Articles

BERKAT BESAR BUTUH KAPASITAS BESAR….

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

BERKAT BESAR BUTUH KAPASITAS BESAR….

Bayangkan Tuhan sudah menyiapkan kita menjadi mempelai yang cantik, lengkap dengan sebuah gaun yang sangat indah, size S. Gaunnya sudah tersedia. Cantik sekali. Persis seperti yang kita impikan.

Masalahnya, tubuh kita masih size L.

Kita terus berdoa, “Tuhan, saya mau gaun itu. Kapan saya bisa memakainya?”

Padahal mungkin pertanyaannya bukan lagi, “Kapan gaunnya tersedia?” melainkan, “Apa yang perlu berubah dalam diri saya supaya saya fit dengan apa yang sudah tersedia?”

Demikian juga dalam kehidupan.

Kita berdoa meminta terobosan lebih besar, bisnis lebih besar, pengaruh lebih luas, pelayanan lebih besar, bahkan berkat finansial yang lebih besar. Tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi sering kali kita lupa bahwa level yang lebih besar membawa tanggung jawab yang lebih besar.

Bisnis kecil mungkin masih bisa dikelola dengan sistem sederhana. Tetapi ketika omzet bertambah berkali-kali lipat, jumlah karyawan meningkat dan cabang bertambah, persoalannya pun semakin kompleks. Dibutuhkan pembukuan yang lebih rapi, sistem yang lebih baik, leadership yang lebih matang, kemampuan mendelegasikan, serta hikmat mengambil keputusan.

Berkat yang lebih besar membutuhkan kapasitas yang lebih besar.

Karena itu sementara menantikan sesuatu yang besar, jangan hanya memandang ke depan sambil bertanya, “Tuhan, kapan?”

Sesekali lihat juga ke dalam.

Adakah “lemak” yang perlu dibuang?

Lemak iri hati. Ego. Mudah tersinggung. Emosi yang tidak terkendali. Ketidakdisiplinan. Kebiasaan menghakimi. Kebutuhan untuk selalu membuktikan diri. Atau cara berpikir lama yang tidak sesuai dengan Firman.

Bukan supaya kita menjadi layak menerima kasih dan berkat Tuhan. Kita tidak membeli berkat dengan karakter baik. Semuanya tetap karena anugerah.

Bahkan Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Tuhan telah mengaruniakan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup dan kesalehan (2 Petrus 1:3). Jadi persoalannya bukan membujuk Tuhan supaya akhirnya mau menyediakan.

Dia sudah menyediakan.

Yang terus bertumbuh adalah kemampuan kita untuk berjalan di dalamnya.

Firman memperbarui pikiran kita, mengubah cara kita memandang kehidupan, membentuk karakter dan memperbesar kapasitas kita sehingga kita semakin mampu mengelola dengan bijaksana apa yang dipercayakan kepada kita.

Tuhan berkata bahwa orang yang setia dalam perkara kecil, setia juga dalam perkara besar.

Jadi jangan hanya berdoa,

“Tuhan, berikan saya lebih banyak.”

Saya belajar berdoa,

“Tuhan, melalui Firman-Mu, ubah cara berpikir saya. Tunjukkan apa yang perlu saya pelajari supaya saya mampu mengelola lebih banyak dengan benar.”

Dan jangan pula setiap kali sesuatu belum terjadi kita langsung menyimpulkan, Pasti ada yang salah dengan saya.

Tidak demikian.

Tidak setiap penantian berarti kita sedang salah. Tetapi orang bijaksana selalu bersedia belajar. Kalau Roh Kudus menunjukkan sesuatu yang perlu diperbaiki, perbaiki. Kalau ada kemampuan yang perlu dipelajari, belajarlah. Kalau ada langkah yang perlu dilakukan, lakukan. Kalau belum ada yang perlu dilakukan, tetap percaya dan terus berjalan.

Jangan mengubah introspeksi menjadi condemnation. Jadikan introspeksi kesempatan untuk bertumbuh.

Saya suka sekali perkataan Nancy Dufresne:

*“If we listen to right thoughts—thoughts of the Word—long enough, it will start running out wrong thinking.” — Nancy Dufresne*

*“Jika kita terus mendengarkan pikiran yang benar—pikiran yang berasal dari Firman—cukup lama, pikiran yang benar itu akan mulai mengusir pemikiran yang salah.”*

Nah, di sinilah rahasianya.

Kita tidak berubah dengan terus-menerus memandangi “lemak” kita.

Kita berubah dengan memenuhi pikiran dengan Firman.

Ketika pikiran dipenuhi kebenaran cukup lama, cara berpikir berubah. Ketika cara berpikir berubah, keputusan berubah. Respons berubah. Kebiasaan berubah. Cara mengelola uang berubah. Cara memperlakukan orang berubah. Cara memimpin pun berubah.

Dan semakin pikiran kita selaras dengan Firman, semakin leluasa kehidupan Tuhan yang sudah ada di dalam roh kita mengalir keluar secara natural.

Bukan struggling supaya Tuhan memberkati.

Tetapi bertumbuh supaya apa yang sudah Tuhan sediakan semakin nyata dalam kehidupan kita.

Gaunnya mungkin sudah tersedia.

Daripada terus bertanya mengapa belum bisa memakainya, izinkan Firman mengubah cara berpikir kita, membuang “lemak-lemak” yang tidak diperlukan dan memperbesar kapasitas kita.

Sehingga ketika kesempatan besar datang, kita bukan hanya mampu menerimanya, tetapi juga mampu membawanya dengan anggun dan mengelolanya dengan bijaksana.

Karena terkadang yang perlu diperbesar bukan berkatnya.

Kapasitas kitalah yang perlu diperbesar.

What you get by achieving your goals is not as important as what you become by achieving your goals.” – Zig Ziglar

“Apa yang Anda peroleh ketika mencapai tujuan tidak sepenting menjadi pribadi seperti apa Anda dalam proses mencapai tujuan itu.” – Zig Ziglar

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik #yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #RasaSyukur

“Jangan hanya meminta berkat yang lebih besar. Bertumbuhlah menjadi pribadi dengan kapasitas yang lebih besar untuk mengelolanya.” — Yenny Indra

“Don’t just ask for a greater blessing. Grow into a person with greater capacity to steward it well.” — Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
MENGONTROL KEMARAHAN
Saat Pikiran Ingin Menguasai Hari Esok…
Bahaya Mengancam? Respon Kita Yang Menentukan Endingnya!