Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

The Power of Silence….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

The Power of Silence….

“Hi Tante, aku lagi baca buku ini. Bagus deh…,” chat Nana disertai link:
“Emotionally Healthy Spirituality: It’s Impossible to Be Spiritually Mature, While Remaining Emotionally Immature” by Peter Scazzero.

Wow…. Segera saya memesan bukunya. Pilihan Nana selalu bagus dan bermutu.

Sambil menunggu buku datang, iseng buka youtube mencari Peter Scazzero.
Muncul judul: “Emotionally Healthy Spiritualy Course”
Hhmm… Kelihatannya cukup menarik, mulailah saya mendengarkan berbagai pengajaran Peter Scazzero.
Dan di salah satu video, muncul cover buku yang nampak familiar.

Ting…. Oh… Saya ingat.
Sahabat saya P. Hadi Panduwinata pernah memberi hadiah buku ini, yang berjudul:
“Emotionally Healthy Spirituality Day by Day”
Wow…. Apakah ini kebetulan?
Sama sekali Tidak!
Tuhan sedang mengarahkan langkah saya, naik ke step berikutnya.

Beberapa minggu terakhir, saya merasa menabrak ‘tembok’ tebal dalam kehidupan rohani saya. Semua berjalan baik dan rutin seperti biasa. Saya masih berdoa, baca firman bahkan meski pun libur, saya memilih menonton ulang video pelajaran.
Tetapi entah kenapa rasanya saya stagnan, mandeg di tempat.

Begitu mendengarkan pengajaran Peter Scazzero, saya paham. Tuhan ingin mengajar saya untuk duduk diam di hadapan-Nya, menikmati hadirat-Nya dalam hening, SILENCE.

Dunia di sekeliling kita begitu sibuknya. Setiap hari kita dikejar jadwal, tugas bahkan pelayanan dan doa.
Saya tetap berdoa, baca firman, merenungkan firman-Nya… Tetapi apakah saya benar-benar terkoneksi dengan Tuhan?

The beginning of prayer is silence. If we really want to pray we must first learn to listen, for in the silence of the heart God speaks. And to be able to see that silence, to be able to hear God we need a clean heart; for a clean heart can see God, can hear God, can listen to God; and then only from the fullness of our heart can we speak to God. But we cannot speak unless we have listened, unless we have made that connection with God in the silence of our heart. – Mother Teresa.

Awal dari doa adalah keheningan. Jika kita benar-benar ingin berdoa, pertama-tama kita harus belajar mendengarkan, karena dalam keheningan hati, Tuhan berbicara. Dan agar dapat melihat keheningan itu, agar dapat mendengar Tuhan, dibutuhkan hati yang bersih; karena hati yang bersih dapat melihat Tuhan, dapat mendengar Tuhan, dapat memahami Tuhan; kemudian hanya dari kepenuhan hati, kita dapat berbicara kepada Tuhan. Tetapi kita tidak dapat berbicara kecuali kita telah mendengarkan, kecuali jika kita telah membuat hubungan itu dengan Tuhan dalam keheningan hati kita. – Mother Teresa.

Saya sadar, Tuhan ingin saya belajar hening.


Mulai mempraktikkannya, saya datang kepada Tuhan, disertai musik Christian Meditation.
Alunan lembut lagu pujian membelai hati ini dan saya datang dengan berkata,
“Ini Yenny Tuhan datang kepada-Mu…”
Saya tahu Tuhan ada di dalam roh saya, tetapi selama ini saya tidak betul-betul fokus, menyediakan waktu hanya bersama-Nya.
Dan inilah waktunya.

Dalam diam, saya membayangkan tengah berlutut di depan Salib dan merenungkan betapa Yesus begitu mengasihi saya.
Dia menjadi miskin, supaya saya menjadi kaya.
Dia disiksa, supaya oleh bilur-bilur-Nya saya disembuhkan, sehat dan dipulihkan.
Yang lemah, berkata aku kuat… Karena Yesus sudah membayarnya di kayu Salib.
Kalau anak-Nya yang tunggal saja dikorbankan bagi kita, apa sich yang Allah Bapa tidak berikan untuk kita?

