Articles, Relationship, Self Motivation

Musim-Musim Kehidupan….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Musim-Musim Kehidupan….

Sebagian besar orang yang ingin berbisnis, berpikir butuh modal.
Yes, itu betul.
Tetapi tanpa ada ide yang bagus, yang bisa dikerjakan, maka punya modal semata, tidak akan pernah berhasil.

Modal itu gampang. Terbukti start-up yang benar-benar bagus, banyak investornya. Banyak duit berkeliaran di luaran yang sedang mencari bisnis yang bagus. Banyak orang berduit yang bingung, duitnya mau dikemenain agar bisa mendapatkam imbal hasil yang memadai.

Selain duit dan ide bagus, dibutuhkan pula tuntunan Tuhan & mentor yang mengarahkan, agar bisa berkembang dengan sehat dan baik.

“Walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: ”Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri,” demikian nasihat Nabi Yesaya.

Tidak menjadi masalah roti dan air (modal) yang serba sedikit, asalkan Tuhan menjadi mentor kita, Dia yang akan mengarahkan kita, apakah ke kanan atau ke kiri, jika kita taat mengikutinya maka keberhasilan pasti ada dalam genggaman. Bukankah Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan?
Tuhan tahu di mana letak harta karun serta keberhasilan berada…… dan Dia bisa menempatkan kita pada posisi yang tepat, pada saat yang tepat, menjadi orang yang tepat dan mengajar kita pula, cara yang tepat untuk mengeksekusinya.
Wow…. terjamin.

“Jika Allah di pihakku, siapa dapat melawan aku?”, ujar Raja Daud.
Yess….

****

Semua orang ingin memiliki bisnis yang sukses dan berhasil.
Tuhan menghendaki orang-orang yang percaya kepada-Nya, usahanya berhasil dan dikelola dengan sangat baik, sehingga nama Tuhan bisa dipermuliakan.
Istilah kerennya, menjadi Terang dan Garam dunia!

Tetapi pada faktanya tidak demikian. Oh…..
“Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.”
Gubrrraaaakkkk……

Anak-anak terang, alias orang-orang yang percaya Tuhan tidak secerdik orang-orang dunia.
Lho….????

Banyak orang-orang percaya Tuhan yang hanya mentaati Tuhan di satu sisi:
Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua (apa pun yang kamu butuhkan) akan ditambahkan kepadamu.
Tetapi lupa pada sisi yang lain:
Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Dalam kehidupan ini, semua perintah Tuhan itu, pelaksanaanya ada 2 sisi mata uang: sisi rohani dan sisi natural.

Beberapa anak Tuhan hanya mengerjakan sisi rohani, berusaha mengenal Tuhan melalui firman-Nya, berdoa dan mengasihi Tuhan.
Tetapi dari sisi natural, ada yang
tidak melakukan bagiannya.
Atau justru sebaliknya, hanya mementingkan sisi natural, tanpa membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Akibatnya cara hidup, caranya berbisnis, dsb. tidak ada bedanya dengan orang dunia. Mengandalkan kekuatannya sendiri.
Seharusnya baik sisi rohani & sisi natural, seimbang.

? Seorang teman bersiteguh tidak mau bekerja, ngotot hidup dari melayani.

Andrew Wommack bercerita dia belajar dari kesalahannya di masa lalu, jika jemaatnya kecil maka sang pemimpin harus bekerja sekuler untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Secara logika, tidak bisa mengandalkan persembahan untuk keluarganya.
Itu namanya berhikmat.

Ketika Andrew bekerja mencuci film jaman itu, Tuhan memberikan kreatifitas lebih, sehingga Andrew bisa mengeluarkan warna Magenta. Biasanya hanya seorang ahli yang bisa, hingga bossnya kagum bahkan mengajak Andrew menjadi rekan bisnisnya. Tetapi Andrew menolaknya.

Dalam kesempatan lainnya, Andrew berkata, “Orang yang tidak bekerja, janganlah makan.”
Tuhan memberkati seseorang melalui pekerjaan tangannya.

