PROVISION & PREPARATION.
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
PROVISION & PREPARATION.
Ada orang yang menganggap kalau sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, tidak perlu terlalu banyak mempersiapkan diri. Tidak perlu memikirkan hari depan. Tidak perlu punya asuransi. Tidak perlu membuat *emergency fund*. Tidak perlu terlalu detail membuat perencanaan.
Bukankah Tuhan akan menyediakan?
Saya justru belajar sesuatu yang berbeda.
Provision dan preparation bukan musuh.
Percaya bahwa Tuhan adalah sumber kita tidak berarti kita mengabaikan tanggung jawab untuk mempersiapkan apa yang bisa dipersiapkan hari ini.
Memiliki asuransi bukan berarti kita sedang mempersiapkan diri untuk sakit. Sama seperti memakai seat belt bukan berarti kita percaya akan mengalami kecelakaan. Membawa payung bukan deklarasi bahwa hari ini pasti hujan.
Itu namanya wisdom. Hikmat.
Kita berharap yang terbaik, percaya yang terbaik, tetapi tetap bertanggung jawab mengelola kehidupan yang dipercayakan kepada kita.
Seorang pengusaha percaya bisnisnya akan berkembang. Justru karena itu dia membangun sistem sebelum bisnisnya menjadi terlalu besar. Menyiapkan orang-orang yang tepat, memperbaiki pembukuan, mengembangkan leadership, membuat SOP dan mempersiapkan suksesi.
Mengapa?
Karena ketika kesempatan besar datang tetapi kita belum siap, kesempatan yang seharusnya menjadi berkat justru bisa berubah menjadi beban.
Preparation is our responsibility, but God remains our Source.
Persiapan adalah tanggung jawab kita, tetapi Tuhan tetap Sumber kita.
Saya suka sekali prinsip ini.
Ada hal-hal yang memang tidak bisa kita kontrol. Kita tidak tahu persis apa yang akan terjadi tahun depan, bahkan besok pagi. Tetapi ketidakmampuan mengontrol masa depan bukan alasan untuk menjalani hari ini dengan sembrono.
Kita tidak perlu hidup dalam ketakutan terhadap masa depan. Tetapi kita juga tidak perlu menggunakan “iman” sebagai alasan untuk tidak membuat persiapan.
Ada perbedaan besar antara preparation, persiapan, yang lahir dari wisdom – hikmat – dan preparation yang lahir dari fear, ketakutan.
Fear berkata, “Bagaimana kalau nanti semuanya berantakan? Saya harus memastikan hidup saya aman.”
Wisdom berkata, “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi saya akan mengelola dengan baik apa yang ada di tangan saya hari ini.”
Yang satu berusaha mengontrol masa depan.
Yang lain bertanggung jawab terhadap hari ini.
Menariknya, provision sering kali tidak datang dalam bentuk paket yang tiba-tiba jatuh dari langit.
Kadang provision datang sebagai kesempatan untuk melakukan preparation.
Kesehatan yang kita miliki hari ini adalah kesempatan untuk membangun kebiasaan hidup yang sehat. Penghasilan hari ini adalah kesempatan untuk menabung dan berinvestasi. Waktu hari ini adalah kesempatan untuk belajar. Orang-orang yang ada di sekitar kita adalah kesempatan untuk membangun hubungan. Kesalahan hari ini pun bisa menjadi kesempatan untuk memperoleh hikmat yang akan sangat kita perlukan kelak.
Jangan sampai kita baru menghargai musim persiapan setelah kebutuhan datang.
Kerap kali kita berkata, “Tuhan, kapan kesempatan besar itu datang?”
Tetapi bagaimana kalau ternyata sebagian jawaban doa itu sedang berlangsung sekarang—dalam bentuk proses belajar, disiplin, pengalaman, bahkan hal-hal kecil yang terasa tidak spektakuler?
Seorang pilot tidak belajar menerbangkan pesawat ketika pesawat sudah berada di udara.
Seorang atlet tidak mulai berlatih ketika pertandingan sudah dimulai.
Demikian pula kehidupan.
Persiapan terbaik dilakukan sebelum kita membutuhkannya.
Namun ada sisi lainnya yang sama penting.
Setelah kita melakukan preparation sebaik mungkin, jangan menjadikan preparation sebagai sumber rasa aman kita.
Asuransi bukan Tuhan.
Tabungan bukan Tuhan.
Dokter bukan Tuhan.
Sistem bisnis bukan Tuhan.
Koneksi bukan Tuhan.
Semuanya baik. Semuanya berguna. Semuanya dapat menjadi alat. Tetapi Source kita tetap Tuhan.
Kita membuat rencana, tetapi tidak menyembah rencana. Kita menabung, tetapi tidak menggantungkan damai sejahtera pada saldo rekening. Kita mempunyai asuransi, tetapi tidak menjadikan polis sebagai sumber keyakinan. Kita belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, sambil menyadari bahwa ada begitu banyak hal dalam kehidupan yang berada di luar kemampuan kita.
Di situlah iman dan wisdom bertemu dengan indah.
Kita melakukan bagian kita tanpa mencoba mengambil alih bagian Tuhan.
Tidak pasif menunggu.
Tidak pula hidup seolah semuanya bergantung kepada kita.
Kita mempersiapkan dengan bijaksana, bekerja dengan sungguh-sungguh, mengelola apa yang dipercayakan kepada kita sebaik mungkin—kemudian berjalan dengan tenang.
Karena pada akhirnya, preparation membuat kita siap, tetapi provision mengingatkan kita dari mana sumber kehidupan kita berasal.
“By failing to prepare, you are preparing to fail.” — Benjamin Franklin
“Dengan gagal mempersiapkan diri, sesungguhnya kita sedang mempersiapkan kegagalan.” — Benjamin Franklin
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik #yennyindra #BruneiDarussalam #TravelJournal #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #RasaSyukur
“Persiapkan apa yang menjadi bagian kita, lalu percayakan apa yang berada di luar kendali kita kepada Tuhan.
Preparation is our responsibility, but God remains our Source.” — Yenny Indra
