Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Significant Life – Hidup Yang Berdampak.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Significant Life – Hidup Yang Berdampak.

Mentor saya, P. Paulus Bambang WS menulis pemikiran yang bagus dan menggelitik:

BERJUANG UNTUK HIDUP DAN KEHIDUPAN

Jack Ma, founder Alibaba, bilang kalau engkau lahir miskin itu bukan pilihanmu tp kalau mati miskin itu karena kemalasanmu.

Kalau Ko Julianto pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia SPI berujar, kalau lahir miskin itu takdir tapi kalau mati miskin itu karena ‘goublokkmu’, dengan intonasi kental ala Surabaya.

Kedua orang hebat itu lahir bukan dari keluarga kaya, bahkan boleh dibilang miskin atau seadanya, tetapi mereka berusaha keras berjuang agar tidak mati miskin maka mereka jadi orang kaya alias berharta.

Maka rumus atau formula hidup mereka pantas dipelajari. Karena telah praktek bukan berteori soal hidup. Faktanya mereka sukses.

Itu baru satu sisi, lulus dr perjuangan untuk hidup.

Lebih hebat lagi mrk bukan hanya menang atas hidup tapi sukses dalam kehidupan.

Mengapa?

Setelah punya banyak Jack Ma berani melepaskan tongkat CEO Alibaba ke Daniel Zhang dan Ia fokus menjadi philanthropist. Berbagi apa yg Ia punya u/ kemaslahatan orang lain. Tidak terbatas di China tapi di dunia. Jack Ma berjuang untuk pendidikan, kesehatan, lingkungan sehingga mendapat julukan tokoh philanthropists pilihan Forbes 2020.
Lebih hebat lagi Ko Jul, belum sekaya Jack Ma, tapi berani menyerahkan KEHIDUPAN nya untuk memberi HIDUP bagi banyak orang yang hampir ‘mati’. Dengan SPI, di batu Malang, Ia memberi HIDUP sekaligus menciptakan KEHIDUPAN anak terbuang, terhilang, tersisih, termiskin dan sekian TER superlatif negatif lain.

Ko Jul berjuang seperti Foto di atas, berani mati agar yg lain hidup bahkan mewakafkan hidup dan kehidupan nya buat anak anak yg TER tadi.

Pengorbanan itu tidak sia sia ketika muncul kehidupan baru dari siswa yg tidak mau mati miskin seperti Sayida, Yohana, Robert, Selly, Sheren, to name a few. Mereka jadi ANAK GARUDA yg pembrani optimis dan Mandiri.

Lagi Bagaimana dg anda dan saya?

Yg sudah bisa ‘HIDUP’, tidak perlu harus bergelantungan u/ dapat sesuap nasi, sudah saatnya berbagi KEHIDUPAN u/ mrk yg masih ‘mati’. Berbagilah IMANMU, jadilah a spiritual giver. Pray alot.

Berbagilah KOMPETENSIMU, jadilah competence giver.

Berbagilah HATIMU, karena hanya dengan hati yg baik anda bisa jadi PENGGAGAS KEHIDUPAN.
*****
Sungguh saya terinspirasi membaca tulisan ini. Apa yang bisa saya lakukan?

Ingatan pun melayang pada Bu Liana & Monica, pendiri Pondok Hayat: tempat bernaung bagi para ibu hamil diluar nikah menanti saat kelahiran anaknya. Mencegah pengguguran kandungan. Sekolah Pelita Harapan & Sekolah Pelita Permai – sekolah gratis bagi anak-anak kurang mampu. Dan bimbel, juga bagi warga kurang mampu.
Adalagi Hadi & Lanny yang menggagas Kamajaya, support bagi mahasiswa Atmajaya Yogyakarta yang kurang mampu.

Banyak diantara kita, belum bisa seperti Jack Ma, P.Julianto, Bu Liana, Monica, Hadi atau Lanny…
Tapi untuk support pelayanan mereka, semua bisa.
Daripada menunda, mungkin saja akhirnya kita tidak berkontribusi apa-apa, bagaimana kalau kita secara rutin ambil bagian support pelayanan-pelayanan mereka? Baik dana, pemikiran, usaha dan tenaga, semua bisa.
Mungkin saja, dengan pengalaman ini, oneday kita bisa juga seperti para hebat ini.
Bagaimana pendapat Anda?

“Without God, life has no purpose, and without purpose, life has no meaning. Without meaning, life has no significance or hope.”- Rick Warren.

Tanpa Tuhan, hidup tidak memiliki tujuan, dan tanpa tujuan, hidup tidak memiliki makna. Tanpa makna, hidup tidak memiliki dampak mau pun harapan. ”- Rick Warren.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Feelings…. Nothing More Than Feelings….
Serba-Serbi Menuliskan Pengalaman.
Ke Mana Mata Kita Tertuju?