Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Mujizat Or Berkat – Pilih Mana?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mujizat Or Berkat – Pilih Mana?

Ada salah kaprah di kalangan umum yang mengira kalau orang mengalami mujizat itu berarti tingkat rohaninya tinggi.
Dulu saya pun beranggapan demikian.
Padahal justru sebaliknya.

DIENKKKKKK…..

Tuhan TERPAKSA melanggar hukum alam demi menolong kita, itu yang disebut mujizat.

Nach itu gunanya sekolah.
Mindset salah dibabat habis, digantikan dengan kebenaran.

Tuhan ingin setiap kita hidup dalam berkat anugerah Tuhan dengan cara mentaati perintah dan arahan dalam firman-Nya.
Sehingga berkat mengalir, kelihatannya natural, tetapi karena disertai Tuhan jadi Supernatural.

Contohnya, saya berbisnis dengan upaya 5. Secara natural mungkin hasilnya 6 atau 7, kan ada labanya.

Nach karena disertai Tuhan, Tuhan melipatgandakan jadi 30 kali lipat, misalnya.
Upaya 5 X 30 = 150.
Ini namanya hidup dalam berkat.

Ketika butuh beli bensin, duit ada dan cukup untuk beli bensin. Itu namanya hidup dalam berkat.

Mujizat bagaimana?
Karena ga ada uang untuk beli bensin, berdoa, gedor-gedor pintu surga.
Akhirnya, meski tangki bensin kosong, mobil tetap bisa berjalan sampai ke rumah.
Tuhan mem-by-pass hukum alam, seharusnya bensin habis mobil ya mogok. Tapi karena mujizat Tuhan, tetap bisa jalan sampai ke rumah.
Itu contoh mujizat.

Mujizat BUKAN yang terbaik dari Tuhan.
Yang terbaik dari Tuhan, ya anak-anak-Nya hidup dalam Berkat Anugerah Tuhan.
Tidak hanya punya cukup untuk memenuhi kehidupannya, bahkan masih punya extra untuk berbagi dengan orang lain.

Semua orang sama di mata Tuhan.
Kita berdoa dan percaya, maka kita menerima pertolongan yang kita butuhkan.
Tuhan itu sangat baik, melebihi apa yang bisa kita pikirkan.
Mujizat disediakan untuk semua orang.


Ada teman yang sedemikian terpesona dengan mujizat yang dialami oleh sebut saja namanya Ani, teman saya yang lain.
Ani menjadi sangat terkenal karena mujizat yang dialaminya, luput dari kematian dan beberapa kali mengalami pertolongan Supernatural.
Diundanglah Ani menjadi pembicara di sana sini.
Mengajar firman Tuhan, tidak hanya sekedar bersaksi menceritakan mujizat yang dialaminya.
Bahkan Ani seolah stagnan di sana, tidak ingin move-on, karena itulah modalnya menjadi pembicara.

Yang mengganjal, ternyata Ani tidak tertib soal keuangan.
Ketika dipercaya untuk mengelola uang orang lain, ternyata tidak beres.
Tentunya itu mencoreng nama Tuhan, karena yang diajarkan tentang Tuhan, yang dibahas firman Tuhan.
Koq gak selaras?
Karena karakternya belum dibentuk.

Ada God’s Way, cara Tuhan yang tersimpan dalam firman-Nya, agar kita bisa meraih kelimpahan yang Tuhan janjikan.
Salah satunya, Orang yang tidak dapat dipercaya dalam hal kecil, dia tidak bisa dipercaya dalam hal besar, kata Tuhan.

Mujizat BUKAN pertanda seseorang rohaninya tinggi, justru menunjukkan bahwa banyak hal-hal yang Tuhan kehendaki, yang belum dilakukan. Masih kurang bijaksana, dalam mengelola kehidupan karena itu butuh mujizat.


Guru-guru selalu mengajarkan, kita hanya bisa membagikan apa yang kita miliki. Jadilah Pelaku Firman Allah.
Kalau kita tidak punya pengalaman pribadi dengan Tuhan, apa yang bisa kita bagikan?

