Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Mujizat VS Kesembuhan.Kesaksian Willy Phelps

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Mujizat VS Kesembuhan.Kesaksian Willy Phelps

Apa bedanya?
Tuhan TERPAKSA melanggar hukum alam demi menolong kita, itu yang disebut mujizat.
Mujizat kesembuhan terjadi instan. Langsung sembuh.

Mujizat BUKAN yang terbaik dari Tuhan.
Yang terbaik dari Tuhan, ya anak-anak-Nya hidup dalam Berkat Anugerah Tuhan.
Tidak sekedar sembuh instan tetapi Tuhan ingin kita memiliki hikmat hingga bisa hidup dalam Anugerah Kesehatan Ilahi.

Dr. John G Lake berkata, “Kadang-kadang kesembuhan instan merupakan kutukan, karena beberapa orang sembuh, pergi dan melupakan Tuhan yang telah menyembuhkannya. Dia percaya, orang yang sembuh secara bertahap, melihat dirinya semakin sehat, sembuh saat dia berjalan bersama Tuhan, dan selama dalam perjalanan itu, si sakit bisa belajar mengenal Tuhan melalui firman-Nya, yang menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depannya.”

Kesembuhan itu berbeda dengan mujizat. Kesembuhan itu proses. Ada bagian yang harus dilakukan agar kesembuhan tercipta.

Tanpa menyadari kebenaran ini, kerap orang membuat kesalahan, menganggap kesembuhan harus instan.
Lebih penting daripada segera sembuh, sesungguhnya kualitas kepribadian kita yang makin beriman dan memiliki pengetahuan tentang firman, dan pengenalan akan Tuhan, yang akan memberkati kehidupan kita, tidak sekedar dalam bidang kesehatan saja tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan kita. Bahkan bisa diwariskan kepada anak cucu pula.

Masih ingat kisah 10 orang lepra di Lukas 17: 11-19?
Mereka minta disembuhkan. Tuhan Yesus TIDAK berdoa atau menumpangkan tangan, hanya meminta mereka menunjukkan diri pada para imam. Ketika mereka PERCAYA & MENTAATINYA, dalam perjalanan mereka sembuh.
Tetapi ada 1 orang yang sembuh, seorang Samaria, dia kembali kepada Yesus untuk mengucapkan terimakasih, bersyukur, memuliakan Allah dan tersungkur di kaki Yesus.

Lukas 17:12-13, 17-19 (TB) Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”
Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?
Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”
Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

9 orang lainnya memang sembuh, namun hanya sampai di situ saja. Sedangkan 1 orang Samaria ini dijadikan Tuhan Whole, Penuh, Utuh dalam setiap aspek kehidupannya.

Perhatikan, kesembuhan 10 orang lepra TIDAK INSTAN. Ada bagian mereka untuk Percaya dan Taat Bertindak meresponi apa yang Tuhan Yesus perintahkan.

Untuk jaman sekarang, kita perlu MENDENGAR dari Tuhan sendiri, respon apa yang harus kita lakukan. Karena kita tidak berjumpa secara fisik dengan Tuhan Yesus, seperti 10 orang lepra ini.

Peryanyaannya:
– Apakah kita Mendengar Tuhan?
Agar bisa mendengar Tuhan kita harus membangun hubungan dengan-Nya?
– Sudahkah kita membangun hubungan dengan-Nya?
– Jika sudah membangun hubungan dan sudah mendengar arahan-Nya, apakah kita sudah bertindak mentaati-Nya?
Hanya Pelaku Firman, yang mendapatkan apa yang didoakannya!

*****
Bagaimana dengan kesembuhan instan?

Richard Roberts, putra Jendral Iman Oral Roberts, yang terkenal dengan pelayanan kesembuhannya bercerita, ayahnya akan memberikan kotbah singkat tentang kesembuhan lalu sekali pelayanan, menumpangkan tangan atas 7000 hingga 10.000 orang sakit. Beliau berjalan terus sementara mujizat terjadi.

