Articles

Xi’an: Suatu Hari, Kita Semua Menjadi Cerita… Lalu Apa Cerita kita?*

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Xi’an: Suatu Hari, Kita Semua Menjadi Cerita… Lalu Apa Cerita kita?*

Ada perjalanan yang membuat kita terkagum-kagum melihat pemandangan. Ada yang membuat kita belajar sejarah. Ada pula yang akhirnya mengingatkan bahwa hidup ini sebaiknya jangan terlalu serius.

Perjalanan kali ini memberi saya semuanya.

Kami mengunjungi Hukou Waterfall, air terjun spektakuler di Yellow River, sungai terpanjang kedua di China dan salah satu sungai terpanjang di dunia.

Yellow River bermula dari dataran tinggi Qinghai, lalu mengalir lebih dari 5.000 kilometer sebelum akhirnya bermuara ke laut. Sungai ini dijuluki “Mother River of China” karena di sepanjang alirannya lahir dan berkembang berbagai pusat peradaban China kuno.

Menariknya, di Hukou aliran sungai yang sangat lebar tiba-tiba menyempit drastis. Bayangkan volume air sebesar itu dipaksa melewati celah yang jauh lebih kecil.

Hasilnya?

Bergemuruh!

Air berwarna kuning kecokelatan menerjang bebatuan dengan kekuatan dahsyat. Kabut air beterbangan, dan ketika sinar matahari mengenainya, pelangi muncul di atas air.

Ketika sinar matahari menembus miliaran tetesan air kecil dari kabut tersebut, cahaya mengalami pembiasan (refraction) dan pemantulan (reflection), lalu terurai menjadi spektrum warna pelangi.

Indah sekali.

Namanya Hukou, yang berarti “mulut teko”. Memang seperti air dalam teko raksasa yang tiba-tiba dituangkan melalui mulut yang sempit.

Dan di tengah pemandangan sedahsyat itu, apa yang kami lakukan?

Berfoto!

Mei Tjien berfoto mengenakan baju tradisional merah, naik keledai berhias bunga warna-warni. Hahaha….
P. Indra bikin AI foto saya seperti Mei Tjien. Kreatif! Hahaha….

Kalau sudah sampai jauh-jauh ke China, sekalianlah membuat kenangan.

Hari berikutnya lebih santai. Jalan-jalan di sekitar Muslim Quarter, -yang banyak dihuni oleh muslim dari Suku Hui -, shopping dan tentu saja… makan.

Kami mencicipi Hongliu Rouchuan, sate domba khas yang ditusuk menggunakan batang pohon Hongliu atau tamarisk.
Saat dipanggang, batang kayunya memberi aroma khas sekaligus membantu mengurangi bau prengus daging.
Tusukannya yang tebal memungkinkan potongan daging dibuat besar, empuk dan juicy.

Keesokan harinya, Ayam Hulu , tidak kalah keren. Ayam khas Chang’an yang dimasak tiga kali: direbus, dikukus, lalu digoreng utuh.
Hasilnya mantap: ayam menggembung, kulitnya garing, tetapi dagingnya lembut dan juicy.
Pantas menjadi salah satu kuliner legendaris Xi’an.

“Eh, ingat gak ayam yang kita makan waktu di Xi’an?”

Hahaha….

Perjalanan memang bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi. Sering kali justru rasa, aroma, tawa dan kejadian kecil yang tinggal paling lama dalam ingatan.

Hari terakhir membawa kami kembali menembus waktu.
Kami mengunjungi Small Wild Goose Pagoda, Big Wild Goose Pagoda dan Xi’an Museum.

Small Wild Goose Pagoda membawa kami kembali ke zaman Dinasti Tang. Berdiri di kompleks Jianfu Temple, pagoda ini dibangun pada awal abad ke-8 pada masa Kaisar Zhongzong dan berkaitan erat dengan perkembangan Buddhisme serta penerjemahan kitab-kitab yang dibawa dari India. Lebih dari 1.300 tahun berlalu, bangunan ini masih berdiri, menjadi saksi bagaimana kejayaan sebuah zaman akhirnya berubah menjadi sejarah.

