Category : Articles

Articles

Bagaimana Saya Bisa Sembuh Dari AutoImun? (Healing Part 4)

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra


Bagaimana Saya Bisa Sembuh Dari AutoImun? (Healing Part 4)

Lanjutan artikel kemarin:
https://yennyindra.com/2020/12/terkuaknya-penyebab-saya-menderita-auto-imun-healing-part-3/

Sejujurnya, saya juga tidak tahu pasti, bagaimana saya bisa sembuh. Tetapi setelah belajar dan mendengarkan uraian dari John dan Adrienne Shales, saya menyadari, itu yang saya pelajari di Sekolah Charis.
Tentang anugerah dan petunjuk praktis bagaimana menghidupinya. Ketika saya memahaminya, saya bisa menerima diri sendiri dan mengasihi orang lain dengan lebih baik. Mengasihi Tuhan pula dengan cara yang benar.

Pemahaman bahwa saya diselamatkan karena anugerah, -sama sekali bukan karena perbuatan baik yang saya lakukan-, sungguh melegakan. Semua gratis.
Segala dosa, kesalahan, kegagalan di masa lalu sudah dibayar lunas oleh Tuhan. Caranya? Dengan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi saya. Wow… Cukup dengan beriman kepada-Nya.

Sungguh aneh, semakin meresapi hal ini dan menghidupinya, saya makin bisa menerima diri saya apa adanya. Penolakan, ejekan, kegagalan tidak lagi mempengaruhi seperti dulu. Penerimaan Tuhan lebih dari cukup.

Kesadaran bahwa saya diciptakan Tuhan sesuai dengan gambar dan rupa Allah, sangat membebaskan. Bisa saja saya berbuat salah atau gagal, tetapi itu bukan pribadi saya yang sesungguhnya. Pribadi saya yang sejati, serupa dengan Allah.
Apa pun yang terjadi, termasuk saat saya gagal, berdosa atau melakukan kesalahan, Allah tetap di pihak saya karena saya anak-Nya dan beriman kepada-Nya.

Tuhan mengasihi saya tanpa syarat. Oh… Leganya!
Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan, rasa malu, tertolak mau pun kecemasan.

Pemahaman ini memberikan rasa aman dan kelegaan, yang pada jangka panjangnya, menyembuhkan penyakit hipertiroid yang saya alami.

John & Adrienne Shelf menjelaskan, ada yang menerima kesembuhan instan tetapi sebagian lagi mengalami kesembuhan progresif, seiring dengan pertumbuhan pengenalan akan kasih Allah yang tak bersyarat.

Ternyata kunci untuk mengalami hidup sehat dan sembuh adalah perintah Tuhan:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” 

John Shales menekankan agar kita tidak menuduh Tuhan, saat sakit. Itu berarti tidak mengasihi Dia. Karena Tuhanlah Sang Penyembuh. Rupanya banyak diantara kita, yang salah persepsi, sehingga menuduh Tuhan tidak adil bahkan menganggap penyakit dari Tuhan. Penyakit adalah ulah si iblis, musuh kita.
Tuhan hanya memberikan yang baik.

Pencuri/musuh/iblis datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Tuhan datang, supaya kita semua mempunyai hidup/kesembuhan/kemakmuran, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan, janji Tuhan.

Kemudian kasihi sesama seperti diri sendiri. Hal ini mustahil dilakukan, jika kita tidak bisa mengasihi diri sendiri. Kasihi diri sendiri baru bisa mengasihi orang lain.
Mengasihi diri sendiri artinya sepakat dengan apa yang Tuhan katakan tentang kita. (Baca artikel sebelumnya.)

Prinsip penting lainnya, jangan membiarkan pikiran dari musuh diterima menjadi pikiran kita. Harus mampu memilahnya, karena dalam jangka panjang, pikiran-pikiran merusak dari musuh ini: perasaan bersalah, merasa menjadi korban, tertolak dll, akan berkembang menjadi roh kelemahan (spirit of infirmity) yang menimbulkan berbagai penyakit, yang akhirnya mematikan tubuh.

