Jangan memberikan tempat bagi iblis atau setan dalam hidup kita. Begitu banyak orang yang membuang-buang waktu terpaku pada musuh ketika sesungguhnya, sebagian besar waktunya, mungkin saja tidak sedang berada di dekat kita. Setan tidak berada di berbagai tempat.
(Note: Setan tidak Omni-present seperti Tuhan, yang berada di mana-mana, dalam waktu yang bersamaan. Setan tidak begitu. Setan hanya bisa berada di satu tempat, pada satu waktu, seperti manusia).
Mari kita berfokus sebagai Pemenang dan menempatkan musuh dalam perspektif yang tepat.
Setan tidak bisa menghentikan kasih Tuhan. “Ya, Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” Yeremia 31:3 (TB).
Setan tidak bisa menghentikan iman kita. “Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.” Efesus 6:16 (TB).
Setan tidak bisa menghentikan kasih karunia Tuhan. “Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.” Mikha 7:8 (TB).
Setan tidak lebih pintar dari kita. “Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.” 2 Korintus 2:11 (TB).
Setan tidak bisa menghentikan kekuatan Tuhan di dalam kita. “Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” 1 Yohanes 4:4 (TB).
Setan tidak bisa menghentikan otoritas Tuhan di dalam kita. “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!.” Yakobus 4:7 (TB).
Semua orang percaya yang lahir baru, telah ditempatkan di dalam Kristus jauh di atas semua kerajaan dan kuasa kegelapan. Seperti seorang polisi Anda memiliki seragam (identitas), lencana (otoritas) dan senjata (kekuasaan). Gunakan semunya itu!
[Repost ; “Recognize Satan’s limitations”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Bak petir menggelegar, saat saya membaca kabar guru saya terkena masalah berat. Ketinggalan berita pula, sudah berhari-hari baru tahu. Oh…. Dituduh terlibat dalam pengambilan keputusan, yang pada akhirnya menimbulkan kerugian. Dan sang guru ditahan bersama rekan-rekannya, untuk mempertanggungjawabkannya. Dari penjelasan yang saya terima, beliau hadir dalam rapat sebagai peserta. Kejadiannya hampir sepuluh tahun yang lalu.
Otak pun berputar, mungkinkah?
Saya mengenal beliau sekitar 6 tahun lalu. Ada kisah lucu yang diceritakan beliau, yang tidak pernah saya lupakan.
“Karena kantor saya dan kantor istri saya tidak terlalu jauh, kebetulan sopir kantor yang biasa menjemput istri saya tidak masuk, maka istri ingin ikut mobil saya,” guru saya bercerita, “Oke boleh ikut, tapi turunnya di kantor saya. Karena ini mobil kantor dan bensinnya dibayar oleh kantor. Dari kantor saya ke kantormu, naik taxi ya….”
Diiieeeennnkkkk…. Itulah guru saya yang sangat disiplin menjaga integritas. Kalau P. Indra begitu, saya bisa mengomel protes berjam-jam rasanya.
Saya selalu percaya, hidup manusia tidak bisa terbagi-bagi. Kalau seseorang rapi di kantor, berarti di rumah pun dia rapi. Kalau seseorang berintegritas dalam hal A, dia akan berintegritas juga dalam hal B. Dari buahnya, seseorang bisa menilai pohonnya. Gak mungkin kan buahnya tomat koq pohonnya mangga? Dari hal-hal kecil, kita bisa menilai karakter seseorang. Itu prinsip saya.
Selama 6 tahun saya mengenal beliau dan istrinya, tidak pernah sekali pun memanfaatkannya untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri. Banyak teman baru, yang membujuk saya untuk beli ini itu. Beliau tidak. Kehidupan mereka bersahaja, dihormati dan dicintai banyak orang. Teman-temannya dari berbagai kalangan… Banyak orang-orang top juga yang sangat mencintai mereka. Jika memang mereka tidak jujur dan suka merugikan orang lain, tentunya hal itu tidak akan terjadi bukan? Cengli, pikir saya.
Hal buruk bisa terjadi pada orang baik. “Mengapa Tuhan ijinkan?”, Pertanyaan orang pada umumnya.
