Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Small Things Matters

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Small Things Matters!

Saya mengenal sahabat baru ini di sebuah persekutuan doa. Ternyata istrinya membuat sus durian yang lezat. Dalam beberapa kesempatan, saya sengaja memesan sus durian buatannya karena saya suka menikmati sesuatu yang lezat bersama teman-teman. Serasa lebih lezat ketika dinikmati bersama teman-teman yang saya kasihi. Alasan lain, daripada saya memesan kue buatan orang yang tidak kenal, lebih baik memberkati teman sendiri.

Sesuatu yang menarik, saya biasa order, langsung tanya harus transfer berapa plus ongkir. Sahabat saya check biaya gojek. Ternyata ongkir 18 ribu karena jarak cukup dekat dari rumahnya. Saya segera mentransfer uangnya.

Pada hari H, ada WA. Ternyata karena membayar dengan Go-Pay ada discount sehingga ongkir hanya 13 ribu. Dia mengirim screenshot buktinya. Ah… cuma beda 5 ribu. Saya bilang gak usah dipikirin.

Lama berselang setelah kejadian itu, saya memesan sus durian lagi. Sahabat saya tidak lupa dengan kelebihan uang 5 ribu itu, meski saya lupa, dipotongkannya dalam jumlah uang yang harus saya transfer.

Saya sungguh bangga memiliki sahabat yang berintegritas yang tinggi. Berkali-kali saya mengalami, teman yang katanya cinta Tuhan, tetapi ketika dipercaya untuk arrange sesuatu, mengambil keuntungan pribadi.
Saya belajar membedakan jika sedang berbisnis, tentu saja saya mengambil untung, tetapi kalau saya dimintai tolong, apalagi dengan teman, saya anti mengambil komisi. Lebih baik terbuka, ini ada charge tambahan atau tidak. Pantang saat dipercaya orang lain lalu mengambil komisi secara diam-diam. Jangan sampai jumlah uang yang tidak seberapa lalu merusak nama baik dan mengecewakan.
Tindakan kita berbicara lebih keras daripada seribu kotbah, demikian kata orang bijak.


Semakin ke belakang, semakin dekat hubungan dengan Tuhan, semakin jelas saya melihat hal-hal kecil yang tersembunyi. Alarm-Nya nyaring terdengar!
Ada teman-teman yang bahasanya manis legit, seolah betapa penting saya bagi dirinya, tetapi ketika makin ke belakang, saya tahu kata-katanya hanya basa-basi. Tentu ada ‘maksud’ dibalik ungkapannya.
Saya hanyalah salah satu yang ‘diopeni, ‘di-maintain’ untuk kepentingan pribadinya.

Sakit hati? NO!
Saya mengambil keputusan jauh-jauh hari sebelumnya, Tidak Akan Sakit Hati, Pahit Hati, Tersinggung, Offended atau apa pun istilahnya. Melainkan menjaga hati tulus, bersih dan jujur di hadapan Tuhan & manusia, karena dari hatilah terpancar kehidupan. Dan orang yang murni hatinya yang dapat melihat Allah. Sepadan hasilnya!

Penting untuk mengambil keputusan sebelum terjadi, begitu ada serangan, prinsip sudah tegak berdiri. Ini pembelajaran yang saya peroleh.

Prinsip yang diajarkan untuk dihidupi:
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Mudah? Tidak tapi terus belajar!
Cerdik seperti ular tetapi tulus seperti merpati.
Jangan mau dibodohi, dimanfaatkan dan ditipu, tetapi tetap mengasihi dengan tulus, baik, murah hati, tidak merugikan or mengambil keuntungan dari orang lain. Jika memberi nasehat, tempatkan diri di sepatu orang itu.

Itu targetnya. Menyeimbangkannya butuh hikmat Tuhan.
Jika mengaku beriman, percaya Tuhan, seyogyanya orang lain melihat karakter Allah yang terpancar melalui kita, bukan?


Ada teman-teman yang ketika mengungkapkan fakta: ABC, hanya menekankan pada C saja.
Ketika kita menekankan C secara berlebihan, diberi Bold, stabilo, maka tanpa sadar menggiring orang lain melihat secara tidak seimbang. Akhirnya, pendengar bisa mengambil kesimpulan pribadi yang salah. Tersesat akibat penyajian fakta yang tidak balance.

“Lho aku gak pernah ngomong seperti itu …. Orang itu yang mengambil kesimpulan sendiri.”

Pastikan kita menjadi pembawa berita kebenaran yang seimbang. Jangan membiarkan orang lain terperosok ke dalam selokan karena info kita yang ‘kurang’ akurat.

Contoh lainnya, “Mana ada B. Yenny tanah di Jakarta yang harganya 1 jutaan?”
Betul kalimat itu, exactly, tapi menyesatkan!
Masalahnya, tanah yang ditawarkan itu BUKAN di Jakarta tapi di Tangerang Pelosok. Bagi orang dari daerah, biasa menganggap Jabodetabek = Jakarta.
Tapi setelah tinggal di sini sadar, Tangerang itu BUKAN Jakarta.