When you teach just from your mind, oftenly its only can impress people. (The result is Information)
But when you teach from abundant of your heart ( what you live it) its will impact people heart. (The result is Transformation) – Ps. Vlad Savchuck

Ketika Anda mengajar hanya dari pikiran Anda, hanya pengetahuan belaka yang membuat orang terkesan.
(Hasilnya sekedar Informasi).
Tetapi ketika Anda mengajar dari lubuk hati Anda, apa yang Anda hidupi, itu akan berdampak pada hati orang.
Ada kuasa yang mengalir, Hasilnya adalah Transformasi – mengubah kehidupan pendengarnya – Ps. Vlad Savchuck

Yang harus dikejar adalah perubahan karakter, agar semakin hari semakin menyerupai Allah.
Itu tujuan utama Allah menciptakan kita.
Menjadi teladan, contoh, cermin dari Allah sendiri.
Ini usaha seumur hidup hingga kita berjumpa dengan Allah di surga kelak.


Sebuah pepatah lama mengatakan,
“Jika Anda mengejar kupu-kupu, Anda tidak akan pernah bisa menangkapnya. Tapi jika kamu diam, kupu-kupu itu akan datang kepadamu.”

Ketika kita berdiam diri, mempersiapkan segala persyaratannya dan mematuhi perintah-perintah Allah, kita akan menyaksikan pembebasan Tuhan demi kita dan berkat-berkat-Nya akan datang ke atas kita serta menguasai kita. Tuhan menunjukkan cara-cara-Nya dan kita mentaatinya.

Salah satu yang Tuhan ajarkan, agar dapat menerima berkat-Nya, kita perlu memiliki Rumah Perbendaharaan alias Tabungan. Ke sanalah berkat diperintahkan Tuhan.
Ada cara dan jalan untuk memperoleh penggenapan janji Tuhan. Baik kesembuhan, kelimpahan, hikmat, hormat, kuasa dsb.
Pelajari dan taati. As simple as that.

Yuk…..

“Blessings are better than miracles. If you live your life from one miracle to the next, you will live from crisis to crisis. It’s better to be blessed with good health than to always need divine healing. God’s will is for us to walk in blessing.” ~ Andrew Wommack

“Berkat lebih baik daripada mujizat. Jika Anda menjalani hidup Anda dari satu mujizat kepada mujizat berikutnya, berarti Anda hidup dari satu krisis kepada krisis lainnya. Lebih baik diberkati dengan kesehatan yang baik daripada selalu membutuhkan penyembuhan ilahi. (Dalam hal keuangan juga). Kehendak Tuhan adalah agar kita berjalan di dalam anugerah Tuhan.” ~Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Karunia Firman-Nya VS Ketidakpercayaan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Karunia Firman-Nya VS Ketidakpercayaan

Pemberian yang paling penting dan kuat yang dapat Anda berikan kepada seseorang adalah Sabda Kehidupan. Firman menjadi daging untuk menunjukkan kasih Tuhan bagi dunia. Sang Sabda, Yesus, datang dengan misi memberikan firman dan kehidupan Allah kepada murid-murid-Nya yang kemudian akan mereka bawa ke dunia.

“Karena Aku telah memberi mereka kata-kata yang Engkau berikan kepada-Ku.” (Yoh. 17:8)

Yesus menyadari bahwa perkataan-Nya akan memecah belah manusia. Mereka membagi terang dan gelap.

“Aku telah memberi mereka firman-Mu. Dan dunia membenci mereka karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.” (Yoh. 17:14)

Semua yang mendengar dan menerima firman-Nya menerima hidup-Nya.

“Kata-kata yang saya ucapkan kepada Anda adalah roh dan kehidupan.” (Yoh. 6:63)

Semua yang menerima firman kebenaran-Nya dibebaskan dari kerusakan dan perbudakan dunia.