Bukan Tuhan yang mengijinkan, tapi iblis, setan atau si jahat itulah yang berusaha menjegal orang-orang baik. Mereka tidak suka karena orang baik menjadi teladan dan mempengaruhi banyak orang agar hidupnya mendekat kepada Tuhan dan hidup mereka jadi lebih baik serta berkenan kepada Allah.
Pencuri (setan/iblis/si jahat) datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Tetapi Tuhan datang untuk memberi hidup (kelimpahan, kesehatan, kebaikan), agar mereka mempunyainya di dalam kelimpahan.
“Lalu bagaimana solusinya?”, saya bertanya kepada Tuhan dalam hati. “Serahkan kepada Tuhan,” jawab suara kecil dalam hati, “Allah turut bekerja dalam segala perkara, untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.”
Terlintas dalam ingatan, ungkapan Joel Osteen. Iblis berusaha memasang batu sandungan, agar anak-anak Tuhan jatuh tersandung. Tetapi ketika kita bergantung sepenuhnya kepada Allah dan mempercayainya, Tuhan akan mengubah batu sandungan itu menjadi stepping stone alias batu pijakan yang akan membawa kita naik ke tempat yang tinggi, yang tidak dapat diraih jika tidak ada batu tadi.
Tiba-tiba hati menjadi lega. Hidup memang tidak mudah. Masalah bisa tiba-tiba datang tanpa permisi tetapi jika Allah berada di pihakku, siapa yang dapat melawanku? Thank You, My Lord! I trust You!
We can’t control or tame the storms that we are in, but we can choose to FIX our eyes on the One who can silence it.
Kita tidak dapat mengendalikan atau menjinakkan badai yang kita hadapi, tetapi kita dapat memilih untuk MEMFOKUSKAN pandangan kita pada Dia yang dapat membungkamnya.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Pandemi berkepanjangan membuat hidup tidak jelas bukan? Saya pun mengalaminya! Banyak masalah yang baru pertama kalinya saya alami, tentu saja gamang, apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya?
Kalau masalah yang berulang, kita sudah tahu, kira-kira endingnya begini. Jadi yang terbaik dilakukan adalah A, B, C… Mudah!
Nyaris setiap hari saya post tulisan yang membangkitkan iman dan semangat. Setiap menuliskan atau menterjemahkan tulisan-tulisan para guru Charis, saya pun belajar. Berbagai kesaksian dan pengalaman ditolong Tuhan, ‘segunung’ tingginya. Tetapi entah mengapa ada jarak antara apa yang saya ketahui secara mental di pikiran, dengan apa yang ada di dalam hati!
Orang lain tidak tahu, tetapi saya tahu. Ada kegelisahan dan ‘kepikiran’ istilah Orang Jawa, berputar-putar di kepala. Ini tidak benar. Tetapi tidak juga pergi. Meski sudah baca firman, berdoa dan deklarasi. Bahkan menghantui dalam mimpi. Pernah mengalaminya?
Pagi ini subuh bangun, berdoa dan baca firman. “Tuhan, saya tahu ini tidak benar. Mengapa saya mesti gelisah? Tolong Tuhan agar saya bisa memahami hati-Mu, kasih-Mu dan mengatasinya.”
Teringat anjuran Greg Mohr, ketika hati terasa berat, berdoalah dalam roh. Saya pun taat.
Post artikel seperti biasa. Muncul chat dari Bu Hermini. “Betul bu, kadang saya beberapa kali mengalami tidak _connect_ dengan Tuhan. Kuncinya kita harus terus *” terhubung”* dengan firman Tuhan ya bu…” Lalu Bu Hermini mengomentari buku “Roh, Jiwa dan Tubuh” yang saya kirimkan dan menanyakan judul buku Andrew Wommack, _“Survival Kit”_ Saya pun browsing, dan ternyata yang dimaksud, buku berjudul *“Harnessing Your Emotions”*.
Sebetulnya saya sudah membaca buku tsb. Tapi membaca saat sedang butuh, dengan sekedar baca, kesannya sungguh berbeda. Kali ini langsung tepat sasaran. Tuhan mengirimkan jawaban bagi masalah saya melalui buku itu.