Tanpa sadar, air mata menetes di pipi. Besarnya kasih Allah begitu menguasai hati ini dan saya merasakan damai sejahtera dan rasa aman yang melebihi segala akal.
Thank you Jesus for Your Love!

Dari buku Emotionally Healthy Spirituality, ada ayat yang harus dibaca dan direnungkan.
Setelah merenungkannya, saya mempraktekkan seperti yang diajarkan oleh Andrew Wommack untuk mengakui siapa saya di dalam Kristus.

» Saya adalah ciptaan baru di dalam Kristus.
» Saya memiliki pikiran Kristus.
» Saat saya bergembira di dalam Tuhan, maka Dia akan mendownload keinginan-Nya di dalam saya. Maka keinginan saya = keinginan Kristus.
» Allah tritunggal tinggal di dalam roh saya. Dia tidak pernah meninggalkan mau pun membiarkan saya.
» Urapan dan hikmat Allah senantiasa menyertai saya.
» Tuhan menghendaki hidup saya di bumi, seperti di surga.
» As He is, so are we in this world. Sama seperti Yesus, demikian hidup kita di dunia ini.
Dst… Dst…

Semakin merenungkan hal ini, semakin merasakan kedekatan saya dengan Tuhan.
Yesus & aku, satu. Yesus Sang Pokok Anggur, sayalah rantingnya. Yesus yang menghasilkan buah melalui saya.

Lalu di buku itu juga diberikan bagian Alkitab yang harus direnungkan. Devotional.
Dilanjut dengan pertanyaan perenungan dan diakhiri dengan doa.

Latihan semacam ini, disarankan minimal 2X sehari. Agar kita berhenti dari kesibukan, lalu menyediakan waktu khusus untuk bersekutu dengan-Nya.
Menghargai keberadaan-Nya di dalam kehidupan kita.

Saya membayangkan diri saya seperti anak kecil, yang dengan tenteram meletakkan kepala di bahu Sang Bapa.
Saat menikmati pelukan-Nya, saya berbisik…
” I love You, Lord…. I need You…”

Hening, tenteram dan aman….
Hati yang penuh syukur dan harapan membuncah dalam dada.
Saya tidak perlu menjadi orang lain, atau seperti orang lain.
Aku puas menjadi diriku sendiri yang unik, spesial, satu-satunya, untuk menggenapi tujuan hidup dari Sang Pencipta.

Sungguh indah hidupku… Tuhan tengah mengajar, hidup di bumi seperti di surga. Menjadi Duta Allah, menikmati anugerah-Nya.

Wow…

Praktik yuk…. Selangkah lebih maju.

When you fully understand the grace of God, you will live holier life on accident than if you tried! – Andrew Wommack.

Ketika Anda memahami kasih karunia Tuhan sepenuhnya, Anda akan menjalani kehidupan yang lebih kudus secara kebetulan, daripada jika Anda mengusahakannya! – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Inilah Terobosan Yang Mengubah Situasi Buntu.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Inilah Terobosan Yang Mengubah Situasi Buntu.

Seorang sahabat yang tinggal di negeri seberang, curhat tentang keluarganya. Suaminya yang memperlihatkan tanda-tanda tidak sehat, meski belum ada bukti.
Lebih sering berbisnis di luar kota, tetapi tidak jelas apa bisnisnya dan hasil yang diperolehnya.

Jika sahabat saya bertanya lebih detil, sang suami tersinggung. Jadi sahabat ini yang sesungguhnya membiayai kebutuhan rumah tangga mau pun biaya sekolah ke tiga anaknya.