“Kata-katamu adalah kebenaran.” (Yoh. 17:17)
“Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran akan membebaskanmu.” (Yoh 8:32)

Firman Tuhan membawa sifat-Nya, Kuasa-Nya, otoritas-Nya, kasih-Nya, kasih karunia-Nya, kesembuhan-Nya, persediaan-Nya dan tujuan-Nya untuk hidup Anda. Kata-katanya adalah Roh dan hidup! Hanya hati yang keras yang dapat menghentikan kemenangan yang dapat dihasilkan oleh firman Tuhan.

Ketika malam tiba, mereka membawa kepada-Nya banyak orang yang kerasukan setan. Dan Dia mengusir roh-roh itu dengan sepatah kata, dan menyembuhkan semua orang yang sakit, (Matius 8:16)

Beri seseorang hadiah hari ini. Berikan kata-kata kehidupan dan kebenaran. Ucapkan firman-Nya tentang kehidupan dan kasih kepada orang lain.

Dan ketika mereka telah berdoa, tempat mereka berkumpul itu terguncang; dan mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus, dan mereka mengucapkan firman Allah dengan berani. (Kisah Para Rasul 4:31)

Firman adalah kekuatan yang menciptakan kembali, memulihkan dan memperbaharui mereka yang percaya dan menerimanya.

Akhirnya, saudara-saudara, doakanlah kami, agar firman Tuhan mengalir bebas dan dimuliakan, sama seperti kamu: (2 Tes. 3:1)


Ketika kita mengutip janji-janji Allah dan kemuliaan penebusan kita di dalam Kristus, atau ketika kita berbicara tentang kesembuhan dan umur panjang, terlalu sering tanggapan dari beberapa orang dimulai dengan ‘tetapi….bagaimana dengan…?’
‘Tetapi bagaimana dengan Bibi Sally siapa yang mati karena kanker?’
‘Tapi bagaimana dengan abdi Allah yang mengkhotbahkan itu dan kemudian meninggal?’
‘Tapi bagaimana dengan ini dan itu?’

Apa yang saya sadari, bahwa kata ‘tetapi’ ketika diucapkan sebagai tanggapan atas janji ilahi adalah manifestasi dari pikiran alami dan bahkan mungkin roh ketidakpercayaan.

Sampai kita dapat membaca janji-janji Tuhan dan mempercayainya tanpa otak kita berteriak ‘tetapi…!’ kita tahu bahwa kita masih mendekati-Nya dengan kekuatan kita sendiri dan dengan pikiran yang BELUM diperbaharui.

Terlalu sering kita membiarkan logika, ingatan dan perasaan kita membatasi janji-janji Tuhan.
“Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan.” (1 Kor. 2:14)

Tidak ada ‘tetapi’ dalam iman.
“Nah, iman adalah … bukti dari hal-hal yang tidak terlihat.” (Ibr. 11:1) ’Tetapi’ adalah bukti ketidakpercayaan yang masih ada.

Mazmur 91:14-16 (TB) “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

Tidak ada ‘tetapi!’
Jangan biarkan pikiran alami mencairkan janji spiritual. Alkitab dan janji Tuhan ADALAH Roh Kudus yang berbicara kepada Anda.
Jangan menolak Dia dengan mengatakan, “tetapi…”

Setuju???

Choose God’s Word over feelings for A BETTER LIFE – Andrew Wommack.

Pilih Firman Tuhan, BUKAN menuruti perasaan, untuk menciptakan KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK – Andrew Wommack.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Asuransi VS Iman, Perlukah Punya Asuransi?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Asuransi VS Iman
Perlukah Punya Asuransi?

” Bu Yenny, omong-omong apakah bu Yenny pernah membuat tulisan yang pernah berkaitan dengan kisah-kisah yang menyinggung asuransi? Jika ada, makasih banyak jika bisa dibagi..,” chat sahabat saya, Pak Pria Takari Utama, yang berprofesi sebagai notaris.

“Ada pak… saya post lagi…”


“Yenny, aku mau tanya tentang seputar kesehatan dan kuasa kesembuhan yang sudah ada dalam diri kita.
Apakah mempunyai asuransi kesehatan itu sesuai dengan kehendak Tuhan?,” tanya seorang teman.

