Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

“Agar Kita Tahu…..”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Agar Kita Tahu…..”

Dunia mungkin menyebutnya intuisi. Beberapa orang akan mengatakan itu adalah indera keenam. Mungkin di area pengalaman manusia ada hal-hal seperti itu. Tetapi di dalam kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus, kita dipanggil ke dalam persekutuan yang jauh lebih mendalam, di mana hal-hal dari Allah dapat diungkapkan kepada manusia. Kita telah menerima Roh Allah agar kita mengetahui hal-hal yang telah diberikan-Nya kepada kita.

“Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.”
1 Korintus 2:12 (TB).

Pengetahuan yang diperoleh dari pewahyuan akan firman Tuhan adalah kunci iman dan kemenangan dalam kehidupan Kristen. Inilah fondasi untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan!

Ada dua jenis pengetahuan di dunia: pengetahuan alami, yang bersifat jasmani, dan pengetahuan rohani. Sebagian besar dari apa yang kita jalani adalah yang alami; bahkan pengetahuan Alkitab pun dapat dipelajari dan ditumpuk di kepala, tanpa memberikan dampak nyata pada kehidupan kita. Banyak diantara kita yang tahu apa yang kita percayai dengan pikiran kita, tetapi sering kali apa yang kita yakini tidak terwujud seperti yang kita pikirkan.

“Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”
Roma 8:16 (TB).

Roh dapat mengungkapkan apa pun kepada roh kita dan pewahyuan itu menjadi bagian dari diri kita.
“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” 1 Korintus 6:17 (TB)>
Karena kita satu roh dengan Dia, maka hanyalah masalah kecil bagi Roh-Nya untuk menggerakkan roh kita dan membawanya ke alam jasmani, untuk memenuhi kebutuhan kita di dalam Dia.

Pengetahuan pewahyuan bersifat rohani dan tidak mudah untuk membuatnya terjadi. Kita mengetahuinya ketika kita benar-benar mengetahuinya.
(Note: Istilah umumnya: kita tahu, tahu dan tahu… Hati kita tahu kalau kita tahu)
Semua ini melampaui kemampuan intelektual mau pun emosi, masuk ke dalam ranah visi rohani.

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
2 Korintus 4:18 (TB).

Pengetahuan pewahyuan itu melampaui akal manusia serta dunia nyata yang kasat mata. Inilah tempat lahirnya iman yang sejati.

Ketika kita menciptakan lingkungan yang tepat agar pengetahuan pewahyuan dapat diperoleh, dengan cara menghabiskan waktu dalam Firman, doa, pujian dan perenungan, maka pewahyuan akan datang. Kita akan ‘melihat’ kesembuhan. Kita akan ‘melihat’ otoritas kita bekerja. Yang tadinya bersifat mental (jasmani), akan menjadi spiritual (rohani), dan kehidupan yang berkemenangan pun akan menjadi kenyataan.

Pengetahuan pewahyuan akan mendorong iman kita untuk menyatakan apa yang kita tahu sebagai kebenaran. Ketika kita berbicara memerintah tubuh kita, itu tidak menjadi sekedar formula, melainkan kesepakatan yang kuat dengan apa yang telah kita terima melalui pewahyuan.
(Note: contohnya ketika kita memerintahkan kesembuhan pada bagian tubuh kita yang sakit, kita tahu perintah itu bukan sekedar formula yang kita akui, tetapi ada keyakinan iman dalam hati, bahwa kata-kata kita memang memiliki otoritas untuk menyembuhkan sesuai Markus 11:23).

Ada perbedaan antara sekedar memiliki doktrin ‘oleh bilur-bilur-Nya aku sembuh,’ dengan pengungkapan kebenaran yang sama. Yang pertama, bisa sekedar kita ajarkan. Yang kedua, kita melepaskan kuasa otoritas melalui kata-kata yang dipenuhi iman.

Hanya dengan pengetahuan pewahyuanlah kita dapat benar-benar memahami sifat Tuhan di dalam diri kita dan semua yang telah Dia berikan ke dalam roh kita yang sudah lahir baru. Pengetahuan di kepala saja tidak cukup.

