Category : Articles

Articles

Diperkaya! Mau?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Diperkaya! Mau?

Meskipun agama dan rasa takut telah melemahkan atau mencuri pesan anugerah dan pesan bahwa Tuhan ingin memberi peningkatan di sebagian besar gereja, kita harus tetap berdiri teguh di atas apa yang menjadi hati Tuhan. Tuhan ingin “memperkaya” kita.

2 Korintus 9:9-10 (TB) “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.”
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Diperkaya dalam segala hal…..segalanya…untuk semua kemurahan hati. Inti dari Tuhan, agar kita menjadi pemberi sebagaimana Dia adalah pemberi. Kebebasan dan peningkatan menggambarkan hati dan kehendak Tuhan.

“Sebab begitu besar kasih Allah terhadap dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal” (Yohanes 3:16)

Dia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan Dia bagi kita semua, bagaimana mungkin Dia tidak bersama-sama dengan Dia juga memberikan segala sesuatu kepada kita dengan cuma-cuma? (Rm. 8:32)

Diperkaya berarti memiliki lebih dari cukup, kasih untuk diberikan, sukacita untuk disebarkan, dan pengampunan untuk dibagikan. Itu juga mencakup memiliki sumber daya untuk diberikan supaya memberkati orang lain.

Bijaksana dalam hal keuangan, tidak berarti bersikap pelit dan menawar setiap sen. Tuhan memberikan yang dipadatkan, digoncang bersama, dan yang tumpah keluar.

Pertanyaan pertama yang TIDAK akan ditanyakan Tuhan kepada Anda ketika Anda masuk surga adalah: “Berapa banyak uang yang Anda hemat?”
Dia akan jauh lebih tertarik pada berapa banyak orang yang Anda berkati dengan kemurahan hati Anda.

Anda bisa membelanjakan dengan keyakinan akan hasil yang terbaik (dengan cara mengorbankan atau memanfaatkan orang lain) atau justru percaya akan diperkaya dengan segala kemurahan hati.
Bukan seberapa banyak uang yang Anda miliki di bank yang membuat Anda kaya. Namun ditentukan oleh seberapa murah hati Anda, dan bagaimana Anda memahami bahwa Tuhanlah sumber pemberian kita yang lebih besar dan lebih besar lagi.

Ini merupakan pelajaran yang membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi saya untuk memahaminya. Selama ini saya berorientasi pada “kesepakatan” (murah), namun sekarang saya berorientasi pada berkat. Semakin saya menghilangkan batasan hatiku, semakin Tuhan memperkayaku. Saya mungkin tidak memiliki rekening bank seperti yang dimiliki sebagian orang, namun hati saya bebas untuk memberi dan memberi.
Inilah kemakmuran yang terbaik!

******

Barry Bennett memberikan keteladanan, bagaimana beliau belajar dari waktu ke waktu, menjadi murah hati.

Hasilnya?
Barry makin diberkati dan makin bebas untuk memberi. Kemakmuran tidak diukur dari seberapa banyak harta yang bisa disimpan, tetapi seberapa banyak hidup orang lain diberkati dan dimenangkan karena apa yang kita bagikan.
Dampaknya bersifat kekal.

Anak-anak Barry diberkati. Putra pertamanya saat dalam kandungan, divonis dokter meninggal. Tetapi Barry tidak menyampaikan vonis dokter itu pada istrinya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Putranya lahir normal, cerdas dan sukses dengan memiliki pekerjaan yang sangat baik di sebuah perusahaan ternama.

Putra keduanya, Daniel Bennett menjadi Dean of Students and as an Executive Director – Dekan Kemahasiswaan dan sebagai Direktur Eksekutif.

Tidak hanya diberkati secara materi, tetapi anak-anak dan cucu-cucunya juga diberkati dan menjadi berkat.

Mari kita meneladani Barry Bennett …

The longer you live, the wiser you become – Job 32:7 MSG

Semakin lama kamu hidup, semakin bijaksana kamu – Ayub 32:7 MSG

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Doa Yang Diulang-Ulang, Perlukah?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Doa Yang Diulang-Ulang, Perlukah?