“Saya punya asuransi kesehatan, bahkan saya ambil yang besar. Mumpung saya masih bisa, supaya tidak membebani anak-anak kelak. Asuransi ibarat payung. Sedia payung sebelum hujan. Kalau sudah sakit, mau cari asuransi sudah gak bisa.”

Guru-guru Charis di US, di negara maju, semua dicover asuransi.
Apakah artinya tidak beriman? Tidak juga.

Tuhan mengajar kita agar mempersiapkan diri, baik pada masa baik mau pun buruk.
Tindakan membeli asuransi itu sendiri tidak menunjukkan kurangnya kepercayaan kepada Tuhan; sebaliknya, ini menunjukkan perencanaan yang tepat. Tuhan ingin kita menafkahi keluarga kita dan memastikan keluarga kita terpelihara. Asuransi menjawab kebutuhan itu.


Greg Mohr, guru saya bercerita, pada tahun 1975, John Osteen, hamba Tuhan terkenal dunia, sakit jantung dan harus dioperasi. Saat dirawat rumah sakit menunggu jadwal operasinya, john mendengar Tuhan berkata,
“Pulanglah. Tidak perlu operasi. Aku akan menyembuhkanmu.”
Maka John Osteen pun taat. Dan dia sembuh secara supernatural.

Pada tahun 1986, jantung John Osteen bermasalah lagi. Kembali John Osteen ke rumah sakit.
Dan kali ini, John Osteen mendengar Tuhan menyuruhnya operasi. Maka dia pun operasi dan sembuh.

Banyak orang berkomentar,
“John Osteen tidak beriman. Dia operasi… Oh… “

Mereka terkejut dan kecewa. Seolah dunia bergoncang.
Padahal Iman timbul karena pendengaran, pendengaran akan perkataan Tuhan.
John Osten mendengar dan taat pada apa yang Tuhan katakan. John Osteen beriman.

Ada orang yang menganggap kalau minum obat, ke dokter, operasi berarti tidak beriman. Itu salah!
Dokter adalah alat Tuhan untuk menyembuhkan kita juga.
Tuhan bisa menyembuhkan melalui cara supernatural mau pun yang natural.

Tuhan menemui kita di setiap level iman yang kita miliki.
Kuncinya, Hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Apa Perintah Tuhan pada saat itu, taati! Follow God’s Way.

Nach John Osteen saat membutuhkan tindakan medis, karena semua sudah dicover asuransi, maka tidak mengganggu keuangan keluarga.
Inilah yang disebut orang yang bijak, mempersiapkan diri baik pada masa baik mau pun buruk, sesuai ajaran Tuhan.


Barry bennett bercerita, saat di Guatemala beliau sakit lever. Badannya sudah kuning semua. Obat dokter tidak membantu. Saat sedang menggali firman, ada firman yang seolah-olah hidup, janji Tuhan bahwa dia sudah sembuh.
Meski saat itu secara fisik semuanya masih sama, tetapi Barry yakin dia sudah sembuh. Itulah yang terjadi.

Pernah pula Barry Bennett bermasalah dengan matanya. Dan itu mengganggu saat dia harus mengajar. Meski sudah berulang kali Barry bertanya kepada Tuhan, tetapi dia tidak mendapatkan jawaban.
Apa yang Barry lakukan?
Dia operasi mata menuruti saran dokter. Sembuh.

Yang terakhir, Barry terkena kanker. Meski dokter bilang tidak ada harapan, namun Barry mendengar suara kecil di dalam hatinya, bahwa dia akan sembuh.
Barry tetap mengikuti prosedur dokter. Dioperasi, dan dichemotherapy. Meski dokter bilang kemungkinan kecil bisa sembuh, terbukti Barry sembuh. Mixed natural dan supernatural.

Yang natural di rumah sakit, tentu butuh biaya. Tetapi karena dicover asuransi, tidak mengganggu keuangan keluarga.