Alangkah baiknya, jika kita bertanya kepada diri sendiri:
– Apa motivasi saya mengungkapkan fakta secara tidak seimbang? Berbasa-basi dengan manis legit? Memberi info yang hanya setengah benar?
– Bisakah orang lain tersesat karenanya?
– Siapa yang diuntungkan jika ‘ketersesatan’ itu terjadi?
– Kita betul-betul mau melayani orang lain, atau demi kepentingan kita sendiri, karena butuh penonton yang bertepuk tangan? Butuh massa, yang mendukung kredibilitas agar bisa meraih peluang lain yang menguntungkan secara pribadi?

Motivasi itu beda tipis pada awalnya, tetapi endingnya akan beda jauh.
Banyak orang yang sudah bosan dengan institusi yang menamakan diri pelayanan, memakai nama Tuhan, tetapi ujung-ujungnya untuk kepentingan pribadi.

Peluang bagi kita, yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, menunjukkan bahwa kita tulus, tanpa ada motif tersembunyi, sepenuh hati mengasihi….

Mau? YUK…. Jadilah yang langka!

The proof of spiritual maturity is not how pure you are but awareness of your impurity. That very awareness opens the door to grace. – Phillips Brooks.

Bukti kedewasaan spiritual bukanlah seberapa murninya Anda, melainkan Kesadaran akan Ketidakmurnian Anda. Kesadaran itu sendiri membuka pintu Anugerah. – Phillips Brooks.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Simplicity….. Is Really Important!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Simplicity….. Is Really Important!

Simplicity is the ultimate sophistication” – Leonardo Da Vinci.
Kesederhanaan adalah kecanggihan tertinggi,
demikian ungkapan Leonardo Da Vinci – pelukis Italia, pemahat, arsitek terkenal di jaman Renaissance. Karyanya terbukti dan bisa dinikmati hingga kini.

Teringat akan Kwik Kian Gie, ekonom, politisi dan mantan menteri yang menjelaskan tentang devaluasi dengan ilustrasi nasi goreng …. Wow suka!
Sehingga orang awam paham tentang apa yang terjadi.

Nach saya benar-benar suka kesederhanaan, sehingga saya pun berusaha menulis dengan cara yang sederhana, diberi ilustrasi, agar mudah dimengerti.

Hanya hal-hal yang dimengerti yang menginspirasi seseorang untuk berubah serta menjadi lebih baik.

Pembaca Seruput Kopi Cantik kerap berkomentar, suka membaca Seruput Kopi Cantik karena mudah dimengerti. Dan hidup mereka berubah. Ini yang terpenting!

Saya punya buaanyak sahabat yang suka chat, melaporkan pertumbuhan pribadi dan rohaninya, sembuh dari sakit, diskusi masalahnya, lalu mengalami terobosan ekonomi karena praktik prinsip-prinsip yang tertulis di Seruput Kopi Cantik…. padahal kami belum pernah berjumpa sekali pun juga….. Unik ya?

The Power of Social Media…. kita bisa mempengaruhi orang-orang yang tidak terpikirkan. Kebahagiaan yang tak ternilai harganya ketika menyadari, hidup kita berdampak dan berarti bagi orang lain.
“Gak bisa jadi matahari, ya jadi lilin kecil yang menerangi sekelilingmu, kata Mother Teresa.


“Mengapa cinta sekali Sekolah Charis?”, beberapa teman keheranan.

Bayangkan, hal-hal yang dulunya di awang-awang, – bagaimana kesembuhan bisa terjadi, terobosan ekonomi, damai sejahtera, bebas dari ketakutan serta wrong thinking, bagaimana kuasa Allah bisa dilayankan, dsb – sekarang dengan perubahan pola pikir, dibimbing oleh guru-guru yang sudah terlebih dahulu mengalaminya, mengikuti kurikulum yang jelas, teratur serta mudah, – bisa kita pelajari dan yang lebih penting lagi, kita mengalaminya!
Simple & Reachable.

Di sekolah, bertemu dengan komunitas yang serius mengejar Tuhan agar dapat membangun hubungan yang intim serta berkualitas dengan Allah.
Tidak mudah mendapatkan komunitas seperti ini.
Yang berani saling mengoreksi, saling bergandengan tangan, agar bisa tumbuh bersama serta naik level.

Mengalami gesekan?
Pasti. Jika ingin besi menajamkan besi, ya harus rela digesek, dibentuk, terus mengarahkan tujuan agar selaras dengan targetnya, karakter dibentuk menjadi serupa dengan Allah. Tidak ada gaun cantik tercipta, tanpa kain trrluka kena gunting.

“Bu Yenny, saya sudah diberkati koq baca Seruput Kopi Cantik….gak usah sekolah.”

“Itu baru dapat ‘teaser’-nya saja sudah diberkati. Apalagi klo dapat ‘main-course’ alias makanan utamanya. Hidup kita langsung berubah drastis.”


Terakhir ini saya berjumpa dengan orang yang cara berpikirnya koq ‘mbulet’, ‘ruwet’ bak benang kusut yang gak ketahuan ujung pangkalnya.
Langsung Tepok Jidat….. gubbbrraaaaakkkk….