“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna.”
Kolose 1:9 (TB).

[Repost ; “That We Might Know”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

??YennyIndra??
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

“Akankah Kita Mengejarnya?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Akankah Kita Mengejarnya?”

Paulus membuat keputusan pribadi untuk mencapai potensi maksimalnya di dalam Kristus.

“Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”
Filipi 3:12-14 (TB).

Dia tidak hanya mengakui bahwa Yesus telah ‘menangkapnya’, dia juga menyadari kebutuhannya untuk ‘menangkap’ tujuan ilahi-Nya. Untuk melakukannya Paulus memilih untuk ‘terus maju’, ‘melupakan hal-hal yang di belakang,’ dan ‘mengarahkan diri kepada apa yang di hadapannya’.
Paulus memutuskan untuk ‘berlari-lari’ mengejar kepada tujuan untuk memperoleh hadiah yaitu panggilan sorgawi dari Allah.

Tujuan apa?
Hadiah apa?
Panggilan apa?
Mengapa Paulus harus ‘berlari-lari’ dan mengejar panggilan ini?

Pertimbangkan pilihan yang dibuat Paulus:
1) Mengejar terus.
2) Bertahan.
3) Melupakan masa lalu.
4) Mengejar ke depan.

Bukannya puas dengan keadaan yang biasa-biasa saja karena dia telah diampuni, Paulus menyadari bahwa pengampunan membuka lembaran yang baru. Mengejar panggilan Tuhan agar dapat memerintah dalam hidup sekarang ini, sesuatu yang dimungkinkan.Tetapi tergantung keputusan masing-masing: keputusan untuk sepenuhnya mewujudkan kemuliaan panggilan Tuhan dalam hidupnya. Paulus tidak puas dengan hidup pasif. Kita harus mengikuti teladannya.

Jika merasa ingin menyerah, maka kitalah calon penerima anugerah Tuhan. Pertanda kita telah mencapai akhir dari diri kita sendiri, jadi pergilah ke hadapan takhta kasih karunia.

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”
Ibrani 4:16 (TB).

Mulailah mempersembahkan korban pujian.
Bertekadlah untuk memuji Tuhan sepanjang hari, terlepas dari keadaan yang kita alami.
Berdoalah dalam Roh. Lalu, Tersenyum!
Beri Tuhan kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Lupakan masa lalu dan lanjutkan!

[Repost ; “Will You Press On?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Every Problem Has A Solution….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Every Problem Has A Solution….

Adik saya curhat, galau karena traffic light dipasang di perempatan jalan, sementara tokonya persis berada di perempatan itu.
Tentunya antrian kendaraan di perempatan, akan mengganggu pembeli yang datang ke tokonya.

“Ketika hidup memberimu jeruk, buatlah limun,” demikian ungkapan terkenal Zig Ziglar.

Hidup bisa menyajikan sesuatu yang tidak kita inginkan. Satu-satunya yang bisa kita lakukan, ya mencari hal-hal positif yang bisa dipetik, dengan cara yang kreatif.

Ingatan melayang pada acara gathering Aspirasi tahun 2018 silam, dengan narasumber P. Perry Tristianto, pengusaha dari Bandung. Topiknya tentang Disruption & Shifting.

Selama ini jika membicarakan topik Disruption & Shifting, selalu dikaitkan dengan start up, yang perlu membakar uang milyaran bahkan hingga triliunan rupiah.
Tetapi P. Perry Tristianto membahas Shifting secara sederhana, bagaimana mengoptimalkan 4P: Product, Price, Place dan Promotion. Rasanya lega sekali… kalau yang ini bisa ditiru dan diterapkan.

Saya belajar ada 2 hal yang tak tergantikan oleh teknologi: kreatifitas dan hospitality.
Manusia tetap membutuhkan komunikasi dan hubungan interpersonal. Ini yang menjadi ujung tombak pemasaran beliau.