Raja Salomo mengajarkan, belajarlah kepada semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas.

Semut saja begitu bijak, menabung, menyimpan makanan untuk persediaan di musim panas, tentunya kita manusia, makhluk tertinggi yang diciptakan Tuhan haruslah lebih bijak lagi.
Cerdik seperti ular tetapi tulus seperti merpati.

Setuju?

Every experience God gives us, every person He puts in our lives is the perfect preparation for the future that only He can see – Corrie Ten Boom.

Setiap pengalaman yang Tuhan berikan kepada kita, setiap orang yang Dia tempatkan dalam hidup kita adalah persiapan yang sempurna untuk masa depan yang hanya dapat dilihat oleh Dia – Corrie Ten Boom.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pertukaran Di Kayu Salib & Harta Karun Milik Kita

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Pertukaran Di Kayu Salib & Harta Karun Milik Kita.

Hingga pagi ini, sudah beberapa hari, saya amat sangat terpukau dengan pewahyuan pengajaran yang saya terima dari Arthur Meintjes.
Hingga speechless dan saat merenungkannya, hanya bisa berulang-ulang berbisik,
“Terimakasih Tuhan. I love you full, meniru mbah Surip. Siapakah aku ini Tuhan, jadi biji mata-Mu?”

Meski saya sudah belajar bahwa keselamatan dan segenap janji-janji Tuhan, diberikan kepada saya dengan Gratis …Tis.. Tis.. Tis.. dan saya menerimanya melalui iman, kadang masih suka lupa.
Ketika ada masalah menimpa, otomatis pikiran menyodorkan pertanyaan:
“Dosa apa aku ini?”

Arthur dengan lugas menjelaskan bahwa pengorbanan Yesus di kayu salib itu sudah membayar semua dosa, penyakit, kemiskinan dan segala malapetaka yang bisa terjadi dalam hidup kita.
Bagian kita adalah Beriman Pada Karya Salib Kristus Yang Sudah Selesai, maka segala kelimpahan, kemakmuran, kesembuhan, kesehatan, hikmat dsb. kita terima secara natural.

Pengertian ini sebetulnya sudah berkali-kali saya terima dari guru-guru yang lain juga, tetapi Arthur menjelaskan hal dibawah ini,  yang membuat hati saya trenyuh:

Dalam Perjanjian Lama, orang-orang membawa persembahan penebus dosa berupa domba. Yang hendak ditebus, dosa orangnya, tetapi yang diperiksa oleh sang imam, adalah dombanya. Apakah dombanya bercacat atau tidak? Kalau tidak bercacat, persembahan diterima dan dosa diampuni.

Dalam Perjanjian Baru, korban yang dipersembahkan bukan domba melainkan Yesus sendiri. Pilatus dan Herodes saat mengadili Yesus, membuktikan: Tidak Bersalah alias Tidak Bercacat, tetapi disalibkan untuk menebus  dosa seluruh umat manusia.

Wow….
Berarti bukan dosa saya yang diperiksa. Yesus yang diperiksa. Tak bercacat. Asalkan saya beriman pada Karya Salib Kristus yang sudah selesai, saya tidak sekedar selamat masuk surga, tetapi saya berhak menerima semua janji-janji Allah.

Janji-janji Allah dalam hidup saya terealisasi, tidak tergantung seberapa baiknya saya, apakah saya sudah berdoa atau baca Alkitab? apakah tadi saya marah-marah? tetapi tergantung apakah saya beriman pada Karya Salib Kristus yang Sudah Selesai….!!!

Allah senantiasa berada di pihak kita, apa pun kondisinya. Pengertian yang membuat aman.

Begitu beriman, otomatis:
Kesembuhan…. Bagian saya
Kelimpahan….. Bagian saya
Hikmat, damai sejahtera & sukacita … Bagian saya, syaratnya hanya karena saya beriman.
Yeaaaaayyyyy ….. Sungguh melegakan!
Yess… Yess… Yess…..
Janji Tuhan, Ya dan Amin.

