Kamu Tidak Hilang, Kamu Sedang Dicari.
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
Kamu Tidak Hilang, Kamu Sedang Dicari.
Ada satu bagian hidup yang sering tidak kita ceritakan ke siapa pun. Bagian ketika kita merasa “hilang”. Bukan hilang secara fisik, tapi hilang arah, hilang semangat, hilang rasa berharga. Kita masih ada, masih berfungsi, tapi di dalam terasa kosong.
Dalam salah satu cerita yang Yesus sampaikan, ada seorang perempuan yang kehilangan satu dirham. Hanya satu dari sepuluh. Secara logika, ia masih punya sembilan. Masih cukup. Tapi ia tidak menganggapnya kecil. Ia menyalakan pelita, menyapu rumah, dan mencari dengan teliti sampai menemukannya. Karena bagi dia, yang satu itu tetap bernilai.
Di sini kita belajar sesuatu yang penting. Nilai tidak hilang hanya karena kita jatuh. Tidak hilang karena kita tersesat. Tidak hilang karena kita gagal. Dirham itu tetap perak, walaupun ada di debu. Begitu juga kita.
Masalahnya, saat kita berada di titik rendah, kita mulai percaya bahwa kita sudah kehilangan nilai. Kita merasa sudah terlalu jauh, terlalu rusak, terlalu terlambat. Padahal bukan nilai kita yang hilang. Kita hanya “tergeser posisi”.
Dan Tuhan tidak pernah mengabaikan itu. Dia tidak berkata, “Sudahlah, masih ada yang lain.” Dia tidak berkata, “Itu salahnya sendiri.” Dia mencari.
Dia menyalakan terang. Terang itu membuka hal-hal yang selama ini tersembunyi. Kadang tidak nyaman. Kita mulai melihat luka lama, pola pikir yang salah, kebiasaan yang merusak. Tapi di situlah pemulihan dimulai.
Lalu ada proses “menyapu”. Membersihkan. Menggeser apa yang selama ini menutupi nilai kita. Ego, kepahitan, ketakutan, kompromi. Ini juga tidak mudah, tapi tanpa itu, kita tetap tertutup.
Dan Tuhan tidak berhenti sampai menemukan.
Kalau kita lihat dalam kehidupan nyata, kisah seperti ini juga nyata. Joyce Meyer pernah mengalami masa kecil yang sangat berat. Ia mengalami pelecehan dari ayahnya sendiri selama bertahun-tahun. Luka itu membentuk hidupnya. Ia tumbuh dengan rasa marah, kepahitan, dan identitas diri yang rusak. Dalam banyak hal, hidupnya terlihat seperti “hancur dari dalam”.
Tetapi Tuhan tidak berhenti di situ.
Dalam perjalanannya, Joyce mulai mengenal firman Tuhan secara pribadi. Prosesnya tidak instan. Tuhan mulai menyingkapkan luka-luka yang selama ini ia simpan. Ia harus belajar mengampuni, belajar mempercayai kembali, belajar mengubah cara berpikirnya yang selama ini dipenuhi trauma. Itu menyakitkan, tapi juga menyembuhkan.
Sedikit demi sedikit, hidupnya dipulihkan. Bukan hanya secara emosi, tapi juga secara rohani. Dari seseorang yang penuh luka, ia berubah menjadi seseorang yang membawa pemulihan bagi banyak orang. Hari ini, pelayanannya menjangkau jutaan orang di seluruh dunia.
Ia tidak kehilangan nilai. Ia hanya sempat tertutup oleh luka.
Begitu juga kita.
Kadang hidup terasa kacau, tidak jelas, bahkan memalukan. Tapi bisa jadi itu bukan akhir. Itu bagian dari proses Tuhan untuk menemukan, membuka, dan memulihkan kita.
Dan saat perempuan itu menemukan dirhamnya, ia bersukacita. Ia merayakan. Itu gambaran hati Tuhan. Pemulihan kita bukan hal kecil bagi-Nya.
Jadi kalau hari ini kita merasa hilang, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa semuanya sudah selesai. Bisa jadi kita tidak hilang. Kita sedang dicari.
Dan proses yang kita jalani sekarang, walaupun tidak nyaman, bisa jadi adalah cara Tuhan membawa kita kembali.
Jangan menolak terang. Jangan menolak proses.
Karena di ujungnya, kita bukan hanya ditemukan… kita dipulihkan.
“God doesn’t call the qualified, He qualifies the called.” — Unknown
“Tuhan tidak memanggil yang mampu, Dia memampukan yang dipanggil.” – Anonim
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan
You are not forgotten. You are being found.”
“Kamu tidak dilupakan. Kamu sedang ditemukan.” – YennyIndra