Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
APA ARTINYA HIDUP DIPIMPIN ROH KUDUS?
Banyak orang membayangkan hidup dipimpin Roh Kudus berarti setiap pagi menunggu instruksi:
“Tuhan, hari ini saya harus ke mana?”
“Harus telepon siapa?”
“Beli yang ini atau yang itu?”
“Lewat jalan A atau jalan B?”
Lalu kalau tidak mendengar apa-apa, bingung.
“Waduh… jangan-jangan saya tidak peka.”
Padahal hidup dipimpin Roh Kudus tidak berarti kita berhenti berpikir, berhenti membuat rencana, lalu menunggu suara Tuhan untuk setiap keputusan kecil.
Amsal 16:9 berkata,
“Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.”
Menarik sekali.
Alkitab tidak menentang planning.
Kita membuat itinerary, menyusun bisnis, memilih sekolah, merencanakan investasi, mengatur keuangan, menentukan jadwal, bahkan memikirkan apa yang akan kita makan nanti malam.
Normal.
Roh Kudus bukan diberikan untuk menggantikan kemampuan berpikir kita. Dia menolong, mengajar dan menuntun kita, sementara pikiran kita terus diperbarui oleh Firman.
Karena itu, hidup dipimpin Roh Kudus bukan berarti,
“Saya tidak berani bergerak sampai Tuhan mengatakan sesuatu.”
Justru kita belajar berjalan dalam terang yang sudah kita miliki, menggunakan hikmat yang Tuhan berikan, sambil menjaga hati tetap mudah diarahkan.
Moving, yet steerable.
Bergerak, tetapi tetap mudah diarahkan.
Bayangkan menggunakan GPS.
Kita tidak parkir di pinggir jalan sambil berkata, “Saya tidak mau bergerak sebelum GPS memberitahukan seluruh perjalanan dari awal sampai akhir.”
Kita mulai berjalan.
Kalau ternyata perlu perubahan arah,
Recalculating…
Belok.
Tidak perlu drama.
Demikian juga perjalanan bersama Tuhan.
Kadang kita begitu takut salah.
“Bagaimana kalau keputusan saya keliru?”
“Bagaimana kalau ternyata bukan kehendak Tuhan?”
“Bagaimana kalau saya tidak mendengar Roh Kudus?”
Akhirnya bukannya dipimpin Roh Kudus, kita justru dipimpin ketakutan untuk berbuat salah.
Padahal Roma 8:14 mengatakan,
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”
Perhatikan identitasnya: anak Allah.
Kita tidak sedang berusaha menjadi cukup peka supaya Tuhan bersedia menjadi Penuntun kita. Kita adalah anak-anak-Nya dan Roh Kudus tinggal di dalam kita.
Keamanan kita bukan terletak pada kemampuan kita untuk tidak pernah salah membaca arah.
Keamanan kita terletak pada kesetiaan Sang Penuntun.
Wow!
Itu membuat hati rileks.
Lalu bagaimana Roh Kudus memimpin?
Pertama-tama, jangan mencari tuntunan yang bertentangan dengan Firman.
Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. Dia tidak akan menuntun kita berlawanan dengan Firman yang Dia inspirasikan.
Kalau Firman sudah jelas, kita tidak perlu berdoa mencari “izin khusus”.
Kita tidak perlu berkata, “Tuhan, apakah saya perlu mengampuni dia?”
Firman sudah jelas.
Tidak perlu menunggu rhema khusus untuk hidup dalam kasih, berlaku jujur, mengampuni, menjaga perkataan, atau melakukan yang benar.
Lakukan terang yang sudah kita miliki.
Dalam perkara yang tidak dijelaskan secara spesifik oleh Firman, gunakan hikmat.
Misalnya memilih investasi, membeli rumah, menentukan sekolah, mengembangkan bisnis, atau memutuskan ke mana kita hendak memberi.
Kita boleh mengumpulkan informasi, melihat buahnya, mempertimbangkan risiko, meminta nasihat orang yang bijaksana, lalu mengambil keputusan.