Saya bukan konselor, sejujurnya saya juga tidak tahu solusinya.
Saya hanya bisa menceritakan pengalaman hidup saya pribadi, hidup saya berubah karena pengenalan saya pada Tuhan, berubah.
Tidak berarti hidup saya steril masalah, tetapi cara saya meresponinya yang berubah.

Masalah kerap tidak bisa diselesaikan secara instan. Butuh waktu, proses dan di perjalanannya, muncul kejadian-kejadian yang cukup menimbulkan ketakutan, kemungkinan buruk yang bisa terjadi, dan sebagainya.
Ketika saya masih bayi rohani atau balita rohani, saat menghadapi hal-hal seperti itu, saya justru lebih fokus pada masalahnya.
Semakin dipikir, semakin melebar kemungkinan buruknya. Akibatnya makin stres, ga bisa tidur, melebar lagi jadi makin mudah emosi.
Timbullah gesekan dengan suami, anak, rekan sekerja dst dst… Bukannya selesai, masalah kian menggunung.

Ketika sekolah di Charis, semakin lama sekolah, pengenalan akan Tuhan kian mendalam. Saya tahu dan percaya sepenuh hati, Tuhan benar-benar peduli dan Dia tidak akan pernah meninggalkan saya… Bahkan Dia yang akan ‘berperang’ bagi saya.

Pemahaman dan pengenalan yang mendalam akan Tuhan, menimbulkan iman dan ketentraman, meski saya tidak tau solusinya, jalan yang akan ditempuh ke kiri atau ke kanan, satu hal yang saya tahu: endingnya akan baik-baik saja. Saya pasti menang karena Tuhan menopang saya dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.
Kalau Tuhan di pihakku, siapa yang dapat melawan aku?

Hasilnya, hati terasa damai, tenteram dan bergantung pada janji-janji-Nya, bukan fokus pada apa yang terjadi day by day…

“God can change the situation in a split second – Tuhan bisa mengubah situasi dalam sekejap,” ujar Joel Osteen.

Ya sudah dijalani dengan penuh kepasarahan kepada Tuhan. Seperti judul pelajaran Joel Osteen: Be comfortable for not knowing. Nyamanlah meski kita tidak paham.
Kadang-kadang memang kita tidak perlu tahu banyak, kalau tahu justru stres, kuatir, galau dan makin kacau.
Tuhan mengerti, otak kita yang sebesar kacang gak bisa handle… Ya sudah, pasrah dan percaya saja.
Inilah perbedaan yang saya alami saat makin dewasa rohani.

Kembali ke kisah sahabat saya, kami pun berdoa bersama menyerahkan kekuatiran kami kepada Tuhan, sesuai dengan perintah-Nya.
Tidak lupa saya mendorong sahabat ini untuk sungguh-sungguh mencari Tuhan dan melekat kepada-Nya.

Hubungan dengan Tuhan itu begitu pribadi. Hanya kita sendiri yang merasakan dan paham, sejauh mana kita mengenal-Nya.


Chat dari sahabat ini masuk setelah berbulan-bulan tanpa kabar.
Dengan penuh sukacita bercerita bahwa dia sekarang mengenal Tuhan dengan lebih dekat.

Seorang teman baru mengajaknya masuk dalam kelompok yang membimbingnya untuk membangun relationship dengan Tuhan.
Di kelompok-kelompok sebelumnya, hanya sang pemimpin yang berbicara dan mengajar, sahabat ini sudah jenuh mendengar bertumpuk-tumpuk pelajaran-pelajaran hebat. Bosan. Justru tidak tertarik menggali firman.

Kelompok ini berbeda.
Masing-masing membaca firman yang sudah dipilih dan mereka boleh mengutarakan pendapat serta menceritakan pengalaman dalam mempraktekkannya. Boleh juga bertanya. Mereka berdiskusi dengan terbuka, dan ini menarik sekali.
Di hari-hari selanjutnya, mereka mendapatkan jadwal firman yang harus dipelajari. Mereka tumbuh bersama.