Suatu ketika diadakan kebaktian kesembuhan di sebuah auditorium di Roanoke, Virginia. Ruangan penuh sesak. Seorang anak laki-laki yang kakinya panjang sebelah dan harus menggunakan alat penyangga bernama, Willy Phelps disuruh ibunya merangkak menerobos kerumunan orang sakit.
“Carilah tempat untuk duduk, Brother Roberts akan menemukanmu,” ujar ibunya. Ada sebuah ruang kecil dekat platform, Willy duduk di sana.
Setelah kebaktian selesai, Oral Roberts berjalan keluar menemukan anak ini duduk di sana, lalu dengan heran bertanya,
“Apa yang kau lakukan di sini nak?”
“Saya menunggu Brother Roberts,” jawabnya yakin.
“Why?”
“I am supposed to be healed today- “Saya harus disembuhkan hari ini.”
“Siapa namamu?”
“Willy Phelps.”
“Saya Brother Roberts…”
“You are? – kamu?”
“Brother Roberts, I am supposed to be healed – Saudara Roberts, saya seharusnya disembuhkan.”
“Saya sudah menumpangkan tangan atas ribuan orang hari ini, saya sangat lelah.”
“I don’t know about that, but I am supposed to be healed today – Saya tidak tahu tentang itu, tetapi saya seharusnya disembuhkan hari ini.”
“Well Willy, if you’ll PRAY with me and BELIEVE, we expect miracle – Baiklah Willy, jika kamu mau BERDOA bersama saya dan PERCAYA, kita berharap mujizat”.
Willy kakinya mengenakan besi yang menempel pada sepatunya agar dapat berjalan karena kakinya pendek sebelah.

Ibunya sudah menyiapkan sepasang sepatu baru dan Willy mendeklarasikan, keesokan harinya dia ke sekolah tanpa logam dan penyangga di sepatunya.
Selesai mendoakan, Oral Roberts pergi.
Sampai beberapa waktu kemudian, mendengar kabar tentang Willy Phelps.

Keesokan harinya, Willy berkata kepada ibunya,
“Ibu, kenakan sepatu di kakiku. Saya akan berjalan mengelilingi ruangan.” Dia melakukannya, dan dia ke sekolah tanpa logam di kakinya.
Sekolah pun geger melihat apa yang terjadi.
Gurunya menceritakan kesaksian ini dan beliau berkata,
“Tentunya ini semua membutuhkan biaya yang sangat mahal…”
“No Mam, it didn’t cost anything. Jesus did it – Tidak, Bu, tidak ada biaya apa pun. Yesus yang melakukannya…”
Wow….

Willy tetap berkontak dengan Oral Roberts ministry dan tetap sembuh hingga akhir hidupnya.

Hati saya berkobar-kobar menonton kesaksian ini, that’s why sengaja sebagian kata-katanya saya kutip dalam Bahasa Inggris karena lebih menggigit. Kesembuhan instan pun membutuhkan Iman Percaya yang tak tergoyahkan.
Praktik yuk…


*Mark 11:24 KJV
[24] Therefore I say unto you, What things soever ye desire, when ye pray, believe that ye receive them, and ye shall have them.

Markus 11:24 KJV
[24] Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Apa saja yang kamu inginkan, ketika kamu berdoa, percayalah bahwa kamu menerimanya, maka kamu akan menerimanya.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Efek Seruput Kopi Cantik Mempertemukan Teman Yang Hilang….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Efek Seruput Kopi Cantik Mempertemukan Teman Yang Hilang….

“CI Yenny, koq kenal lily? Dia itu pendampingku waktu aku menikah lho…”, ujar Indah, teman sekelas di Charis.
Lalu meluncurlah kisah lama persahabatannya dengan lily plus berbagai bunga rampainya.
Akhirnya Indah bertemu kembali dengan Lily, setelah mendapatkan nomor HP Lily dari saya. Karena Seruput Kopi Cantik teman yang hilang, dipertemukan kembali.