Kerap teman-teman bertanya, bolehkah doa diulang-ulang?

Sebenarnya jawabannya bukan masalah boleh atau tidak?
Tentu saja boleh wong ga ada undang-undang yang melarang, tetapi yang perlu diperhatikan itu, bagaimana cara mengulang doanya dan bagaimana buahnya?
Berdoa itu mau hasilnya bukan?

Tidak semua doa terjawab instan apalagi jika sakitnya sudah parah. Kadang kondisi seperti yoyo, naik turun.
Sikap, iman dan apa yang kita lakukan dan katakan saat menanti manifestasi tercipta, itu yang menentukan.

Ada teman yang sakitnya tergolong ‘berat’ menurut dunia, minta didoakan,
karena hari ini pusing.
Besok minta didoakan lagi karena agak panas.
Lusa karena tenggorokan gatal
Lalu keesokannya lagi pilek.
Dst.

Apa yang sedang terjadi?
Teman ini fokus pada symptoms.
Yang diamati dan diperhatikan, jusyru gejala-gejala penyakitnya. Selama masih ada gejala, merasa masih sakit. Belum sembuh.

Prinsipnya, apa yang kita fokuskan itu membesar.
Saat teman ini fokus pada symptomnya, dia tidak punya kesempatan untuk membangun imannya.
Manusia itu pada dasarnya tidak bisa fokus pada 2 hal yang berbeda.
Itulah sebabnya *Andrew Wommack* kerap berkata, “Jika Anda ingin menghancurkan visi seseorang, berikan dia 2 visi.”

Kita sudah belajar, untuk jumpstart kesembuhan awal seseorang, kita bisa minta dukungan iman dan doa orang lain melalui doa sepakat.
Namun untuk mempertahankan kesembuhannya, perlu iman orang itu sendiri.
Why?
Kita tidak bisa menjagai pikiran orang yang sakit itu.
Si sakit yang menentukan berita apa yang dia dengarkan, saran siapa yang dia percayai?
Hanya si sakit yang bisa menentukan.

Si sakit juga yang memilih, pikiran apa yang dibiarkannya bercokol di kepalanya.
Pikiran Tuhan atau pikiran dunia.
Ketika galau, takut, khawatir, berpikir negatif, itu artinya dia berada pada teritori si musuh. Iblis punya pijakan untuk menyerang dan kuasa Tuhan tidak efektif karena bak isolator yang menghambat aliran listrik bekerja.

Believing is a Work
Percaya adalah sebuah Pekerjaan

Tidak terjadi otomatis.
Memilih tetap berdiri di atas janji-janji Tuhan, meski fakta secara kasat mata berbeda dengan yang diharapkan.

Mendeklarasikan firman-Nya, meyakinkan diri sendiri bahwa janji-Nya selalu bisa diandalkan.

Roma 10:10 (TB) Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Siapa orang yang paling kita percayai?
Diri kita sendiri!

Ketika kita memperkatakan Janji-Janji Tuhan dengan bersuara dan telinga mendengarkannya, meski awalnya tidak terlalu yakin, lakukan terus. Maka janji itu terukir dalam hati. Di situlah iman tumbuh makin hari makin kuat.

?Romans 4:17 NKJV?
—God, who gives life to the dead and calls those things which do not exist as though they did;

Roma 4:17 TB
—Tuhan, yang menghidupkan orang mati dan Menyebut Hal-Hal Yang Tidak Ada SEOLAH-OLAH Ada;

Dan semua ini butuh usaha, kemauan, niat, keteguhan hati.
Tidak tergoda ‘merasa’ sakit, meski faktanya itu yang dirasakan.