Bagaimana dengan dosa dan masa lalu kita?
Karma. Demikian yang kerap saya dengar sejak kecil, jika terjadi sesuatu yang buruk. Akibatnya, ketakutan kerap menghantui.

Arthur menjelaskan masa lalu saya sudah dihapus tuntas. Masa lalu saya tidak berpengaruh lagi. Masa lalu saya dihapus diganti Salib Kristus. Setiap menoleh ke belakang, yang saya lihat adalah Salib-Nya.
Merdeka!!!

Berita hebatnya lagi, apa pun yang kita butuhkan, you name it, sebut saja yang kita butuhkan, semua sudah tersedia di kayu salib. Kita tinggal mengambilnya, melalui iman kita.

Mau berita yang lebih hebat lagi?
Sekarang kita bisa menerima semua penggenapan janji-janji Tuhan di Perjanjian Lama, dengan cara Perjanjian Baru.
Maksudnya?

Ulangan 28:1-14 (TB) 
“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
Dan seterusnya…

Janji-janji ini luar biasa bukan?
Nach dulu saya suka galau, apakah saya benar-benar mendengarkan suara Tuhan dan memenuhi syarat untuk menerima penggenapan janji ini?

Ternyata, dengan beriman pada karya salib Kristus, janji-janji luar biasa dalam Perjanjian Lama ini, otomatis memenuhi syarat untuk digenapi dalam hidup saya….
Wow betapa dahsyatnya!!!!

Tidak hanya janji dalam ulangan 28, tetapi kita berhak menerima semua janji-janji-Nya, hanya dengan beriman pada Karya Salib Kristus Yang Sudah Selesai. Inilah yang disebut dengan Grace, Anugerah.


Yang lebih dahsyat lagi, ketika Lahir Baru, Roh Allah tinggal dalam roh kita. Dimeteraikan oleh Roh Kudus. 1/3 dari diri kita, bagian roh kita itu sudah kekal. Hanya jiwa dan tubuh kita masih yang lama.

Sekarang kesembuhan Ilahi, kesehatan Ilahi, hikmat, kemakmuran, kelimpahan bahkan kuasa yang membangkitkan Yesus, ada di dalam roh kita.

Jadi kita tidak mencari jawaban doa di luar sana, tetapi cukup melihat ke dalam roh kita.
Lalu memperbaharui pikiran kita sesuai firman Tuhan, renewing our mind ( roma 12:2). Ketika jiwa dan roh kita sepakat dengan firman-Nya, maka janji firman Tuhan termanifestasi ke dalam tubuh dan alam natural kita.

As He is so are we in this world (1 Yohanes 4: 17b)
Sama seperti Yesus kita ada di dunia ini.

Firman Tuhan itu Ya dan Amin. Berkuasa mencipta sesuai yang dikatakannya.
Bagian kita adalah Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.

Cari Tuhan dan kebenaran-Nya, ikuti jalan-jalan-Nya, semua yang kita butuhkan, akan secara natural menjadi milik kita.

Renungkan dan resapi.
Begitu banyak orang yang merasa kebenaran ini terlalu sederhana, terlalu bagus untuk menjadi kenyataan too good to be true hingga mereka justru tidak percaya dan menolaknya.

Itulah esensi kekristenan. Semua karena anugerah dan diterima dengan iman.
So simple…
Mau?

Jesus paid a tremendous price for us so we could have abundant life. He willingly took all of our sin on Himself and gave His life on the cross so we could be forgiven and have new life in Him.-Joyce Meyer.

Yesus membayar harga yang sangat mahal untuk kita, agar kita bisa memiliki hidup yang berkelimpahan.  Dia rela menanggung semua dosa kita ke atas diri-Nya dan memberikan hidup-Nya di kayu salib agar kita bisa diampuni dan memiliki hidup baru di dalam Dia. – Joyce Meyer.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tersinggung, Beranikah Kita Mengatasi Akar Permasalahannya?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tersinggung, Beranikah Kita Mengatasi Akar Permasalahannya?

