Articles

Aku Bukan Sebuah Kesalahan…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Aku Bukan Sebuah Kesalahan…

“Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau.” – Yeremia 1:5.

Ada pertanyaan yang Ani simpan selama puluhan tahun.

“Siapa sebenarnya saya?”

Sejak kecil ia merasa berbeda, tetapi tidak pernah tahu alasannya. Suatu hari, saat masih remaja, seorang tetangga lama datang berkunjung. Begitu melihatnya, ia berkata sambil tertawa, “Mirip Riyanto.”

Ani tidak mengenal nama itu. Ia hanya sempat mendengar percakapan yang terpotong.

“Tidak mengaku… padahal mirip sekali.”

Ibunya menjawab pelan, “Plek ketiplek wajahnya… tingkah lakunya juga sama.”

Ani tidak mengerti. Percakapan itu pun terlupakan. Ia tidak tahu bahwa Tuhan sedang meninggalkan sebuah jejak kecil yang baru dipahaminya puluhan tahun kemudian.

Masa kecilnya dipenuhi luka. Saat SMP ia tidak naik kelas. Meski nilai akademiknya baik, sekolah tetap mempertahankan keputusan itu. Yang lebih menyakitkan terjadi ketika ayahnya mengetahui hal tersebut. Dalam kemarahannya, ia memukul Ani sambil berkata, “Lebih baik kamu mati sejak kecil.”

Kalimat itu tertanam dalam hati. Ani tumbuh dengan perasaan tidak berharga.

Karena keterbatasan ekonomi, ia juga harus berhenti sekolah. Ia mulai bekerja sebagai SPG dan berharap suatu hari pernikahan akan memberinya keluarga yang penuh kasih.

Namun harapan itu kembali hancur.

Ia hamil di usia muda. Anak pertamanya lahir ketika usianya baru dua puluh tahun. Pria yang dicintainya meninggalkan mereka.

Setiap malam Ani menangis kepada Tuhan.

“Tuhan, mengapa hidup saya seperti ini?”

Suatu malam ia merasakan Tuhan berbicara sangat jelas.

“Mengapa kamu menyalahkan Aku? Sebelum memilih dia, apakah kamu pernah bertanya kepada-Ku?”

Ani terdiam.

Kemudian Tuhan berkata lagi,

“Tentang anakmu, itu sudah ada dalam rencana-Ku. Aku yang akan memeliharanya.”

Kalimat itu menjadi titik balik hidupnya.

Dengan iman, ia melangkah ke masa depan tanpa tahu bagaimana Tuhan akan membuka jalan. Namun sedikit demi sedikit ia melihat pemeliharaan Tuhan yang nyata. Tuhan mencukupi kebutuhannya, menghiburnya, dan menguatkannya melewati setiap musim kehidupan.

Puluhan tahun kemudian, Tuhan mulai membuka kepingan-kepingan puzzle hidupnya. Percakapan tetangga yang pernah terlupakan kembali teringat. Berbagai petunjuk mengarah pada sebuah pencarian panjang hingga akhirnya Ani menemukan identitas ayah biologisnya.

Yang mengejutkan, namanya ternyata bukan Riyanto seperti yang pernah disebut tetangga dahulu. Saat semua itu terungkap, kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Tidak ada lagi yang bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Anehnya, Ani tidak dipenuhi kemarahan.

Yang memenuhi hatinya justru damai.

Ia menyadari bahwa selama ini Tuhan bukan sedang membawanya mencari seorang ayah biologis, melainkan menemukan identitas dirinya.

Selama bertahun-tahun ia merasa hidupnya adalah sebuah kesalahan.

Hari ini ia tahu bahwa itu tidak benar.

Ia ada bukan karena kebetulan.

Ia ada karena Tuhan menghendakinya ada.

Yang paling berharga bukanlah menemukan siapa ayah biologisnya, melainkan menemukan bahwa Bapa di surga tidak pernah kehilangan dirinya.

Mungkin kisah kelahiran kita tidak sempurna.

Mungkin masa lalu kita penuh luka.

Namun kasih Tuhan selalu lebih besar daripada masa lalu kita.

Identitas kita tidak ditentukan oleh siapa orang tua biologis kita, melainkan oleh siapa Bapa surgawi kita.

Karena itu, jika hari ini Anda merasa ditolak, tidak diinginkan, atau mempertanyakan nilai diri Anda, ingatlah satu kebenaran ini:

Tuhan tidak pernah menciptakan seorang pun sebagai sebuah kesalahan.

“God never wastes a hurt.” – Elisabeth Elliot.

“Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan sebuah luka.” — Elisabeth Elliot.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Percepatan Dari Tuhan. Mau?
Rhema Part 1
“Jangan Kebanyakan Teori, Duduk Saja di Sisi Kanan”…. Nach lho!