Category : Travelling

Articles, Travelling

Plitvice Lakes National Park, Sea Organ & The Sun Salutation   

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Plitvice Lakes National Park, Sea Organ & The Sun Salutation   

Taman Nasional Danau Plitvice adalah taman nasional Kroasia yang paling terkenal. Seluas 300 km persegi. Dihuni oleh berbagai binatang seperti beruang, serigala, berang-berang, babi hutan, sigung, tupai, kelinci, rubah, dan berbagai spesies burung. Merupakan salah satu situs Warisan Dunia UNESCO. Tujuan wisata yang paling populer di Kroasia.

Terkenal dengan danaunya yang berjenjang – di mana enam belas danau indah saling terhubung. Terbagi menjadi dua bagian – Gornja jezera (Danau Atas) berada pada ketinggian 693 meter, sementara Donja Jezera (Danau Bawah) berada pada 503 meter. Danau terbentuk sebagai perpanjangan dari substrat dasar dolomit sedangkan Danau Bawah adalah ngarai kapur yang membentang ke ngarai sungai Korana
Pemandangannya sungguh memukau.

Danau bening kehijauan bening bak kaca.. ikan-ikan kecil dan sedang berenang kian kemari. Ada karang-karang putih cantik di dasarnya. Sementara berbagai air terjun, besar dan kecil, dengan bentuk yang berbeda-beda, menghiasi tepiannya.

Perjalanan mengitarinya butuh waktu sekitar 1.5 jam. Dengan naik kapal selama 20 menit menjelang akhir. Jepret… Jepret.. Foto pun diambil dari berbagai sudut oleh para pengunjung.
Ciptaan Tuhan selalu luar biasa… Masing-masing menunjukkan kecantikan yang berbeda dengan keunikan masing-masing.

Sea Organ, Apa itu?
Arsitek Nikola Basic dengan teamnya, merancang 35 pipa dengan formasi khusus dibawah anak tangga marble yang disusun seperti tuts organ. Dengan cerdik
Sehingga ketika angin laut bertiup, berpadu dengan deburan ombak akan menghasilkan suara indah. Terkenal dengan nama Sea Organ.

Beberapa ratus meter dari Sea Organ, terdapat The Sun Salutation adalah panel surya berdiameter 22 meter yang dibentuk dari 300 panel kaca berlapis. Di bawah pelat konduksi kaca ini, ada serangkaian sel surya.

Sel surya menyerap energi matahari dari matahari terbit hingga terbenam, dan mengubah energi ini menjadi listrik. Listrik yang dihasilkan kemudian digunakan untuk menerangi seluruh tepi laut pada malam hari – contoh unik dari sumber energi yang efisien dan terbarukan.

Saat matahari terbenam, instalasi akan menyala dan menampilkan serangkaian lampu warna-warni yang cerah. Indahnya!

Dua instalasi artistik, yang memanfaatkan kekuatan alam untuk menciptakan suara dan pemandangan indah bagi warga dan pengunjung Zadar.
Sungguh kreatif.
Dunia penuh hal-hal unik.

Travel is the only thing you buy that makes you richer.

Perjalanan adalah satu-satunya hal yang Anda beli yang membuat Anda lebih kaya.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles, Travelling

Slovenia To Croatia.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Slovenia To Croatia.

Pagi ini dimulai dengan mengunjungi Bled Lake (danau Bled) dan Bled Island (pulau Bled).
Ada castle cantik di ujung bukit menghadap danau cantik dengan pulau Bled kecil lengkap dengan gereja di tengah-tengahnya.

Konon castle Ini sesungguhnya dihadiahkan kepada seorang biarawan. Tetapi karena castle Ini sejauh 300 km dari tempat sang biarawan, maka de facto hanya sang penjaga dan istrinya yang tinggal di sana. Sang penjaga bekerja sebagai pemungut pajak dari penduduk setempat. Para penduduk tidak suka, akhirnya dibunuh.
Istrinya yang bernama Maria sedih sekali.
Setelah menjual semua hartanya, Maria membeli lonceng untuk disumbangkan ke gereja. Naas pula, kapal yang membawa lonceng besar itu tenggelam bersama awak kapalnya.

