Category : Articles

Articles, Relationship, Self Motivation

Tongkat Estafet….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tongkat Estafet….

Chat masuk dari sahabat kami, P. Susanto Tjahyadi dari Bali, foto Wong Mei Kee resto, pemenang Michelin di Kuala Lumpur/Penang 2023. Lengkap dengan linknya.
Pantas dicoba ini…
Meski habis sarapan, kami menuju ke resto itu dan alamak.. antrian panjang sekali. Semua meja full dan belum ada makanan yang tersaji. Panas pula. Restonya di ruko tanpa AC.  P. Indra mengajak pulang hotel saja.

Tapi pikir-pikir penasaran juga. Teman-teman memotivasi, worth it dicoba. Michelin pula…
Keesokan harinya sengaja ke resto lagi. Resto buka hanya 12 pm – 3 pm. Artinya hanya berbisnis 3 jam saja.

Kami tiba 11.45, antrian sudah panjang lagi… lhoh???
P. Susanto menjelaskan, orang-orang sudah mulai datang sejak pk. 10.30 dan menunggu resto buka. Resto dibuka pk. 11.00 tetapi makanan baru disajikan setelah pk. 12.00.
Pantas semua meja sudah penuh.
Wow…

Bossnya sendiri yang memotong dan menyiapkan makanannya. Pelayan-pelayan hanya menyajikannya. Mungkin itu rahasianya mengapa rasa dan kualitasnya tetap terjaga.
Roast Pork, Roast Chicken, Ayam Rebus, Kuah Asam. Itu saja makanan yang disediakan disertai aneka minuman.

Saya mesti berdiri dekat meja, di mana orang yang makan sudah dilayani dan segera selesai. Nyaris mesti berebut, agar bisa dapat meja.
Rasanya memang top. Pantas laris manis luar biasa….

*****
Sejak tahun 1990, kami punya langganan ayam rebus di sebuah foodcourt di Pluit. Kesukaan kami sekeluarga.
Awalnya ditraktir teman, orang Medan yang terkenal jagoan soal makan enak.
Dulu kami masih tinggal di Kota Solo, setiap ke Jakarta, tidak lupa makan di sana.
Sampai pindah Surabaya hingga sudah stay di BSD, ayam rebus tetap menjadi favorit keluarga.

“Ayam rebus paling enak. Resto besar pun lewat…,” ujar P. Indra.

Suatu ketika kami ke foodcourt, ayam rebus gak jualan. Demikian pula kali ke 2 dan ke 3, koq gak ada. Bahkan terakhir diganti makanan lain yang jualan di sana.

Michelle putri bungsu saya kecewa berat…. sudah kangen sekali ayam rebus.

Penasaran. Saya cari pengelolanya dan mendapatkan info, si encek yang jual ayam rebus sudah meninggal.

“Mengapa tidak diteruskan oleh anak istrinya?”

“Sudah sich… tapi gak laku…”

Hati saya trenyuh.
Tidak mudah membangun brand dan mengumpulkan sedemikian banyak customer yang loyal selama puluhan tahun. Itu tak ternilai harganya. Tetapi pedagang kuno tidak menyadari hal itu. Sekedar berjualan, asal kecukupan, ya sudah… Tidak memikirkan strategi jangka panjangnya.

Rupanya si encek tidak melatih anaknya sejak awal. Saat orangtua masih ada, dan masih bisa mendampingi, sang anak bisa belajar dan berlatih.
Dimana kekurangannya, sang papa bisa membetulkannya ibarat coach yang sedang melatih muridnya. Customer tidak akan merasakan besarnya perbedaannya, apalagi klo sang papa tetap muncul di foodcourtnya. Sesungguhnya, rasa itu beda tipis. Apalagi jika jam terbang anak makin tinggi, tentu makin mirip dengan buatan papanya.

Bukannya masak itu tergantung tangan yang memasak?
Begitu anggapan umum di masyarakat. Buktinya McD, KFC dan berbagai brand terkenal bisa buka cabang di berbagai belahan dunia. Artinya, rasa itu bisa dirumuskan dan dijadikan kurang lebih sama.

