Articles

Huashan: Gara-Gara Medali, Akhirnya Sampai Puncak!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Huashan: Gara-Gara Medali, Akhirnya Sampai Puncak!

Hari ini perjalanan kami menuju Mount Hua atau Huashan.

Mendengar nama Huashan, saya langsung teringat P. Irsan, sohib saya yang paling cinta cerita pendekar-pendekar Tiongkok.

Ha… ha….

Bagi penggemar cerita silat, nama Huashan Pai tentu tidak asing. Dalam dunia persilatan—Huashan sering muncul sebagai salah satu perguruan silat terkenal.

Dulu hanya membaca atau mendengar namanya dalam cerita.
Hari ini kami benar-benar berada di Huashan.

Huashan berarti *Flower Mountain.* Gunung ini memiliki lima puncak utama yang jika dilihat susunannya menyerupai kelopak bunga. Huashan juga merupakan salah satu dari Lima Gunung Suci Besar Tiongkok dan terkenal dengan formasi granitnya yang menjulang dramatis.

Tujuan kami adalah *West Peak,* yang tingginya sekitar 2.086 meter. Puncak tertinggi Huashan sendiri adalah South Peak, sekitar 2.155 meter.

Untuk mencapainya ada berbagai cara.
Yang jago dan punya tenaga berlebih, silakan hiking.

Kami?

Shuttle bus, coaster, cable car….

Wkwkwk….

Tetap sampai gunung kok!

Perjalanan dengan West Peak Cable Car justru menjadi pengalaman tersendiri. Gondola meluncur di antara gunung-gunung granit yang bertumpuk-tumpuk sejauh mata memandang.

Cantik sekali!

Kadang gondola naik tajam, kemudian turun, lalu naik lagi sehingga lintasannya terlihat seperti huruf W.

Di beberapa bagian rasanya seperti sedang menggantung di udara dengan jurang menganga jauh di bawah.
Yang membuat saya terkagum-kagum, untuk membangun jalur ini mereka bahkan membuat stasiun cable car menembus gunung granit.
Bayangkan bagaimana membangunnya di medan seperti itu.

Orang Tiongkok memang jago membuat tempat yang tadinya sulit dijangkau menjadi accessible bagi begitu banyak orang.

Setelah turun dari cable car, kami tiba di area sebuah kuil, tempat para turis berkumpul, beristirahat dan makan sebelum melanjutkan perjalanan.

Awalnya P. Indra sudah mantap.
Cukup sampai sini saja.
Kami pun memesan ayam goreng dan menikmatinya dengan santai.

Ngapain capek-capek naik ke atas?

Ha… ha….

Di restoran itu kami bertemu Amelia yang ternyata juga sedang makan.
Setelah ngobrol, akhirnya kami bertiga sepakat,

“Naik sedikit yuk… cari spot foto yang cantik.”

Bukan mau ke puncak lho.

Cuma cari foto!

Wkwkwk….

Begitu keluar dari restoran, kami bertemu Siekah yang menggunakan semacam robot atau exoskeleton pendukung kaki untuk membantu mendaki. Katanya sewanya sekitar 200 yuan.

Menarik sekali.

Kami pun dipinjami untuk mencobanya bergantian.

P. Indra yang pertama mencoba.

Wuih….

Enteng lho!

Ketika melangkah, kaki seperti mendapat tambahan tenaga yang mendorong ke atas.

P. Indra rupanya keasyikan mencoba.

Jalan….

Naik….

Terus naik….

Tanpa terasa, sudah hampir setengah perjalanan!

Ha… ha….

Lha, kalau sudah sampai situ, masa balik?

Kemudian gantian saya dan Amelia mencobanya sambil terus mendaki.

Lucu juga. Awalnya kami bertiga sama sekali tidak berniat menuju puncak. Hanya mau naik sedikit mencari spot foto yang bagus.

Eh… robot membuat kami keterusan naik.

Di tengah perjalanan itulah kami bertemu P. Jusuf yang sedang turun dari puncak.

Dan perhatian saya langsung tertuju pada sesuatu yang tergantung di lehernya.