Berani berdiri teguh di atas janji Tuhan bahwa oleh bilur-bilur-Nya, kita SUDAH sembuh.
Yakin bahwa kita Orang Sembuh yang sedang menendang penyakit, karena penyakit itu illegal bercokol di tubuh kita.
Why?
Saat lahir baru, kita menerima ‘Sertifikat Tanah Perjanjian’ berupa kesehatan, kemakmuran, hikmat bahkan kuasa yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati.
Penyakit, kemiskinan dan hal-hal yang mencuri, membunuh serta membinasakan adalah lapak-lapak illegal yang ada di tubuh kita.
Karenanya perlu diusir!

Oleh sebab itu dikatakan, Percaya adalah sebuah Pekerjaan.

Kembali ke Laptop: Bolehkah doa diulang?
Boleh… jika memang digerakkan Roh Kudus untuk mendoakannya lagi. Tetapi jangan salah fokus, justru membesarkan dan menghargai symptom-symptom melampaui pethatian kita pada kebenaran-Nya.

Setuju?

Your inheritance as a child of God is peace, rightousness, security and triumph over opposition! – Lisa Osteen.

Warisan Anda sebagai anak Tuhan adalah kedamaian, kebenaran diri, keamanan dan kemenangan atas musuh! – Lisa Osteen.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kereta Api & Tuhan, Apa Korelasinya?


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kereta Api & Tuhan, Apa Korelasinya?

Ketika hendak bepergian jauh, ke kota yang tidak ada penerbangan ke kota tersebut, saya prefer menggunakan kereta api daripada mobil.
Why?
Kereta api itu senantiasa tepat waktu. Apalagi di Jepang atau di beberapa negara Eropa, tidak meleset semenit pun.

Apa yang kerap membuat kita galau dan tidak nyaman?
Ketidakpastian.
Dengan mobil, jam berapa kita tiba di tujuan, serba tidak pasti. Tergantung kemacetan di jalan.

Pernahkah kita menyadari, bahwa janji Tuhan itu seperti kereta api?
Pasti dan bisa diandalkan.
Tetapi banyak orang yang sekedar percaya bahwa Janji-Nya bisa diandalkan namun tidak melangkah dengan iman.

Agar bisa sampai tujuan, pertama-tama kita harus mencari tahu kereta yang mana yang sesuai tujuan kita.
Apakah kita perlu kesembuhan Ilahi, terobosan ekonomi atau pemulihan hubungan atau yang lain lagi?
Setiap kereta ada jam, platform di stasiun yang berbeda-beda. Di kota besar, stasiunnya ada beberapa.
Kita harus mempelajarinya. Agar tidak salah kereta. Semua ada jadwal dan caranya. Tidak bisa semau kita sendiri.

Di mana kita mempelajarinya?
Di dalam firman-Nya. Cara memperoleh kesembuhan, bisa jadi berbeda dengan cara memperoleh terobosan ekonomi.
Setelah tahu caranya, ada tindak lanjut yang harus diambil pula.

Membeli tiket, pergi ke stasiun tepat waktu, menunggu di platform yang sesuai, duduk di kursi yang ditentukan dan turun di tujuan yang dituju.

Ada orang-orang yang sesudah berdoa, lalu tidak melakulan apa-apa. Menanti hingga jawaban doa menghampiri atau jatuh di pangkuannya.
Tidak ada yang otomatis.

Tidak semua jawaban doa itu instan. Jika kita sudah melakukan yang terbaik yang kita bisa, serahkan yang tidak bisa kepada-Nya, Tuhan akan mengerjakan secara supernatural apa yang kita tidak mampu.

Kerap saat menanti jawaban doa, musuh meneror….
“Gak mungkin terjawab. Tuh tetangga sebelah meninggal. Sakitnya sama lho dengan kamu…”

“Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu,” demikian Raja Daud bermazmur

Artinya, baik yang seribu mau pun sepuluh ribu itu dekat sekali dengan kita, tetapi itu tidak menimpa kita.
Why?
Karena kita percaya dan beriman kepada-Nya.
Perlindungan Allah sempurna.
Tuhan sudah berjanji, kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Apa yang menimpa orang lain itu bukan bagian kita. Jangan menyamakan diri dengannya. Itu tipuan iblis.
Jika respon kita berbeda dengan tetangga, hadilnya pun akan berbeda. Percayalah!