Kecewa & sedih, Maria memutuskan pindah ke Roma menjadi biarawati. Tugasnya merawat anak-anak panti asuhan hingga akhir hidupnya.
Setelah Maria wafat, sang pastor di Bled mendengar kisah dan keinginan Maria. Maka pastor memutuskan untuk membelikan lonceng untuk gereja di Bled Island. Masyarakat percaya, jika membunyikan bel 3x, sambil make a wish, apa pun yang diinginkan terkabul.

Dengan mengendarai perahu dayung, kami menuju Pulau Bled, menuju gereja di dalam pulau.
Mitos yang terkenal, ada seorang pemuda miskin yang jatuh cinta kepada seorang gadis dari keluarga kaya. Orangtua sang gadis menentang hubungan mereka.
Lalu ibu sang gadis memberi syarat, boleh menikahi putrinya asal dia bisa membuat 100 anak tangga menuju ke gereja.
Sang pemuda setuju. Dibuatlah 100 tangga. Tetapi malam sebelum penyerahan, ibu sang gadis sengaja mengurangi 1 anak tangga terbawah. Ketika diserahkan, di cek ulang ternyata hanya 99 anak tangga. Maka gagallah pernikahan mereka. Sad story.

Dari gereja, yang lokasinya tinggi, pemandangan danau dengan castle di tepi bukit, sungguh amat indahnya. Sejuknya angin musim semi yang sepoi-sepoi…. membuat liburan terasa makin nikmat.

Perjalanan dilanjut ke Old Town Zagreb, Croatia. Ada 2 bagian Old Town: yang berdiri pada abad 11 dan abad 13.

Yang paling berkesan di sisi abad 11 adalah Zagreb Cathedral of the Assumption of the Blessed Virgin Mary, yang dibangun pada abad 11, merupakan bangunan tertinggi di Croatia.
Ada makam Cardinal Alojzije Stepinac karya Ivan Meštrovi yang terkenal di dalamnya. Sang Kardinal berani menentang kehendak komunis ketika mengambil alih pemerintahan, dan bersikukuh untuk mempertahankan agama Katholik. Akibatnya beliau dipenjara selama 12 tahun hingga meninggal. Mimbarnya dari marmer, patungnya sangat indah. Banyak sekali jemaat yang mengikuti misa.

Sedangkan di sisi abad 13, ada lukisan Bunda Maria & Yesus kecil di gerbang batu. Pada tahun 1731, Legenda mengatakan bahwa api besar menghanguskan Gradec dan Kaptol, juga menghancurkan sebagian besar Gerbang Batu. Ajaibnya, lukisan Perawan dan Yesus kecil selamat tanpa goresan sedikit pun. Lukisan ditemukan pada tumpukan abu setelah api padam; bingkai kayunya terbakar, tetapi nyala api tidak menyentuh gambar Perawan Maria.

Sejak saat lukisan itu ditemukan, warga Gradec – diikuti oleh penduduk Zagreb kemudian para pengunjung yang religius – mulai berdoa di depan lukisan itu. Sebuah altar dibangun di dalam Gerbang Batu yang telah direnovasi. Apa pun yang didoakan, akan terkabul.

Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” – Ibn Battuta

Bepergian/travelling – membuat Anda tak bisa berkata-kata (karena terpukau), lalu mengubah Anda menjadi pendongeng. – Ibn Battuta

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles, Travelling

Keindahan Kota Ljubljana, Slovenia.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Keindahan Kota Ljubljana, Slovenia.

Hari ini kami mulai masuk ke daerah Balkan, negara-negara bekas Yugoslavia.
Meski sebagian besar negara-negara ini masuk ke Uni Eropa, masih ada Bosnia, Serbia dan Montenegro yang belum bergabung.
Negara yang pertama dikunjungi adalah Slovenia.

