KETIKA KEKUATAN MANUSIA MENCAPAI BATASNYA
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
KETIKA KEKUATAN MANUSIA MENCAPAI BATASNYA
Siapa yang tidak mengenal Sir Anthony Hopkins Aktor legendaris Hollywood, pemenang dua Academy Awards melalui The Silence of the Lambs dan The Father.
Namun siapa sangka, di balik ketenaran dan kemampuan aktingnya yang luar biasa, Hopkins pernah menghadapi musuh yang tidak mampu dikalahkannya dengan kekuatannya sendiri.
Kecanduan alkohol!
Pada Desember 1975, Hopkins mengemudi dalam keadaan mabuk berat hingga tidak menyadari apa yang dilakukannya. Ketika tersadar, ia ngeri membayangkan bahwa dirinya bisa saja menewaskan satu keluarga.
Hopkins akhirnya mengakui bahwa ia membutuhkan pertolongan.
Ia mendatangi Alcoholics Anonymous (AA). Seorang wanita di sana bertanya, mengapa ia tidak mencoba mempercayai Tuhan?
Hopkins menceritakan, sejak saat itu dorongan kuat untuk minum alkohol yang selama ini menguasainya menghilang. Sejak 29 Desember 1975, ia tidak lagi mengonsumsi alkohol.
Wuih… luar biasa!
Ada sesuatu yang menarik dari Alcoholics Anonymous.
Organisasi ini menggunakan sebuah doa terkenal yang dikaitkan dengan teolog Reinhold Niebuhr, disebut The Serenity Prayer, atau Doa Keteduhan.
“God grant me the serenity to accept the things I cannot change, courage to change the things I can, and wisdom to know the difference.”
“Tuhan, berikanlah kepadaku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah, dan hikmat untuk membedakan keduanya.”
Perhatikan, ada tiga hal penting: ketenangan, keberanian, dan hikmat.
Ketenangan untuk mengakui kenyataan. Keberanian untuk mengambil tindakan. Dan hikmat untuk mengetahui perbedaannya.
Bagi seorang pecandu alkohol, langkah pertama yang penting adalah berhenti menyangkal bahwa dirinya mempunyai masalah.
Namun pengakuan saja tidak cukup. Diperlukan keputusan untuk mencari pertolongan dan menjalani proses pemulihan.
Nach, pengalaman Hopkins mengingatkan saya pada sesuatu yang jauh lebih mendasar dalam kekristenan.
Yesus tidak datang sekadar untuk memperbaiki perilaku manusia. Dia datang untuk memberikan kehidupan yang baru!
2 Korintus 5:17 (TB): Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Apa artinya?
Ketika seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, rohnya dilahirkan kembali. Ia menerima natur baru di dalam Kristus.
Bukan sekadar manusia lama yang dipoles agar kelihatan lebih baik.
Saya teringat ilustrasi sederhana tentang babi dan domba.
Babi senang berkubang di lumpur. Kita bisa memandikannya, menyemprotnya dengan parfum mahal, bahkan memasangkan pita yang cantik.
Wuih… babi yang keren!
Tetapi begitu ada kesempatan, ia akan kembali berkubang di lumpur.
Why?
Karena naturnya tetap babi!
Berbeda dengan domba. Ketika terjatuh ke lumpur, domba mungkin menjadi kotor. Tetapi berkubang di lumpur bukanlah kesenangannya.
Masalahnya bukan sekadar kotor atau bersih, melainkan natur yang berbeda.
Demikian pula ketika kita lahir baru.
Tuhan tidak sekadar membersihkan kehidupan lama kita. Dia menjadikan kita ciptaan baru di dalam Kristus.
Namun perhatikan, bukan berarti setelah lahir baru, semua kebiasaan buruk otomatis lenyap.
Roh kita sudah diperbarui, tetapi pikiran masih perlu diperbarui sesuai Firman Tuhan.
Roma 12:2 mengajarkan agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia, melainkan berubah melalui pembaruan pikiran.
Inilah sebabnya Andrew Wommack menekankan pentingnya menanam Firman dalam hati.
Semakin kita mengenal identitas kita di dalam Kristus, semakin pikiran, keputusan, dan perilaku kita diselaraskan dengan kehidupan baru yang sudah kita terima.
Bukan berusaha menjadi ciptaan baru melalui kekuatan sendiri, melainkan belajar hidup sesuai identitas yang telah Tuhan berikan.
Dan jika seseorang masih bergumul dengan kecanduan, ia tetap perlu mengambil langkah nyata, termasuk mencari dukungan dan pertolongan profesional. Itu bukan tanda kurang iman.
Kembali kepada Hopkins.
Ia mengakui percaya kepada Tuhan, tetapi tidak secara jelas menyatakan bahwa dirinya telah lahir baru di dalam Kristus. Karena itu, kita tidak perlu menambahkan sesuatu yang tidak pernah dikatakannya.
Yang menarik adalah keberaniannya mengakui keterbatasan dan menerima pertolongan.
Saya pun belajar…
Mengapa kita sering menunggu sampai kehabisan akal, baru sungguh-sungguh mencari Tuhan?
Padahal, sebagai anak-anak-Nya, kita memiliki akses kepada hikmat, anugerah, dan kuasa Kristus setiap saat.
Kekristenan bukanlah perjuangan manusia lama untuk menjadi lebih baik. Kekristenan adalah kehidupan Kristus di dalam manusia yang telah dilahirkan kembali.
Nach, pertanyaannya bukan lagi sekadar, “Bagaimana saya bisa berubah?”
Tetapi, “Apakah saya sudah mengenal siapa diri saya yang baru di dalam Kristus, dan belajar hidup sesuai kebenaran itu?”
Menarik bukan?
“Christianity is not a changed life, but an exchanged life.” – Andrew Wommack.
“Kekristenan bukan sekadar kehidupan lama yang diperbaiki, melainkan kehidupan lama yang digantikan dengan kehidupan baru di dalam Kristus.” – Andrew Wommack.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik #yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #Pengampunan
“Christianity is not about making the old nature behave better. It is about receiving a new life in Christ and learning to live from that new identity.”
“Kekristenan bukan tentang membuat natur lama berperilaku lebih baik, melainkan menerima kehidupan baru di dalam Kristus dan belajar hidup sesuai identitas baru tersebut.”
Yenny Indra
Yenny Indra
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Anda Mungkin Suka Juga
Konselor Handal
Januari 28, 2019
Mendengarkan Tuhan Dan Sembuh!
Agustus 9, 2020