Ketika sang papa sudah tidak ada, baru sang anak muncul, tentu customer lebih kritis membandingkan masakan sang papa dengan sang anak. Jam terbang tidak bisa menipu.
Inilah cara sederhana untuk memberikan tongkat estafet kepada sang anak.

Tidak hanya dalam hal makanan, tetapi dalam semua bidang. Dengan mengalihkan tongkat estafet dengan bijak dan sejak dini, maka anak tidak perlu merintis dari nol lagi. Brand, customer, aset semua sudah ada..ini modal yang tak ternilai harganya. Tinggal bagian sang anak untuk mengembangkan dan membawa apa yang telah dirintis oleh orangtuanya, supaya bisa go national bahkan international.
Dikemas dan dijual dengan cara bisnis masa kini.

****
Melihat larisnya Resto Wong Mei Kee mengingatkan saya agar berbagi pemikiran tentang mengalihkan tongkat estafet sejak dini.

Elisa, putri sulung kami kerap menasehati adik-adiknya yang sudah berbisnis sendiri,
“Mumpung papa & mama masih ada, gunakan waktu untuk bereksperimen mengembangkan bisnismu. Ada tempat untuk bertanya dan ada back up jika something happens. Ada mentor yang bisa dimintai nasehat yang jujur.”

Mengalihkan tongkat estafet dan melatih anak-anak tidaklah mudah. Kadang kesulitan, darimana mulainya? Banyak hal-hal yang menurut kita, sewajarnya demikian karena kita sudah berpengalaman selama puluhan tahun, tetapi ternyata pemikiran anak-anak berbeda.

Mereka pun punya teman-teman yang sukses di bisnis masa kini sehingga kita tidak bisa memaksakan cara lama juga. Mereka punya strategi yang berbeda dengan cara bisnis lama. Kedua belah pihak butuh sama-sama belajar, bagaimana bisa memberikan tongkat estafet, sekaligus memberi mereka kesempatan agar dapat terbang jauh lebih tinggi dari pencapaian orangtuanya.

Bagaimana pendapat Anda?

The greatness of our lives is not in what we leave behind, but in what we send forward.

Kehebatan hidup kita bukan terletak pada apa yang kita tinggalkan, namun pada apa yang kita berikan.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

 

Read More
Articles, Christianity, Relationship

Jawabannya adalah Ya… Yess…Yess…Yes….!!!

 

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Jawabannya adalah Ya… Yess…Yess…Yes….!!!

“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Yohanes 14:14 TB

Ayat ini nampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, -Too good to be true-, banyak yang memilih membatasinya dan membuatnya menjadi rumit.
Beberapa orang mengatakan, meminta dalam nama-Nya berarti mengetahui secara pasti kehendak-Nya dalam setiap keadaan, dan juga memberikan ruang bagi cara-cara-Nya yang misterius dan kemungkinan Dia mengatakan “tidak”.

Apa yang mendasari orang-orang suka memperumit janji Tuhan yang so simple?
Mudah. Sesungguhnya mereka tidak percaya, mereka ragu koq sedemikian mudahnya, apa ya betul?
Bagaimana jika tidak terjadi? Takut kecewa.
Unbelief!

Ketika Bartimeus yang Buta mendekati Yesus, lalu Yesus bertanya kepadanya, “apa yang kamu ingin aku lakukan untukmu?”
Yesus bersedia menjawab permohonan apa pun, namun Bartimeus perlu menyatakan apa yang diinginkannya. Menyembuhkan Bartimeus dari kebutaannya, merupakan bagian mendasar dari tujuan Yesus – agar dapat menghancurkan perbuatan musuh (1 Yohanes 3:8).
Penyakit berasal dari si musuh.

Yesus juga berkata pada kesempatan lainnya:
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Yohanes 15:7 TB

Bartimeus belum lama “tinggal” di dalam Dia. Dia hanya mendapatkan pewahyuan tentang Yesus sebagai jawaban atas kebutuhannya, agar dapat melihat, sembuh dari kebutaannya.
Menghancurkan pekerjaan musuh termasuk dalam kategori kehendak Tuhan.

