Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Sampah? Bagaimana Reaksi Kita?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sampah? Bagaimana Reaksi Kita?

Tidak jarang kehidupan sedang berlangsung manis, kita merasa wow… Life is good.
Tiba-tiba peristiwa terjadi, seseorang muncul dengan emosinya, lalu menghancurkan hari manis kita.

Ada orang yang tiba-tiba membuang sampahnya kepada kita.
Bagaimana reaksi kita?
Tanpa berpikir, pada umumnya kita tersinggung. Manusiawi!
Dan kita ikutan memiliki sampah emosi karena kita menerima sampah yang dilemparkan orang itu dengan tangan terbuka: dengan cara ikut tersinggung dan marah.

“Umatku binasa karena kurang pengetahuan”, kata Tuhan.

Coba kita telaah kembali.
Orang itu membuang sampah emosi, karena hatinya memang penuh sampah. Kemarahan, Iri hati, perasaan tidak puas dengan orang lainnya, tidak puas dengan dirinya sendiri, merasa tidak aman dll.
Tidak percaya?
Ikut seminar P. Prasetya M. Brata… Dikupas habis dari A sampai Z.

Apa yang keluar dari mulut, meluap dari dalam hatinya dan menggambarkan apa isi sesungguhnya orang tersebut.
Dan betapa ‘bodohnya’ jika kita bersedia meladeni sampah yang dibuang orang itu, sehingga sekarang kita jadi memiliki sampah yang berbau!

Yang sering terjadi, termasuk saya juga nich, tidak berpikir dulu.
Ada perkataan yang menyinggung langsung dibalas. Kita curahkan segala emosi tanpa berpikir. Kata-kata pedas bagaikan sembilu menusuk, sehingga hubungan tidak dapat diperbaiki lagi! Masalah kecil melebar ke mana-mana.

Ini namanya kita membiarkan jiwa yang memerintah. Pikiran, emosi dan kehendak kita tidak tunduk kepada roh di mana Tuhan bertahta dalam diri kita.

Lalu bagaimana dong?
Segala sesuatu rahasianya ada dalam PIKIRAN. Kendalikan pikiran supaya tunduk kepada Tuhan.

Ketika kita berpikir dulu sebelum bereaksi, kita sadar, ternyata kita punya pilihan.
Tersinggung atau justru memilih Tidak meladeninya? Kita yang menentukan.

Tuhan mengajar kita untuk hidup berdasarkan roh, di mana Tuhan berdiam di sana. Artinya, hiduplah sesuai firman dan kehendak Tuhan.
Hidup berdasarkan kebenaran Tuhan, tanpa dikendalikan oleh keadaan di sekitar kita.

Penerapannya, seyogyanya reaksi kita sesuai dengan firman-Nya:
“Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah.”

Perasaan gak usah di entertain ala sinetron, gak usah dimanja, gak usah mengasihani diri sendiri.
Pikirkan tujuan akhirnya!
Tujuanku nama Tuhan dipermuliakan, masalah selesai dengan baik, relationship tetap harmonis, gak buang waktu untuk masalah yang  mboten-mboten, alias gak penting. Hidup dikendalikan oleh Tuhan, bukan keadaan.
Letakkan tujuan di atas perasaan, dan kita capai sesuai caranya Tuhan.

“Saya tahu Yenny, apa yang saya lakukan tidak benar. Tetapi saya tidak tahu bagaimana menghentikannya!” ujar seorang teman.

Cara menghentikannya, putuskan dulu bahwa kita bersedia tunduk kepada Tuhan. Kendalikan pikiran. Pilih apa yang hendak kita pikirkan.

Pikiran itu seperti channel TV. Kita nonton TV A, tentang gossip atau hal negatif yang menyinggung perasaan. Kalau ditonton terus bisa emosi dan bikin dosa. Gak mau kan?
Ya tekan tombol lain, ganti channel TV B yang menyiarkan humor lucu-lucu, kita tertawa terbahak-bahak. Keinginan marah pun sirna.
Atau ganti channel TV C, membahas firman Tuhan. Gak usah kuatir Tuhan yang akan membela perkara kita. Tuhan pegang kendali. Tuhan akan memunculkan kebenaran kita seperti terang dan hak kita seperti  siang. Hati adem.

Tidak ada dosa yang terjadi secara tiba-tiba atau tanpa disengaja.
Semua dimulai karena kita sudah pernah memikirkannya, bahkan berulang-ulang, maka suatu ketika ditindaklanjuti.
Kalau kita menjaga pikiran kita bersih, tidak ada dosa yang mampir tanpa sengaja.

Belajar dan merenungkan hal ini, saya sadar, ternyata kuncinya kembali pada diri kita sendiri.
Mau taat kepada Tuhan atau tidak?
Bagaimana pendapat Anda?

Your relationship with The Word determines the place God has in your life-Lawson Purdue.

Hubungan Anda dengan Firman menentukan tempat yang Tuhan miliki dalam hidup Anda-Lawson Purdue.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Konselor Handal
Rest In The Lord.
Hidup Tinggal 6 Bulan Lagi? Simak Rahasianya Yang Puji Lakukan!