Articles

Jaga Hatimu, Karena di Situlah Peperangan Dimulai…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Jaga Hatimu, Karena di Situlah Peperangan Dimulai…

Ada kisah yang sejak kecil mungkin sudah kita kenal: Simson dan Delila.

Simson bukan orang biasa. Sejak dari kandungan, ia telah dikhususkan bagi Allah sebagai seorang nazir. Tuhan memberikan kepadanya kekuatan yang luar biasa. Kita membaca bagaimana suatu hari Simson sedang berjalan menuju Timna, lalu seekor singa muda datang mengaum-aum hendak menerkamnya. Roh TUHAN berkuasa atas Simson, sehingga ia mencabik singa itu seperti orang mencabik anak kambing, padahal ia tidak membawa senjata apa pun.

Bayangkan. Singa datang dengan kekuatannya, tetapi Simson mengalahkannya dengan tangan kosong.

Bukan hanya itu. Simson kemudian mampu mengalahkan ribuan orang Filistin seorang diri. Kekuatan yang bekerja di dalam dirinya benar-benar luar biasa.

Tetapi orang yang memiliki kekuatan sebesar itu akhirnya jatuh.

Bukan karena ia tidak kuat.
Bukan karena musuhnya lebih kuat.
Bukan karena rambutnya semata-mata.
*Persoalannya adalah hatinya.*

Diceritakan bagaimana Delila berkali-kali mendesak Simson untuk memberitahukan sumber kekuatannya. Tiga kali Simson memberikan jawaban yang tidak benar. Tetapi Delila tidak berhenti.

Ia terus mendesak Simson setiap hari sampai hatinya jemu.

Lalu ia berkata:
“Bagaimana mungkin engkau berkata: Aku mencintai engkau, padahal hatimu tidak bersama-sama dengan aku?”

Akhirnya Simson memberitahukan seluruh isi hatinya.

Dan perhatikan kalimat ini karena menurut saya sangat penting:
“Ia telah memberitahukan kepadanya seluruh isi hatinya.”

Di situlah titik balik kehidupan Simson.

Delila bukan hanya mendapatkan informasi. Ia mendapatkan akses kepada hati Simson.

Ketika Delila mengetahui bahwa rambut Simson tidak pernah dicukur karena ia seorang nazir Allah sejak kandungan, ia menyuruh orang Filistin datang. Simson dibuat tidur di pangkuannya, lalu ketujuh rambut kepalanya dicukur.

Ketika Simson terbangun, ia berpikir ia akan kembali melepaskan diri seperti sebelumnya.
Tetapi kali ini berbeda.

“TUHAN telah meninggalkan dia.”

Selama ini kita sering berpikir masalah Simson adalah rambut.
Padahal sebenarnya bukan.
Persoalannya adalah hati.

Rambut hanyalah tanda lahiriah dari sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu kehidupan yang telah dikhususkan bagi Allah. Simson tahu panggilannya. Ia tahu kekuatannya berasal dari Tuhan. Tetapi ia gagal menjaga apa yang dipercayakan kepadanya.

Inilah yang sering tidak kita sadari dalam kehidupan rohani.
Kita sibuk memikirkan apa yang terjadi di luar, padahal peperangan terbesar sering kali terjadi di dalam hati.

Dalam kitab Amsal, Raja Salomo berkata:
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Mengapa hati harus dijaga?
Karena apa yang menguasai hati kita akhirnya akan memengaruhi pikiran, perkataan, keputusan, dan kehidupan kita.

Saya percaya salah satu alasan orang percaya sulit berjalan dalam kasih karunia, iman, pengurapan Roh Kudus, dan kepenuhan yang Tuhan telah sediakan adalah karena kita belum belajar menjaga hati dan roh kita.

Kita tahu Tuhan adalah Penyedia. Tetapi ketika kekurangan datang, apakah hati kita langsung panik?

Kita tahu Tuhan adalah Penyembuh. Tetapi ketika tubuh belum berubah, apakah kita mulai menerima ketakutan?

Kita tahu Tuhan menyertai kita. Tetapi ketika seseorang menyakiti kita, apakah kita membiarkan kepahitan tinggal di dalam hati?

Di situlah penjagaan hati menjadi penting.
Hati kita tidak boleh menjadi tempat tinggal bagi setiap perkataan yang kita dengar.

Tidak semua suara harus kita izinkan menetap.
Tidak semua opini harus kita percaya.
Tidak semua ketakutan harus kita pelihara.
Tidak semua pikiran harus kita jadikan kenyataan.

Amsal Salomo berkata:
“Orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

Menaklukkan kota mungkin terlihat hebat. Tetapi Tuhan berkata bahwa menguasai diri sendiri jauh lebih besar.

Simson memiliki kekuatan untuk mengalahkan singa dan ribuan musuh, tetapi ia gagal menjaga hatinya sendiri.

Betapa mudahnya kita mengagumi kekuatan Simson, tetapi lupa belajar dari kelemahannya.
Karena itu, pertanyaan terpenting bukan:
“Seberapa kuat saya?”
Melainkan:
“Siapa yang memegang hati saya?”

Apakah Firman Tuhan?
Atau perkataan manusia?
Apakah iman?
Atau ketakutan?
Apakah kasih karunia?
Atau rasa bersalah dan kepahitan?

Jaga hati kita.
Jaga roh kita.
Sebab dari sanalah kehidupan mengalir.

Dan ketika hati kita terus diselaraskan dengan Firman Tuhan, kita akan semakin mampu berjalan dalam apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita: kasih karunia, iman, pengurapan, kepenuhan, dan kehidupan yang menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya.

Masalahnya bukan seberapa besar kekuatan yang kita miliki. Masalahnya adalah siapa yang kita izinkan memegang hati kita.

He who conquers others is strong; he who conquers himself is mighty.” – Lao Tzu

“Orang yang menaklukkan orang lain adalah kuat; orang yang menaklukkan dirinya sendiri adalah perkasa.- Lao Tzu

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Musuh tidak selalu menghancurkan kita dari luar. Kadang ia menang ketika kita memberinya akses ke dalam.”

“The enemy does not always destroy us from the outside. Sometimes he wins when we give him access to what is within.” – Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
HIDUP BAHAGIA DENGAN LUKA-LUKA.
Time Doesn’t Heal All Things
Svalbard: A Story from 78° North