Pikiran itu roh. Peperangan ini terjadi di alam roh. Kita berhubungan dengan Tuhan melalui roh. Musuh juga menyerang kita melalui roh, dengan menawarkan pikiran negatif sehingga tercipta roh kelemahan.

“Casting down arguments and every high thing that exalts itself against the knowledge of God, bringing every thought into captivity to the obedience of God – Kita mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kita menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Allah,” ujar John Shales.

Kunci untuk memenangkan pertempuran ini melalui ketaatan kita, untuk menaklukkan pikiran kita kepada Tuhan. Artinya kita sepakat dengan Tuhan dan firman-Nya. Melalui ketaatan inilah kuasa Tuhan bekerja untuk mengalahkan musuh.

Sesuatu yang bagus jika ada teman-teman yang mendoakan saat seseorang sakit. Tuhan tentu mendengar doa mereka. Tetapi John Shales menekankan, yang terpenting adalah membenahi sang penderita sakit dari dalam hatinya, dengan cara mengalahkan penyakit dan siasat musuh, melalui ketaatannya menaklukkan pikirannya kepada Allah.
Ketika kita sepakat dengan Allah, maka tidak ada lagi penghalang yang menghalangi kuasa Allah bekerja di dalam hidup kita, termasuk menyembuhkan penyakit.

Kesimpulannya:
Hidup itu mudah. Taati saja apa yang Tuhan firmankan. Berpikir, berkata-kata dan bertindak sesuai firman-Nya. Mengasihi diri sendiri dan taat kepada Tuhan, caranya dengan sepakat pada firman-Nya.
Artinya, yang kita tidak mampu, ya sudah… Serahkan kepada-Nya sesuai perintah-Nya:
Serahkan segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Dia yang memeliharamu.
Bukankah kita kerap stres karena memikirkan apa yang kita tidak mampu?
Institut Kesehatan Amerika memperkirakan bahwa 75-90 persen dari semua kunjungan ke dokter untuk perawatan primer, karena masalah yang berhubungan dengan stres.

Mari taat pada Tuhan ..
Sepakat, percaya dan bertindak sesuai apa yang Tuhan katakan tentang kita.
Bebas Stres dan Merdeka…. !!!!
Selamat Menikmati Hidup Sehat!

Our mind is designed to control the body, of which the brain is a part, not the other way around. Matter does not control us; we control matter through our thinking and choosing. We cannot control the events and circumstances of life but we can control our reactions. In fact, we can control our reactions to anything, and in doing so, we change our brains. It’s not easy; it is hard work, but it can be done through our thoughts and choices. – Dr. Caroline Leaf.

Pikiran kita dirancang untuk mengontrol tubuh, di mana otak merupakan bagiannya, bukan sebaliknya. Situasi tidak mengendalikan kita;  kita yang mengendalikan situasi melalui pemikiran dan pilihan kita.  Kita tidak bisa mengendalikan kejadian dan keadaan hidup, tapi kita bisa mengendalikan reaksi kita.  Faktanya, kita bisa mengontrol reaksi kita terhadap apapun, dan dengan melakukan itu, kita mengubah struktur otak kita.  Ini tidak mudah;  ini merupakan kerja keras, tetapi dapat dilakukan melalui pikiran dan pilihan kita. – Dr. Caroline Leaf

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU?
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Terkuaknya Penyebab Saya Menderita Auto-imun (Healing Part 3)

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Terkuaknya Penyebab Saya Menderita Auto-imun (Healing Part 3)

Melanjutkan artikel kemarin:
https://yennyindra.com/2020/12/auto-immune-healing-part-2/

Sungguh mengherankan, mengapa saya menderita auto-imun?
Saya cinta Tuhan, berdoa, baca firman, bahkan Sekolah Charis karena ingin mengenal-Nya.
Ingin protes rasanya, ketika saya mendengar bahwa penyebab auto-imun adalah penolakan diri dan pemberontakan.
Masakan saya memberontak dan menolak diri sendiri?

Kebalikan penolakan diri adalah mengasihi diri sendiri. Ternyata definisinya berbeda dengan apa yang saya pikirkan.

