Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Apa yang Anda percayai?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa yang Anda percayai?

Kita semua mempercayai banyak hal. Keyakinan kita berasal dari keluarga, budaya, sistem pendidikan kita, hiburan, berita, agama, dan banyak lagi. Apa yang kita percayai, menentukan jalan hidup kita. Bahkan orang Kristen yang telah lahir baru dan dipenuhi dengan Roh Allah, namun bergumul dengan kepercayaan yang membentuk mereka sebelum mereka mengenal Tuhan.

Dalam masyarakat saat ini, kebenaran dimaknai dengan menjadi apa pun sesuai keinginan beberapa orang. Mereka memutuskan bahwa kebenaran semuanya “relatif”, – hanya tinggal sedikit kebenaran yang solid yang tersisa -, muncullah “kebenaran baru” yang tidak benar.

Tanpa adanya kebenaran yang spesifik dan tidak berubah-ubah, – akibatnya masyarakat mengalami kekacauan, kerusakan moral, dan bagi banyak orang – menyebabkan keputusasaan. Hal ini pula yang menjelaskan penyebab terjadinya lonjakan tingkat depresi, kekerasan, dan bunuh diri, yang kita lihat hari-hari ini.

Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan.
Yesaya 5:20 TB

Konsekuensi karena menolak kebenaran Tuhan dan menerima kebohongan budaya saat ini, bisa sangat parah.
Ketika 2 + 2 dapat menyamai apa pun yang Anda inginkan, tidak ada lagi fondasi untuk kesuksesan, kedamaian, dan kemakmuran.

Setiap kepercayaan membutuhkan landasan, dimana diatas ya otoritas didirikan.
Mengapa Anda percaya apa yang Anda yakini?
Apakah otoritas yang menjunjung tinggi kepercayaan itu?
Apakah ini sekedar pendapat Anda? Pendapat orang lain? Apakah ada yang namanya kebenaran mutlak yang mendasarinya?

Sungguh baik untuk membangun hatimu sendiri di dalam Kebenaran. Inilah satu-satunya sumber iman dan kedamaian. Pertimbangkan hal berikut dan tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda sedang membangun hidup Anda di atas Kebenaran.

Dasar firman-Mu adalah kebenaran.
Mazmur 119:160 TB

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.
Amsal 30:5 TB

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”
Yohanes 17:17 TB

Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
Mazmur 12:7 TB

Sebab Kristus adalah ”ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ”Amin” untuk memuliakan Allah.
2 Korintus 1:20 TB

….. tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda?
Matius 22:31 TB

Apakah Anda mempercayai Firman-Nya? Apakah itu dasar dari semua keyakinan Anda? Firman Tuhan adalah otoritas terakhir untuk memastikan apa yang benar. Kehidupan yang berkelimpahan hanya dapat terjadi dalam lingkungan yang dipenuhi oleh kebenaran Tuhan.


Apa pun yang kita butuhkan dalam hidup ini telah tersedia lengkap dan sempurna di dalam roh kita. Itulah anugerah.
Roh Allah dengan segala kekayaan-Nya berada di dalam roh orang yang sudah lahir baru.
Tetapi kekayaan itu tidak termanifestasi secara otomatis.

Tugas kita setelah lahir baru adalah bercermin dalam firman Tuhan untuk menemukan jati diri kita sesuai firman Tuhan dan menemukan harta karun yang telah tersimpan di dalam roh kita. Lalu kita memanifestasikannya sesuai dengan panduan di dalam firman-Nya!

Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku. Dan kamu akan menerima kebenaran dan kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu.

Kelimpahan yang bisa kita terima berbanding lurus dengan pengetahuan kita akan kebenaran Firman Tuhan, serta pengenalan kita akan Allah.

Hal lain yang kerap dilupakan orang, bahwa penghalang kita tidak bisa menerima manifestasi kelimpahan Tuhan, karena kita berada pada lingkungan yang salah.