Wanita yang menderita pendarahan ini hanya mendapat pewahyuan tentang kebaikan Yesus, serta iman & keberanian untuk menerobos kerumunan orang banyak supaya dapat menyentuh ujung jubah-Nya.
Yesus bahkan tidak punya waktu untuk mengatakan ya atau tidak.
*Wanita yang menderita pendarahan ini, meminta dan menerima sesuai dengan kehendak-Nya karena wanita ini tahu: Yesus baik!*
Wanita ini mengambil keputusan sendiri, ‘asal kujamah ujung jubah-Nya, aku akan sembuh’.

Sebab Kristus adalah ”ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ”Amin” untuk memuliakan Allah. 2 Korintus 1:20 TB

Ayat-ayat diatas merupakan Kehendak dan Janji-Janji Tuhan bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya.
Kehendak Tuhan jelas: setiap kita sembuh dan memiliki kesehatan Ilahi.
Dan Tuhan SUDAH mendepositkan kesembuhan serta kesehatan Ilahi di dalam roh orang-orang yang sudah lahir baru. Tinggal kita yang memanifestasikannya dengan iman.
Dan iman kita pun adalah iman Yesus sendiri yang diberikan kepada kita saat kita lahir baru.

Janji-janji Allah mencerminkan nama dan kehendak-Nya. Ketika kita mendapat pewahyuan tentang kebaikan Tuhan, kita akan memahami bahwa jawaban-Nya selalu “ya”!

Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Roma 8:32 TB

Kehidupan yang berkelimpahan SELALU merupakan kehendak Tuhan (Yohanes 10:10).
Menderita karena perbuatan musuh bukanlah kehendak Tuhan. Ketika berbicara tentang kehendak Tuhan untuk melihat anak-anak-Nya dibebaskan, disembuhkan, dan disejahterakan, jawabannya selalu “ya”!

Sebagai penutup, Pilihlah untuk melihat kemungkinan solusinya, bukan pada masalahnya. Tuhan punya cara menolong kita. Selalu ada jalan keluar.

Jangan melihat kekurangan, tetapi lihatlah benih kelimpahan. Jangan melihat penyakit, apalagi memikirkannya….
Pandanglah masa mudamu diperbaharui seperti elang. Jangan biarkan kepahitan dan perselisihan berdiam di dalam hatimu.
Lukiskan gambaran diri kita yang mengasihi, memberi, dan senantiasa memaafkan.
Pandanglah masa depan yang diberkati dan penuh harapan, lalu nikmatilah! (2 Kor. 4:18)

…..Our imagination is like our spiritual womb… In order for me to take the limits off what the Lord wanted to do in my life, I had to start dreaming big. – Andrew Wommack.

…..Imajinasi itu seperti rahim rohani kita… Agar kita dapat menembus batas agar dapat mencapai apa yang Tuhan ingin lakukan dalam kehidupan kita, maka kita harus mulai bermimpi besar. -Andrew Wommack.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Musim-Musim Kehidupan….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Musim-Musim Kehidupan….

Sebagian besar orang yang ingin berbisnis, berpikir butuh modal.
Yes, itu betul.
Tetapi tanpa ada ide yang bagus, yang bisa dikerjakan, maka punya modal semata, tidak akan pernah berhasil.

Modal itu gampang. Terbukti start-up yang benar-benar bagus, banyak investornya. Banyak duit berkeliaran di luaran yang sedang mencari bisnis yang bagus. Banyak orang berduit yang bingung, duitnya mau dikemenain agar bisa mendapatkam imbal hasil yang memadai.

Selain duit dan ide bagus, dibutuhkan pula tuntunan Tuhan & mentor yang mengarahkan, agar bisa berkembang dengan sehat dan baik.

“Walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: ”Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri,” demikian nasihat Nabi Yesaya.

Tidak menjadi masalah roti dan air (modal) yang serba sedikit, asalkan Tuhan menjadi mentor kita, Dia yang akan mengarahkan kita, apakah ke kanan atau ke kiri, jika kita taat mengikutinya maka keberhasilan pasti ada dalam genggaman. Bukankah Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan?
Tuhan tahu di mana letak harta karun serta keberhasilan berada…… dan Dia bisa menempatkan kita pada posisi yang tepat, pada saat yang tepat, menjadi orang yang tepat dan mengajar kita pula, cara yang tepat untuk mengeksekusinya.
Wow…. terjamin.