Loving yourself is believing what God said about you is true & receiving it & not entertaining the contrary thoughts that the enemy brings to you hour by hour – Adrianne Shelf.

Mencintai diri sendiri artinya percaya pada apa yang Tuhan katakan tentang Anda adalah benar, menerimanya dan tidak menikmati pikiran yang berlawanan yang dibawa musuh kepada Anda, dari waktu ke waktu – Adrianne Shelf.

Saya pun sadar. Betapa sering selama ini menerima perasaan bersalah yang ditaruh musuh dalam pikiran saya dan menikmatinya!

Perasaan bersalah akan membawa kita pada penolakan diri, yang akhirnya membuat kita memberontak terhadap Tuhan. Karena pemberontakan itu diberi kekuatan oleh musuh kita, yaitu si iblis.

“Rebellion says I’m gonna to believe what the enemy says about me and not what you say about me, Father. – Pemberontakan adalah sikap yang menyatakan, saya memilih mempercayai apa yang musuh/iblis katakan tentang saya dan bukan apa yang Engkau katakan, Tuhan,” Adrianne Shelf menjelaskan.

Perasaan bersalah ini sudah sedemikian umum dan samar, dari hal-hal besar hingga sepele maka kita tidak menyadarinya. Perasaan bersalah mengendalikan kita sepanjang hari. Merasa bersalah makan terlalu banyak, terlambat menjemput sekolah atau hal-hal sepele lainnya. Ternyata itu pun berpengaruh.

Dieeeeennnnkkkk…
Kalau definisi menolak diri dan pemberontakan seperti yang diungkapkan Adrienne Shelf, saya kerap melakukannya.
Saya percaya perkataan musuh bahwa saya bukan ibu yang baik. Tidak bisa masak, mengirim Elisa dan Chris saat masih belia sekolah ke luar negeri, seharusnya saya berusaha lebih keras dll.

Masa sich pikiran bisa sedemikian berpengaruhnya?

Thoughts are real, physical things that occupy mental real estate. Moment by moment, every day, you are changing the structure of your brain through your thinking. When we hope, it is an activity of the mind that changes the structure of our brain in a positive and normal direction, ujar Dr. Caroline Leaf, dalam bukunya “Switch On Your Brain”.

Pikiran sesuatu yang nyata, merupakan hal-hal fisik yang menempati ruang mental. Waktu demi waktu, setiap hari, Anda mengubah struktur otak Anda melalui pemikiran Anda.  Ketika kita berharap, itu menjadi aktivitas pikiran yang mengubah struktur otak kita ke arah yang positif dan normal. – Dr. Caroline Leaf.

Dr. Caroline Leaf adalah ahli patologi komunikasi dan ilmuwan saraf kognitif dengan gelar Master dan PhD di bidang Patologi Komunikasi dan BSc Logopaedics, dengan spesialisasi neuropsikologi kognitif dan metakognitif.

Saya sekarang menyadari kesalahan saya, menyetujui perkataan musuh dan memberontak kepada Allah. Tidak heran kalau saya menderita auto-imun hipertiroid!

Ternyata banyak orang-orang yang cinta Tuhan, yang ingin jadi pribadi yang baik, jadi sesempurna mungkin supaya mempermuliakan nama Tuhan, yang justru mudah merasa bersalah dan menjadi sasaran iblis.

Sekarang saya menikmati saja hubungan pribadi dengan Tuhan. Hal-hal yang saya tidak mampu, ya sudah… Serahkan pada Tuhan sesuai perintah-Nya. Ternyata Tuhan justru mengubah kekurangan saya, menjadi kebaikan. Dalam artikel lain, saya akan menceritakan bagaimana Elisa dan Chris justru bersyukur mereka ke Australia saat usia masih belia. God is good, all the time!

Dengan menyadari penyebabnya, sekarang setiap kali pikiran yang menuduh muncul di kepala, saya berhenti sejenak mengevaluasi. Pikiran dari siapa ini? Tuhan, saya atau si musuh?
Dengan sadar, sekarang saya memilih pikiran-pikiran mana yang boleh tinggal di kepala saya.