Lho koq bisa?
Di Nasaret, karena mereka tidak percaya, tidak banyak mukjizat diadakan Yesus di situ.
Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” (Mat 13:54-58)

Artinya, ketika kita bergaul dengan lingkungan yang salah, bisa saja menyebabkan kita gagal memperoleh terobosan keuangan, kesembuhan dan berbagai keuntungan lainnya.

Mari kita uji kembali dasar kepercayaan kita, apakah kita sudah mempercayai kebenaran yang sesungguhnya?
Sudahkah kita mengenal Tuhan dengan benar?
Apakah kita berada di lingkungan yang benar?

Jika semua jawabannya YA, tinggal tunggu waktu kelimpahan tercipta dalam hidup kita.

God’s Words are an Unbreakable Contract.

Firman Tuhan adalah Kontrak yang Tidak Dapat Dibatalkan.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sifat Dari Pemberian

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sifat Dari Pemberian.

Apa yang membuat pemberian kita hidup dan menjadi berkat? Hanya hati kita yang dapat menentukan apakah pemberian kita adalah kewajiban, pengorbanan, atau menjadi benih berkat. Kebutuhan gereja kita tidak menentukan sifat pemberian kita. Kebutuhan orang-orang di sekitar kita tidak akan menghidupkan pemberian kita. Kemungkinan timbul rasa bersalah yang mungkin dirasakan ketika kita tidak memberi, tidak beriman atau tidak melepaskan berkat. Satu-satunya cara memberi yang menyentuh baik di alam natural mau pun spiritual adalah memberi dengan memotivasi kasih.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…
Yohanes 3:16 TB
Pemberian yang memiliki potensi rohani, dimotivasi oleh kasih. Benih alami mengandung sifat dan kehidupan dari sumbernya. Benih uang juga mengandung sifat dan kehidupan dari sumbernya juga. Hati si pemberilah yang menentukan sifat dan masa depan baik benih uang, mau pun tindakan memberi, memberkati atau melayani.

Banyak orang Kristen memberi dengan patuh dengan pikiran mereka yang dipenuhi dengan pengajaran tentang memberi dan menerima, tetapi jika hati mereka tidak dimotivasi oleh kasih, pemberian itu mungkin hanya sekedar mengalir saja. Kasih selalu memberi, tapi tidak semua pemberian itu lahir dari kasih.

Pemberian disertai kasih adalah memberi dengan iman. Memberi dengan iman, disertai pemahaman bahwa benih kasih, entah itu benih melayani atau pun benih pemberian, akan membawa pelipatgandaan ke dalam kehidupan baik mereka yang menerima maupun mereka yang memberi. Kasih memberi dan melepaskan anugerah.

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kita, supaya kita senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan…… Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kita dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaran kita;
2 Korintus 9:7?-?10 TB

Uang dan sumber daya kita bisa menjadi ekspresi kasih, atau justru menjadi fokus ketakutan, stres, dan kepahitan yang kita rasakan. Mereka yang berada dalam ketakutan, stres dan kepahitan, biasanya menolak pesan memberi dan menerima. Sedangkan mereka yang hidup oleh kasih, dengan senang hati masuk ke dalam Kerajaan pertumbuhan.

“The Nature of Giving” – Barry Bennett.


Tuhan lebih melihat hati, motivasi kita di dalam melakukan sesuatu, daripada apa yang kita lakukan.
Banyak perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan, membuat kita terpukau….
Ternyata motivasi dibaliknya, untuk kepentingan tersembunyi dari si pemberi.
Si pemberi mendapatkan pujian, promosi, untuk peran serta jabatan-jabatan yang lebih tinggi. Dianggap sebagai ‘malaikat’, dengan bukti pelayanannya, ‘dijual’ hingga ke berbagai negara. Sarana untuk mengumpulkan dana dari donatur.

“Cari donatur itu gampang….,” ujar seorang teman yang pergaulannya luas, sedang menjanjikan dana bagi project yang sedang digagas.
Pertanyaannya:
Kepentingan siapa yang sedang diperjuangkan?
Tujuannya apa? Dasarnya apa?