Mengapa saya merasa ada jarak antara kepala dan hati, padahal saya ‘merasa’ beriman? Ternyata saya panik!
Tuhan mengajarkan, Let Not Your Heart Be Troubled! Jangan Biarkan Hatimu Bermasalah (Panik)!
“Lebih mudah Anda mengontrol emosimu sejak awal dan tidak membiarkannya melebar ke mana-mana tanpa terkendali; menjadi ketakutan, ketidakpercayaan dan panik, karena dari pengalaman, 80-90% kemungkinannya, Anda tidak akan dapat membalikkan situasinya lagi” Andrew Wommack mengarahkan, “Hal pertama yang harus Anda lakukan dalam situasi krisis, Jangan Panik! Percaya dan mulailah beroperasi dalam iman!”*
Emosi itu bak kuda, yang bisa diatur tetapi bisa juga liar, jika kita tahu cara mengendalikannya, kita bisa menungganginya dan menjadikannya alat transportasi yang bermanfaat. Tetapi jika kita membiarkannya menjadi tidak terkendali, kuda itu bisa membuat sang penunggang dilempar, jatuh dan patah kakinya.
Andrew mendoakan Hannah Terradez yang berusia 3.5 tahun dan menderita penyakit autoimun dan allegi langka yang mematikan, _Eosinophilic Enterophathy._ Penyakit langka, di mana eosinofil dapat menyusup ke berbagai lapisan dinding usus. Hannah sudah berulangkali didoakan tetapi tidak sembuh. Hingga suatu ketika didoakan Andrew Wommack dan sembuh.
Apa rahasianya? Andrew menjelaskan, banyak orang saat melihat situasi Hannah yang sangat tidak menjanjikan, bahkan sangat buruk, antara hidup dan mati, meski mereka berdoa tetapi hati mereka panik. Bukan doa yang dilandasi oleh iman. Bagi Tuhan, tidak ada sakit berat dan sakit ringan. Andrew berdoa dengan fokus pada kemampuan Tuhan, penuh iman percaya bahwa Tuhan ingin semua orang sehat, maka Hannah pun sembuh secara supernatural.
Iman timbul karena pendengaran. Apa yang kita pilih untuk didengarkan, menentukan ke mana arah kehidupan kita. Saat saya mendengarkan penjelasan Andrew, iman pun timbul. Saat iman hadir, panik sirna dengan sendirinya.
Teman-teman di luar, bahkan P. Indra, tidak tahu apa yang terjadi di dalam hati saya. Namun saya tahu persis. Saya berubah! Situasi yang dihadapi masih sama tetapi damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, memerintah dalam pikiran serta hati saya. Jika Allah Sang Pencipta alam semesta di pihakku, siapa yang dapat melawan aku?
Bagaimana dengan Anda? Belajar sama-sama yuk…
No matter what you are facing, remember: The LORD your God is the one who goes with you to fight for you against your enemies to give you victory!
Tidak peduli apa yang Anda hadapi, ingatlah: TUHAN, Allahmu, yang menyertaimu, berperang untukmu melawan musuhmu, untuk memberimu kemenangan!
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Terminal Protection Juanda Airport: Security Angkasa Pura 1 Peleton E Yang Dahsyat!
Sejak pandemi kebiasaan berpesawat ria jauh menurun. Bahkan untuk pertama kalinya, bulan Desember lalu kami menempuh perjalanan Jakarta ke Surabaya pulang pergi dengan mobil. Michelle, sang putri bungsu yang bergantian menyetir dengan papanya.
Kemarin siang, 8 feb 2021 pk. 23.25, dengan pesawat Garuda GA 314, P. Indra, mama dan saya terbang dari Jakarta ke Surabaya. Tiba di Surabaya kami keluar terakhir karena mama harus menggunakan kursi roda. Setelah mengambil bagasi, menjelang ke pintu keluar, baru sadar saya belum mengisi form kesehatan di aplikasi. Suapaya cepat, disarankan mengisi form manual. P. Indra dan saya pun menuju meja , mengisi form. Kami berdua bersama-sama mengisinya. Seperti biasa, lebih praktis lihat nomor NIK KTP dengan foto di handphone, semua sudah saya kumpulkan di sana. HP saya letakkan di meja. Selesai mengisi, bergegas kami keluar. Christian sudah menjemput di luar.