Belajar mengendalikan pikiran kita yuk… Supaya bebas dari serangan auto-imun.

We are not victims of our biology. We are co-creators of our destiny alongside God. God leads, but we have to choose to let God lead. We have been designed to create thoughts, and from these we live out our lives. – Dr. Caroline Leaf

Kita bukanlah korban secara biologis.  Kita adalah rekan pencipta takdir kita sendiri bersama Tuhan.  Tuhan yang memimpin, namun kita harus memilih untuk membiarkan Tuhan memimpin.  Kita telah dirancang untuk menciptakan pikiran, dan dari sinilah kita menjalani kehidupan kita  – Dr. Caroline Leaf

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Auto-Immune (Healing Part 2)

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Auto-Immune  (Healing Part 2)

Menyambung artikel lalu: https://yennyindra.com/2020/12/tuhan-pilih-kasih-healing-part-1/

Apa saja yang termasuk kategori penyakit autoimun?
Tiroid, lupus, rematik, sindrom Sjorgen yang menyerang kelenjar penghasil cairan, psoriasis yang menyerang kulit, dan ratusan penyakit lainnya, karena autoimun bisa menyerang semua organ tubuh.

Artinya, akan ada ratusan nama berbeda dengan gejala yang berbeda, tetapi intinya satu, sistim kekebalan tubuh menyerang diri si penderita sendiri.

Penyakit ini telah merenggut banyak nyawa. Salah satunya, sahabat sekaligus editor saya, Martha Pratana. Masih menyisakan kepedihan. Martha beriman, cinta Tuhan dan setia. Mengapa Tuhan?

Ps. John & Adrienne Shelf membukakan rahasia dan berhasil membantu banyak orang sembuh. Akibatnya berbondong-bondong orang-orang hadir dalam konferensi yang mereka adakan di kota kecil di Georgia selama 18 tahun terakhir. Banyak kesaksian kesembuhan terjadi.
Dan inilah ringkasan pengajaran beliau, saya rangkum dalam artikel ini.

Mengapa autoimun bisa terjadi?
Penyakit autoimun adalah respon tubuh yang terus-menerus pada apa kita pikirkan di dalam hati.  Jika kita terus menerus, dari waktu ke waktu, menyerang diri kita sendiri dengan pemikiran yang salah, maka daya tahan tubuh kita justru akan menyerang tubuh kita sendiri. Terjadilah autoimun. Tergantung organ yang lemah di mana, disitulah organ yang diserang.

Seperti orang berpikir dalam dirinya, demikianlah ia, kata Tuhan.
Tubuh dapat merasakan pikiran kita dan memprogram ulang sistim imun di dalam tubuh, lalu menjadikannya seperti apa yang kita pikirkan.

Pikiran salah apa saja?

  • Saya tidak berharga.
  • Saya merasa tertolak.
  • Kesalahanku membuat hubungan ini berakhir.
  • Seharusnya saya berusaha lebih keras.
  • Sungguh memalukan.
  • Seharusnya saya menjadi ibu/ istri yang lebih baik dll.
    Semua pikiran negatif itu membebani dan merusak.

Dari penelitian, 75% penderita autoimun adalah wanita. Sedangkan 25% sisanya, pria. Wanita lebih mudah dibebani oleh berbagai pikiran negatif dibanding pria.

Ada 3 sumber pikiran di kepala kita.

  1. Pikiran dari Tuhan, yang selaras dengan firman-Nya.
  2. Pikiran kita sendiri.
  3. Pikiran dari musuh atau kerajaan si iblis.

Kita jarang menyadari hal ini, sehingga menganggap semua pikiran yang ada di kepala kita adalah pikiran kita. Akibatnya kita menerimanya dengan tangan terbuka.