Sekitar bulan Desember 2023, grup BBL mengadakan kopdar alias kopi darat, dengan pembicara Lim Tung Ning, penulis buku apik “6 Keranjang 7 Langkah”.
Tentu saja artikel tentang kopdar ditulis lengkap dengan foto Tung Ning. Acara besar nich.

Kembali Indah kontak ,”Ci Yenny, boleh minta nomor HP Tung Ning? Dia itu teman kuliahku saat di Salatiga….Beneran lho melalui Seruput Kopi Cantik, teman-teman yang hilang kontak, bisa ditemukan.”

Wow…. ini sich efek samping yang tak terduga… wkwkwk…
Tentu saja saya senang juga mendengarnya.

Nach hari Jumat lalu saya menulis tentang “Serba-Serbi Pernikahan”, kisah lucu Pak Bambang Sungkono dengan istrinya, plus kisah apik yang diceritakan oleh P. Hadi Pandunata.
Tentu saja foto para tokoh ini dipasang.

Tiba-tiba di sebuah grup WA, P. Lius mengirim kembali screenshot foto P. Hadi yang saya sertakan dalam artikel, diberi lingkaran, disertai chat:
“Bolehkah saya diberikan nomor WA nya kah? Saya kehilangan contact…beliau satu angkatan almater di module 03 ( Strongman) dan Salah satu yang mentoring dalam pemulihan para PRIA/SUAMI yang sedang, atau mau dipulihkan pernikahan nya… Salam hormat saya untuk Pak Pandu.”

Saya memberi nomor WA P. Hadi Pandunata ke P. Lius dan melaporkan pula kisah ini pada P. Hadi.
Senangnya…. melihat teman lama berjumpa kembali dan bisa saling membangun kembali setelah berpisah sekian lama. Sekarang masing-masing sudah bertumbuh secara rohani, dengan sendirinya sangat besar bermanfaat.

Ada chat lain lagi yang menanyakan tentang P. Bambang Sungkono.
“Yenny, itu betul foto P. Bambang dari GRII?”, tanya P. Harry Puspito, sahabat P. Indra saat masih SMA di Malang.

“Iya, betul ….”.

Sungguh dunia itu kecil ya…
Ke mana pun pergi, kita akan bertemu dengan orang-orang yang mengenal teman kita.
Pelajarannya, Jaga Nama Baik.

Saat nama kita baik, senang sekali bisa berjumpa dengan temannya teman, yang orang baik.
Teman yang mengenal kita bersukacita dan bangga… jadilah kita mendapat networking baru, yang akan membuka peluang-peluang baik di masa depan.
Bukankah tidak ada orang yang bisa naik ke atas sendirian?

Suatu ketika kami sedang menawar properti. Saat berbincang-bincang dengan pemiliknya, ternyata dia kenal baik dengan sahabat kamo, P. Anto.

Pada kesempatan berikutnya kami kembali bertemu dengan si pemilik, beliau bercerita,
“Saya sempat bertemu dengan P. Anto dan bercerita tentang P. Indra. P. Anto bilang, oooo klo sama P. Indra, saya jamin bisa dipercaya… jangan kuatir.”

Kami tidak terpikir tentang hal itu, tetapi support dan dukungan dari teman baik yang mengenal kita, membuat negosiasi menjadi lebih mudah dan lancar.
Itulah manfaat memiliki nama baik.

Sebaliknya, ketika seseorang memiliki nama yang kurang baik, respon orang pun berbeda..
Saat awal di Jakarta, saya berkenalan dengan Nita. Ternyata dia kenal beberapa teman saya di Surabaya.

Nach ketika pulang Surabaya, saya iseng tanya pada teman itu, apakah dia mengenal Nita?

“Yen, koq bisa kenal Nita. Sudahlah jangan dekat-dekat dia… Pilih teman yang lebih baik,” ujarnya dengan wajah masam.