Hubungan dengan Allah yang sederhana: terima saja firman-Nya, taati dan rasakan hasilnya!
As simple as that, tiba-tiba pertanyaannya:
“Kalau begini bagaimana?”
“Kalau begitu bagaimana?”
“Mengapa tidak begini or begitu?”
Pertanyaannya melebar ke mana-mana …bak filsuf.
Orang ini beranggapan, makin ruwet, pertanda makin pintar.
Yang dicari, orang yang mampu memuaskan logika pikirannya.
Critical Thinking.
Bukan belajar karena mau taat & praktik …

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran.”

God has guarded His Word so that only the pure in heart can see its secrets. All other efforts will fail. – Winkie Pratney

Tuhan menjagai Firman-Nya sehingga Hanya Orang yang MURNI Hatinya yang Dapat Melihat Rahasianya. Semua upaya lain akan gagal. – Winkie Pratney

Manusia terdiri dari 3 bagian:
– Roh,
– Jiwa (Pikiran, Emosi, Kehendak & Imajinasi) dan
– Tubuh.

Jatidiri kita yang sesungguhnya adalah Manusia Roh.

Yang bikin ruwet Pikirannya alias jiwanya, mencoba merasionalisasi tentang Tuhan sesuai dengan logikanya.
Arena Pertempuran ada di Pikiran Manusia.

Padahal Iman itu ada di dalam Roh, Allah tinggal di dalam roh orang yang percaya, di dalam roh hanya ada Firman Tuhan.
Tempatnya berbeda. Artinya, gak ketemu Tuhan klo dicari dengan pikiran, logika dsb.

Prinsip Tuhan itu jelas: Selaraskan Pikiran dengan Firman Tuhan, sehingga Pikiran Tunduk Kepada Allah.
Ketika Roh dan Pikiran Sepakat dengan Firman Allah, maka apa yang dijanjikan oleh Firman itu akan termanifestasi di alam natural.

Belajar tentang Tuhan, meski hafal Firman di kepala, TANPA memperoleh Revelation/Pewahyuan dan TANPA Hubungan Pribadi dengan Tuhan, Tidak Ada Kuasa Allah yang Mengalir!

Orang yang teorinya ruwet, kelihatan intelek, jagoan, belum tentu saat berdoa hasilnya sepadan dengan teorinya.

Andrew Wommack terkenal doanya pendek dan sederhana,
Andrew mendoakan Hannah Terradez yang berusia 3.5 tahun dan menderita penyakit autoimun dan allegi langka yang mematikan, Eosinophilic Enterophathy. Penyakit langka, di mana eosinofil dapat menyusup ke berbagai lapisan dinding usus.
Hannah sudah berulangkali didoakan tetapi tidak sembuh. Hingga suatu ketika didoakan Andrew Wommack dan sembuh.

Apa rahasianya?
Andrew menjelaskan, banyak orang saat melihat situasi Hannah yang sangat tidak menjanjikan, bahkan sangat buruk, antara hidup dan mati, meski mereka berdoa tetapi hati mereka panik.
Bukan doa yang dilandasi oleh iman.
Bagi Tuhan, tidak ada sakit berat dan sakit ringan.
Andrew berdoa dengan fokus pada kemampuan Tuhan, penuh iman percaya bahwa Tuhan ingin semua orang sehat, maka Hannah pun sembuh secara supernatural.

Kuncinya, Hati yang Percaya Penuh Iman, BUKAN pikiran yang rumit.

Lebih baik orang yang tahu sedikit, tetapi hatinya tulus, ingin taat dan melakukan firman-Nya, justru dia yang menerima kesembuhan & kelimpahan Tuhan.

Motivasi kita dalam melakukan sesuatu Lebih Penting daripada apa yang kita lakukan. Manusia melihat apa yang kasat mata, tetapi Tuhan Melihat Hati!


Ada orang yang Book – Smart (pintar dengan belajar dari sekolah, buku dll) dan ada yang Street – Smart (pintar karena pengalaman).
Terbukti dalam kehidupan, orang yang lulus Cum-Laude, jagoan secara teori, belum tentu sukses mempraktekkan ilmunya dalam kehidupan. IQ saja tidak cukup.

Banyak yang lulus Cum-Laude, justru bekerja pada pengusaha yang saat kuliah hanya di tingkat rata-rata saja.
Tetapi pengusaha ini mampu menerapkan sedikit ilmunya, diramu dengan sikap, karakter yang baik, kemampuan bergaul, kemampuan menangkap peluang dan memanfaatkannya dengan sangat baik. Sukses!

Di keluarga kami, terbiasa berpikir praktis, hasilnya apa? Endingnya ke mana? Apakah sudah terbukti?
Kalau bisa disederhanakan, mengapa mesti dibikin ruwet?
Kami suka Hasil – Bukti Bukan Janji!
Yang dibicarakan strategi praktis, bukan teori yang rumit.


Bersyukur hidup di jaman di mana resources sangat berkelimpahan. Kita bisa mendengarkan pengajaran yang baik dan ‘Bergaul’ secara tidak langsung dengan tokoh-tokoh dunia yang terbukti sukses dan menjadi teladan kehidupan.

Saya berdoa minta Tuhan mengarahkan apa yang perlu saya pelajari?
Ternyata Tuhan TIDAK mengarahkan untuk belajar pada yang heboh-heboh. Tetapi justru membawa saya belajar hal-hal yang sangat mendasar dengan Mindset yang Benar.
Padahal rasanya sudah tahu, saat dikupas lagi, dengan sikap hati mau belajar dan berubah, ternyata selama ini saya tahu tetapi sikap hati dalam melakukannya kurang tepat.