Iblis memasukkan pikiran negatif dengan sangat halus sehingga kita tidak merasakannya. Coba saja saat kita tersinggung, kata-kata yang menyakitkan akan kita ‘entertain’, dinikmati, dikembangkan, dipikiri, hingga makin melebar ke mana-mana. Kita menganggapnya wajar…. Wong sedang marah.
Padahal iblis terus menerus memberikan pancingannya, agar kita makin marah, emosi, ketersinggungan kecil jadi makin meluas dan merusak tentunya. Mempengaruhi sistim imun tubuh kita dalam jangka panjangnya. Saat kejadian semacam ini menjadi kebiasaan yang dipendam dalam hati, secara berangsur-angsur sel-sel tubuh kita mulai bertindak abnormal.

Saat iblis menggoda Hawa makan buah pengetahuan baik dan jahat dengan cara memelesetkan sedikit perkataan Tuhan.
Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

Lalu sahut Hawa kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

Padahal kalimat tepatnya yang Tuhan katakan kepada Adam, “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Tuhan berkata kepada Adam, Jangan Dimakan.
Ular berkata semua tidak boleh dimakan, untuk memancing keinginan Hawa.
Sedangkan Hawa berkata, jangan dimakan plus tambahan dari Hawa sendiri, ‘atau diraba’.
Padahal yang gak boleh itu dimakan, diraba tidak apa-apa.

Iblis itu seperti singa yang mengaum-ngaum mencari orang yang bisa ditelan dan ditipunya.

Apa yang dikatakan, berasal dari pikiran.
Kisah ini membuktikan, bahwa pikiran dari Tuhan, pikiran manusia dan pikiran yang ditanamkan si iblis itu berbeda.
Nach ketika kita tidak menyadarinya, begitu mudah bagi kita menerima kebohongan yang dilontarkan si iblis dan kita anggap itu pikiran kita sendiri atau justru mengira itu ide dari Tuhan.
Perlu senantiasa waspada, mengevaluasi ulang pikiran-pikiran di kepala kita.

Apa kata Tuhan tentang kita?

  • Putra dan putri Allah
  • Terang dunia
  • Diciptakan dengan luar biasa (wonderfully made).
  • Duta Allah
  • Anak-anak terang.
  • Warga negara surga.
  • Dicintai Allah.

Dan berita baiknya, saat kita menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, maka semua dosa kita sudah dibayar lunas. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia, yaitu bagi kita yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Luar biasa bukan?

Bagaimana cara mengatasi kesalahan-kesalahan masa lalu dan pikiran negatif?
Setiap kali pikiran negatif muncul, perkatakan Firman Tuhan.
Just Speak The Word, ujar Adrianne Shelf.

Serahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan, Dia yang memelihara kita. Dia Allah yang bisa mengubah kesalahan, kebodohan, kecerobohan, kegagalan kita menjadi kebaikan. Syaratnya hanya satu: melekat, percaya serta taat kepada-Nya.

Setuju?

You will keep him in perfect peace, Whose mind is stayed on You, Because he trusts in You.

Engkau menjaga orang yang percaya dalam damai sejahtera sempurna, karena kepada-Mulah dia percaya.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU?
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tuhan Pilih Kasih? – Healing Part 1.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tuhan Pilih Kasih? – Healing Part 1.

“Bu Yenny beruntung, sembuh dari hipertiroid. Tapi tidak semua orang seberuntung ibu bisa sembuh. Suami saya sudah berdoa sungguh-sungguh, tapi tetap meninggal. Padahal dia sangat cinta Tuhan sejak mudanya….”, sanggah seorang teman dengan penuh kepahitan.

Speechless.
Saya dengan tulus berpikir, kalau saya sembuh, berarti orang lain juga bisa disembuhkan. Jadi saya menginspirasi teman-teman, ayoo kita kejar kesembuhan. Terbukti kesembuhan itu bisa diraih.
Tapi detil caranya dan bagaimana menjelaskan secara ilmiah saya belum tahu.

Di Sekolah Charis, guru-guru mengajarkan,
Prinsipnya kalau Tuhan sudah berjanji tetapi kita belum menerima, kesalahan pasti di pihak kita. Janji Tuhan Ya dan Amin. Jadi kita datang kepada Tuhan, minta tuntunan, bagaimana caranya?
Tuhan itu Allah yang menjawab doa.