Begitu mobil jalan, saya teringat HP saya tertinggal di meja. Tapi mobil harus putar balik untuk kembali ke tempat tadi. Butuh waktu beberapa menit. P. Indra menelpon Hp saya, berbunyi selama 45 detik. Berarti HP masih ada. Dalam hati saya berdoa, “Tuhan, tolong….” Pikiran buntu, hanya itu saja yang bisa diucapkan. Semenit kemudian, ditelpon lagi, masih berbunyi selama 34 detik. Tiba di depan pintu, segera P. Indra dan saya bergegas turun. P. Indra menelpon kembali, HP sudah dimatikan. Oh….. 🙁 Dari pengalaman, kalau HP dimatikan, berarti sudah diambil orang. Kami setengah berlari menuju meja, sambil memberi info security yang kami temui, dan HP benar-benar tidak ada!
Galau. Semua data ada di dalam HP. Seruput Kopi Cantik, foto-foto, data perbankan dll. HP adalah alat yang sangat berharga, nyaris seluruh kehidupan kita sekarang tercatat di sana. Jarang disadari betapa pentingnya sesuatu, hingga kita kehilangan…
Ketika mata menyapu ke sekeliling, cukup banyak penumpang dan petugas di ruangan itu. Teringat pula, saat mengisi formulir, ada beberapa orang yang sedang mengisi formulir bersama-sama. Banyak kemungkinannya, siapa yang menemukan dan mengambil HP saya.
P. Masykur Hasyim, security di sana segera menenangkan hati saya. Beliau mengontak temannya dengan menggunakan HT, melaporkan kronologis kehilangan HP dan meminta untuk check di CCTV.
“Ibu tidak buru-buru bukan? Silakan Bapak dan Ibu duduk dulu, kami sedang memutar ulang rekaman CCTV dan membantu mengatasinya. Kami usahakan yang terbaik Bu…,” ujar P. Masykur.
Kami duduk menanti. Penumpang yang datang makin banyak. Mana mungkin HP bisa ketemu? Apalagi HP paling mudah dicuri. Dimasukkan tas atau kantong baju sudah tidak kelihatan.
Pilihannya ada 2: galau lalu menyerah pada pikiran buruk atau menggunakan otoritas untuk menggagalkan rencana jahat iblis dan percaya pada pertolongan Tuhan.
Saya memilih yang kedua. Menguatkan hati, saya berdoa memerintahkan dengan kuasa yang diberikan Tuhan, agar rancangan jahat dipatahkan dan menguatkan hati untuk percaya: bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil.
Menunggu beberapa lama, saya bertanya lagi pada P. Masykur. “Tunggu dulu bu, kami sedang mengusahakan.”
P. Indra berkata, “Kita berikan saja nomor HP ke security bandara, kalau memang ketemu biar dihubungi. Kemungkinan ketemu kecil. Segini banyak orang… Bisa siapa saja yang mengambil.”
P. Indra menghampiri P. Masykur yang sedang berbicara dengan 2 orang temannya agak jauh dari kami. Tidak lama kemudian mereka menghampiri saya, dengan membawa seorang pria berseragam warna biru muda, di tangannya memegang HP saya. Wow… Rasanya tegang, antara percaya dan tidak percaya…. Ternyata bisa ketemu lho …. Saya menepuk jidat sendiri. Berdoa meminta, tetapi saat menerima jawaban, seolah tidak percaya. Yenny… Oh … Yenny… Di mana imanmu?
Seorang security dan P. Masykur, meminta saya untuk memeriksa, apakah ini betul HP saya dan masih utuhkah? HP saya terima dalam keadaan mati. Setelah dinyalakan dan diteliti, semua masih oke seperti semula.
Para petugas meminta kami ke kantor untuk memberikan keterangan. Kami baru paham. Di kantor, pria tadi di interogasi. Ternyata pria berseragam biru muda tadi yang menemukan HP saya, tetapi dia tidak menyerahkannya petugas keamanan terdekat. Itu kesalahannya. Bahkan HP dimatikan, meski pria itu menyanggah, dengan alasan karena dia buru-buru membantu seorang ibu yang mau ke Malang. Tetapi data di HP P. Indra dan saya, terekam history, 2 kali telpon masih berbunyi dan yang sesudahnya, HP dimatikan. Setelah kembali pun, pria tadi berbincang dengan temannya, tanpa menyerahkan HP yang disimpannya pada security terdekat.