Tuhan mengirimkan guru-guru kehidupan yang mengupas hal-hal berat dengan cara sederhana, dan terbukti hasilnya!
Hidup jadi jelas: hitam putih… So simple. So clear.

Hhhmm…hidup jadi enteng!!
Pertanyaannya:
Anda pilih yang mana?

Simplicity is the ultimate sophistication. It takes a lot of hard work to make something simple, to truly understand the underlying challenges and come up with elegant solutions. Simplicity, It’s not just minimalism or the absence of clutter. It involves digging through the depth of complexity. To be truly simple, you have to go really deep. Simplicity, You have to deeply understand the essence of a product in order to be able to get rid of the parts that are not essential. – Steve Jobs.

Kesederhanaan adalah kecanggihan tertinggi. Dibutuhkan banyak kerja keras untuk membuat sesuatu yang sederhana, untuk benar-benar memahami tantangan yang mendasarinya dan menghasilkan solusi yang elegan. Kesederhanaan, Bukan hanya minimalis atau tidak adanya kekacauan. Ini melibatkan menggali kedalaman kompleksitas. Untuk menjadi benar-benar sederhana, Anda harus masuk sangat dalam. Kesederhanaan, Anda harus memahami secara mendalam esensi suatu produk agar dapat menyingkirkan bagian-bagian yang tidak esensial. – Steve Jobs.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

JOHN DONNELLY & ANDREW WOMMACK : We Are Someone’s Miracle.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

JOHN DONNELLY & ANDREW WOMMACK : We Are Someone’s Miracle.

Tiba-tiba Tuhan mendorong saya menonton Youtube Andrew Wommack & John Donnelly, gembala di Andrew Wommack International Ministry.
John akhir minggu ini akan melayani di Charis Jakarta.
Menonton dan mendengarkan percakapan tokoh-tokoh hebat ini, membuat hati saya berkobar-kobar, bukti Tuhan hadir di sini. Firman-Nya bekerja, menjamah hati ini. Saya terpukau…. Thrill My Heart!

John Donnelly membahas sesungguhnya Yesus tahu persis murid-murid akan meninggalkan dia, bahkan Yudas akan menyerahkan, mengkhianati Dia, tetapi Yesus melihat Melampaui Apa yang Kasat Mata, Yesus Tetap Membasuh Kaki Murid-Murid-Nya….

Terharu…..

Yesus Melihat Potensi murid-murid di kemudian hari. Akhirnya mereka belajar, bertumbuh menjadi rasul-rasul yang luar biasa, kecuali Yudas Iskariot yang memilih bunuh diri, bukannya bertobat.
Demikian juga Yesus melihat kita, melampaui kegagalan & betapa tidak bagusnya kita, tetapi Yesus mengasihi, menerima serta menunggu kita bertumbuh.
Kita pun akan menjadi saksi-Nya yang luar biasa, jika mengijinkan Tuhan memakai hidup kita dengan cara Full of Word & Full of Spirit, penuh Firman dan penuh dengan Roh kudus. Berpikir, bertindak, berpikir sesuai firman-Nya.


Saya sudah berulangkali membaca Ezra 10: 1-4 tetapi tidak menemukan sesuatu yang spektakuler, hingga John mengupasnya.

Ezra 10:2 (TB) Maka berbicaralah Sekhanya bin Yehiel, dari bani Elam, katanya kepada Ezra: “Kami telah melakukan perbuatan tidak setia terhadap Allah kita, oleh karena kami telah memperisteri perempuan asing dari antara penduduk negeri. Namun demikian sekarang juga masih ada HARAPAN bagi Israel.” dst.

Sekhanya memberi harapan kepada Ezra ketika sedang menangisi, menyesali perbuatan Israel dalam debu.
Terlepas dari keadaan yang demikian terpuruk, sekarang juga masih ada HARAPAN bagi Israel. Menurut John, Sekhanya bak Lone Ranger, cowboy Texas yang muncul membela kebenaran lalu menghilang.

Sekhanya arti namanya dalam Bahasa Ibrani, Yahweh Has Taken Up Residence, Allah Telah Mengambil Tempat Tinggal -, muncul hanya sekali untuk memberikan Harapan.
Wow….

Dimana Yesus tinggal sekarang ini?
Di dalam Anda dan saya, orang-orang yang sudah lahir baru, yang memiliki perjanjian Covenant. Artinya, Harapan tinggal di dalam kita, senantiasa ada di dalam kita.
Yeaaaayyyy…..

John bercerita bagaimana 2 Raja-Raja 13 membahas Raja Israel, Yoahas dan 2 Raja-Raja 14 membahas Raja Yehuda, lalu tiba-tiba out of nowhere, di dalam 2 Raja-Raja 13:21, muncul kisah Elisa.
Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun.
Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.