“Jika Allah di pihakku, siapa dapat melawan aku?”, ujar Raja Daud.
Yess….

****

Semua orang ingin memiliki bisnis yang sukses dan berhasil.
Tuhan menghendaki orang-orang yang percaya kepada-Nya, usahanya berhasil dan dikelola dengan sangat baik, sehingga nama Tuhan bisa dipermuliakan.
Istilah kerennya, menjadi Terang dan Garam dunia!

Tetapi pada faktanya tidak demikian. Oh…..
“Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.”
Gubrrraaaakkkk……

Anak-anak terang, alias orang-orang yang percaya Tuhan tidak secerdik orang-orang dunia.
Lho….????

Banyak orang-orang percaya Tuhan yang hanya mentaati Tuhan di satu sisi:
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua (apa pun yang kamu butuhkan) akan ditambahkan kepadamu.
Tetapi lupa pada sisi yang lain:
Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Dalam kehidupan ini, semua perintah Tuhan itu, pelaksanaanya ada 2 sisi mata uang: sisi rohani dan sisi natural.

Beberapa anak Tuhan hanya mengerjakan sisi rohani, berusaha mengenal Tuhan melalui firman-Nya, berdoa dan mengasihi Tuhan.
Tetapi dari sisi natural, ada yang
tidak melakukan bagiannya.
Atau justru sebaliknya, hanya mementingkan sisi natural, tanpa membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Akibatnya cara hidup, caranya berbisnis, dsb. tidak ada bedanya dengan orang dunia. Mengandalkan kekuatannya sendiri.
Seharusnya baik sisi rohani & sisi natural, seimbang.

? Seorang teman bersiteguh tidak mau bekerja, ngotot hidup dari melayani.

Andrew Wommack bercerita dia belajar dari kesalahannya di masa lalu, jika jemaatnya kecil maka sang pemimpin harus bekerja sekuler untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Secara logika, tidak bisa mengandalkan persembahan untuk keluarganya.
Itu namanya berhikmat.

Ketika Andrew bekerja mencuci film jaman itu, Tuhan memberikan kreatifitas lebih, sehingga Andrew bisa mengeluarkan warna Magenta. Biasanya hanya seorang ahli yang bisa, hingga bossnya kagum bahkan mengajak Andrew menjadi rekan bisnisnya. Tetapi Andrew menolaknya.

Dalam kesempatan lainnya, Andrew berkata, “Orang yang tidak bekerja, janganlah makan.”
Tuhan memberkati seseorang melalui pekerjaan tangannya.

? Ada teman lain yang mulai merintis bisnis, tetapi karena ‘rohani’ sekali, kerapkali pekerjaannya ditinggalkan untuk pelayanan dan hal-hal lainnya. Tidak heran jika bisnisnya jalan sich jalan, tapi ya… begitu-begitu saja. Kerap mengeluh, tidak berkembang dengan baik. Kadang kesulitan bayar hutang.

P. Indra kerap mengajari anak-anak, jangan senang dulu kalau bisnis kelihatan laris pada awalnya. Orang itu masih coba-coba. Lihat dulu hingga 3 bulan kemudian, apakah masih tetap laris manis?
Lewat 3 bulan, jangan merasa mapan dulu. Tunggu hingga 2 tahun, jika jalannya masih bagus, berarti sudah ‘sedikit’ mapan.
Seharusnya setelah 2 tahun, modal awal sebagian besar sudah kembali. Perhatikan perputaran keuangannya dan caranya mengatur keuangan. Bisnis yang sehat sudah nampak hasilnya.

Melayani Tuhan itu bagus, tentu saja, tetapi prioritas hidup itu mesti jelas. Musim kehidupan kita sekarang ada di posisi mana?