Perjalanan 2.5 jam menuju Gua Postojna Cave, merupakan gua terpanjang di Eropa sepanjang 24.5 km, sesuai yang tertullis. Tetapi yang dikunjungi sepanjang 12 km.
Kami naik kereta 7 km, lalu berjalan sepanjang 5 km. Suhu di dalam gua sekitar 5-10 derajad celcius.
Stalaktit dan stalakmit cantik menghiasi gua. Dan bintangnya adalah Salamander, yang bentuknya mirip cicak/ tokek berwarna putih. Di ruangan kaca tapi tidak boleh terlalu terang.

Perjalanan dilanjutkan ke Old Town Ljubljana. Ada yang unik di The Cathedral of St. Nicholas, yang merupakan cathedral bergaya Gothic kebanggaan warga Slovenia.
Cathedral ini pernah hancur saat diserang Ottoman Turki pada tahun 1461.
Dibangun lagi di tahun 1701 mulai dibangun lagi.

Pintu Cathedral dari baja dibuat oleh seorang seniman bernama Mirsad Begi – bukan orang Slovenian Catholic, tetapi seorang muslim dari Bosnia-Herzegovina. Seharusnya sebagai muslim, Mirsad tidak boleh memahat wajah seseorang. Tetapi Mirsad berpikir bahwa dia mempersembahkan karyanya untuk kemuliaan Tuhan, maka dia berani memahatnya.

Pintu ini bergambarkan beberapa kepala beberapa Paus, dengan Yesus yang terbaring di bawahnya. Sehingga ketika pintu dibuka, tubuh Yesus terbelah menjadi 2, menggambarkan Roti Hosti yang dipecah menjadi 2, saat prosesi komuni. Sungguh cerdas dan memiliki makna yang dalam.
Bagian dalam cathedral sangat indah dengan lapisan kuning keemasan di tempat tertentu. Indah, anggun dan memukau.

Lalu di pusat kota, ada Triple Bridge yang terkenal. 3 jembatan khas kota Ljubljana. Sementara di sisi lain triple bridge, persis di pusat square, ada patung pria dan wanita yang memegang ranting olive.

Pada jaman dahulu ada seorangnya penyair pria miskin dari desa, bernama France Preseren. Dia jatuh cinta pada gadis cantik kaya yang rumahnya di tepi square kota Ljubljana.

Malangnya, Preseren tidak berani mengungkapkan perasaannya pada sang gadis. Sehingga gadis itu menikah dengan pria lain. Dan dia tidak pernah tahu kalau Preseren mencintainya.

Preseren tidak pernah menikah seumur hidupnya. Mabuk-mabukan karena patah hati. Akhirnya meninggal pada usia 49 tahun. Tragis!!!
Kurang berani ya? Huh… Gak keren blas!

Setelah Preseren meninggal, warga kota sepakat untuk membuat patung kisah mereka dan mendirikannya di pusat kota Ljubljana. Patung ini menghadap rumah sang gadis. Tempat  ini terkenal dengan nama Preseren Square.

Patung sang gadis kelihatan buah dadanya. Sedangkan di seberangnya ada Pink Church. Warga gereja protes. Tidak sopan!
Pemimpin kota mencari akal, akhirnya di sisi kiri patung ditanam pohon.
Di sisi kanan gereja ditanam pohon pula. Nanti ketika pohon besar maka dari gereja tidak kelihatan patung yang ‘kurang sopan’ itu.

Nach ada coklat yang berbeda dengan negara- negara lainnya. Coklatnya ada rasa sedikit asin. Rupanya saat Slovenia berubah dari negara komunis, perdagangan mulai dibuka. Sebuah keluarga membuka pabrik coklat kecil. Pada saat itu juga ada pabrik garam laut dibuka. Lalu timbullah ide, mengapa tidak menambahkan sedikit garam ke dalam coklat?

Pada suatu hari Queen Elizabeth dari Inggris berkunjung ke Slovenia. Beliau diajak mengunjungi ke toko cokelat itu. Biasanya harus ada yang mencicipi dulu, untuk memastikan makanan tidak beracun. Tetapi kali ini Queen Elizabeth langsung mencobanya.

“Dalam hidup saya,  ini cokelat terenak yang pernah saya makan,” ujar Sang Ratu.