Sahabat saya menjadi antusias.
“Uniknya, karena sekarang memahami firman Tuhan, maka saat masalah datang, saya tidak lagi dipenuhi kekuatiran seperti dulu. Tuhan berbicara melalui firman-Nya, menuntun apa yang harus saya lakukan atau katakan dalam situasi tertentu,” sahabat ini menjelaskan,
“Dan yang lebih tidak terduga lagi, secara natural sikap saya terhadap suami, berubah. Suami pun sekarang berubah. Aksinya berubah, reaksi pun berubah pula. Hukum fisika mana bisa salah? 🙂 🙂
Dia tidak lagi ke luar kota sesering dulu. Belum menjadi suami seperti yang saya idamkan sich… Tetapi setidaknya perbaikan-perbaikannya makin nyata. Sungguh benar, hanya firman Tuhan yang bisa mengubah situasi yang seolah sudah buntu.”

Firman Tuhan adalah Allah itu sendiri. Firman itu roh, hidup dan berkuasa.

Kejadian ini makin meneguhkan pemahaman saya, bahwa dalam hidup, saya memang tidak perlu mengetahui segalanya. Cukup taat sesuai arahan-Nya, agar menyerahkan kekuatiran saya kepada-Nya, karena Dia yang memelihara saya.

Beberapa teman yang mengalami masalah dalam rumahtangganya. Selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tetap mandeg, masalah hanya berputar-putar di sana. Curhat yang kurang lebih sama.
Setiap masalah itu unik dan personal… Demikian pula penyelesaiannya.

Yang saya tahu, ketika kita sungguh-sungguh bersedia mencari Tuhan dan mengikuti arahan-Nya, disitulah solusi yang mendasar terjadi. Caranya berbeda, satu-satunya, dan kerap melebihi apa yang bisa kita pikirkan atau bayangkan.

No matter what your problem is, don’t nurse it, don’t curse it, don’t rehearse it. just call God….. He’ll reverse it.

Tidak peduli apa masalah Anda, jangan merawat masalah, jangan mengutuknya, jangan melatihnya. Serahkan saja pada Tuhan….. Dia akan membalikkannya menjadi baik.

Siapa yang menyangka, solusi untuk sahabat ini, dari antah berantah tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal, mengajak sahabat saya dalam kelompoknya, yang pada akhirnya membuka jalan bagi solusi permasalahannya?
Terpikir saja tidak!
Tetapi Tuhan tahu jalan dan cara terbaik untuk menolong sahabat saya.
Tuhan adalah Allah yang menjawab doa!

It’s all about God, not us….

Keren bukan?
Yuk makin mendalami dan menghidupi firman-Nya!

There is Power In God’s Word to change your life.

Ada Kuasa Dalam Firman Tuhan untuk mengubah hidup Anda.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Dipilih Sebelum Penciptaan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Dipilih Sebelum Penciptaan.”

“Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.”
Yohanes 17:24 (TB).

Allah Bapa memiliki rencana keselamatan yang dikerjakan bahkan sebelum Dia menciptakan dunia. Sebagian besar dari kita tidak akan menciptakan dunia dan manusia, jika kita tahu sakit hati dan pengorbanan yang mengerikan yang harus dibayarnya. Tapi Tuhan bukan manusia. Dalam penilaian-Nya (yang merupakan penilaian yang benar) hadiah itu sepadan dengan harganya.

Kita dipilih di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan.
Tuhan tidak memilih kita karena kebaikan kita, tetapi semata-mata karena penerimaan kita pada Kristus yang oleh pra-pengetahuan-Nya memungkinkan Dia untuk melakukannya sebelum dunia dijadikan. Dalam arti yang paling ketat, kita tidak dipilih secara pribadi, tetapi Kristus yang dipilih dan semua orang yang ada ‘di dalam Kristus’ mengambil bagian dalam pemilihan-Nya oleh Bapa-Nya. Sama seperti kita adalah penerima manfaat dari perjanjian covenant antara Allah Bapa dan Anak-Nya Yesus, demikian juga kita dipilih karena kita memilih orang pilihan Allah, yaitu Kristus. Bapa tidak akan menolak kita seperti juga tidak menolak Yesus, karena kita diterima oleh Bapa melalui Kristus.