Medali emas!

Lho?

Ada medalinya?

Wow….

Mau ah!

Ha… ha….

Mendadak tujuan berubah.

Tadi cuma mau foto.

Sekarang harus sampai puncak!

Ternyata manusia memang unik.

Pemandangan indah belum tentu berhasil menyuruh naik.

Robot berhasil membawa kami setengah jalan.

Medali menyelesaikan sisanya.

Wkwkwk….

Akhirnya kami bertiga melanjutkan pendakian melewati ratusan anak tangga menuju puncak.

Robot atau tidak, anak tangganya tetap harus dilewati satu demi satu.

Dan akhirnya….

Yeaaayy…. sampai puncak!

Lulus!

Ha… ha….

Di atas ada kuil lagi, dengan pemandangan pegunungan granit berlapis-lapis yang luar biasa indah.

Dan tentu saja….

MEDALI!

Kami memesan medali dan masing-masing diberi nama.

Entah mengapa benda kecil itu terasa sangat berharga setelah melewati ratusan anak tangga.

Bukan soal harga medalinya.
Tetapi ceritanya.
Melihat teman berhasil.
Ikut termotivasi.
Dan akhirnya sampai.

Di situlah saya kembali merasakan salah satu kenikmatan traveling bersama teman-teman.
Kita sering berjalan lebih jauh karena ada orang lain yang berjalan bersama kita.

Ketika satu orang semangat, yang lain ikut.
Ketika melihat teman sudah berhasil, muncul pikiran,
Kalau dia bisa, masa saya tidak?
Dan tanpa terasa kita melakukan sesuatu yang tadinya bahkan tidak masuk rencana.

Ternyata teman seperjalanan bukan hanya membuat perjalanan lebih menyenangkan.
Kadang mereka membuat kita menemukan bahwa kita mampu berjalan lebih jauh daripada yang kita kira.

Pemandangan di puncak memang menakjubkan. Gunung granit berlapis-lapis yang cantik, berdiri kokoh di antara pepohonan hijau…
Ada Huashan cafe pula…
Cantiiik….

Ada satu lagi kreativitas orang Tiongkok yang membuat kami tertawa.

Mereka menjual es krim berbentuk Huashan.

Tentu saja kami beli.

Lalu es krimnya dipegang di depan gunung asli….

Foto!

Gunung ketemu gunung.

Ha… ha….

Perjalanan turun pun tidak kalah seru.

Naik coaster ketika berangkat sudah menyenangkan, tetapi saat pulang karena jalurnya menurun terasa jauh lebih cepat.

Wuiiih….

Meluncur!

Setelah seharian naik-turun gunung, cable car, tangga, robot, medali dan coaster, resto siap menyambut kami dengan masakan Xi’an yang lezat.

Untungnya makanan Xi’an cocok sekali dengan lidah Indonesia.

Enak!

Dan ternyata hari belum selesai.

Hotel kami dikelilingi toko-toko dan tempat makan.

Malam hari?

Shopping time!

Ha… ha….

Mei Tjien, Bu Ketum kami, memang pintar memilih lokasi hotel. Pulang tour seharian, tinggal keluar hotel dan kehidupan malam Xi’an sudah menunggu.

Dan…. kami kembaran beli jaket Teddy Bear! Tunggu cerita selanjutnya besok ya..

Life is good.
Praise The Lord!

It is not the mountain we conquer, but ourselves.” – Edmund Hillary.

“Bukan gunung yang kita taklukkan, melainkan diri kita sendiri.” – Edmund Hillary.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik #yennyindra #BruneiDarussalam #TravelJournal #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #RasaSyukur

“Puncak yang tadinya tidak kita rencanakan, kadang menjadi cerita yang paling kita banggakan.”

“Sometimes the summit we never planned to reach becomes the story we’re most proud to tell.” – Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Membangun Hati Yang Baru, Kunci Kehidupan Yang Berkelimpahan
Di Meja Regent: Saat Makan Menjadi Pengalaman, Bukan Sekadar Menu.
Alkitab Dan Ilmu Pengetahuan Itu Selaras. Ini Buktinya!