Apa yang kita pilih untuk dipikirkan dan dikatakan saat menanti jawaban doa, menentukan apakah doa kita termanifestasi atau tidak?

Jika yang dipikirkan dan didengarkan, hal-hal yang berlawanan dengan kesembuhan yang didoakan, tinggal tunggu waktu, mulut pun akan mengucapkan kata-kata yang senada dengan apa yang tersimpan di hatinya. Itu yang menghapus doa kita sendiri.

As a man thinks in his heart so is he.
Seperti orang berpikir di dalam dirinya, demikianlah dia.

Lalu solusi bagaimana?
Saat pikiran meneror, gantikan dengan sepakat dengan Tuhan.
Perkatakan janji kesembuhan-Nya.
Jangan di diamkan.
Jawab dengan firman Tuhan. Maka pikiran negatif pun pergi.

Kita yang menentukan, kesembuhan atau terobosan ekonomi tercipta atau justru gagal. Melalui perkataan dan iman kita.
Karena itu program baik-baik apa yang kita inginkan, deklarasikan firman-Nya, dengarkan firman-Nya, renungkan siang dan malam. Jangan lupa, bergaul dengan orang-orang yang percaya kesembuhan Ilahi, orang yang percaya mujizat, lebih baik lagi bergaul dekat dengan orang-orang yang sudah mengalaminya..
Mereka menjadi teladan dan peta jalan, prinsip-prinsip kebenaran Tuhan.

Siap praktik? Yuk….

“When in need, we should seek God’s direction for something to set our hands to and then trust Him to bless it and multiply thevresults of our work. But one hundred times zero is zero. Many people have missed their miracle because they never took that first step of faith and used what they had.” – Andrew Wommack.

“Ketika membutuhkan, kita harus mencari petunjuk Tuhan untuk sesuatu yang dapat kita tangani dan kemudian percaya kepada-Nya untuk memberkatinya dan melipatgandakan hasil pekerjaan kita. Namun seratus kali nol adalah nol. Banyak orang yang melewatkan mukjizatnya karena mereka tidak pernah mengambil langkah pertama dengan iman serta menggunakan apa yang mereka miliki.” -Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Iman Yang Sederhana… Namun Berhasil!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Iman Yang Sederhana… Namun Berhasil!

Iman tidak harus rumit atau bahkan mendalam. Kita sering kali mengajarkan iman secara berlebihan hingga meninggalkan kesan bahwa hanya segelintir orang saja yang bisa benar-benar percaya kepada Tuhan. Kita mencoba untuk “meningkatkan” iman kita, mengakui iman kita, dan menyatakan iman kita. Meskipun iman dapat bertumbuh, dan terdapat ekspresi iman yang berbeda-beda, namun pada dasarnya iman hanyalah sebuah pilihan untuk percaya pada kebaikan Tuhan.

Kita semua mempercayai sesuatu. Percaya adalah bagian dari pengalaman manusiawi kita. Kita telah memilih untuk percaya atau tidak percaya pada hal-hal yang diberitahukan kepada kita. Ada banyak suara yang ingin kita mempercayainya. Ada suara politik, suara agama, suara budaya, suara keluarga, suara dokter, dll. Percaya tidaklah sulit. Kita semua melakukannya setiap hari. Yang penting adalah “apa” yang kita yakini. Perhatikan peristiwa berikut yang dicatat dalam Injil Matius.

Matius 9:27-30 (TB) Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.”
Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?”
Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”
Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
Maka meleklah mata mereka.

Ungkapan, “menurut imanmu, biarlah hal itu terjadi padamu,” dapat menjadi hal yang menakutkan bagi banyak orang. Kita cenderung percaya bahwa kedua orang buta ini jelas mempunyai iman yang besar agar bisa disembuhkan secara ajaib dari kebutaannya.
Tapi benarkah?
Mari kita lihat apa yang terjadi.

“Anak Daud, kasihanilah kami.” Seruan minta ampun bukanlah pernyataan iman yang besar.
Itu panggilan permintaan bantuan. Ada kesadaran di pihak orang-orang buta itu, Yesus dapat menolong mereka. Itu saja. Mereka bahkan tidak dapat melihat Dia.