“Mujizat yang mengagumkan, tulang Elisa yang mati bisa membangkitkan orang hidup kembali, namun di sisi lain, tragis karena masih ada kehidupan yang dibawa mati oleh Elisa,” John Donnelly menjelaskan,
“Seharusnya kita “Live Full and Die Empty”, di surga tidak butuh kesembuhan, pemulihan, tidak butuh kata-kata pengetahuan, kemampuan membedakan roh dsb. Kita di dunia ini yang membutuhkannya. Tuhan mendepositkan banyak potensi, talenta, kemampuan di dalam kita agar disalurkan kepada sesama kita. Banyak diantara kita yang tidak menyadari, apa yang ada di dalam kita, itu dibutuhkan oleh orang lain. Kita adalah jawaban doa serta mujizat seseorang….”

“Betul sekali John… kebanyakan orang hanya berpikir tentang dirinya sendiri. Aku… aku dan aku…
Cara hidup yang benar dalam menjalani kehidupan ini, dengan memberikan diri kita sebagai hadiah kepada orang lain. Kita adalah jawaban doa seseorang,” Andrew Wommack menimpali.

“Pemahaman ini seharusnya untuk membangunkan gereja dari tidurnya, karena banyak sekali potensi yang tertidur di dalam gereja, seharusnya gereja menjadi jawaban bagi masyarakat” kata John.

“John, kamu mengenal saya selama beberapa dekade, sejak saya bukan siapa-siapa dan orang tidak mau datang dalam seminar saya, demikian juga dengan kamu, John. Kita ini bukan siapa-siapa dan nothing special about me tetapi karena Tuhan ada di dalam kita, segala pencapaian ini bisa terjadi. Dan sesungguhnya setiap orang yang lahir baru, memiliki potensi yang sama,” ujar Andrew.

Pernah suatu ketika ada seseorang yang dengan penuh kekaguman menyentuh tangan Andrew,
“Oh Andrew …. ini benar-benar Andrew Wommack.”

Dengan enteng Andrew menjawab,
“Kamu melihat saya luar biasa karena kamu belum meluangkan waktu yang cukup dengan Yesus….”
DIEEENNNKKK….

Paulus memberikan apa pun dalam dirinya, died empty, mati dengan kosong – hingga saat menjelang kematiannya, barang-barangnya dibagikan kepada orang-orang. Urusan-urusan semua orang dibereskan.
Demikian juga Yesus, saat disalib sebelum meninggal, dia melayani penjahat di sebelahnya dan meminta Yohanes merawat ibunya, Maria. Di puncak penderitaan-Nya, Yesus masih memikirkan orang lain.
Jesus died empty.
Yesus mati dalam keadaan kosong. It is Finished!
Seharusnya hidup yang demikian yang kita teladani.

“John, meski kamu menubuatkan banyak orang tetapi kamu tidak pernah menonjolkan diri. Bahkan cenderung membuat dirimu tidak kelihatan, kamu mementingkan orang lain. Seyogyanya demikianlah kita menggunakan potensi yang kita miliki, fokusnya pada kepentingan orang lain, bukan diri kita sendiri,” demikian komentar Andrew tentang John Donnelly, “Saya tidak pernah berdoa agar saya diberkati, saya sudah cukup. Tetapi saya mengembangkan diri demi kepentingan orang lain. Karena itu doa saya agar Tuhan Memakai saya, Please God, use me…”

Hhhmmmm… sungguh tidak sabar menantikan kesempatan mendengarkan John Donnelly secara langsung. Tidak hanya untuk mendengarkan pengajarannya, tetapi menerima transfer spirit dari tokoh yang hidupnya layak kita teladani.
Bagaimana Pendapat Anda?

For I have come that you may have fullness of life (John 10:10), now go and live life to the full! For gladness and joy will overtake you (Isaiah 51:11)because I have filled your heart with great joy.(Psalm 4:7). Walk with me, talk with me and let me show you the plans and purposes I have for you, and I will make all these be successful. (Psalm 20:4) – Ps. John Donnelly

Karena Aku datang agar kamu memiliki kepenuhan hidup (Yohanes 10:10), sekarang pergilah dan jalani hidup sepenuhnya! Karena kegembiraan dan sukacita akan menguasaimu (Yesaya 51:11) karena Aku telah memenuhi hatimu dengan sukacita yang besar. (Mazmur 4:7). Berjalanlah dengan-Ku, berbicaralah dengan Aku dan izinkan Aku menunjukkan kepadamu rencana dan tujuan yang Aku miliki untukmu, dan Aku yang akan membuatnya berhasil.(Mazmur 20:4) – Ps. John Donnelly

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Simplicity….. Is Important!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Simplicity….. Is Important!

“Simplicity is the ultimate sophistication” – Leonardo Da Vinci.
Kesederhanaan adalah kecanggihan tertinggi, demikian ungkapan Leonardo Da Vinci – pelukis Italia, pemahat, arsitek terkenal di jaman Renaissance. Karyanya terbukti dan bisa dinikmati hingga kini.

Teringat akan Kwik Kian Gie, ekonom, politisi dan mantan menteri yang menjelaskan tentang devaluasi dengan ilustrasi nasi goreng …. Wow suka!
Sehingga orang awam paham tentang apa yang terjadi.

Nach saya benar-benar suka kesederhanaan, sehingga saya pun berusaha menulis dengan cara yang sederhana, diberi ilustrasi, agar mudah dimengerti.

Hanya hal-hal yang dimengerti yang menginspirasi seseorang untuk berubah serta menjadi lebih baik.