Jadilah booming. Sekarang cokelat asin ini menjadi souvenir wajib yang harus dicoba oleh setiap orang yang mengunjungi Slovenia.

One’s destination is never a place but rather a new way of looking things.- Henry Miller

Tujuan seseorang tidak pernah merupakan sebuah tempat, melainkan cara baru dalam memandang berbagai hal.- Henry Miller

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles, Travelling

Verona, Tempat Juliet’s House.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Verona, Tempat Juliet’s House.

Kami sudah berulang kali ke Italy, cukup merata kami mengunjungi berbagai tempat. Ketika tahu ada Juliet’s House di Verona, ah… belum pernah. Spesial ke sana tentu tidak. Kebetulan kali ini kami ke Balkan, start dari Venice. Yeayy.. dekat Verona!!!

Dari San Marco menggunakan waterbus ke Lucia train station, lalu naik train ke Mastre Station yang ada di Venice mainland untuk mengambil mobil sewaan.

Perjalanan dari Venice ke Verona hanya 1.5 jam. Kotanya kecil kompak, semua tempat-tempat penting berdekatan.
Arena, Roman Empire di Piazza Bra, pusat kota Verona.
Bangunan besar gaya Roma yang megah sangat memukau.

Lalu kami menuju Juliet’s House, yang di klaim sebagai rumah Juliet dalam kisah romantis karya Shakespeare. Semua orang suka hal-hal yang romantis… Romeo & Juliet.
Tidak heran berjubel turis berkumpul di rumah Juliet.

Letak rumahnyadi tengah-tengah keramaian dekat Piazza Dei Signori, city square Verona. Pintu gerbang besi yang megah, dengan dinfing penuh tulisan nama dengan gambar hati dari pata pengunjung yang datang ke sana.
Romantisnya…. ??

Ada patung Juliet di bawah balkon. Untuk naik ke balkon, harus membeli tiket seharga 6 Euro. Di dalam rumah diisi berbagai macam alat-alat untuk peragaan kisah terkenal ini. Tidak lupa foto dari balkon & patung Juliet.

Perjalanan dilanjut menuju kota kecil Sirmione, yang berada di semenanjung/peninsula Danau Garda. Daratan kecil memanjang di ujung selatan Danau Garda.

Memasuki kawasan Sirmione, wow… Di kanan kiri bunga-bunga Tulip berpadu dengan bunga-bunga kecil berwarna-warni menghiasi tepian sepanjang jalan. Sempat ragu, benarkah ini Bunga Tulip asli? Di China, kadang hanya bunga plastik.

Saat disentuh, ternyata memang bunga asli… Dan jepret…. Foto pun diambil.
Sirmione terdiri dari 2 bagian. Awalnya bagian kota Sirmione yang baru dan di ujung adalah bagian kota lama, Old Town Sirmione. Dibatasi dengan Sirmione Castle yang terkenal, dengan pintu gerbang yang membatasinya.
Sungguh cantik dan anggun. Ditambah pula udara sejuk di musim semi, Perfect!
Nantikan kisah di Sirmione besok.

Real love ought to be more like a tree and less like a flower-Mya Robert

Cinta sejati seharusnya lebih seperti pohon dan tidak seperti seperti bunga-Mya Robert.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles, Travelling

Madonna Della Corona, Gereja Yang Menggantung Di Tebing Mt. Baldo.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Madonna Della Corona, Gereja Yang Menggantung Di Tebing Mt. Baldo.

Pagi ini setelah breakfast, kami bersepeda mengelilingi Sirmione, mengunjungi castle dan grotto. Tidak lupa mengunjungi Thermal Spa terkenal milik Maria Callas, penyanyi soprano terkenal Italia.
Turis mulai ramai berlalu-lalang.

Tujuan keren kami hari ini, Madonna Della Corona, gereja yang dibangun pada tahun 1530, tepat di tebing vertikal di Gunung Baldo Italia. Santuario Madonna della Corona (Gereja Bunda Mahkota) tampak seolah-olah hampir menggantung di udara.