Saya tidak tahu persis permasalahannya, tetapi ini warning yang tidak baik.
Menyedihkan sekali bukan, jika orang lain memiliki kesan yang kurang baik, akhirnya akan mempengaruhi respon orang lain kepada kita. Menutup pintu kesempatan yang bisa membawa kita naik.

Tidak heran Raja Salomo berkata:
Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Yuk jaga nama baik….
Itu akan menggelar karpet merah bagi kita, yang memperlancar masa depan kita, plus anak cucu kita pula.

Beautiful memories are like old friends. They may not always be on your mind, but they are forever in your heart – Susan Gale.

Kenangan indah itu seperti teman lama. Mereka mungkin tidak selalu ada di pikiranmu, tapi mereka selamanya ada di hatimu – Susan Gale.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Misteri Yesus Meludahi Orang Buta. Oh…..

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Misteri Yesus Meludahi Orang Buta..

Saya belajar sesuatu yang sangat menarik dan menuliskannya untuk kita semua.
Andrew Wommack & Bob Yandian, dua tokoh rohani kelas dunia, membahas topik yang apik.

Markus 8:23-24 (TB) Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: “Sudahkah kaulihat sesuatu?”
Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon.”

Markus 8:22-26, membahas tentang orang buta yang ingin disembuhkan Yesus. Dan cara Yesus menyembuhkannya dengan meludahi mata orang itu.
Ih…. mengapa Yesus meludahinya?
Apakah itu ludah yang membuat mujizat? Ternyata tidak.

Bob menjelaskan, di Perjanjian Lama ada peraturan, jika seseorang terkena barang najis, maka dia harus menjauh selama 2-3 hari dari perkemahan.
Nach dengan demikian melindungi iman orang buta yang baru sembuh ini, agar tidak mendengar komentar-komentar unbelief-ketidakpercayaan dari teman-temannya di Betsaida. Karena kota ini terkenal karena ketidakpercayaannya.

Yang menarik lagi, Bob bertanya,
“Tuhan mengapa Engkau meludahi orang buta ini?”
Tuhan menjawab, “Aku tidak meludahi orang itu. Tetapi Aku meludahi Blindness – kebutaannya, yang disebabkan oleh si iblis.”

Wow… jadi paham sekarang! Yesus membenci penyakit.

Penting sekali bagi orang yang ingin memperoleh kesembuhan atau orang yang ingin mempertahankan kesembuhannya, agar menjaga pergaulannya. Karena bergaul dengan orang-orang yang tidak percaya kesembuhan Ilahi, akan membuatnya kehilangan kesembuhannya atau tidak bisa memperoleh kesembuhan.

Yesus membawa orang ini ke luar kota dan wanti-wanti jangan menceritakannya kepada orang lain serta jangan kembali ke kota tetapi supaya pulang ke rumahnya.
Why?
Dengan alasan yang sama. Agar si buta tidak dikelilingi dan tidak terpengaruh oleh ketidakpercayaan orang-orang disekitarnya.

Mengapa Yesus harus mendoakan orang ini 2 kali?
Orang buta ini buta sejak lahir jadi dia tidak bisa membedakan pohon dan manusia.

Markus 8:25 (TB) Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.

Tuhan berbelas kasih. Dibutuhkan Iman untuk menerima manifestasi kesembuhan.
Iman seseorang bertumbuh.
Hampir semua mujizat butuh respon iman dari pihak penerima, agar bisa tercipta.
Ketika didoakan ke dua kalinya, iman orang ini sudah bertumbuh, sehingga kesembuhan sempurna tercipta.

Nach, pertanyaan selanjutnya, perlukah doa diulang-ulang?
Andrew menegaskan: Tidak!
Jika manifestasi belum muncul, yang dilakukan BUKAN BERDOA MEMINTA lagi tetapi BERDOA MENGGUNAKAN OTORITAS AGAR MANIFESTASI SEGERA TERCIPTA, demikian dilakukan sampai manifestasi di alam natural tercipta kasat mata.

