalas.

Perlahan-lahan, karakter baru itu mulai terlihat.

Yang menarik, ketika hati kita semakin selaras dengan Tuhan, ada sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Ada wibawa.
Bukan karena suara kita lebih keras.
Bukan karena kita menjadi lebih galak.

Melainkan karena kehidupan Tuhan mulai memancar melalui sikap kita.

Saya pernah melihat orang yang dahulu sering diremehkan.
Mudah dimanfaatkan.
Bahkan diperlakukan semena-mena.
Namun ketika hidupnya semakin dekat dengan Tuhan, orang-orang mulai memperlakukannya dengan cara yang berbeda.

Ia tidak banyak berubah dari luar.
Tetapi ada ketenangan.
Ada keberanian.
Ada hikmat.

Dan orang lain dapat merasakannya.
Bukan hasil usaha manusia semata.
Melainkan karena Tuhan sedang bekerja di dalam dirinya.

Saya semakin yakin bahwa solusi terbesar bukanlah terus menerus menganalisis luka.

Solusi terbesar adalah mengizinkan Tuhan membentuk hidup kita setiap hari.

Karena semakin kita bergantung kepada-Nya, semakin kita mampu melakukan hal-hal yang dahulu terasa mustahil.

Mengampuni.
Mengasihi.
Bersikap tenang.
Mengambil keputusan yang bijaksana.

Bukan karena kita kuat.
Tetapi karena kekuatan-Nya mengalir melalui hidup kita.

Jangan habiskan hidup hanya dengan melihat ke belakang.
Lihatlah ke depan.
Tuhan tidak sedang mengajak kita mengulang masa lalu.
Dia sedang mempersiapkan kita untuk menjalani masa depan yang baru.

“Masa lalu mungkin menjelaskan siapa kita dahulu. Tetapi ketika kita berjalan bersama Tuhan, bukan masa lalu yang membentuk masa depan kita, melainkan kesediaan kita untuk terus diubahkan setiap hari.”


“Life can only be understood backwards; but it must be lived forwards.” – Søren Kierkegaard.

“Hidup memang dipahami dengan melihat ke belakang, tetapi harus dijalani dengan melangkah ke depan.” – Søren Kierkegaard.

YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Bahaya Preterisme (Bagian 2).”
MEMPROGRAM DIRI u/ SUKSES & BAHAGIA
Hanoi: Seni Menikmati Perbedaan di Antara Rel Kereta dan Jejak Sejarah