Selain itu, sebelum bisnis menurun, beliau sudah mempersiapkan bisnis berikutnya. Pengamatan yang teliti lalu menemukan problem dan harapan dari target market, itulah caranya menemukan bisnis barunya dengan menetapkan 4P secara jeli.

Beliau bercerita, di Bandung banyak tempat-tempat yang macetnya panjang.
Nach justru di tempat-tempat yang paling macet, sengaja beliau berinvestasi mendirikan Mushola, agar para pengendara bisa berhenti untuk sembahyang.

Nach di sana beliau menjual minuman, makanan-makanan kecil dan tahu susu. Setelah pengendara selesai sembahyang, biasa berhenti minum, makan serta tak lupa membeli oleh-oleh untuk keluarga. Beristirahat sambil menunggu macet terurai…
Terciptalah simbiosis mutualisme. P. Perry menjawab kebutuhan para pengendara yang terjebak macet, dan karena kepeduliannya, dia menciptakan bisnis baru.

Every problem contain within itself the seeds of its own solution. – Stanley Arnold.

Setiap masalah mengandung benih-benih pemecahannya sendiri. – Stanley Arnold.

Teladan lain yang saya pelajari, beliau murah hati dan tidak mau merugikan orang lain. Bahkan saat hendak menjual properti, beliau bertanya dulu pada calon pembelinya: mau dimanfaatkan untuk apa?
Jika beliau merasa propertinya kurang cocok, dilarangnya untuk dibeli.
Prinsipnya, tidak mau merugikan orang lain.
Banyak orang sukses dan kaya raya, tetapi berapa banyak yang punya karakter seperti ini? Benar-benar langka! Tidak heran Tuhan berkenan dan memberkatinya secara luar biasa.

Mendengarkan berbagai ulasan dan contoh-contoh kasusnya, semua sederhana, bisa dilakukan siapa saja dan yang penting, berhasil. Make sense!

Mengutip istilah P. Mindiarto Djugorahardjo, sohib saya, ini bukan sekedar pemikiran Out of The Box tetapi pemikiran Without Box. ?

Hmmm… Betul sekali ungkapan pepatah, jika ingin sukses, bergaullah dengan orang sukses.
Bagaimana pendapat Anda?

When you stop seeing the problem you are faced with, and start seeing the promise of God for you; that becomes a good start towards a solution to your problem.

Ketika Anda berhenti melihat masalah yang sedang dihadapi, dan mulai melihat janji Tuhan untuk Anda; itulah awal yang baik menciptakan solusi bagi masalah Anda.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Berjalan dengan Iman.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Berjalan dengan Iman.”

“Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” —
2 Korintus 5:7 (TB).

Apa artinya hidup dengan iman?
Sementara indera dan emosi kita dibombardir setiap hari oleh dunia di mana kita hidup, -dunia yang sudah jatuh dalam dosa-, Paulus menyatakan bahwa kehidupan Kristen seharusnya berpusat di sekitar yang tidak terlihat (rohani), bukannya yang terlihat (jasmani).

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
2 Korintus 4:18 (TB).

Terlepas dari nasihat yang gamblang ini, banyak yang mengakui, betapa mereka jauh lebih dipengaruhi oleh pancaindera, informasi dan logika (alias apa yang kasat mata) daripada oleh yang “tak terlihat” (yang rohani). Bahkan, apakah kita yakin dengan apa yang “tak terlihat” (rohani)?

Sangat menarik, dalam dunia “yang kasat mata” banyak orang yang membangun kehidupan mereka di atas hal-hal yang tidak dapat mereka lihat, tetapi mereka yakin bahwa hal-hal itu nyata.

Contohnya, jika dokter menyatakan ada kanker di dalam tubuhnya, sesungguhnya si pasien tidak dapat “melihat” kankernya, tetapi dia mempercayai kata-kata dokter.
Kita tidak melihat dengan mata kepala sendiri, apa yang sedang terjadi di Washington, tetapi kita mempercayai kata-kata mereka yang menulis berita dan membiarkan emosi kita dimanipulasi.