Pembaca Seruput Kopi Cantik kerap berkomentar, suka membaca Seruput Kopi Cantik karena mudah dimengerti. Dan hidup mereka berubah. Ini yang terpenting!

Saya punya buaanyak sahabat yang suka chat, melaporkan pertumbuhan pribadi dan rohaninya, sembuh dari sakit, diskusi masalahnya, lalu mengalami terobosan ekonomi karena praktik prinsip-prinsip yang tertulis di Seruput Kopi Cantik…. padahal kami belum pernah berjumpa sekali pun juga….. Unik ya?

The Power of Social Media…. kita bisa mempengaruhi orang-orang yang tidak terpikirkan. Kebahagiaan yang tak ternilai harganya ketika menyadari, hidup kita berdampak dan berarti bagi orang lain.
“Gak bisa jadi matahari, ya jadi lilin kecil yang menerangi sekelilingmu, kata Mother Teresa.


“Mengapa cinta sekali Sekolah Charis?”, beberapa teman keheranan.

Bayangkan, hal-hal yang dulunya di awang-awang, – bagaimana kesembuhan bisa terjadi, terobosan ekonomi, damai sejahtera, bebas dari ketakutan serta wrong thinking, bagaimana kuasa Allah bisa dilayankan, dsb – sekarang dengan perubahan pola pikir, dibimbing oleh guru-guru yang sudah terlebih dahulu mengalaminya, mengikuti kurikulum yang jelas, teratur serta mudah, – bisa kita pelajari dan yang lebih penting lagi, kita mengalaminya!

Di sekolah, bertemu dengan komunitas yang serius mengejar Tuhan agar dapat membangun hubungan yang intim serta berkualitas dengan Allah.
Tidak mudah mendapatkan komunitas seperti ini.
Yang berani saling mengoreksi, saling bergandengan tangan, agar bisa tumbuh bersama serta naik level.

Mengalami gesekan?
Pasti. Jika ingin besi menajamkan besi, ya harus rela digesek, dibentuk, terus mengarahkan tujuan agar selaras dengan targetnya, menjadi serupa dengan Allah.
Jika orang di luaran melihat kita, langsung tahu ….
‘Hhmmm…. beneran nich Serupa dengan Allah …. tulus, tidak ada motif tersembunyi’, itu ukurannya.
Orang – orang pun ingin mengenal Allah.

“Bu Yenny, saya sudah diberkati koq baca Seruput Kopi Cantik….gak usah sekolah.”

“Itu baru dapat ‘teaser’-nya saja sudah diberkati. Apalagi klo dapat ‘main-course’ alias makanan utamanya. Hidup kita langsung berubah drastis.”


Terakhir ini saya berjumpa dengan orang yang cara berpikirnya koq ‘mbulet’, ‘ruwet’ bak benang kusut yang gak ketahuan ujung pangkalnya.
Langsung Tepok Jidat….. gubbbrraaaaakkkk….

Hubungan dengan Allah yang sederhana: terima saja firman-Nya, taati dan rasakan hasilnya!
As simple as that, tiba-tiba pertanyaannya:
“Kalau begini bagaimana?”
“Kalau begitu bagaimana?”
“Mengapa tidak begini or begitu?”
Orang ini merasa makin ruwet, pertanda makin pintar. Critical Thinking bak orang Farisi.
Bukan belajar karena mau taat & praktik …

“Apa tujuanmu, hasil apa yang akan kamu capai? Klo terus seperti ini, Ending kamu di mana? Jangan cuma teori, Buktikan dulu pencapaianmu!”, komentar saya.

Belajar tentang Tuhan, meski hafal Firman di kepala, TANPA memperoleh Revelation/Pewahyuan dan TANPA Hubungan Pribadi dengan Tuhan, Tidak Ada Kuasa Allah yang Mengalir!

Lebih baik orang yang tahu sedikit, tetapi hatinya tulus, ingin taat dan melakukan firman-Nya, justru dia yang menerima kesembuhan & kelimpahan Tuhan.
Motivasi kita dalam melakukan sesuatu Lebih Penting daripada apa yang kita lakukan. Manusia melihat apa yang kasat mata, tetapi Tuhan Melihat Hati!


Ada orang yang Book – Smart (pintar dengan belajar dari buku, sekolah dll) dan ada yang Street – Smart (pintar karena pengalaman).
Terbukti dalam kehidupan, orang yang lulus Cum-Laude, jagoan secara teori, belum tentu sukses mempraktekkan ilmunya dalam kehidupan.
Banyak yang lulus Cum-Laude, justru bekerja pada pengusaha yang saat kuliah hanya di tingkat rata-rata saja.
Tetapi pengusaha ini mampu menerapkan sedikit ilmunya, diramu dengan sikap, karakter yang baik, kemampuan bergaul, kemampuan menangkap peluang dan memanfaatkannya dengan sangat baik. Sukses!

Kami sekeluarga terbiasa berpikir praktis, hasilnya apa? Endingnya ke mana? Apakah sudah terbukti?
P. Indra, suami saya suka membangun entah pabrik or renovasi. Time Schedulesnya teratur sekali, disusun sedemikian rupa sehingga tidak bertabrakan, efisien dan hemat.
Penghematannya terukur, kualitasnya jauh lebih baik dan waktunya lebih cepat.
Ada ukuran yang jelas. Hasilnya kasat mata.
Kalau bisa cara berpikirnya justru seperti Mac Gyver, – seperti P. Hendri & P. Indra- bisa menggunakan apa yang ada, untuk menggantikan apa yang tidak ada. Kreatif. Pokoknya hasilnya terbukti.