Teringat pengalaman bertahun-tahun lalu, ada sebuah panti asuhan yang dikelola asal-asalan, bahkan kejam. Kekerasan kerap terjadi. Dengan adanya anak-anak asuh, sang pengelola menggunakannya sebagai sarana untuk mengumpulkan dana. Kepentingan anak-anak asuh, tidak diperhatikannya. Tidak peduli hari sekolah, anak-anak dibawa berkeliling untuk mencari dana.

Tuhan menekankan, pemberian yang berkenan adalah pemberian yang didasari kasih.
Tanpa kasih, apa pun yang dilakukan menjadi sia-sia.
Pemberian yang didasari kasih itulah yang disebut Pemberian Iman, yang berkenan kepada Allah dan bertumbuh, berbuah serta berlipatganda.

Jaga motivasi hati kita jujur dan tulus senantiasa, karena Tuhan berjanji, orang yang suci hatinya akan melihat Allah.
Bukankah tidak ada kebahagiaan yang melampauinya?
Ini bukan keputusan sekali seumur hidup namun keputusan setiap hari.

Tanyakan kepada diri kita sendiri, apa motivasi kita dalam melayani atau memberi?
Siapa yang dipermuliakan: Tuhan Yesus atau kita?
Mari kita jaga hati kita tulus dihadapan-Nya.

It’s not about you; It’s about being a vessel for Jesus Christ to move through.

Ini bukan tentang Anda; Ini tentang menjadi wadah bagi Yesus Kristus untuk bergerak.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kebenaran Sejati Yang Memerdekakan

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kebenaran Sejati Yang Memerdekakan.

Seorang teman, Orang Indonesia yang menikah dengan pria Swedia, bercerita bagaimana orang-orang Swedia menjunjung tinggi kebebasan pribadi. Sedemikian bebasnya, hingga tidak ada lagi batasan benar dan salah yang jelas.
Atas nama kebebasan, sekali seminggu, ada hari bebas khusus di mana seorang kepala sekolah, beliau seorang pria tulen, berdandan ke sekolah dengan mengenakan gaun wanita, berdandan menor dengan lipstick tebal dan mengenakan high-heels.

Guuuubbbbrrraaaakkkk….

Waktu saya kecil, jika ada pria yang berdandan sebagai wanita, maka dianggap tidak wajar. Di bully.
Apalagi menikah sesama jenis, tabu sekali. Dibicarakan pun jangan. Saru, kata Orang Jawa.
Tetapi di jaman sekarang, semua penyimpangan- penyimpangan ini justru dilegalkan.

Dalam sebuah buku yang cukup best-seller mendunia, dituliskan jika makan sosis membuatmu bahagia, ya… Makanlah. Lakukan apa saja yang membuatmu senang.

Manusia mengumbar hawa nafsunya, demi mengejar kesenangan, dan berharap bisa menemukan kebahagiaan yang diidam-idamkannya.

Ada seorang raja kaya raya yang sudah merasakan semua ini. Beliau adalah Raja Sulaiman atau Raja Salomo, orang terkaya sekaligus paling bijak yang pernah hidup di muka bumi. Memiliki 700 istri dari kaum bangsawan dan 300 gundik. Total punya 1.000 istri.

Apa komentar dari pengalamannya?
”Mari, aku hendak menguji kegirangan! Nikmatilah kesenangan! Tetapi lihat, juga itu pun sia-sia,” kata Salomo,
“Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah. Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia?”

Tidak ada kebahagiaan di luar dari apa yang ditetapkan Allah bagi manusia.
Tuhan yang mencipta alam semesta dan segenap isinya. Dia yang tahu pula apa yang terbaik manusia.

Pesan terkenal Raja Salomo, “Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.”