Saya sungguh merasa tidak enak dengan protes dari teman ini, tetapi Tuhan itu Allah yang Maha-baik. Yuliadi teman sekelas saya, mengirimkan link youtube pengajaran Ps. John & Adrienne Shales yang membongkar rahasia bagaimana menyembuhkan penyakit Auto – Immune, seperti yang saya alami. Yuliadi sempat lumpuh hampir 1 tahun dan sembuh.
Yang lebih hebat lagi, teknik ini ternyata menyembuhkan berbagai penyakit lain juga, termasuk tekanan darah tinggi.

Pelajarannya, bergaullah dengan teman yang positif dan berkualitas. Yang didapat Teknik Kesembuhan yang luar biasa bagusnya!
Dengan siapa kita bergaul, akan menentukan kualitas hidup kita nantinya.
Thanks Yuliadi.

Sekarang saya tahu akar permasalahannya dan teknik untuk meraih kesembuhannya. Karena itu, saya merencanakan menulis secara ber-seri ringkasan pengajaran ini, agar dapat membantu teman-teman yang sedang sakit.
Bagi yang ingin belajar langsung dari youtubenya, sila japri ke saya, untuk mendapatkan linknya.
Saya diberkati untuk menjadi berkat. Mendapatkan pengajaran bagus, selain untuk diri sendiri, tentunya Tuhan ingin saya membantu teman-teman lain.
Semoga teman-teman berkenan.

Prinsip dasar utamanya, manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Sementara ilmu kedokteran hanya mengenal jiwa dan tubuh saja.
Ketika seseorang sakit, dokter melihat symptom, gejala-gejala penyakit itu pada tubuh saja. Dan diobati serta dikendalikan symptom yang ada.

Ternyata banyak penyakit yang akarnya terjadi dalam hati. Hati adalah jiwa + roh.
Jiwa terdiri dari pikiran, emosi dan kehendak.
Sementara roh adalah tempat di mana Tuhan berdiam bagi orang yang sudah lahir baru, dan menerima Tuhan sebagai juruselamat pribadinya.

Ketika yang dibenahi akarnya, penyebabnya, maka banyak penyakit yang bisa disembuhkan secara ‘supranatural’ tetapi masuk akal dan logika.

Yuliadi yang lumpuh hampir setahun harus duduk di kursi roda, itu nyata. Sekarang sehat walafiat itu terbukti. Tanpa operasi dan lepas obat.
Teman-teman Charis Indonesia lainnya: P. Suhono sembuh dari kanker prostat, Rheva sudah siap operasi tulang belakang, bahkan sudah opname di rumah sakit, batal dan sembuh supranatural. Puji sudah divonis dokter umur tinggal 6 bulan karena kerusakan lever yang parah, bahkan sampai dokter Singapore juga mengkonfirmasi penyakitnya, sekarang sehat dan sangat normal. Dan masih banyak lagi kesaksian kesembuhan nyata teman-teman kami.

Belum lagi kesaksian dari Charis Colorado: Alan More yang separuh otaknya mati karena stroke, secara medis gak mungkin bisa berjalan, hingga kini hidup normal. Padahal hasil rontgen tetap sama, separuh otaknya mati.
Carlie Terradez yang menderita epilepsi parah selama puluhan tahun, sekarang sehat normal dan menjadi salah seorang guru kami di Sekolah Charis.
Mike Hoesch dengan tumor besar menggantung di dadanya hingga harus disangga dengan bra wanita, sekarang hilang lenyap, sembuh total.

Menyaksikan kisah nyata ini, membesarkan hati saya bahwa semua orang bisa sembuh. Kalau masih sakit, mari gali rahasianya. Tuhan itu Allah yang adil.
Dia berjanji:
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

Mari kita belajar bersama, sehingga kualitas hidup kita meningkat. Menggenapi rancangan Tuhan dalam hidup kita:
Diberkati untuk menjadi berkat.
Menjadi terang dan garam dunia, sehingga dunia menjadi lebih baik karena kehadiran kita.

The Lord is full of grace and pity; not quickly angry, but great in mercy. The Lord is good to all men; and his mercies are over all his works.