“Apakah kamu yakin aku mampu melakukan ini?” Mereka berkata kepada-Nya, “Ya, Tuhan.” Itu dia! Itu adalah keyakinan mereka! “Kasihanilah kami.” “Kami yakin Anda bisa melakukannya.” Itulah keyakinan mereka. Mereka hanya percaya bahwa dengan belas kasihan, Yesus dapat menyembuhkan mereka. Kita sering mengabaikan betapa sederhananya hal itu dan kita mencoba menjadikannya rumit.

Apa yang kita pilih untuk dipercayai? Suara siapa yang kita dengarkan juga? Kita semua percaya pada sesuatu.
Mari kita memilih untuk beriman kepada kebaikan Yesus.
Tetap fokus pada masa depan yang sembuh, sehat, dan bahagia.

Jagalah mata hati kita tetap tertuju pada kebaikan-Nya, nikmat-Nya, dan kasih-Nya kepadamu.

“Yeremia 29:11 (TB) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Jangan pernah melupakan perbuatan baik Tuhan dalam hidup kita. Jagalah keajaiban mujizat tetap hidup di hati kita. Bangkitkan kegembiraan dari setiap kemenangan di masa lalu. Rasa syukur dan pujian akan memberdayakan kita untuk hari ini dan masa depan!

Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;
(Mazmur 9:1)

If you don’t walk in your God Given Authority, the enemy will seek to take it away and use it against you – John Bevere.

Jika Anda tidak berjalan sesuai Otoritas yang Diberikan Tuhan, musuh akan berusaha mengambilnya dan menggunakannya untuk melawan Anda – John Bevere.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sudahkah Kita Memahami Arti Ciptaan Baru?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sudahkah Kita Memahami Arti Ciptaan Baru?

Kebanyakan orang-orang percaya yang lahir baru, tidak benar-benar menyadari, setelah lahir baru, mereka benar-benar menjadi ciptaan yang baru.

Segala sesuatunya menjadi baru kata NKJV.

II Corinthians 5:17 NKJV?
[17] Therefore, if anyone is in Christ, he is a new creation; old things have passed away; behold, ALL THINGS HAVE BECOME NEW.

Naturenya jadi baru.
Meminjam illustrasi P. Bambang Sungkono, sebelum lahir baru ibaratnya babi, yang suka berkubang dalam lumpur ‘dosa’ dan menikmatinya. Habitat babi memang hidup dalam lumpur. Setelah lahir baru ibarat kucing.
Bisa ga kucing terpeleset masuk ke dalam lumpur? Bisa.
Tapi lumpur bukan habitat kucing. Dia risih, cepat-cepat melompat keluar.

DNA baru. Sekarang kita memiliki DNA Yesus.
Semestinya kita tidak lagi ketakutan terhadap penyakit keturunan seperti diabetes, jantung, tekanan darah tinggi dll.
Roh Allah tinggal di dalam roh kita, segala penyakit yang takut pada kita.

Dulunya minder, penakut, tidak percaya diri, bodoh dll sekarang jadi Pede, bijak, berhikmat karena ada Kristus di dalam rohnya.
Tentu tidak terjadi secara otomatis tetapi dengan mengidentifikasi siapa diri kita, sesuai dengan apa yang alkitab katakan tentang kita.

Kehidupan kekristenan yang sesungguhnya adalah mempelajari apa yang ada di dalam roh kita, apa yang dikatakan Alkitab tentang kita, lalu kita sepakat dengan jati diri kita di dalam roh, jati diri kita di dalam alkitab, kemudian kita memprogram jiwa kita : pikiran, emosi, kehendak & imajinasi kita, agar selaras dgn apa yg ada di dlm roh kita, apa yang ditulis Alkitab tentang kita, lalu menghidupinya.

