Bukan Sekadar Naik Posisi, Tapi Dipanggil untuk Tujuan…
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
Bukan Sekadar Naik Posisi, Tapi Dipanggil untuk Tujuan…
Di sebuah kerajaan besar, raja sedang mencari ratu baru. Banyak perempuan dikumpulkan, dipersiapkan, dan diberi kesempatan untuk tampil sebaik mungkin. Secara alami, suasananya penuh persaingan. Masing-masing ingin terlihat paling menarik, paling menonjol, paling layak dipilih.
Di tengah situasi itu, ada Ester. Seorang perempuan muda Yahudi, tanpa latar belakang istana, tanpa “modal” sosial. Menariknya, saat yang lain sibuk menunjukkan diri, Ester justru memilih hal yang berbeda. Ia tidak mencoba mengatur segalanya dengan caranya sendiri. Ia mengikuti saran para sida-sida istana, orang-orang yang setiap hari melayani raja, yang tahu selera raja, tahu apa yang disukai dan tidak disukai.
Secara logika, mungkin terlihat sederhana. Tapi sebenarnya ini keputusan yang sangat cerdas.
Ester tidak mengandalkan dirinya. Ia rendah hati untuk belajar dan mau diarahkan oleh orang yang lebih paham situasi. Sementara yang lain sibuk bersaing dan menonjolkan diri, Ester memilih mendengar.
Dan justru itu yang membuatnya berbeda.
Ia tidak tampil berlebihan, tidak memaksakan diri, tidak mencoba menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Ia berjalan dengan hikmat, bukan ambisi.
Hasilnya, ia mendapat perkenanan.
Ini menarik. Kadang kita pikir untuk maju, kita harus paling terlihat, paling keras, paling menonjol. Tapi Ester menunjukkan hal lain. Justru sikap hati yang benar, kerendahan hati untuk belajar, dan kepekaan membaca situasi, itu yang membuka pintu.
Dan benar saja, Ester akhirnya terpilih menjadi ratu.
Tapi kisahnya tidak berhenti di sana.
Beberapa waktu kemudian, muncul ancaman besar. Ada rencana untuk memusnahkan seluruh bangsa Yahudi. Dan Ester, walaupun sekarang ratu, tetap bagian dari bangsa itu.
Di sinilah posisi yang ia miliki tiba-tiba punya makna yang jauh lebih besar.
Mordekhai, orang yang membesarkannya, mengirim pesan yang sangat jelas. Intinya begini:
“Jangan pikir kamu aman hanya karena kamu ada di istana. Kalau kamu diam sekarang, pertolongan tetap akan datang dari tempat lain, tapi kamu bisa kehilangan bagianmu. Siapa tahu justru untuk saat seperti ini kamu ditempatkan di posisi itu.”
Kalimat ini sederhana, tapi tajam.
Mordekhai sedang mengingatkan Ester bahwa posisinya bukan kebetulan. Ada tujuan di baliknya. Dan tujuan itu sedang menunggu responsnya.
Ester dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Kalau ia diam, ia aman. Tapi bangsanya binasa. Kalau ia bicara, ia bisa kehilangan nyawa.
Karena menghadap raja tanpa dipanggil bukan hal sepele.
Di titik ini, kita melihat sesuatu yang dalam. Ester tidak langsung bertindak gegabah. Ia tidak mengandalkan keberanian sesaat. Ia berhenti, ia berdoa, ia berpuasa.
Ia memastikan hatinya selaras dulu, sebelum melangkah.
Lalu ia mengambil keputusan.
Ia berkata, kalau harus mati, ia siap.
Ini bukan nekat. Ini keputusan sadar.
Dan dari satu langkah itu, sejarah berubah. Bangsanya diselamatkan.
Kalau dipikir-pikir, semua ini dimulai dari hal yang terlihat kecil. Dari sikap hati saat di proses. Dari kerendahan hati untuk mendengar. Dari pilihan untuk tidak bersaing secara ego, tapi berjalan dengan hikmat.
Lalu berlanjut ke keberanian saat momen besar datang.
Sering kali kita menunggu momen besar, tapi lupa membangun sikap yang benar di hal kecil.
Ester tidak tiba-tiba siap di momen tekanan. Ia sudah dibentuk sebelumnya.
Kalau kita tarik ke hidup kita, ini sederhana tapi dalam.
Tidak semua kesempatan datang dengan label “ini panggilanmu”. Kadang kita baru sadar setelah kita sudah ada di dalamnya.
Posisi kita hari ini, pekerjaan kita, lingkungan kita, bisa jadi bukan kebetulan.
Pertanyaannya bukan “kenapa saya di sini”, tapi “untuk apa saya di sini”.
Dan saat momen itu datang, biasanya tidak nyaman.
Akan ada risiko. Akan ada tekanan.
Di situlah kita memilih. Diam dan aman, atau taat dan berdampak.
Ester memilih taat.
Dan itu yang membuat hidupnya berarti.
“Courage is not the absence of fear, but the triumph over it.” — Nelson Mandela
“Keberanian bukan berarti tidak takut, tetapi menang atas rasa takut itu.”
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan
Favor is not a reward. It is a responsibility.”
“Perkenanan bukan hadiah. Itu tanggung jawab.”
– YennyIndra