? Ada teman lain yang mulai merintis bisnis, tetapi karena ‘rohani’ sekali, kerapkali pekerjaannya ditinggalkan untuk pelayanan dan hal-hal lainnya. Tidak heran jika bisnisnya jalan sich jalan, tapi ya… begitu-begitu saja. Kerap mengeluh, tidak berkembang dengan baik. Kadang kesulitan bayar hutang.

P. Indra kerap mengajari anak-anak, jangan senang dulu kalau bisnis kelihatan laris pada awalnya. Orang itu masih coba-coba. Lihat dulu hingga 3 bulan kemudian, apakah masih tetap laris manis?
Lewat 3 bulan, jangan merasa mapan dulu. Tunggu hingga 2 tahun, jika jalannya masih bagus, berarti sudah ‘sedikit’ mapan.
Seharusnya setelah 2 tahun, modal awal sebagian besar sudah kembali. Perhatikan perputaran keuangannya dan caranya mengatur keuangan. Bisnis yang sehat sudah nampak hasilnya.

Melayani Tuhan itu bagus, tentu saja, tetapi prioritas hidup itu mesti jelas. Musim kehidupan kita sekarang ada di posisi mana?

Kami selalu mendorong anak-anak untuk serius berbisnis, mumpung masih muda. Manfaatkan ide, kreatifitas dan kemampuan yang maximal untuk menjadi yang terbaik.
Demikian juga P. Indra dan saya saat masa perintisan, setiap hari kerja, kerja, kerja. Fokus dan dihidupi sungguh-sungguh.
Melayani juga tetapi harus bisa membagi waktu dengan bijak. Kebutuhan keluarga dan sekolah anak-anak, membutuhkan banyak biaya.

Tidak ada sukses yang dicapai secara kebetulan.

Apalagi di tengah dunia bisnis yang terus berkembang cepat,
cara bisnis yang terus berubah, perlu belajar, networking, dan melakukan berbagai strategi baru, – hal-hal yang dikerjakan secara natural.

Sementara secara rohani, terus gali firman-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya, serta minta arahan-Nya.
Tuhan sudah berjanji,
“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
Kita menjalani hidup selangkah demi selangkah bersama-Nya

Mengapa orang-orang dunia lebih sukses?
Mereka fokus dan betul-betul serius dengan apa yang ditekuninya. Itulah sebabnya Tuhan berkata, anak-anak dunia lebih cerdik daripada anak-anak terang.

Berbeda dengan kondisi sekarang, teman-teman dan saya menasuki sesi ke dua kehidupan: saatnya kami berbagi dengan sesama dan membangun warisan abadi bagi generasi mendatang.
Tongkat estafet sudah mulai diserahkan pada generasi ke dua. Anak-anak dewasa dan sudah bekerja sendiri. Inilah waktunya kami menikmati hidup. Ada kesempatan, ya jalan-jalan… klo tidak sekarang, kapan lagi?
Tetapi tetap tidak lupa, bahwa setiap kita memiliki panggilan dan mengemban tujuan khusus dari Tuhan. Apa pun yang kita lakukan, pastikan kita berada pada jalur yang benar untuk menggenapinya.

Alangkah bijaknya, jika setiap anak Tuhan merenung dan menyadari betul-betul, dia berada pada musim kehidupan yang mana?
Setiap musim beda tujuan, beda cara menjalani dan menghidupinya.
Jadilah diri kita yang terbaik di setiap musim kehidupan kita.
Bijaksanalah!.
Siap? Yuk praktik….

“Everything has seasons, and we have to be able to recognize when something’s time has passed and be able to move into the next season. Everything that is alive requires pruning as well, which is a great metaphor for endings.” – dr. Henry Cloud

“Semuanya ada musimnya, dan kita harus bisa mengenali kapan suatu waktu telah berlalu dan bisa melangkah ke musim berikutnya. Segala sesuatu yang hidup, juga memerlukan pemangkasan, yang merupakan metafora yang bagus untuk mengakhirinya.” – dr. Henry Cloud

??YennyIndra??
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
?? *MPOIN PLUS & PIPAKU*??
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

 

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Mungkinkah Mentaati Seluruh Perintah Allah?
Apakah Anda Berdoa dalam Roh?”
Hidup Memang Tidak Adil, Tetapi Allah Adil & Bisa Diandalkan!