TUHAN itu pengasih dan penyayang, lambat marah dan selalu mengasihi. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mengapa kita bergumul dengan iman.

Kue Kebenaran Injil

Yenny Indra

Mengapa kita bergumul dengan iman.

Banyak orang percaya frustrasi karena mereka tahu apa yang dikatakan Firman tetapi mereka tidak mengalami hasil yang mereka pikir, seharusnya mereka dapatkan. Banyak yang percaya secara mental tetapi iman mengalir dari hati, bukan dari kepala. (Roma 10:10).

Memahami topik tentang otoritas kita di dalam Kristus akan membantu kita memahami bagaimana iman bekerja. Kita harus terbiasa dengan kisah Perwira yang datang kepada Yesus, lalu menjelaskan pemahamannya tentang otoritas.

Sang perwira tahu dia memiliki tentara bawahannya yang akan mematuhi setiap perintahnya. Dia tahu bahwa apapun yang dia katakan akan langsung dilaksanakan. Tidak ada keraguan dalam pikirannya. Dia memahami kuasa otoritas, dan IMAN-NYA MUNCUL DARI OTORITASNYA! Dia memiliki iman yang sempurna dalam wilayah otoritasnya. Bahkan Yesus kagum pada iman orang ini.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.
Matius 8:10 (TB).

Pergumulan kita mengenai iman, sebenarnya didasari pergumulan untuk memahami otoritas kita. Apa yang kita tahu benar dalam pengajaran tidak selalu diterjemahkan menjadi pewahyuan yang benar di dalam hati kita. Kita tidak yakin akan otoritas kita terhadap penyakit, terutama jika itu ada di tubuh kita sendiri. Kita tidak yakin akan otoritas kita menghadapi rasa takut, kekurangan, atau kekuatan yang menghancurkan yang ada di dunia. Kurangnya keyakinan ini melumpuhkan iman. Kita mungkin mengucapkan kata-kata yang benar berdasarkan doktrin kita yang baik, tetapi pewahyuan tentang otoritas, tidak menetap di dalam hati kita.

Saya bisa memutuskan bagaimana saya akan mengecat rumah saya. Saya memiliki iman yang sempurna untuk melaksanakan keputusan saya. Tapi saya tidak bisa mengecat rumah Anda tanpa wewenang Anda. Saya memiliki otoritas atas anjing saya dan tidak takut akan responnya, tetapi saya tidak memiliki otoritas atas anjing Anda, jadi iman saya untuk memberikan perintah kepada anjing Anda bergantung pada APA YANG SAYA LIHAT, BUKAN PADA APA YANG SAYA PERCAYA! Kita mendasarkan keyakinan kita pada hasil visual, -apa yang kasat mata-, saat kita tidak memahami otoritas kita.
Ijinkan saya mengulangi ini sekali lagi: ketika kita tidak mengetahui otoritas kita di dalam Kristus, kita hidup dengan penglihatan, bukan iman!

Ketika menghadapi penyakit, ‘iman’ kita seringkali bergantung pada symptom atau gejalanya. Jika kita merasa semakin baik, kita percaya bahwa kondisi tubuh kita semakin membaik.
Ini ibarat memukul dan meleset. Berbeda jika kita memiliki pewahyuan tentang otoritas kita terhadap penyakit, kita TAHU bahwa “tentara bawahan kita ” sedang melaksanakan perintah yang kita berikan. Kita memiliki iman yang sempurna.

Iman adalah mengetahui siapa dan apa yang ada di bawah otoritas kita. Iman tidak rumit ketika otoritas ditetapkan. Yesus menyebut iman sebagai seorang hamba dalam Lukas 17:6-9. Ketika kita memiliki pewahyuan tentang wewenang yang kita miliki, maka saat kita berbicara, maka segala sesuatunya akan mentaati perintah kita. Ini bukan masalah besar. Sebaliknya, ketika kita tidak yakin dengan otoritas yang kita miliki, kita berbicara dan berharap sesuatu akan terjadi.

Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
Lukas 10:19 (TB).

[Repost ; “Why we struggle with faith”. – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

Read More
1 265 266 267 268 269 319