Kalau bisa disederhanakan, mengapa mesti dibikin ruwet?
Kami suka Bukti Bukan Janji!
Yang dibicarakan strategi praktis, bukan teori yang rumit.


Bersyukur kita hidup di jaman di mana resources sangat berkelimpahan. Kita bisa mendengarkan pengajaran yang baik dan ‘Bergaul’ secara tidak langsung dengan tokoh-tokoh dunia yang terbukti sukses dan menjadi teladan kehidupan.

Saya berdoa minta Tuhan ajarin apa yang perlu saya pelajari?
Ternyata Tuhan TIDAK mengarahkan untuk belajar pada yang heboh-heboh. Tetapi justru membawa saya belajar hal-hal yang sangat mendasar dengan Mindset yang Benar.
Padahal rasanya sudah tahu, saat dikupas lagi, dengan sikap hati mau belajar dan berubah, ternyata selama ini saya tahu tetapi sikap hati dalam melakukannya kurang tepat.

Tuhan mengirimkan guru-guru kehidupan yang mengupas hal-hal berat dengan cara sederhana, dan terbukti hasilnya!
Hidup jadi jelas, hitam putih… so simple. So clear.
Hhhmm…hidup jadi enteng!!
Pertanyaannya:
Anda pilih yang mana?

Simplicity is the ultimate sophistication. It takes a lot of hard work to make something simple, to truly understand the underlying challenges and come up with elegant solutions. Simplicity, It’s not just minimalism or the absence of clutter. It involves digging through the depth of complexity. To be truly simple, you have to go really deep. Simplicity, You have to deeply understand the essence of a product in order to be able to get rid of the parts that are not essential. – Steve Jobs.

Kesederhanaan adalah kecanggihan tertinggi. Dibutuhkan banyak kerja keras untuk membuat sesuatu yang sederhana, untuk benar-benar memahami tantangan yang mendasarinya dan menghasilkan solusi yang elegan. Kesederhanaan, Bukan hanya minimalis atau tidak adanya kekacauan. Ini melibatkan menggali kedalaman kompleksitas. Untuk menjadi benar-benar sederhana, Anda harus masuk sangat dalam. Kesederhanaan, Anda harus memahami secara mendalam esensi suatu produk agar dapat menyingkirkan bagian-bagian yang tidak esensial. – Steve Jobs.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Perasaan atau Iman?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Perasaan atau Iman?

Seringkali kita check & recheck perasaan kita atau gejala penyakit yang kita rasakan, untuk menentukan apakah sudah sembuh atau mengevaluasi apa yang akan kita lakukan. Itulah respon alami orang-orang dunia. Dosa Adam membuat kita diperbudak oleh akal sehat atau logika kita. Menganggap apa yang ditangkap oleh pancaindera sebagai ‘fakta’

Tetapi ‘Fakta’ itu BUKAN KEBENARAN.
Surat kabar & berita di TV itu ‘Fakta Hari Ini’
Besok pagi, sudah berganti dengan ‘Fakta yang lain’
Fakta Dunia SELALU BERUBAH.
Berbeda dengan Firman Tuhan yang TIDAK BERUBAH, DULU, SEKARANG DAN SELAMA-LAMANYA.
Kesimpulan:
Firman Tuhan adalah KEBENARAN SEJATI (TRUTH).


Ketika Lahir Baru, kita memasuki dimensi kehidupan yang baru, menjadi Ciptaan yang Baru, warga negara Kerajaan Allah. Roh Allah dengan segala kekayaan-Nya, bahkan kuasa yang membangkitkan Yesus dari kematian pun sekarang ada di dalam roh kita. Tidak lagi dibatasi oleh perasaan dan pancaindera kita.

2 Korintus 5:7 (TB) — sebab hidup kami ini adalah hidup karena PERCAYA, BUKAN karena MELIHAT —

Iman merupakan akibat dari hubungan pribadi kita dengan Allah yang tak terlihat.
Kita meninggikan Firman Tuhan di atas perasaan dan indera kita. Dan memilih tidak tunduk pada gejala/symptom, melainkan memilih menetapkan Kebenaran sebagai keputusan akhir dalam kehidupan kita.

Memang kepala masih pusing, tetapi saya tahu Oleh Bilur-Bilur Kristus, saya SUDAH sembuh.
Ketika kita Memutuskan Yakin kita SUDAH SEMBUH, Sepakat dengan Firman-Nya, maka kesembuhan Ilahi yang ada di dalam roh kita, kemudian akan termanifestasi secara natural ke dalam tubuh jasmani kita.

Kesembuhan Ilahi itu ada di Dalam Roh. Karena itu, ada orang yang sudah didoakan, penyakitnya sudah diperintahkan pergi, tercampak ke dalam laut sesuai dengan Markus 11: 23.
Lalu orang itu melihat kepada tubuhnya, simptom masih ada ga? Tanda kesembuhan kelihatan ga?
Ya gak kelihatan.
Why?
Kesembuhan di dalam roh tetapi orang itu cek pada tubuhnya.

