Articles

SATU PUTARAN LAGI….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

SATU PUTARAN LAGI….

“The walls of Jericho didn’t get smaller with every lap. They just built the faith that would eventually bring them down.

God had already declared the victory before the first step was taken. They didn’t need a better plan. They needed one more lap of obedience.

Whatever wall you are facing, keep walking.”
— Christine Caine

“Tembok Yerikho tidak menjadi semakin kecil setiap kali mereka mengelilinginya. Setiap putaran justru membangun iman yang pada akhirnya membawa tembok itu runtuh.

Tuhan sudah menyatakan kemenangan bahkan sebelum langkah pertama diambil. Mereka tidak membutuhkan strategi yang lebih baik. Mereka membutuhkan satu putaran ketaatan lagi.

Apa pun tembok yang sedang Anda hadapi, teruslah berjalan.”

Pernahkah kita merasa seperti sedang menatap tembok?

Sudah berdoa. Sudah percaya. Sudah melakukan yang kita tahu harus dilakukan.

Tetapi tidak ada perubahan.

Masalah dalam keluarga masih sama. Bisnis belum bergerak seperti yang diharapkan. Jawaban yang dinantikan belum terlihat. Tubuh belum menunjukkan perubahan. Bahkan setelah sekian lama berjalan bersama Tuhan, tembok itu rasanya masih berdiri kokoh.

Kisah Yerikho mengajarkan sesuatu yang menarik.

Ketika bangsa Israel berdiri di hadapan Yerikho, Tuhan tidak memberikan strategi perang yang masuk akal. Tidak ada perintah membuat senjata baru atau mencari titik terlemah tembok.

Mereka hanya diperintahkan berjalan mengelilingi kota itu sekali sehari selama enam hari. Hari ketujuh, tujuh kali. Kemudian bersorak.

Aneh.

Tetapi ada sesuatu yang jauh lebih menarik.

Sebelum mereka mengambil langkah pertama, Tuhan sudah berkata kepada Yosua, “Aku serahkan ke tanganmu Yerikho.”

Bukan, “Aku akan menyerahkannya.”

Kemenangan sudah dinyatakan ketika temboknya masih berdiri.

Wow!

Bayangkan posisi mereka.

Mata melihat tembok.

Tetapi telinga sudah mendengar kemenangan.

Dan di antara keduanya ada sebuah pilihan: mana yang akan dipercaya?

Inilah iman.

Iman bukan menyangkal bahwa tembok itu ada. Iman melihat tembok, tetapi memilih memberikan otoritas lebih tinggi kepada apa yang Tuhan katakan.

Hari pertama mereka berjalan.

Tidak terjadi apa-apa.

Hari kedua, tembok masih sama.

Hari ketiga, keempat, kelima…

Tidak ada retakan.

Bahkan hari keenam mereka bisa saja berkata, “Apa gunanya? Kita sudah mengelilinginya berkali-kali dan nothing happens.”

Menariknya, Tuhan tidak menjelaskan kepada mereka apa yang sedang terjadi di balik layar.

Tugas mereka sederhana:

Terus berjalan.

Bukankah kita sering berhenti justru di sini?

Kita ingin melihat sedikit perubahan sebagai bukti bahwa iman kita bekerja.

Doa sudah mulai dijawab sedikit.

Keadaan mulai membaik.

Ada tanda-tanda positif.

Barulah kita tenang.

Tetapi bagaimana kalau belum ada tanda apa pun?

Yerikho mengajarkan bahwa ketiadaan perubahan yang terlihat bukan berarti Firman Tuhan tidak sedang bekerja.

Tembok itu tidak semakin pendek setiap kali mereka berkeliling.

Tetapi setiap putaran membawa mereka semakin dekat kepada saat kemenangan menjadi terlihat.

Karena itu jangan mengubah apa yang Tuhan sudah katakan hanya karena keadaan belum berubah.

Jangan biarkan ketakutan menulis ulang janji Tuhan.

Jangan buru-buru mencari strategi baru ketika Tuhan hanya meminta kita tetap berjalan dalam apa yang sudah Dia tunjukkan.

Tentu ketaatan bukan berarti melakukan ritual yang sama berulang-ulang untuk “memaksa” Tuhan bekerja. Bukan putaran mereka yang mempunyai kuasa magis.

Kuasa ada pada Tuhan. Mereka hanya mempercayai-Nya cukup untuk taat.

Mungkin hari ini kita sedang berada di putaran kedua.

Atau keenam.

Atau mungkin kita merasa sudah sangat lama mengelilingi tembok yang sama.

Kita tidak tahu.

Tetapi kita tahu siapa Tuhan.

Karena itu, mata boleh melihat tembok, tetapi hati tetap berpegang pada Firman.

Terus berdoa.
Terus percaya.
Terus memperkatakan janji-Nya.
Terus melakukan bagian yang Tuhan sudah tunjukkan.

Dan jangan menilai kesetiaan Tuhan berdasarkan apa yang terlihat hari ini.
Sebab sering kali kita tidak membutuhkan rencana yang lebih hebat.
Kita hanya perlu satu langkah ketaatan lagi.

Whatever wall you are facing…
Keep walking.

Mungkin temboknya belum bergerak sedikit pun.
Tetapi Firman Tuhan juga belum berubah sedikit pun.
Dan jawaban doa serta mujizat, menanti di depan sana….

Siap?

“Faith never knows where it is being led, but it loves and knows the One who is leading.” – Oswald Chambers.

“Iman tidak selalu tahu ke mana ia sedang dibawa, tetapi ia mengasihi dan mengenal Pribadi yang menuntunnya.” – Oswald Chambers.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Mata melihat tembok. Iman melihat janji. Ketaatan terus berjalan.”

“Eyes see the wall. Faith sees the promise. Obedience keeps walking.”
– Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
SALE
Apa yang Anda percayai?
Idiopatic Urticaria, Covid & Mujizat Tuhan! Part 1