Xi’an dahulu bernama Chang’an
, salah satu ibu kota terpenting dalam sejarah China sekaligus titik awal Jalur Sutra kuno.

Big Wild Goose Pagoda
dibangun pada zaman Dinasti Tang dan erat kaitannya dengan Xuanzang, biksu terkenal yang melakukan perjalanan panjang ke India untuk mempelajari ajaran Buddha dan membawa kembali berbagai manuskrip ke China.

Lalu beberapa jam kemudian kami sudah berada di dunia yang sama sekali berbeda.
Shopping di Joy Mall dan Momo Park.
Dari pagoda kuno ke pusat perbelanjaan modern.

Dari peninggalan Dinasti Tang ke Museum Coklat, lalu makan es krim berbentuk panda yang lucu.
Bahkan P. Indra ikut menikmati es krim panda. Ini baru layak diabadikan!

Belum selesai.

Ada naga raksasa, berbagai instalasi yang sangat Instagrammable, patung babi yang membuat kami berhenti untuk berfoto, sampai Sun Go Kong raksasa bak anak-anak kecil…

China memang jago membuat sesuatu menjadi larger than life.

Malam hari, Xi’an berubah lagi. Lampu-lampu menyala, bangunan kuno bermandikan cahaya keemasan, orang-orang berjalan memakai kostum tradisional. Berfoto bak pendekar silat dengan background Xi’an Bell Tower.

Ancient China bertemu modern China.

Dan entah mengapa, setelah melihat semuanya, saya justru berpikir tentang waktu.
Apalagi perjalanan kali ini bertepatan dengan ulang tahun Kristina Roberts.
Seru… berkesan penuh canda dan tawa.

Happy Birthday Kristina sayang….

Kami merayakannya bersama. Ada kue, dinner rame-rame, foto bersama dan tentu saja suasana yang meriah.Kadang tidak penting ke mana kita pergi tetapi kebersamaan yang tercipta yang membuatnya berharga.

Pada akhirnya, tempat boleh luar biasa, tetapi perjalanan menjadi jauh lebih berharga karena dengan siapa kita menjalaninya.

Perjalanan ini akhirnya ditutup dengan sesuatu yang sangat sederhana: makan bersama, merayakan ulang tahun seorang sahabat, shopping, tertawa, menikmati es krim panda dan mengabadikan berbagai momen konyol.

Besok kami pulang ke Indonesia.
Tetapi hati saya pulang membawa satu pengingat:

Hidup memang serius, tetapi jangan sampai terlalu sibuk membangun kehidupan sampai lupa menikmatinya.

Bekerjalah. Bangunlah sesuatu yang bernilai. Tinggalkan jejak yang baik.
Tetapi jangan lupa tertawa.
Nikmati teman-teman yang Tuhan tempatkan di sekitar kita.
Karena pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang berapa lama kita berada di dunia.

Tetapi tentang bagaimana kita mengisinya, dengan siapa kita menjalaninya, dan cerita apa yang tertinggal setelah kita pergi. Dan biarkan kasih Tuhan memancar melalui kepribadian kita. Hidup menjadi lebih nikmat, karena kita memberinya rasa bak ‘Garam Dunia’.

“Life is what happens to you while you’re busy making other plans.” — John Lennon.

“Hidup adalah apa yang terjadi ketika kita sedang sibuk membuat berbagai rencana.” — John Lennon.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik #yennyindra #Xi’an #China #TravelJournal #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #RasaSyukur

“Suatu hari foto-foto kita akan menjadi kenangan, barang-barang kita berpindah tangan, dan nama kita menjadi cerita. Karena itu jangan hanya membangun sesuatu untuk dimiliki. Bangunlah kehidupan yang layak dikenang.”

“One day our photos will become memories, our possessions will change hands, and our names will become stories. So don’t merely build things to own. Build a life worth remembering.”
— Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Sebuah kesaksian tentang Anugerah: Arthur Meintjes.”
Suara Apa Yang Anda Percayai?
Gadis Cantik Korban Bullying Bunuh Diri .