Perjalanan melalui desa-desa kecil yang tertata rapi dan asri. Jalanan kecil namun halus. Banyak pohon-pohon cemara menjulang tinggi dan beberapa dibentuk dengan manis, ada yang bulat, berbentuk binatang bahkan bak terowongan diantara bunga-bunga dan rumput hijau. Sangat cantik.

Tiba di desa tempat petunjuk Madonna Della Corona, P. Indra ragu-ragu. Ada jalan kecil menukik ke bawah hanya pas untuk 1 mobil. Benarkah?
Pemilik Kafe di depan jalan memberitahu, kami harus menunggu shuttle bus ke gereja. Bus akan datang pk. 13.32.

Waktu berlalu, namun bus tidak juga datang. Akhirnya kami disarankan turun dengan mobil, tetapi jika tidak ada tempat parkir, segera naik ke atas lagi.
Benar saja, jalanan terjal ke bawah, di sisi kiri kanan ada patung-patung untuk doa Jalan Salib. Sebentar- sebentar turun mengambil beberapa foto, asalkan ada sedikit tempat untuk mobil berhenti. Hingga akhirnya kami bisa mengambil foto gereja di tebing yang luar biasa keren. Unik….
Akhirnya, keinginan tercapai. Thanks God!

Dalam perjalanan pulang ke Venice melalui Paduva, tanpa sengaja kami menemukan
Forte Wohlgemuth di Rivoli Veronese, museum perang dunia pertama yang berbentuk bulat dengan rumput di atapnya. Nampak megah dan menarik di puncak bukit yang tinggi. Selalu ada hal menarik yang Tuhan tambahkan dalam perjalanan.

Seusai makan sore di Paduva, kami menuju Venice. Saat di toll, koq semua lajur tertulis TELEPASS. Mobil-mobil di depan kami melaju tanpa berhenti. Biasanya, di mesin pertama ambil tiket, saat akan keluar toll tiket dimasukkan, lalu kartu kredit dimasukkan untuk di charged.
Tidak bisa berhenti lama, P. Indra segera mengikuti mobil di depannya, lewat…

Menuju Venice, kami mulai bingung. Nanti cara keluarnya bagaimana?
Ketika akan keluar toll, awalnya masuk bagian TELEPASS. Ternyata tidak ada mesin untuk bayar dan palang tidak mau membuka.
P. Indra melambaikan tangan supaya mobil belakang mundur, pindah ke jalur pembayaran tunai atau kartu kredit.

Nah bagaimana membayarnya? Pusing lagi!
Tombol help di mesin ditekan. Saya berharap ada petugas yang muncul membantu, seperti di Indonesia, ternyata tidak ada.
Suasana tegang! Beberapa mobil antri di belakang kami. Klakson dibunyikan…

Suara petugas dari mesin di samping mobil dalam Bahasa Italia… Duh, ga paham. Hanya terdengar Milano berulang-ulang.

“Speak English please…”
“Where do you come from?”
“Indonesia…”,
Kebiasaan setiap ditanya darimana, selalu dengan bangga menyebut negara asal.
Saya dan P. Indra berembug jawaban… ngapain juga dia nanya kita darimana? Mengapa berkali-kali dia bilang Milano?
Ting…. Wow… Paham!
Petugas ingin tahu kami masuk toll darimana? Rupanya petugas mengira kami datang dari Milan.

” Padova go to Venice”

Muncullah angka 3.6 Euro. Kartu kredit dimasukkan, palang terbuka….
Yeayy…. Akhirnya lulus, kami pun tertawa terbahak-bahak mengingat pengalaman tadi…. Betapa lucunya!

You gain strength, courage, and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You are able to say to yourself, ‘I lived through this horror. I can take the next thing that comes along.-Eleanor Roosevelt

Anda mendapatkan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri melalui setiap pengalaman di mana Anda benar-benar berhenti untuk melihat ketakutan di wajah. Anda bisa berkata pada diri sendiri, ‘Saya sudah hidup melewati kengerian ini. Saya akan mampu menghadapi hal-hal mendatang’. -Eleanor Rosevelt.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
1 7 8 9 10 11 15