******

Andrew Wommack seorang introvert sejati. Dia tidak berani memandang mata orang yang berbicara kepadanya.
Andrew bercerita, jika seseorang menyapanya, dia tetap menunduk malu. Sampai sudah lewat 2 blok, baru dia menjawabnya.

Namun ketika Andrew mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan , dia benar-benar menjadi pribadi yang berubah. Dia bisa mengajar ke seluruh dunia. Pemikiran-pemikirannya dipuji nyaris gak pernah salah, karena dia mendengarnya dari Tuhan. Pelayanannya melalui Andrew Wommack Ministries dan Charis Bible College, menjadi pelayanan yang paling berkembang di dunia, saat ini.

*****
Guru saya yang satu ini, Arthur Meintjes itu unik. Menyandang disleksia dan gagap sejak kecil. Hingga umur 25 tahun masih kesulitan membaca.
Tuhan berjanji akan memakainya, untuk memberi pengaruh kepada dunia.
Jelas saja Arthur tidak percaya! Bahkan menganggap Tuhan ingin mengolok-olok dia.

Lari selama 8 tahun menjauhi Tuhan, hingga akhirnya menyerah.
“Oke Tuhan, terserah Engkau”.
Apa yang terjadi?
Dalam 2 minggu Arthur sembuh dari disleksia dan gagap!
Ternyata kuncinya hanya taat, artinya right believing, percaya saya pada kebenaran yang Tuhan sampaikan.

Mungkin karena latar belakangnya, Arthur mengajar satu persatu dengan sangat jelas.
Dan banyak sekali pelajaran dan pewahyuan yang saya dapat darinya.

Cacat bawaan yang membuat masa depan Arthur seolah tanpa harapan, namun perjumpaan pribadi dengan Yesus mengubah segalanya.
Tidak ada kata terlambat, meski Arthur baru bisa membaca di usia 25 tahun. Terbukti Arthur Meintjes benar-benar dipakai Tuhan untuk mengajar kebenaran Firman Tuhan ke berbagai negara. Mimpi Tuhan bagi kita itu seukuran Tuhan. Senantiasa membuat kita terpukau.
Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil!

******
Tujuan hidup Anda lebih besar daripada apa yang dapat Anda pikirkan!
Ricky Burge lahir di daerah yang penuh kekerasan di Gary, Indiana. Ricky dibesarkan dan tumbuh di tengah kegagalan pernikahan orangtuanya. Pencarian akan makna serta tujuan hidup, justru membawanya bergaul dengan anak-anak gang, pesta-pesta dugem dan obat-obatan terlarang.

Perjumpaan pribadinya dengan Tuhan melalui Andrew’s free conference, menuntunnya menjadi murid di Charis Bible College.
Sekarang Ricky menjadi Director of African Expansion for Charis World Outreach – Direktur Ekspansi Afrika untuk Charis World Outreach.

Kehidupan yang semula tanpa harapan, gelap tak berujung, saat berjumpa secara pribadi dengan Yesus, menjadi pribadi yang dipakai Tuhan untuk membawa Terang Kristus di Afrika. Hidup jutaan orang diubah karenanya. Saat ini Charis sudah dibuka di 6 negara di Afrika dan terus akan berkembang.

*****
Ketika kita memilih hidup sesuai rancangan, kehendak dan jalan-jalan Tuhan – God’s Way, maka hal-hal besar yang melampaui apa yang bisa kita pikirkan, harapkan mau pun doakan, tercipta dalam kehidupan kita.

Jangan terbelenggu oleh kehidupan kita sebelum lahir baru. Itu semua sudah berlalu. ALL THINGS HAVE BECOME NEW.

Mari kita menjadi pribadi yang baru sesuai dengan tujuan Tuhan dalam menciptakan kita.
Dan taklukkan dunia bagi Kristus!

God loves you and He is moved by your situation. He knows what is going on ypur life and He is working on your behalf. – Lisa Osteen.

Tuhan mengasihi Anda dan Dia tergerak oleh situasi Anda. Dia mengetahui apa yang terjadi dalam hidupmu dan Dia bekerja demi kamu. – Lisa Osteen.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 71 72 73 74 75 319