Kami selalu mendorong anak-anak untuk serius berbisnis, mumpung masih muda. Manfaatkan ide, kreatifitas dan kemampuan yang maximal untuk menjadi yang terbaik.
Demikian juga P. Indra dan saya saat masa perintisan, setiap hari kerja, kerja, kerja. Fokus dan dihidupi sungguh-sungguh.
Melayani juga tetapi harus bisa membagi waktu dengan bijak. Kebutuhan keluarga dan sekolah anak-anak, membutuhkan banyak biaya.

Tidak ada sukses yang dicapai secara kebetulan.

Apalagi di tengah dunia bisnis yang terus berkembang cepat,
cara bisnis yang terus berubah, perlu belajar, networking, dan melakukan berbagai strategi baru, – hal-hal yang dikerjakan secara natural.

Sementara secara rohani, terus gali firman-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya, serta minta arahan-Nya.
Tuhan sudah berjanji,
“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
Kita menjalani hidup selangkah demi selangkah bersama-Nya

Mengapa orang-orang dunia lebih sukses?
Mereka fokus dan betul-betul serius dengan apa yang ditekuninya. Itulah sebabnya Tuhan berkata, anak-anak dunia lebih cerdik daripada anak-anak terang.

Berbeda dengan kondisi sekarang, teman-teman dan saya menasuki sesi ke dua kehidupan: saatnya kami berbagi dengan sesama dan membangun warisan abadi bagi generasi mendatang.
Tongkat estafet sudah mulai diserahkan pada generasi ke dua. Anak-anak dewasa dan sudah bekerja sendiri. Inilah waktunya kami menikmati hidup. Ada kesempatan, ya jalan-jalan… klo tidak sekarang, kapan lagi?
Tetapi tetap tidak lupa, bahwa setiap kita memiliki panggilan dan mengemban tujuan khusus dari Tuhan. Apa pun yang kita lakukan, pastikan kita berada pada jalur yang benar untuk menggenapinya.

Alangkah bijaknya, jika setiap anak Tuhan merenung dan menyadari betul-betul, dia berada pada musim kehidupan yang mana?
Setiap musim beda tujuan, beda cara menjalani dan menghidupinya.
Jadilah diri kita yang terbaik di setiap musim kehidupan kita.
Bijaksanalah!.
Siap? Yuk praktik….

“Everything has seasons, and we have to be able to recognize when something’s time has passed and be able to move into the next season. Everything that is alive requires pruning as well, which is a great metaphor for endings.” – dr. Henry Cloud

“Semuanya ada musimnya, dan kita harus bisa mengenali kapan suatu waktu telah berlalu dan bisa melangkah ke musim berikutnya. Segala sesuatu yang hidup, juga memerlukan pemangkasan, yang merupakan metafora yang bagus untuk mengakhirinya.” – dr. Henry Cloud

??YennyIndra??
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
?? *MPOIN PLUS & PIPAKU*??
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

 

Read More
Articles, Christianity, Relationship

Apakah Kita Benar-Benar Memiliki Hubungan Pribadi Dengan Yesus?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Kita Benar-Benar Memiliki Hubungan Pribadi Dengan Yesus?

Hidup kita adalah proyeksi, gambaran dari apa yang benar-benar kita yakini.
Hati kita terhadap orang lain, kasat mata.
Kecintaan kita pada Firman dapat dilihat.
Keyakinan & iman kita terpancar nyata.
Otoritas kita dapat dilihat hasilnya.

Buah yang kita hasilkan, menunjukkan benih apa yang tertanam di dalam hati kita.

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Kisah Para Rasul 4:13 TB

Ketika kita benar-benar sudah bersama Yesus, orang akan melihat perbedaannya. Semakin banyak waktu yang kita habiskan bersama Yesus, semakin hati kita mencerminkan hati-Nya, pikiran kita mencerminkan pemikiran-Nya dan tindakan kita akan lahir dari firman yang ditindaklanjuti serta dihidupi. Tindakan kita mencerminkan tindakan-Nya.

Kita semua bertindak berdasarkan apa yang kita yakini. Terkadang ada baiknya, mengambil waktu meninjau kembali beberapa hari terakhir dalam kehidupan kita dan mengingat kembali kata-kata, pikiran, dan tindakan kita. Di review ulang….
Apa yang benar-benar kita yakini? Hasil tinjauan tersebut mungkin memotivasi kita untuk meluangkan lebih banyak waktu bersama Yesus.