Tidak setiap keputusan perlu diawali kalimat,
“Tuhan berkata kepada saya…”
Kadang kita memang menerima tuntunan yang jelas. Ada inward witness, damai di dalam hati, atau justru sebuah check yang membuat kita berhenti.
Tetapi kadang tidak ada sesuatu yang spektakuler.
Kita hanya mempunyai Firman, hikmat, fakta yang tersedia, dan hati yang damai.
Berjalanlah.
Kolose 3:15 mengajar agar damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati kita. Namun damai bukan berarti sekadar merasa nyaman. Keinginan pribadi pun bisa terasa nyaman. Karena itu inward witness tetap perlu diuji dengan Firman dan hikmat.
Semakin kita memenuhi hati dengan Firman, semakin kita mengenal cara Tuhan berpikir.
Mirip seorang istri yang sudah puluhan tahun hidup bersama suaminya. Kadang belum perlu suaminya berbicara panjang lebar, ia sudah tahu, “Oh, dia pasti tidak suka yang begini.”
Mengapa?
Karena mengenal.
Demikian juga kepekaan kepada Roh Kudus bertumbuh melalui fellowship.
Bukan karena kita semakin ahli mengejar tanda, tetapi karena semakin mengenal Tuhan.
Dan hidup dipimpin Roh Kudus sebenarnya sangat membumi.
Saat seseorang menyebalkan, mungkin tuntunan-Nya sederhana: jangan membalas.
Saat rencana berubah, jangan langsung marah.
Saat ingin mengambil keputusan besar, jangan tergesa-gesa.
Saat muncul dorongan untuk memberkati seseorang, lakukan dengan hikmat.
Saat hati terasa tidak tenang mengenai sebuah keputusan, jangan abaikan begitu saja. Berhenti sejenak, berdoa, periksa kembali.
Saat semuanya berjalan lancar?
Nikmati dan bersyukur.
Bahkan ketika sedang liburan, makan enak, menonton film, bekerja, berolahraga, atau bercanda bersama keluarga, kita tidak sedang keluar dari kehidupan rohani.
Roh Kudus tetap tinggal di dalam kita.
Kita bisa sesekali mengarahkan hati,
“Lord, You are here.”
Kalau bertemu orang yang membutuhkan kesabaran,
“Love them through me.”
Kalau rencana berubah,
“Guide my response.”
Kalau harus mengambil keputusan,
“Give me wisdom.”
Sederhana.
Hidup dipimpin Roh Kudus bukan hidup tegang sambil terus bertanya, “Tuhan ngomong apa sekarang?”
Tetapi kehidupan yang semakin selaras dengan Firman, menggunakan hikmat, mengenali inward witness, dan tetap mudah dikoreksi ketika Tuhan mengarahkan berbeda.
Plan wisely.
Walk peacefully.
Remain teachable.
Rencanakan dengan bijaksana. Berjalanlah dengan damai. Dan jagalah hati tetap mudah diajar.
Kalau ternyata arah berubah?
Tidak perlu panik dan merasa gagal mendengar Tuhan.
Belok saja.
The Guide is still with us.
“For as many as are led by the Spirit of God, these are sons of God.” – Apostle Paul, Romans 8:14.
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” – Rasul Paulus, Roma 8:14.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiFirmanTuhan #yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #RasaSyukur
“Hidup dipimpin Roh Kudus bukan berarti takut melangkah sebelum mendapat instruksi khusus. Kita berjalan dengan Firman dan hikmat yang sudah dimiliki, sambil menjaga hati tetap mudah diarahkan-Nya.” – Yenny Indra
“Being led by the Holy Spirit does not mean being afraid to move without a special instruction. We walk in the Word and wisdom we already have, while keeping our hearts easy for Him to redirect.” – Yenny Indra
Yenny Indra
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Anda Mungkin Suka Juga
Menikmati MRT Perdana
Februari 23, 2019
Good Bye Murphy’s Law
Desember 18, 2018