Kami diberi pilihan, untuk menyelesaikannya secara hukum atau kekeluargaan? Kami memilih kekeluargaan. Yang penting HP sudah kembali.
Dan sungguh salut dengan cara kerja dan kesigapan security Bandara Juanda Surabaya ini. P. Danang menolak ketika kami ingin memberikan sesuatu sebagai ungkapan terimakasih.
Sungguh bukti integritas dan layanan yang luar biasa! Sangat membanggakan!
Saya harus menuliskan pengalaman ini dalam Seruput Kopi Cantik sebagai penghargaan dan ungkapan syukur serta rasa terimakasih saya yang tak ternilai harganya. Segera terlintas dalam ingatan, saya harus melaporkan kisah hebat ini pada Prof Rhenald Kasali, -Ketua Pembina Aspirasi, di mana saya menjadi anggotanya-, yang pada th 2015 diangkat menjadi Komisaris Utama Angkasa Pura I. Bukti prestasi Angkasa Pura yang patut diacungi jempol
Saya pun minta data-data team security dan tidak lupa berfoto bersama mereka. P. Indra segera mengabadikannya.
Terbukti janji Tuhan, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Tuhan baik dan selalu bisa diandalkan. Meski secara kasat mata, seolah semuanya mustahil tetapi bersama Tuhan tidak ada yang mustahil. Tuhan memakai team Terminal Protection Airport Juanda, Security Angkasa Pura 1 Peleton E, sebagai ‘malaikat’-Nya. Team Leader : Danang Ari Rachmad Squad Leader : Lalu Gde Satriawan Anggota : 1.Masykur Hasyim 2.Panji Jasmitro 3.Kukuh Giri
Terimakasih bapak-bapak semua… Good job! Majulah Indonesiaku….
It may look like your situation is never going to change, but in a split second God can completely resolve it.
Tampaknya situasi kita tidak akan pernah berubah, tetapi dalam hitungan detik Tuhan dapat menyelesaikannya dengan tuntas.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Sadarkah kita bahwa kita sedang dipimpin? Mungkin saja kita tidak menyadarinya, tetapi setiap saat, setiap hari, kita semua dipimpin. Siapa atau apa yang menuntun kita, dan kemana kita akan pergi?
Pertimbangkan tiga opsi berikut :
“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Roma 8:14 (TB). “… waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.” 2 Petrus 3:17 (TB). “… dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu,” 2 Timotius 3:6 (TB).
Kita bisa saja dipimpin oleh Roh Tuhan, oleh orang yang sesat, atau oleh nafsu kita sendiri. Motivasi dari Roh Tuhan adalah membawa kita pada kehidupan. Motivasi orang jahat, membawa kebohongan. Sedangkan motivasi kedagingan adalah memuaskan nafsu. Jadi kemungkinannya, kita bisa mengalami kehidupan, dirusak oleh kebohongan, atau justru menyerah pada nafsu.
Kebohongan dan nafsu ada di sekitar kita. Mereka mewakili kerusakan dunia. Kekuatan-kekuatan itu terus-menerus mencari cara untuk menabur keraguan, ketakutan, kecemasan, kesalahan dan rasa bersalah. Roh Tuhan berusaha menuntun kita ke dalam hidup yang berkelimpahan, penuh sukacita, damai sejahtera, kasih dan tujuan. Apapun yang kita fokuskan (baik kehidupan, kebohongan atau nafsu) akan menentukan takdir kita nantinya.
Jadi pertanyaannya, siapa atau apa yang menuntun kita?
Kita bisa mengetahuinya dengan melihat apa yang kita alami. Jika kita tidak mengalami kehidupan, sukacita, damai sejahtera, kasih, dan tujuan, kita tidak sedang dipimpin oleh Roh Tuhan.
Renungkan dulu.
[Repost ; “Who or What Is Leading You?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU ? PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN