Articles, Relationship, Self Motivation

Bahagia Di Tengah Prahara?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bahagia Di Tengah Prahara?

“Pak, suami saya fans bapak lho..”, ujar saya.
“Lho .. koq ibu gak nge-fans sama saya?”

Lhah … Kalau sudah kenal lumayan lama, semakin kenal maka semakin paham kelebihan dan kekurangannya…,batin saya seraya tersenyum kecut.
Sulit untuk nge-fans ketika semakin tau lebih banyak. Meningkat pada tahap berteman, menerima kelebihan dan kekurangannya.

Nge-fans saat kita melihat dari jauh. Melihat gebyarnya, presentasinya yang memukau kita.

Dan sejujurnya,seperti kata guru saya, P. Prasetya M. Brata, terpesona oleh gambaran yang kita ciptakan sendiri tentang tokoh idola kita.
Karena itu kerap kecewa ketika kenyataannya tidak seperti gambaran dalam angan.

Suatu saat saya ikut seminar tokoh top Indonesia. Kaya raya, sukses dan menjanjikan untuk mengajari investasi yang sangat menguntungkan. Mengikuti teori: kalau ingin sukses, belajarlah pada orang yang lebih sukses.
Saya percaya, ternyata investasi sama sekali tidak menguntungkan.

Mengapa saya terbius & percaya?
Karena beliau termasuk kelompok orang yang kekayaannya high-end di Indonesia.
Lalu saya berpikir, orang yang sesukses itu, namanya top di Indonesia, tentunya kata-katanya bisa dipercaya. Masa sich mau membuat orang-orang yang sudah bayar seminarnya celaka atau dirugikan?

Karena sudah nge-fans, bahkan tidak cari data atau pertimbangan dengan teman-teman lain.
Dan yang invest bersama-sama saat itu puluhan. Merasa ini pasti pilihan yang benar, lha wong banyak temannya. Teman yang sama-sama gak tahu.

Haruskah saya sakit hati?
Tentu tidak!
Sakit hati ibarat minum racun tetapi mengharapkan orang lain yang mati.
Mustahil!

Kalau sudah rugi uang investasi kemahalan, masih sakit hati, padahal yang bikin rugi justru happy-happy … Lha kan rugi tripel.
Ya sudah, jadikan pelajaran.
Jangan terpukau oleh cerita di pikiran kita sendiri. Sebelum mengambil keputusan, pastikan pertimbangan kita berdasarkan data yang valid.
Jangan terpukau penampilan. Semua bungkus kado itu indah, tetapi isinya belum tentu.
Setuju?

*******
Di sebuah grup seorang teman bertanya, “Apa yang harus dilakukan agar tetap bahagia di tengah prahara?”

“Apa ya?”, saya ikutan merenung bertanya pada diri sendiri.

Hhhmmm… mungkin yang paling sederhana, saat nasi sudah jadi bubur, mau ditangisi juga percuma. Gak mungkin jadi nasi lagi.
Cara yang paling sederhana, ya sudah tambahkan lauk pauk yang enak, agar bubur itu jadi lebih nikmat untuk disantap.
Tambah telur asin, bawang goreng, krupuk …. lebih oke rasanya….

Artikel diatas saya tulis tahun 2018. Jauh sebelum Covid.

Nach sudah sekitar 10 hari P. Indra dan saya, jalan-jalan ke Malaysia…. mengurus apartemen yang hendak disewakan, dilanjut ke kota-kota lain sambil kulineran dan tentu saja menikmati durian Musangking, Red Prawn dan konco-konconya.
Yang penting hepi…
Upaya menikmati ‘bubur’ dan berusaha menjadikan bubur lebih sedap…..

Ternyata senang juga sewa mobil, nyobain makanan ini dan itu… cocok di lidah orang Indonesia. Klo ada spot foto yang bagus, P. Indra senang sekali mengabadikan melalui foto plus video dengan info lengkap, mirip youtuber..
Wkwkwk…..
Di post untuk teman-teman terkasihnya… Ketika berbagi, kita pun bahagia….kunci sederhana kebahagiaan.

Karena jalan sendiri, liburan semaunya. Siang tidur, malam berburu foto cantik karena lampu-lampu menyala jadi nampak jauh lebih cantik.

“Foto itu yang bagus di malam hari menjelang magrib, sehingga langitnya nampak biru…,” P. Indra menjelaskan..

Yo weslah… yang penting Hepi.
Dan dari perenungan ini, Tuhan menyadarkan meski beberapa investasi kami itu kurang oke… Ada yang kemahalan, salah lokasi dsb., tetapi karena apa pun yang terjadi, kembali lagi diserahkan kepada Tuhan, kami tidak pernah kekurangan….
Wow… Sesuatu yang selama ini tidak pernah saya sadari, tetapi Tuhan berbisik menyadarkannya…
Speechless….

Ketika saya menuruti kemauan sendiri, rancanganku, mauku, hasilnya babak belur.

Tuhan hanya ingin saya bersedia berserah, rela dibentuk, bersedia berubah, mengikuti arahan-Nya. Menjalani hidup bersama-Nya langkah demi langkah.
Kembali kepada tujuan-Nya, agar menjadi bejana yang mengalirkan-Nya.
God’s Way Not Our Way….

“Tuhan, sungguh Engkau sangat baik…. Terima kasih,” tanpa sadar butiran air menetes dari mata ini…
God is good all the time.
All the time, God is good!

God wants you to prosper. He wants you to succeed – Ps. Robert Morris.

Tuhan ingin Anda makmur. Dia ingin Anda sukses – Ps. Robert Morris.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

 

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Firman Yang Menjadi Manusia.”
Hidup Itu Misteri? No!
Theologi Kemakmuran VS Kemakmuran Tuhan Yang Sejati.