Siapa yang pernah tersinggung?
Saya pun tunjuk jari!

Setiap orang punya masa lalu dan perasaan tidak aman (insecure) pada levelnya masing-masing. Itu yang menjadi filter saat kita berhubungan dengan orang lain. Akibatnya, banyak ketersinggungan yang terjadi.

Menurut Arthur Meintjes, 87% keberhasilan dalam hidup terkait langsung dengan kemampuan  kita bergaul  dengan orang lain. Sedangkan 90-95% dari orang-orang ini adalah orang yang merasa tidak aman (insecure) dalam tingkat menengah dan parah.

Sadarkah kita bahwa sesungguhnya dalam komunikasi sebuah hubungan,  kita tidak membicarakan fakta yang sebenarnya? Tetapi kita membicarakan persepsi masing-masing tentang fakta tersebut. Ibaratnya kalau kita memakai kacamata merah, semua nampak merah. Mengenakan kacamata hitam, semua kelihatan gelap.

Roberto Bolano mengatakan,
“People see what they want to see and what people want to see never has anything to do with the truth. – Orang-orang melihat apa yang ingin mereka lihat dan apa yang ingin dilihat orang, tidak pernah ada hubungannya dengan kebenaran.”

Karena itu jika persepsinya sudah negatif, -kacamata/filternya sudah negatif-, semua kelihatannya juga negatif, sesuai yang diinginkannya. Dan itu tidak ada hubungannya dengan kebenaran fakta yang terjadi.

“Ingatlah bahwa manusia adalah manusia. Bukan hal yang membuat kita tersinggung yang menjadi masalah, melainkan cara kita merespon terhadap apa yang menyinggung perasaan kita, yang menjadi masalahArthur Meintjes menjelaskan.

Fakta lain yang jarang disadari, bahwa segala sesuatu tidak mempunyai arti, hingga kita memberikan arti.


Disadari atau tidak, setiap orang punya Blind-Spot dalam hidupnya.
Kita tidak menyadarinya..
Termasuk saya…

Hingga seorang sahabat baik mengoreksi kalimat yang kadang saya ucapkan, tanpa sadar saya tidak yakin dengan kemampuan anak saya. Kekhawatiran seorang ibu.

Saya terhenyak!
Padahal selama ini saya berpikir, saya positif sekali terhadap anak-anak. Lalu sadar akan hal itu, segera saya mengubah perkataan saya.

Secara khusus, mendeklarasikan dalam sesi doa saya, mengatakan keyakinan saya pada anak-anak dengan kalimat yang tegas sebagai pernyataan iman.
Beberapa minggu kemudian, doa terjawab!
Yeaaaayyyy…..

Kita butuh koreksi agar segera memperoleh solusi.

Jika kita terus berkutat dgn masalah yang sama terus menerus, mungkin koreksi dan berubah itu kunci solusinya.


“The definition of insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results.”

Definisi kegilaan adalah melakukan hal yang sama berulang kali dan mengharapkan hasil yang berbeda.”

Artinya, agar mendapatkan hasil yang berbeda, kita Harus Bersedia Berubah, istilah vulgarnya, Bersedia Dikoreksi.
Dan semestinya, perubahan, perbaikan itu dilakukan dengan sengaja dan konsisten.

Sebagai orang yang mengaku beriman dan mengasihi Allah, kewajiban kita adalah Memperbaharui Pikiran kita sesuai Firman Allah – Renewing Our Mind – yang artinya, mengubah pikiran kita hari demi hari, dikoreksi agar semakin selaras dengan Firman Tuhan dan menjadi serupa dengan Allah.
Itu kunci agar kita bisa menikmati hidup kita di bumi seperti di surga.

Mau? Yuk….

“All problems become smaller when you confront them instead of dodging them.” – William F. Halsey.

Semua masalah menjadi lebih kecil saat Anda menghadapinya, alih-alih menghindarinya.” – William F. Halsey

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 127 128 129 130 131 410