Kita hidup di dunia yang makin lama makin rancu. Batasan antara benar dan salah makin tipis, bahkan membingungkan. Tokoh-tokoh yang dianggap hebat pun pendapatnya tidak bisa dipegang. Hari ini A dianggap benar. Sekian tahun kemudian dianggap salah.
Puluhan tahun lalu berjemur itu jam 7 pagi. Sekarang konon salah. Yang baik jam 10 pagi.
Manusia ingin menciptakan rumus kebahagiaan ala mereka, yang modern, kekinian namun justru makin rancu menimbulkan berbagai masalah yang baru.

Kita menganggap ini jaman modern. Apa yang dikatakan Allah terlalu kuno. Manusia tidak menyadari firman itu roh dan hidup. Firman atau perkataan Allah, sesungguhnya adalah Allah sendiri. Firman senantiasa menjawab masalah kekinian, melalui revelation knowledge-nya. Pewahyuan pengetahuan yang senantiasa baru, menjawab apa yang kita butuhkan. Apa yang sulit bagi Allah?

Satu-satunya kebenaran yang tidak pernah berubah, – dahulu, sekarang dan selama-lamanya – adalah Firman Tuhan.
Dan perlu kita sadari, Firman Tuhan pula yang mencipta dunia dan menopangnya.


Nach sebelum mengenal Tuhan, saya menganggap perasaan itu sesuatu yang nyata. Repotnya, dunia di sekitar kita memang memanjakan perasaan.
Ketika curhat, apa yang dibicarakan?
Perasaan. I think, I want dan I feel. Saya pikir, saya ingin dan saya rasa…. Semuanya bukan kebenaran.
Semakin diikuti, perasaan makin dibahas, makin melebar ke mana-mana.
Lagu-lagu dunia yang mendayu-dayu sedang mengikuti perasaan. Semakin diulang-ulang liriknya, semakin tertanam di dalam pikiran bawah sadar.
Ke mana pikiran dominan kita mengarah, ke situlah hidup kita mengarah pula.

Sampai saya paham setelah sekolah, Perasaan ditentukan oleh Apa yang Kita Pikirkan.
Jika tidak suka apa yang kita rasakan, ubah pikiran kita, maka perasaan pun akan berubah.
As simple as that!

Kehilangan cinta pada pasangan?
Lakukan tindakan kasih, meski pun perasaan tidak ingin.
Berdoa minta kekuatan Tuhan.
Ketika kita melakukan tindakan kasih, perasaan cinta pun akan mengikuti secara natural.
Ketika kita mengasihi pasangan, maka pasangan yang ‘mbencekno’, kata Orang Surabaya, artinya nyebelin, pun akan berubah.
Sementara solusi orang dunia, saat kehilangan cinta ya… Cari yang baru.

Banyak hal dalam kehidupan, yang jauh lebih simple ketika kita mentaati firman Tuhan.
Tuhan memerintahkan untuk mengampuni, padahal sebelnya minta ampun.
Saya belajar, daripada memendam kebencian, kata orang bijak ibarat ‘minum racun tetapi mengharapkan orang lain yang mati’, alias mustahil, – ternyata dengan mendoakan orang yang menyakiti kita, kebencian pun luntur.

Apa pun yang kita kuatirkan, inginkan dan harapkan, kita bisa mendoakan dengan jujur, – curhat pada Tuhan – hasilnya jauh lebih baik. Tidak sekedar curhat, tetapi mendoakan harapan baik, lalu merenungkan firman-Nya….
Hasilnya?
Saya sudah mentaati perintah-Nya: serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, karena dia yang memeliharamu.
Jika kamu meminta sesuatu dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.

Meski solusi akhirnya seperti apa, saya belum tahu tetapi saya tahu, rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, yang memberi masa depan yang penuh harapan.
Saya tinggal menantikan saja, surprise dari Tuhan.

