Articles, Christianity

“Apakah Anda Mendengarkan Dia?”

“Apakah Anda Mendengarkan Dia?”

Tuhan ingin berkomunikasi dengan kita!
Dia ingin menunjukkan kepada kita, semua yang telah menjadi milik kita melalui Kristus. Dia ingin melepaskan kita dari kekecewaan, keputusasaan, ketakutan, penyakit, dan kemiskinan, lalu membawa ke dalam hidup yang berkelimpahan. Hal ini melampaui pewahyuan umum tentang diri-Nya, yang tersedia bagi semua umat ciptaan-Nya.

Ini merupakan pewahyuan khusus bagi roh kita yang telah lahir baru, sehingga kita dapat mengetahui kelimpahan warisan yang kita miliki di dalam Dia!
Tuhan ingin mengajar, memberi hikmat, mempersiapkan, memperingatkan dan membebaskan kita.
Dia berbicara!
Mengapa tidak banyak yang mendengarnya?

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 1 Korintus 2:14 (TB)

Sayangnya, banyak orang Kristen yang digolongkan sebagai manusia ‘duniawi’, bukan karena mereka tidak lahir baru, tetapi karena mereka tidak menyediakan waktu bagi hal-hal yang berasal dari Allah.
Kekuatiran akan dunia ini telah menghimpit Firman dan mereka memilih untuk hidup sebagai manusia duniawi, bukan rohani. Meskipun roh mereka telah dihidupkan bagi Allah dan suara-Nya, mereka jarang mendengar atau mengenali bisikan-Nya karena mereka belum meluangkan waktu untuk mempersiapkan hati mereka supaya dapat mendengar-Nya.

Bagaikan orang yang buta dan tuli. Cacat di dunia alami.
Pemandangan dan suara yang seharusnya bisa diterima begitu saja, tidak dapat mereka dengar mau pun lihat.
Kehidupan mereka jalani menjadi tidak normal. Penyesuaian pun dilakukan, namun dunia yang penuh dengan keindahan dan suara merdu, tetap tersembunyi dan hanya bisa dibayangkan saja.

Manusia duniawi menjalani kehidupan yang serupa dengan gambaran itu. Kehidupan tanpa mendengar suara Tuhan, adalah hidup baik yang sangat minimal .
Kita diciptakan untuk mendengarkan Dia. Memilih untuk mengabaikan-Nya, berarti menjalani kehidupan secara alami, yang sama dengan menjadi buta dan tuli pada saat bersamaan.
Kita dapat menyesuaikan diri hidup seperti itu, namun kita tidak akan pernah mengalami seberapa dahsyatnya hidup yang berkelimpahan itu.

Kita diciptakan agar hidup dalam persekutuan dengan Bapa dengan kelimpahan, perkenanan, berkat, hikmat dan tuntunan-Nya tersedia bagi kita.
Kehidupan yang berlimpahan dimulai dari kerinduan untuk mendengarkan Dia.

Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.
Amsal 20:12 (TB)

[Repost ; “Are You Hearing Him?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra]

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Mungkinkah Mentaati Seluruh Perintah Allah?
Pintu Tertutup? Mengapa Tuhan? Tidak Adil!
Mastering Consistency. (Survival Kit Part 4).