Articles

Perasaan atau Iman?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Perasaan atau Iman?

Seringkali kita check & recheck perasaan kita atau gejala penyakit yang kita rasakan, untuk menentukan apakah sudah sembuh atau mengevaluasi apa yang akan kita lakukan. Itulah respon alami orang-orang dunia. Dosa Adam membuat kita diperbudak oleh akal sehat atau logika kita. Menganggap apa yang ditangkap oleh pancaindera sebagai ‘fakta’

Tetapi ‘Fakta’ itu BUKAN KEBENARAN.
Surat kabar & berita di TV itu ‘Fakta Hari Ini’
Besok pagi, sudah berganti dengan ‘Fakta yang lain’
Fakta Dunia SELALU BERUBAH.
Berbeda dengan Firman Tuhan yang TIDAK BERUBAH, DULU, SEKARANG DAN SELAMA-LAMANYA.
Kesimpulan:
Firman Tuhan adalah KEBENARAN SEJATI (TRUTH).


Ketika Lahir Baru, kita memasuki dimensi kehidupan yang baru, menjadi Ciptaan yang Baru, warga negara Kerajaan Allah. Roh Allah dengan segala kekayaan-Nya, bahkan kuasa yang membangkitkan Yesus dari kematian pun sekarang ada di dalam roh kita. Tidak lagi dibatasi oleh perasaan dan pancaindera kita.

2 Korintus 5:7 (TB) — sebab hidup kami ini adalah hidup karena PERCAYA, BUKAN karena MELIHAT —

Iman merupakan akibat dari hubungan pribadi kita dengan Allah yang tak terlihat.
Kita meninggikan Firman Tuhan di atas perasaan dan indera kita. Dan memilih tidak tunduk pada gejala/symptom, melainkan memilih menetapkan Kebenaran sebagai keputusan akhir dalam kehidupan kita.

Memang kepala masih pusing, tetapi saya tahu Oleh Bilur-Bilur Kristus, saya SUDAH sembuh.
Ketika kita Memutuskan Yakin kita SUDAH SEMBUH, Sepakat dengan Firman-Nya, maka kesembuhan Ilahi yang ada di dalam roh kita, kemudian akan termanifestasi secara natural ke dalam tubuh jasmani kita.

Kesembuhan Ilahi itu ada di Dalam Roh. Karena itu, ada orang yang sudah didoakan, penyakitnya sudah diperintahkan pergi, tercampak ke dalam laut sesuai dengan Markus 11: 23.
Lalu orang itu melihat kepada tubuhnya, simptom masih ada ga? Tanda kesembuhan kelihatan ga?
Ya gak kelihatan.
Why?
Kesembuhan di dalam roh tetapi orang itu cek pada tubuhnya.

Markus 11:23 (TB) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung (Penyakit) ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal TIDAK BIMBANG hatinya, tetapi PERCAYA, bahwa APA YANG DIKATAKANNYA AKAN TERJADI, maka HAL ITU AKAN TERJADI BAGINYA.

Kapan sembuhnya?
Ketika Percaya & Tidak Bimbang Hatinya.
Hal itu terjadi Baginya!
Bagi orang yang percaya & tidak bimbang, itu syaratnya.

Ketika Pikiran kita diperbaharui sesuai dengan Firman Tuhan, maka jiwa bersepakat dengan roh, lalu kesembuhan termanifestasi ke dalam tubuh.

Yang perlu diperhatikan, Tidak Semua Kesembuhan itu Instan.
Ketika sedang menanti manifestasi kesembuhan, kita harus berdiri teguh di atas janji firman Tuhan dan tetap berpegang bahwa saya Sudah Sembuh.

Kehidupan seperti itu tersedia bagi semua orang percaya, tetapi hanya sedikit yang memilih untuk hidup seperti ini.
Sisanya mencari Tuhan setengah hati, atau memperlakukan Tuhan seperti payung, yang hanya dicari saat hujan turun.