Markus 11:23 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung (Penyakit) ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal TIDAK BIMBANG hatinya, tetapi PERCAYA, bahwa APA YANG DIKATAKANNYA AKAN TERJADI, maka HAL ITU AKAN TERJADI BAGINYA.

Kapan sembuhnya?
Ketika Percaya & Tidak Bimbang Hatinya.
Hal itu terjadi Baginya!
Bagi orang yang percaya & tidak bimbang, itu syaratnya.

Ketika Pikiran kita diperbaharui sesuai dengan Firman Tuhan, maka jiwa bersepakat dengan roh, lalu kesembuhan termanifestasi ke dalam tubuh.

Yang perlu diperhatikan, Tidak Semua Kesembuhan itu Instan.
Ketika sedang menanti manifestasi kesembuhan, kita harus berdiri teguh di atas janji firman Tuhan dan tetap berpegang bahwa saya Sudah Sembuh.

Kehidupan seperti itu tersedia bagi semua orang percaya, tetapi hanya sedikit yang memilih untuk hidup seperti ini.
Sisanya mencari Tuhan setengah hati, atau memperlakukan Tuhan seperti payung, yang hanya dicari saat hujan turun.

“Ketika saya melawan kanker, menjadi sangat jelas bagi saya bahwa saya hidup di tiga level secara bersamaan.
? Tubuh saya memiliki gejala dan sensasi.
? Jiwa saya (pikiran, kemauan, emosi) bagaikan roller coaster setiap hari.
? Tapi semangat saya adalah di mana kemenangan itu berada.
Di dalam roh, saya memiliki iman dan kedamaian.
Saya tahu saya akan hidup dan tidak mati.
Sementara tubuh dan emosi saya sering berubah, saya memilih untuk hidup dari roh saya. Iman adalah sesuatu yang rohani”, demikian Barry Bennett menjelaskan.

Terbukti Barry Bennett sembuh meski diagnosa dokter seolah tanpa harapan.

Nah, iman adalah inti dari hal-hal yang diharapkan, bukti dari hal-hal yang tidak terlihat. (Ibr. 11:1)

“Bukti dari hal-hal yang tidak terlihat” adalah realitas spiritual. Realitas di dalam roh.
Secara kasat mata, tidak kelihatan.
Iman bukanlah ketika indra dan perasaan semuanya sama dan sempurna. Iman mengambil tempat dari apa yang tidak sempurna (secara kasat mata terlihat sakit) namun kita tetap berpegang pada janji Tuhan oleh Bilur-Bilur-Nya kita sudah sembuh, sampai akhirnya ‘fakta’ sejalan dengan Firman Tuhan.

. . . Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. 2 Korintus 4:18 (TB)

Kapasitas untuk “melihat yang tak terlihat” adalah unik bagi orang percaya.
Kita tidak dibatasi oleh panca indera. Kita memiliki roh iman (2 Kor. 4:13).

Meluangkan waktu untuk “melihat” kemenangan adalah kunci untuk berjalan dengan iman, bukan dengan melihat secara kasat mata.
Merenungkan janji-janji Tuhan sampai janji-janji itu terkandung di dalam hati kita, merupakan tempat “melihat” itu terjadi. The power of imagination.
Begitu ada konsepsi alias pemahaman, maka “mengetahui bahwa saya sudah sembuh” tercipta dalam hati , dan akhirnya menerima. Inilah Iman.


Saya suka sekali menggunakan contoh P. Ashang yang stroke 6 tahun tetapi sekarang sudah bisa berjalan dan bekerja kembali. Dan P. Hatta yang sembuh dari Leukimia dan Bipolar, bahkan sudah dirujuk masuk rumah sakit jiwa karena bipolar tidak boleh sendirian di rumahnya.

Saya belajar tidak suka yang berputar-putar dengan teori yang berat-berat. Saya orang yang praktis, mau lihat hasilnya.
Jadi yang saya cari apa rahasianya mereka bisa sembuh? Lalu bagaimana caranya?

  1. Mereka berdua Mengambil Keputusan Mau Sembuh.
  2. Mereka fokus pada Firman Tuhan serta menghidupinya.
    Setiap pagi mereka join Doa Berbahasa Lidah, di mana setiap pagi kami berdoa bersama berbahasa roh, sang pemimpin mendeklarasikan Firman Tuhan.
    Setelah 45 menit berdoa, lalu Perjamuan Kudus mengingatkan akan Karya Salib Kristus yang Sudah Selesai.
    Rabu mereka ikut Club, pendalaman Alkitab. Hari minggu rutin, konsisten beribadah.
    Mereka rutin merenungkan firman-Nya dan bertindak sesuai apa yang mereka pelajari.
    Firman Tuhan itu Ya & Amin. Kalau seseorang Sudah Full os Spirit & Full of Word, dipenuhi oleh Roh dan Firman, kesembuhan tinggal tunggu waktu termanifestasi.
    Wow…. rupanya ini rahasianya.

Kita teladani yuk….

‘I foresaw the Lord always before my face, For He is at my right hand, that I may not be shaken. Acts 2:25 NKJV.

Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Kisah Para Rasul 2:25 TB

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 126 127 128 129 130 410