Wow… saya belajar!
Minta didoakan lagi artinya restart dari Nol lagi. Mestinya jawaban doa hampir tercipta, tetapi diulang lagi jadi tambah lama.
Tetapi Berdoa Menggunakan Otoritas artinya Yakin Sudah Sembuh, ini tinggal menendang si penyakit dengan otoritas dan kuasa yang diberikan Tuhan. Sikap Mentalnya Berbeda
!

Andrew bercerita, 2 minggu menjelang kematian Oral Roberts, hamba Tuhan besar yang sangat terkenal untuk kesembuhan, Andrew & Jimmy berjumpa dengannya.
Ketika itu mereka ingin melihat lebih banyak tentang kesembuhan. Oral
Roberts tidak mengenal Andrew.
“Itu tidak akan bekerja untukmu,” ujar Oral Roberts.
“Why?”
“Karena kamu gembala”
“Saya bukan gembala. Saya travelling minister”.
“Oh …klo begitu kamu bisa.” Lalu Oral Roberts mendoakan mereka.

Andrew menjelaskan, sebagai gembala, seseorang mengajarkan kesembuhan dan mendoakannya, tetapi tidak semua mengalami kesembuhan, bahkan ada yang meninggal. Sementara banyak orang mengharapkan kesembuhan instan.
Berbeda dengan Travelling Minister- Penginjil, yang mengajar dan mendoakan, lalu pergi ke tempat lain. Dia tidak diteror melihat situasi yang terjadi dan tidak menjadi unbelief- tidak percaya, karena melihat apa yang terjadi. Karena tidak semua kesembuhan itu instan.

Andrew pernah telinganya sakit bahkan berdarah-darah. Tetapi Andrew yakin sekali dia Tidak Sakit, dia Orang Sehat, maka dia tidak pernah memeriksakan diri ke dokter.
Ada seorang pemimpin di Andrew Wommack Ministry, yang berprofesi sebagai dokter, melihat apa yang terjadi pada Andrew, dan menjelaskan kepadanya bahwa itu kanker.

Andrew tidak peduli, dia yakin dia Sudah Sembuh. Dalam keadaan demikian, Andrew tetap mendoakan orang-orang yang sakit dan sembuh. Sementara telinganya sendiri kerap berdarah-darah.
Itu berlangsung bertahun-tahun, hingga setelah 6 tahun kemudian, telinga Andrew sembuh dengan sendirinya.
Tidak banyak orang yang merasa Pede dan tidak tertuduh dengan kondisi seperti yang Andrew alami. Iman Andrew teguh.

Bagaimana dengan orang yang minta didoakan oleh pendeta yang satu ke pendeta yang lain?
“Sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Tuhan tetapi beriman kepada pendeta itu,” ujar Andrew,
Jika kita benar-benar percaya, kalau kita percaya maka kita akan menerima (Mark 11:24), Anda tidak perlu seperti itu. Memang ada orang-orang yang punya karunia kesembuhan. Saya tidak. Saya hanya memperkatakan Firman dengan iman dan mendoakan dengan iman. Jika memang Anda sakit parah, tidak ada salahnya mencari orang yang memiliki karunia kesembuhan.”

Petrus & Yohanes diberi karunia kesembuhan. Pengemis lumpuh di depan Gerbang Indah, tidak berdoa, tidak meminta tetapi disembuhkan, murni karena karunia kesembuhan yang dilayankan Petrus & Yohanes kepadanya. (Kis 3: 1-26).

Menarik sekali bukan, belajar dari tokoh-tokoh besar yang betul-betul menghidupi firman? Kita mendapatkan pemahaman baru yang jarang dimiliki oleh orang kebanyakan.
Mari pastikan kita ‘bergaul’ dengan tokoh-tokoh yang bisa diteladani.