“Ketika saya melawan kanker, menjadi sangat jelas bagi saya bahwa saya hidup di tiga level secara bersamaan.
? Tubuh saya memiliki gejala dan sensasi.
? Jiwa saya (pikiran, kemauan, emosi) bagaikan roller coaster setiap hari.
? Tapi semangat saya adalah di mana kemenangan itu berada.
Di dalam roh, saya memiliki iman dan kedamaian.
Saya tahu saya akan hidup dan tidak mati.
Sementara tubuh dan emosi saya sering berubah, saya memilih untuk hidup dari roh saya. Iman adalah sesuatu yang rohani”, demikian Barry Bennett menjelaskan.

Terbukti Barry Bennett sembuh meski diagnosa dokter seolah tanpa harapan.

Nah, iman adalah inti dari hal-hal yang diharapkan, bukti dari hal-hal yang tidak terlihat. (Ibr. 11:1)

“Bukti dari hal-hal yang tidak terlihat” adalah realitas spiritual. Realitas di dalam roh.
Secara kasat mata, tidak kelihatan.
Iman bukanlah ketika indra dan perasaan semuanya sama dan sempurna. Iman mengambil tempat dari apa yang tidak sempurna (secara kasat mata terlihat sakit) namun kita tetap berpegang pada janji Tuhan oleh Bilur-Bilur-Nya kita sudah sembuh, sampai akhirnya ‘fakta’ sejalan dengan Firman Tuhan.

. . . Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. 2 Korintus 4:18 (TB)

Kapasitas untuk “melihat yang tak terlihat” adalah unik bagi orang percaya.
Kita tidak dibatasi oleh panca indera. Kita memiliki roh iman (2 Kor. 4:13).

Meluangkan waktu untuk “melihat” kemenangan adalah kunci untuk berjalan dengan iman, bukan dengan melihat secara kasat mata.
Merenungkan janji-janji Tuhan sampai janji-janji itu terkandung di dalam hati kita, merupakan tempat “melihat” itu terjadi. The power of imagination.
Begitu ada konsepsi alias pemahaman, maka “mengetahui bahwa saya sudah sembuh” tercipta dalam hati , dan akhirnya menerima. Inilah Iman.


Saya suka sekali menggunakan contoh P. Ashang yang stroke 6 tahun tetapi sekarang sudah bisa berjalan dan bekerja kembali. Dan P. Hatta yang sembuh dari Leukimia dan Bipolar, bahkan sudah dirujuk masuk rumah sakit jiwa karena bipolar tidak boleh sendirian di rumahnya.

Saya belajar tidak suka yang berputar-putar dengan teori yang berat-berat. Saya orang yang praktis, mau lihat hasilnya.
Jadi yang saya cari apa rahasianya mereka bisa sembuh? Lalu bagaimana caranya?

  1. Mereka berdua Mengambil Keputusan Mau Sembuh.
  2. Mereka fokus pada Firman Tuhan serta menghidupinya.
    Setiap pagi mereka join Doa Berbahasa Lidah, di mana setiap pagi kami berdoa bersama berbahasa roh, sang pemimpin mendeklarasikan Firman Tuhan.
    Setelah 45 menit berdoa, lalu Perjamuan Kudus mengingatkan akan Karya Salib Kristus yang Sudah Selesai.
    Rabu mereka ikut Club, pendalaman Alkitab. Hari minggu rutin, konsisten beribadah.
    Mereka rutin merenungkan firman-Nya dan bertindak sesuai apa yang mereka pelajari.
    Firman Tuhan itu Ya & Amin. Kalau seseorang Sudah Full os Spirit & Full of Word, dipenuhi oleh Roh dan Firman, kesembuhan tinggal tunggu waktu termanifestasi.
    Wow…. rupanya ini rahasianya.

Kita teladani yuk….

‘I foresaw the Lord always before my face, For He is at my right hand, that I may not be shaken. Acts 2:25 NKJV.

Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Kisah Para Rasul 2:25 TB

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Takut?”
Preparation Time Is Never Wasted Time.
World’s Way VS God’s Way – Sisi Lain Iri Hati & Persaingan.