Di sisi lainnya, ketika seseorang menyatakan bahwa mereka mempercayai Firman Tuhan, melebihi mereka mempercayai keadaan fisik atau gejala penyakit (symptom) yang mereka alami di tubuhnya, maka mereka sering dituduh kehilangan akal alias kurang waras.

Berjalan dengan iman nerupakan keputusan untuk mempercayai Firman Tuhan diatas informasi dunia, baik yang terlihat mau pun yang tidak terlihat. Keputusan untuk memilih melihat sesuai dengan apa yang Tuhan lihat.
Ini merupakan bukti dari janji Tuhan yang tidak kita lihat
(Ibrani 11:1).

Berjalan dengan iman, artinya tidak bergantung pada emosi atau logika manusia tetapi memilih membebaskan diri dari ikatan emosi serta logika, lalu hidup dalam dimensi mempercayai kebenaran Firman Tuhan sebagai yang tertinggi diatas segala sesuatu, baik yang mewakili penyakit, kehilangan, kecemasan, depresi, ketakutan dan kemiskinan.

Berjalan dengan iman merupakan keputusan untuk tunduk kepada Tuhan, tidak takut, tidak khawatir, tidak depresi, tidak mempedulikan symptom/gejala-gejala penyakit dan tidak mengimajinasikan gambaran tentang kekurangan dan kegagalan.

Program ulang hati kita agar melihat janji-janji Tuhan dan tidak ada yang lain. Inilah pilihan yang harus kita buat jika kita ingin agar hidup kita berjalan dalam kemenangan.

[Repost ; “Walking by Faith”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

Read More
Articles

Coach ‘Kaki’ & MB-Gen

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Coach ‘Kaki’ & MB-Gen

Travelling dengan berjalan kaki karena yang dinikmati justru saat-saat dalam perjalanannya…
Wow… Menarik sekali!
Itulah P. Herman Wenas, teman baru saya.

Kisah perjalanannya dengan berjalan kaki, memecahkan rekor MURI untuk berjalan kaki sejauh 10.000 km dalam waktu 33 hari. Tercatat  pula dalam Guinness Book of World Record. Diliput TV baik dalam mau pun luar negeri. Membuatnya terkenal di seantero dunia. Diwawancara di acara Kick Andy, tentu saja.
Langka sich!

Berbeda sekali dengan saya, suka travelling tetapi tujuannya mencari tempat-tempat cantik dan unik, lalu foto-foto di sana. Ditulis menjadi artikel dan di post supaya facebook serta instagramnya ada isinya…

Beliau berkeliling dunia dengan membawa visi ingin mengentaskan generasi muda. Keinginannya terinspirasi saat ayahnya meninggal pada th 2007. Ada orang-orang yang jauh-jauh datang untuk memberikan penghormatan terakhir serta mengungkapkan rasa terimakasihnya karena sudah disekolahkan.
Disitulah P. Herman menyadari, itulah kekayaan orangtuanya. Maka beliau memiliki pemahaman baru, bahwa kekayaan seseorang tidak diukur dari seberapa banyak yang dikumpulkan, melainkan dari seberapa banyak yang dibagi. Karena ketika seseorang sedang mengumpulkan, artinya dia masih merasa kurang sehingga dia harus mengumpulkan.
Sebaliknya ketika seseorang berbagi, artinya ada keyakinan bahwa ada yang akan mencukupi kebutuhannya atau memberi berkat, dari Tuhan tentunya.
Ibunya yang telah berusia 70 tahun lebih, ditengah pandemi, tetap menjadi Kepala Sekolah bahkan mendirikan sekolah SD yang baru.

Ingatan pun melayang pada quotes apik ini:
Success isn’t about how much money you make, it’s about the difference you make in people’s lives – Sukses bukanlah tentang seberapa banyak uang yang Anda hasilkan, tetapi seberapa banyak perbedaan yang Anda buat dalam kehidupan orang lain”, ujar Michelle Obama.