Christ is the Good Physician. There is no disease He cannot heal; no sin He cannot remove; no trouble He cannot help. He is the Balm of Gilead, the Great Physician who has never yet failed to heal all the spiritual maladies of every soul that has come unto Him in faith and prayer. – James H. Aughey.

Kristus Dokter yang Baik. Tidak ada penyakit yang tidak dapat Dia sembuhkan; tidak ada dosa yang tidak dapat Dia hapus; tidak ada masalah yang Dia tidak dapat membantu. Dialah Balsam Gilead, Tabib Agung yang tidak pernah gagal menyembuhkan segala penyakit rohani & jasmani, setiap jiwa yang datang kepada-Nya dalam iman dan doa. – James H. Aughey.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Serba-Serbi Pernikahan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Serba-Serbi Pernikahan.

“Saya ingin bercerita tentang hal lucu yang saya alami,” ujar P. Bambang Sungkono, seorang gembala senior saat kami doa pagi.

Rupanya entah mengapa, gara-gara masalah kecil saja koq P. Bambang bisa emosi. Gayung bersambut, Bu Bambang jengkel pula. Timbullah pertengkaran dengan Bu Bambang, dan endingnya masing-masing mengunci pintu di kamar yang berbeda.

Di dalam kamar, P. Bambang menyadari “Duh…. urusan kecil begitu koq ya bisa terbawa emosi tho…. tapi sudah terlanjur.”

P. Bambang berdoa kepada Tuhan. Mau ngajak baikan, tapi gengsi ah…

Tidak lama kemudian, ada telpon masuk. Ternyata dari teman P. Bambang, yang memberi kabar, beliau akan mampir ke rumah P. Bambang. Dan beliau sudah di kereta api.
Alamak…

Mau tidak mau, terpaksa P. Bambang mengetuk pintu kamar Bu Bambang dan memberi tahu tentang temannya yang akan bertandang.

Jadilah P. Bambang dan ibu sibuk merapikan rumah, lalu mereka berencana menjemput sang tamu di stasiun terdekat dengan rumahnya. Memudahkan sang tamu.
Lupa sudah dengan pertengkaran tadi.

Mereka berdua segera ke stasiun. Tapi ditunggu-tunggu, tamunya koq ga muncul-muncul. Mestinya sudah sampai.
P. Bambang menelpon si tamu.

Omong punya omong ternyata sang tamu sudah melewati stasiun P. Bambang, bahkan sudah kelewatan 2 stasiun pula.

“Waduh…sudah kejauhan,” ujar sang tamu, “mampirnya lain kali saja ya….”

Oh….
“Ya sudah, klo gitu kita ngopi plus makan siang di luar saja…” kata Bu Bambang.
Dan rukunlah mereka.

Kisah sederhana sehari-hari tapi saya suka.
P. Bambang sebagai gembala senior itu gak jaim, seolah-olah seperti malaikat. Kisah ini justru nyambung dengan setiap kita, siapa pun sekali waktu bisa emosi, gak cantik or ganteng… Bisa emosi, keqi, salah kata dan nyebelin sesekali…
Itu manusiawi koq…

Kejujuran P. Bambang membuat saya merasa baik-baik saja dan tidak terpuruk, saat tanpa sengaja melakukan hal yang menyebalkan. Tidak perlu terteror dengan rasa bersalah, tidak layak, tertuduh dsb.
Minta ampun pada Tuhan, perbaiki dan move on.

Yang unik, Tuhan itu humoris sekali..
Pakai teman P. Bambang untuk mendamaikan, pakai acara kelewatan stasiun pula…. wkwkwk…

Saya membayangkan Tuhan ‘nyengir’, tertawa tertahan, melihat tingkah anak-anak-Nya. Bahkan memberi solusi agar P. Bambang dan Bu Bambang bisa berdamai, tanpa mempermalukan keduanya.
Saya sungguh bangga punya Tuhan yang relate- nyambung dengan persoalan sehari-hari kita.

