Tetap Muda, Ternyata Bukan Karena Usia…. Lho?
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Tetap Muda, Ternyata Bukan Karena Usia…. Lho?
Pernahkah seseorang berkata kepada kita, “Kok kamu kelihatan jauh lebih muda dari umurmu?”
Biasanya kita spontan menjawab, “Ah, masa sih?” lalu tersenyum senang.
Tetapi ada sesuatu yang menarik dari tulisan yang saya baca. Pesannya bukan sebenarnya tentang kulit, wajah, atau berapa banyak kerutan yang kita miliki.
Ada sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar penampilan.
Psikologi mengenal istilah subjective age, yaitu usia yang kita rasakan di dalam diri, yang tidak selalu sama dengan usia kronologis. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang mengalami lebih banyak stres dan lebih sedikit pengalaman positif, ia cenderung merasa lebih tua dan bahkan melaporkan bahwa dirinya terlihat dan berperilaku lebih tua. Sebaliknya, pengalaman positif dapat membantu seseorang merasa lebih muda.
Menarik, bukan?
Jadi ketika seseorang terlihat lebih muda, tentu faktor genetik, kesehatan, perawatan tubuh, tidur, nutrisi dan banyak faktor lainnya tetap berperan. Kita tidak boleh menyederhanakan semuanya menjadi, “Kalau hatimu bahagia, pasti wajahmu muda.”
Tetapi psikologi memang menemukan hubungan antara stres, cara kita memandang diri sendiri, dan kesejahteraan emosional. Persepsi yang lebih positif terhadap proses menua juga ditemukan dapat meredam dampak stres terhadap keluhan kesehatan fisik.
Nah, di sinilah saya melihat sesuatu yang lebih dalam.
Kita semua pernah melewati badai.
Ada doa yang belum terjawab. Ada orang yang mengecewakan. Ada hubungan yang tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Ada kehilangan. Ada masa ketika kita menangis diam-diam dan tidak seorang pun tahu.
Tetapi pengalaman pahit tidak harus membuat hati kita pahit.
Kita boleh terluka tanpa menjadi pahit.
Kita boleh kecewa tanpa kehilangan pengharapan.
Kita boleh menangis tanpa kehilangan sukacita.
Menurut saya, ini salah satu bentuk kedewasaan yang paling indah.
Semakin bertambah usia, seharusnya kita tidak semakin berat karena membawa semua luka masa lalu ke mana-mana. Justru kita belajar meletakkan apa yang sudah tidak perlu dibawa.
Belajar melepaskan.
Belajar mengampuni.
Belajar berkata, “Tidak apa-apa, saya tidak harus memenangkan semua perdebatan.”
Belajar menjaga energi.
Belajar menjauh dari drama tanpa menyimpan kebencian.
Belajar tetap baik tanpa harus membuat semua orang menyukai kita.
Dan yang paling penting, belajar menjaga damai sejahtera di dalam hati.
Bukankah ada orang yang secara usia masih muda tetapi wajah dan hidupnya terlihat begitu lelah?
Sebaliknya, ada orang yang usianya sudah jauh lebih matang, tetapi ketika kita berbicara dengannya, ada sesuatu yang ringan. Matanya masih berbinar. Ia masih bisa tertawa. Masih punya mimpi. Masih ingin belajar. Masih mudah bersyukur.
Menurut saya, itulah hati yang tidak membiarkan kehidupan menjadi keras.
Bukan berarti hidupnya mudah.
Justru mungkin ia sudah melewati jauh lebih banyak badai daripada yang kita tahu.
Tetapi ia memilih untuk tidak membiarkan badai menentukan siapa dirinya.
Dan di sinilah iman saya kepada Tuhan membuat perbedaannya.
Saya percaya damai bukan berarti hidup tanpa masalah.
Damai adalah ketika kita tahu bahwa kita tidak menghadapi hidup seorang diri.
Ada Tuhan yang memegang hidup kita.
Ada kasih karunia yang cukup untuk hari ini.
Ada pengharapan bahwa cerita kita belum selesai.
Karena itu, saya tidak ingin memasuki usia yang semakin bertambah dengan hati yang semakin tua.
Saya ingin usia bertambah, tetapi hati tetap hidup.
Tetap ingin belajar.
Tetap mudah mengagumi kebaikan Tuhan.
Tetap bisa tertawa karena hal-hal sederhana.
Tetap punya keberanian untuk memulai lagi.
Tetap bisa mengasihi meskipun pernah terluka.
Dan tetap memilih damai ketika sebenarnya kita punya banyak alasan untuk marah.
Mungkin inilah arti sebenarnya dari “looking younger than your age.”
Bukan berarti kita harus terlihat dua puluh tahun lebih muda.
Tetapi ketika orang bertemu dengan kita, mereka merasakan sesuatu yang tidak bisa dibeli oleh skincare apa pun:
hati yang ringan, jiwa yang damai, dan sukacita yang belum kehilangan kehidupan.
Usia akan terus berjalan.
Kerutan mungkin akan datang.
Rambut mungkin akan berubah warna.
Tubuh mungkin tidak lagi sekuat dulu.
Tetapi jangan biarkan hati kita ikut menjadi tua.
Biarlah tubuh bertambah usia, tetapi hati semakin matang, semakin damai, semakin penuh kasih, dan semakin hidup di dalam Tuhan.
Mungkin itulah kecantikan yang sesungguhnya.
Dan kecantikan seperti itu tidak mengenal usia.
“Beautiful young people are accidents of nature, but beautiful old people are works of art” – Eleanor Roosevelt.
“Menjadi muda dan cantik adalah anugerah alam, tetapi menjadi indah di usia tua adalah sebuah karya seni.”
– Eleanor Roosevelt.
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik #yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #Karakter #Hikmat #RasaSyukur
Mungkin rahasia tetap muda bukan terletak pada bagaimana kita merawat wajah, tetapi bagaimana kita menjaga hati agar tidak kehilangan sukacita.”
“Perhaps the secret to staying young is not how we care for our face, but how we guard our hearts from losing their joy.” – Yenny Indra