Teladan hidup orangtuanya memotivasi P. Herman untuk menjalani kehidupan yang sama: menjadi teladan bagi anak-anak dan generasi muda lainnya.
MB-Gen ( Melangkah Bersama Generasi), sebuah organisasi non-profit didirikannya pada tahun 2003 untuk merealisasikan mimpinya.
MB-Gen memberi kesempatan kepada anak-anak muda untuk sekolah dan magang bekerja di Taiwan serta beberapa negara lainnya.
Anak-anak muda ini diberi pembekalan ketrampilan serta pendidikan karakter. Lalu dipersiapkan menjadi entrepreneur di masa depan.

Yang membuat saya tertarik sekali adalah alasan mengapa P. Herman terpanggil dalam pelayanan tersebut. Kalau ditarik ke belakang, MB-Gen sesungguhnya dimulai th 1987 saat P. Herman masih kuliah dan terinspirasi dari cuplikan sebuah buku fiksi perang.
Suatu ketika beliau membaca buku yang dipinjamnya dari perpustakaan sekolah.

Sang tokoh berkata,
“I am a man that God created and I am going to prove to my family and my country that I am someone they can be proud of”

“Saya seorang manusia ciptaan Tuhan dan saya akan membuktikan kepada keluarga mau pun negara saya bahwa saya adalah seseorang yang bisa mereka banggakan”

Tuhan membangkitkan keinginan dalam diri P. Herman untuk membuktikan pula pada keluarga dan negaranya bahwa beliau sosok pribadi yang bisa dibanggakan.

“Kalau saya diciptakan Tuhan, berarti hidup saya ini ada tujuannya. Pada saat itu saya berpikir, jika seorang maestro membuat karya musik seperti Bethoven atau Van Gogh dengan lukisannya, pada saat mereka menciptakan karyanya, perlu proses yang sulit dan panjang. Namun mereka fokus pada mahakarya tsb., sehingga saat mahakarya itu selesai, meski sang pencipta sudah tiada, setiap karyanya dimainkan, atau lukisan itu dinikmati bahkan meski hanya repro-nya, orang yang menikmati musik atau lukisan itu, akan mengenang Bethoven atau Van Gogh” jelas P. Herman.

Dengan cara serupa, saya terinspirasi oleh buku karya Bob Buford yang berjudul ‘Finishing Well’, yang mengubah cara saya menjalani kehidupan.

Bob Buford menjelaskan, hidup manusia dibagi menjadi 2 tahap.
Tahap pertama, saat kita sibuk bekerja dan berkarya untuk menghidupi keluarga. Hidup untuk diri sendiri, simplenya demikian.

Tahap ke dua, ketika kita membagikan hidup kita kepada masyarakat. Membangun warisan yang abadi. Mengembalikan apa yang kita miliki dan kemampuan kita demi membangun kehidupan orang lain menjadi lebih baik, sebagai persembahan kita kepada Tuhan

Yang menarik, Bob Buford menegaskan tidak ada istilah pensiun dalam kehidupan kita. Selama kita masih bernafas, artinya masih ada tugas yang Tuhan berikan kepada kita.
Wow….

Cuplikan sebuah buku menginspirasi, pada akhirnya mengubah arah hidup P. Herman Wenas.
Hhmm….
Itulah sebabnya saya juga suka menulis, karena melalui tulisan, saya bisa mewarnai kehidupan banyak orang menjadi lebih baik, dengan mengingatkan mereka bahwa kita memiliki Allah yang Maha-baik.

Tuhan sudah mengaruniakan talenta menulis dan saya tidak ingin menyia-nyiakannya. Saya ingin pulang ke surga dalam keadaan kosong, karena sudah memanfaatkan semua talenta yang Tuhan karuniakan, serta menggenapi tujuan Tuhan saat menciptakan saya.

Bagaimana dengan Anda?

Thankfulness depends on what is in your heart, not what is in your hand-Dennis De Haan.

Rasa syukur tergantung pada apa yang ada di hati Anda, bukan pada apa yang ada di tangan Anda -Dennis De Haan.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 233 234 235 236 237 404