Tak seorang pun dari kita dapat mengklaim bahwa kita tidak bersalah di mata manusia karena manusia melihat penampilan luar (1 Samuel 16:7) dan kita semua telah berdosa (Roma 3:23). Tetapi Tuhan melihat roh kita yang lahir baru, yang telah dilahirkan kembali di dalam Kristus dan Dia melihat kita kudus dan tak bercela.

Jika kita melihat warna apa pun melalui kacamata merah, semua warnanya menjadi merah. Hal yang sama akan terjadi jika kita melihat melalui kacamata hijau. Semuanya akan nampak menjadi hijau. Dengan cara yang sama, Allah melihat kita melalui Kristus dan segala sesuatu dalam hidup kita ditutupi oleh darah Yesus. Kita kudus dan tidak bercacat di hadapan-Nya karena kasih-Nya yang diungkapkan melalui Putra-Nya.

[Repost : “Chosen Before Creation”, – Andrew Wommack, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Saya Layak Ditolong?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apakah Saya Layak Ditolong?

Nyaris setiap orang percaya, Tuhan pasti mampu membuat mujizat atau menyembuhkan siapa saja yang sakit.
Dia Allah.
Apa yang sulit bagi-Nya?
Setuju?

Kita semua paham bahwa Allah mampu melakukan apa saja. Yang menjadi masalah, kita tidak yakin Allah bersedia melakukannya untuk kita.

Apakah saya layak untuk disembuhkan? Bukankah sakit ini akibat kesalahan saya yang punya kebiasaan bergadang, minum kopi berlebihan, makan tidak teratur?
Saya bangkrut akibat besar pasak daripada tiang? Akibat saya berfoya-foya?

Kita kerap begitu fokus pada kesalahan dan ketidaklayakan kita, sehingga datang kepada Tuhan pun tidak berani.
Teringat saat kecil dulu, kalau salah artinya harus menerima hukuman dari orangtua atau guru.

Allah bukan manusia, yang kasihnya bersyarat.
Allah mengasihi dan menerima kita tanpa syarat, bahkan ketika kita masih berdosa.
Tuhan Maha-tahu… Dia tahu siapa kita, tahu detil kesalahan kita, tetapi Dia menanti agar kita bersedia datang dan menyerahkan apa yang kita tidak mampu kepada-Nya.
Tuhan mau dan ingin menolong kita..

Tuhan juga bukan manusia, yang suka mengungkit kesalahan-kesalahan lama atau pertolongan yang diberikan-Nya. Sehingga kita dapat berhubungan dengan-Nya tanpa beban.
Melegakan bukan?

Tuhan sudah berjanji dan memberikan prinsipnya:
*Pencuri, si iblis atau setan datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Tetapi AKU, TUHAN, datang supaya kamu mempunyai hidup, dan mempunyainya di dalam segala kelimpahan.*
Titik!

Hidup so simple…
Yang baik dari Tuhan, yang buruk dari si iblis.

Perhatikan, Tuhan tidak memberikan syarat apa – apa untuk memperolehnya. Kuncinya, kita harus percaya pada Tuhan yang memberikan janji itu dan bertindak sesuai janji-Nya.

Sakit, baik atau buruk?
Buruk. Berarti dari iblis.
Kekurangan, baik atau buruk?
Buruk. Dari iblis juga.

Apa kehendak Tuhan?
Kita hidup makmur, berkelimpahan, sehat, dipenuhi damai sejahtera, disembuhkan, dipulihkan, diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain, sabar, penuh kasih, penuh pengendalian diri dst..