Panggilan dan tujuan utama kita adalah bersekutu dengan-Nya.

Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
1 Korintus 1:9 TB

*****
Yesus telah memberi kita Nama-Nya, kebenaran-Nya, otoritas-Nya, darah-Nya, Roh-Nya, Firman-Nya, iman-Nya, janji-janji-Nya, karunia-karunia-Nya, perlengkapan senjata-Nya, perjanjian-Nya, dan kunci-kunci Kerajaan-Nya.
Itulah Anugerah/Kasih Karunia!

Sekarang kita mempunyai potensi untuk percaya, menerima, dan menegakkan kehendak-Nya dalam kehidupan kita.
Pertanyaannya:
Sudahkah kita bekerja sama dengan Tuhan untuk meraih dan memanifestasikan apa yang telah disediakan-Nya?

Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya Tuhan. Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.
Mazmur 36:7?-?9 TB

Puji Tuhan! Anak-anak Tuhan harus merasa sangat puas dengan kepenuhan rumah-Nya! Yesus telah datang agar kita mempunyai hidup, yaitu hidup yang berkelimpahan (Yoh. 10:10).
Kita dapat meminum Air Hidup dengan bebas. Dia adalah Terang Dunia. Kelimpahan ini ada bagi semua orang yang telah menerima anugerah kasih karunia (Rm. 5:17).

Bagi Dialah, yang mampu melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti ternyata kuasa yang bekerja di dalam kita (Ef. 3:20)

Kekuatan untuk menjalani kehidupan yang berkelimpahan bekerja DI DALAM KITA! Kita boleh masuk sebanyak yang kita mau dan inginkan. Percaya akan janji-janji-Nya, merupakan kunci agar kita dipuaskan dengan kepenuhan rumah-Nya.

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
2 Petrus 1:3?-?4 TB

Segala sesuatu yang telah diberikan berupa Anugerah, dan melalui janji-janji-Nya yang sangat besar serta berharga bagi kita, dapat mengambil bagian dalam sumber Kehidupan.
Harapkan berkat-Nya. Harapkan pertolongan, peluang, kesehatan, dan kebaikan-Nya senantiasa. Aktifkan iman kepada kebaikan Tuhan dan bekerja samalah dengan Roh Kudus.

What we believe is directly related to what we receive from God.- Carlie Terradez.

Apa yang kita yakini berhubungan langsung dengan apa yang kita terima dari Tuhan.- Carlie Terradez.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

 

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Bahagia Di Tengah Prahara?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bahagia Di Tengah Prahara?

“Pak, suami saya fans bapak lho..”, ujar saya.
“Lho .. koq ibu gak nge-fans sama saya?”

Lhah … Kalau sudah kenal lumayan lama, semakin kenal maka semakin paham kelebihan dan kekurangannya…,batin saya seraya tersenyum kecut.
Sulit untuk nge-fans ketika semakin tau lebih banyak. Meningkat pada tahap berteman, menerima kelebihan dan kekurangannya.

Nge-fans saat kita melihat dari jauh. Melihat gebyarnya, presentasinya yang memukau kita.

Dan sejujurnya,seperti kata guru saya, P. Prasetya M. Brata, terpesona oleh gambaran yang kita ciptakan sendiri tentang tokoh idola kita.
Karena itu kerap kecewa ketika kenyataannya tidak seperti gambaran dalam angan.

Suatu saat saya ikut seminar tokoh top Indonesia. Kaya raya, sukses dan menjanjikan untuk mengajari investasi yang sangat menguntungkan. Mengikuti teori: kalau ingin sukses, belajarlah pada orang yang lebih sukses.
Saya percaya, ternyata investasi sama sekali tidak menguntungkan.

Mengapa saya terbius & percaya?
Karena beliau termasuk kelompok orang yang kekayaannya high-end di Indonesia.
Lalu saya berpikir, orang yang sesukses itu, namanya top di Indonesia, tentunya kata-katanya bisa dipercaya. Masa sich mau membuat orang-orang yang sudah bayar seminarnya celaka atau dirugikan?