Mari kita belajar untuk berpikir, merasa dan bertindak berdasarkan kebenaran yang sejati, yaitu Firman Tuhan maka kebenaran itu akan memerdekakan kita.
Kita tahu kapan harus diam, menanti dan bertindak. Dengan demikian kita bisa menghindarkan diri dari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Setuju?

He who lives by emotion, lives without principle – Watchman Nee.

Orang yang hidup dengan dikendalikan oleh emosi, hidupnya tanpa prinsip – Watchman Nee.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Berkat Mengalahkan Kutukan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Berkat Mengalahkan Kutukan

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Kejadian 1:28 TB

Berkat pertama kali diberikan kepada Adam dan Hawa di taman Eden. Tuhan mentransfer kepada mereka kekuatan dan kemampuan yang sama yang Dia gunakan untuk menciptakan bumi ini sehingga mereka dapat melanjutkan pekerjaan penciptaan dan menjadikan setiap tempat di bumi seperti taman Eden. Eden adalah tiruan dari surga.

Berkat pertama kali ada pada Adam dan Hawa untuk menjaga bumi tetap penuh dan berfungsi sepenuhnya seperti yang Tuhan inginkan. Ketika Adam melalui ketidaktaatan dan dosa kehilangan “Berkat”, umat manusia jatuh ke tingkat kutukan. Seluruh umat manusia ada di dalam Adam, itulah sebabnya Alkitab berkata, “semua orang telah berbuat dosa, dan telah kehilangan kemuliaan Allah” dan “upah dosa adalah maut…”  Dosa bukanlah apa yang kita lakukan, tetapi bagaimana dulu kita lahir. Kita semua dilahirkan dalam dosa, dan kita semua harus dilahirkan kembali ( lahir baru).

Meskipun Tuhan mencurahkan berkat-berkat-Nya (jamak) pada semua orang, baik yang benar mau pun yang tidak benar, namun hanya mereka yang telah mengalami “kelahiran baru” yang dapat mengambil bagian dalam kepenuhan Berkat (yaitu perjanjian dengan Tuhan, – covenant of God -, yang menghapus kutukan). Perhatikan, tidak ada “s” di The Blessing. Tuhan tidak berbicara tentang berkat, yang merupakan tindakan kebaikan-Nya yang spesifik. Dia berbicara tentang “Berkat” dan hanya ada satu… Berkat Tuhan.

Sebagai contoh, katakanlah Anda mendapatkan mobil baru dan Anda berteriak, “Oh, saya benar-benar diberkati hari ini. Aku punya mobil baru. Puji Tuhan!” Atau Anda mendapatkan rumah baru dan berkata, “Saya benar-benar diberkati hari ini. Aku punya rumah baru.” Atau bagaimana kalau Anda mendapatkan pekerjaan baru? Nah, ini berkat. Tetapi, ketika Anda menerima Berkat, itu memungkinkan Anda untuk mendapatkan semua berkat ini dan lebih banyak lagi.

“The Blessing Overrides the Curse” – Bill Winston.


Setiap kita harus lahir baru dengan cara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.
Caranya?
Dengan mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kita akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Roma 10:9-10 TB

Ketika lahir baru, Roh Allah tinggal di dalam roh kita, dan kita menjadi ciptaan yang baru. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 korintus 5:17.

Ketika kita lahir baru, kita menerima semua kepenuhan Allah sendiri, dan semuanya telah tersedia di dalam roh kita. Segala kutuk sudah dikalahkan. Apa pun yang kita butuhkan telah tersedia di sana, termasuk kuasa yang membangkitkan Yesus dari kematian. Artinya, kita telah diperlengkapi dengan segala kuasa untuk mengalahkan pekerjaan ‘musuh’ serta hidup berkemenangan di dalam Dia.

Berkat yang kita terima, lengkap, sempurna karena sama seperti Yesus, kita ada di dunia ini. 1 Yohanes 4:17.
Yang perlu kita lakukan adalah memperbaharui pikiran kita dan menyelaraskannya dengan firman Allah. Lalu kita bertindak menghidupinya.