Mari kita dengan penuh keberanian datang kepada Tuhan menyerahkan beban permasalahan kita kepada-Nya dan tinggalkan. Jangan dipikiri lagi.
Lho?
Kalau dipikiri, artinya kita justru fokus pada masalah, bukan pada Tuhan yg mampu menyelesaikan masalahnya.

Lalu kita ngapain dong?
Dekatkan diri kepada-Nya melalui doa dan firman-Nya. Kenali Tuhan dengan lebih intim. Allah adalah Sang Firman itu sendiri. Dia akan berbicara dan mengarahkan apa yang harus kita lakukan, melalui firman-Nya.

Dia Allah, yang punya sejuta cara menolong kita.
Dan berita hebatnya, Allah tahu jalan tercepat, terpendek, dan yang paling simple untuk menyelesaikan masalah kita. Bahkan jalan yang terpikir saja tidak oleh kita…
Dalam sekejap mata… Masalah kita selesai dengan solusi yang sangat baik.
Menarik bukan?
Mari kita buktikan!

“God forgives us and remembers our sin no more; therefore, stop remembering what God has forgotten.”— Joyce Meyer

Tuhan mengampuni kita dan tidak mengingat dosa kita lagi;  oleh karena itu, berhentilah mengingat apa yang Tuhan telah lupakan.  – Joyce Meyer.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mana yang lebih dulu, Tuhan atau Keluarga?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Mana yang lebih dulu, Tuhan atau Keluarga?”

Saya telah mendengar beberapa orang mencoba memprioritaskan hubungan kita dengan Tuhan, keluarga dan pelayanan dengan cara yang berbeda.
Beberapa orang berkata, “Tuhan dulu, lalu keluarga, lalu pelayanan.”
Saya bahkan pernah mendengar orang lain berkata, “Pertama Tuhan, lalu pelayanan, kemudian keluarga.”
Tentu saja, mereka yang mengutamakan pelayanan di atas keluarga biasanya mencari-cari alasan untuk mengabaikan keluarga mereka dan itu nampak jelas.

Apa yang terpenting di hati Tuhan?

“TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.””
Kejadian 2:18 (TB).

Tuhan menyadari bahwa hubungan manusia dengan-Nya saja, tidaklah cukup. Untuk mencapai tujuan-Nya di bumi, pria membutuhkan seorang istri.

“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”
Kejadian 2:24 (TB).

Tuhan menetapkan pernikahan dan keluarga terlebih dahulu. Itulah lembaga ilahi pertama yang Dia ciptakan.

Paulus berbicara tentang persatuan antara seorang pria dan istrinya juga.
“Karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.”
Efesus 5:30-32 (TB).

Persatuan suami dan istri adalah misteri yang mengungkapkan Kristus dan gereja!
Apa yang bisa lebih penting dari itu?

Intinya begini: Mendahulukan keluarga ADALAH mendahulukan Tuhan.
Itu bukan pilihan antara Tuhan atau keluarga.
Memilih keluarga adalah memilih apa yang Tuhan pilih. Memilih keluarga adalah memilih Tuhan.
Pernikahan dan keluarga ditetapkan oleh Allah untuk menyatakan hubungan antara Kristus dan gereja.
Ini adalah hubungan perjanjian kasih, memberi, berkorban, memberkati dan mengampuni.
Mengabaikan pernikahan dan keluarga untuk “melayani Tuhan”, adalah pernyataan yang tidak masuk akal.
Ketika kita mengabaikan keluarga, artinya kita mengabaikan Tuhan.

Perhatikan nasihat Paulus,
”Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.
1 Timotius 5:8 (TB).

Menempatkan keluarga di urutan kedua membuat kita nyaris, sangat dekat dengan menyangkal iman, bahkan dianggap lebih buruk daripada orang yang tidak percaya.

[Repost : “Which comes first, God or family?”- Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 206 207 208 209 210 404