Karena sudah nge-fans, bahkan tidak cari data atau pertimbangan dengan teman-teman lain.
Dan yang invest bersama-sama saat itu puluhan. Merasa ini pasti pilihan yang benar, lha wong banyak temannya. Teman yang sama-sama gak tahu.

Haruskah saya sakit hati?
Tentu tidak!
Sakit hati ibarat minum racun tetapi mengharapkan orang lain yang mati.
Mustahil!

Kalau sudah rugi uang investasi kemahalan, masih sakit hati, padahal yang bikin rugi justru happy-happy … Lha kan rugi tripel.
Ya sudah, jadikan pelajaran.
Jangan terpukau oleh cerita di pikiran kita sendiri. Sebelum mengambil keputusan, pastikan pertimbangan kita berdasarkan data yang valid.
Jangan terpukau penampilan. Semua bungkus kado itu indah, tetapi isinya belum tentu.
Setuju?

*******
Di sebuah grup seorang teman bertanya, “Apa yang harus dilakukan agar tetap bahagia di tengah prahara?”

“Apa ya?”, saya ikutan merenung bertanya pada diri sendiri.

Hhhmmm… mungkin yang paling sederhana, saat nasi sudah jadi bubur, mau ditangisi juga percuma. Gak mungkin jadi nasi lagi.
Cara yang paling sederhana, ya sudah tambahkan lauk pauk yang enak, agar bubur itu jadi lebih nikmat untuk disantap.
Tambah telur asin, bawang goreng, krupuk …. lebih oke rasanya….

Artikel diatas saya tulis tahun 2018. Jauh sebelum Covid.

Nach sudah sekitar 10 hari P. Indra dan saya, jalan-jalan ke Malaysia…. mengurus apartemen yang hendak disewakan, dilanjut ke kota-kota lain sambil kulineran dan tentu saja menikmati durian Musangking, Red Prawn dan konco-konconya.
Yang penting hepi…
Upaya menikmati ‘bubur’ dan berusaha menjadikan bubur lebih sedap…..

Ternyata senang juga sewa mobil, nyobain makanan ini dan itu… cocok di lidah orang Indonesia. Klo ada spot foto yang bagus, P. Indra senang sekali mengabadikan melalui foto plus video dengan info lengkap, mirip youtuber..
Wkwkwk…..
Di post untuk teman-teman terkasihnya… Ketika berbagi, kita pun bahagia….kunci sederhana kebahagiaan.

Karena jalan sendiri, liburan semaunya. Siang tidur, malam berburu foto cantik karena lampu-lampu menyala jadi nampak jauh lebih cantik.

“Foto itu yang bagus di malam hari menjelang magrib, sehingga langitnya nampak biru…,” P. Indra menjelaskan..

Yo weslah… yang penting Hepi.
Dan dari perenungan ini, Tuhan menyadarkan meski beberapa investasi kami itu kurang oke… Ada yang kemahalan, salah lokasi dsb., tetapi karena apa pun yang terjadi, kembali lagi diserahkan kepada Tuhan, kami tidak pernah kekurangan….
Wow… Sesuatu yang selama ini tidak pernah saya sadari, tetapi Tuhan berbisik menyadarkannya…
Speechless….

Ketika saya menuruti kemauan sendiri, rancanganku, mauku, hasilnya babak belur.

Tuhan hanya ingin saya bersedia berserah, rela dibentuk, bersedia berubah, mengikuti arahan-Nya. Menjalani hidup bersama-Nya langkah demi langkah.
Kembali kepada tujuan-Nya, agar menjadi bejana yang mengalirkan-Nya.
God’s Way Not Our Way….

“Tuhan, sungguh Engkau sangat baik…. Terima kasih,” tanpa sadar butiran air menetes dari mata ini…
God is good all the time.
All the time, God is good!

God wants you to prosper. He wants you to succeed – Ps. Robert Morris.

Tuhan ingin Anda makmur. Dia ingin Anda sukses – Ps. Robert Morris.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

 

Read More
1 99 100 101 102 103 314