Berkat yang dapat kita nikmati dalam hidup ini berbanding lurus dengan pewahyuan pengetahuan kita akan firman Allah dan kehendak-Nya bagi hidup kita. Semakin selaras dengan-Nya, semakin berkelimpahan hidup kita dengan segala kebaikan yang telah dianugerahkan-Nya bagi kita.

Siap terima berkatnya?
Mari kita menghidupi kebenaran-Nya!

Provision and all spiritual blessings are already laid up for you. God has unlimited provision in Heaven’s storehouse. – Bill Winston.

Penyediaan Tuhan dan semua berkat rohani sudah disiapkan untuk Anda. Tuhan memiliki persediaan tak terbatas di gudang-Nya di Surga. – Bill Winston.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Dapatkah Anda Mempercayainya?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Dapatkah Anda Mempercayainya?

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: ”Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya.”
Lukas 1:18 TB

LUKA 1:5-25

Zakharia dan Elisabeth adalah orang-orang benar (ay. 6) yang berdoa agar memperoleh seorang anak selama bertahun-tahun. Mereka merasakan kekecewaan dan frustrasi yang sama seperti yang kita rasakan, namun mereka tetap percaya kepada Tuhan. Tuhan akhirnya menjawab doa mereka dan mengutus malaikat-Nya untuk mengumumkan kabar baik.

Apa reaksi Zakaria? Dia tidak bisa mempercayainya! Hal yang selama ini didoakan dikabulkan, tetapi dia ragu apakah itu benar? Dalam kasus Zakharia, dia tetap menerima mujizatnya. Mungkin iman istrinya telah menariknya keluar.

Demikian juga dengan kita, Anda mungkin berdoa untuk hal-hal yang benar. Bahkan mungkin Anda begitu tulus dan bersungguh hati, tetapi apakah Anda juga akan terkejut jika doa-doa itu tiba-tiba dijawab hari ini? Sudahkah Anda membuat persiapan agar doa Anda dikabulkan?

Sebelum anak-anak Israel benar-benar dibebaskan dari Mesir, mereka makan perjamuan paskah dengan iman. Perbekalan mereka sudah dikemas dan siap untuk pergi. Kita pun perlu mengantisipasi doa-doa kita dijawab.

Sekarang, bayangkan bagaimana perasaan Anda atau apa yang akan Anda lakukan jika jawaban atas doa-doa Anda dinyatakan saat ini juga.
Kemudian, sebisa mungkin mulailah berpikir dan bertindak seperti itu. Anda akan menemukan bahwa seluruh sikap Anda akan berubah saat Anda fokus pada jawaban Anda, bukan pada masalahnya

“Can You Believe It?” – Andrew Wommack.


Pepatah kuno, “Saat murid siap, guru pun muncul.”
Mengapa jawaban doa tak kunjung tiba?
Mungkin saja jawabannya, karena kita belum siap mengelola jawaban doa yang kita minta.

Kesimpulannya, saat mendoakan sesuatu, kita tidak menanti jawabannya tanpa berbuat apa-apa. Namun tambahkan pengetahuan, usaha atau apa saja yang diperlukan agar ketika jawaban doa tiba, anak yang didambakan lahir, kita sudah siap menjadi orangtua yang baik. Sudah memperlengkapi diri dengan pengetahuan bagaimana cara mendidik anak dengan baik.

Teringat pada penjelasan P. Iwan saat melihat cabang pohon durian di kebun kami.
“Pohon durian ini belum siap berbuah. Darimana saya tahu? Karena cabangnya masih kecil, belum kuat untuk menahan buahnya. Kalau cabang ini sudah kuat dan besar, barulah siap berbuah.”

Dengan cara yang sama, ketika Tuhan melihat kita telah siap, maka jawaban doa pun segera tiba.

Siap?

When you step out in faith, God will work!

Ketika Anda melangkah dengan iman, Tuhan akan bekerja!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 181 182 183 184 185 416