Lord, I love you full…,meniru Mbah Surip.

*****

P. Hadi Pandunata bercerita, teman prianya sempat tersinggung berat pada istrinya.
Ketika mereka tengah berkumpul dengan teman-temannya, karena sesuatu hal yang sebenarnya sepele saja, istrinya mengomel di depan teman-temannya.
Bagi pria, tabu diomeli istri di depan teman-temannya.
Melukai harga dirinya, kata orang.

Namun setelah beberapa hari, si suami curhat dengan P. Hadi,
“Sesungguhnya, kebaikan istrinya banyak sekali. Apalagi mereka sudah menikah puluhan tahun.
Tetapi kerapkali, karena kelalaian kecil, kesalahan yang tidak disengaja, – si istri kan sebenarnya juga tidak bermaksud mempermalukan suaminya – kerap kita hanya bold- menggarisbawahi, kesalahannya. Lupa kebaikan dan pengorbanannya selama berpuluh-puluh tahun.”

Wow… sungguh ungkapan yang bijak sekali.

A happy marriage is the union of two FORGIVERS.” – Ruth Graham

Pernikahan yang bahagia adalah bersatunya dua orang yang suka MENGAMPUNI.” – Ruth Graham.

Memang malu sebentar, tetapi sesudahnya, teman-temannya gak akan ingat dan gak peduli juga.

Sementara istri, adalah orang yang mendampinginya dalam suka dan duka selama puluhan tahun.
Apakah kita akan mengorbankan hubungan yang sudah dibangun puluhan tahun dengan ketersingungan sesaat?
Bagaimana pendapat Anda?

“To love means loving the unlovable. To forgive means pardoning the unpardonable. Faith means believing the unbelievable. Hope means hoping when everything seems hopeless.” —G.K. Chesterton.

“Mencintai berarti mencintai yang tidak menyenangkan untuk dicintai. Memaafkan berarti mengampuni yang tidak dapat diampuni. Beriman berarti mempercayai hal yang tidak dapat dipercaya. Harapan berarti berharap ketika segala sesuatu tampak tanpa harapan.” —G.K. Chesterton.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Dimana Hasil Tuaianmu?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Dimana Hasil Tuaianmu?

Semua orang percaya telah diberkati dengan segala berkat rohani di surga (Ef. 1:3).

Namun, jelas bahwa tidak semua orang beriman menikmati limpahan anugerah Tuhan. Ada jarak antara apa yang tersedia dan apa yang dialami. Menabur dan menuai hanyalah cara Tuhan memasukkan berkat-berkat-Nya ke dalam kehidupan kita.
Ini seperti listrik di rumah kita.
Listrik sudah menunggu untuk digunakan, namun sampai kita mencolokkan alat atau menyalakan saklar, listrik tidak akan memberikan manfaatnya bagi kita.

Taburan terlihat melalui kebaikan, pelayanan, pemberian maaf, kasih sayang, berkat dan memberi.
Menabur berarti menggunakan karunia kita untuk memberkati orang lain dan memecahkan masalah.
Menabur itu artinya menggunakan segala sesuatu yang Tuhan telah berikan kepada kita untuk memberkati orang-orang di sekitar kita. Inilah gaya hidup yang mewujudkan kasih Tuhan kepada kita, melalui kita, dan terhadap orang lain.

Panen atau tuaian adalah setiap hal baik yang Tuhan hadirkan ke dalam kehidupan kita.
Hasil panen kita adalah hubungan baru, pintu-pintu kesempatan yang terbuka, perkenanan, kesehatan, perlindungan, kebijaksanaan, pewahyuan, karunia Roh yang mengalir melalui kita, sumber daya dan berkat.
Hasil panen kita merupakan pelipatgandaan kebaikan Tuhan kepada kita, yang mengalir melalui kita kepada orang lain.

Kita kerap tidak mengakui hasil panen kita, atau menganggap remeh hasil panen kita.
‘Benih’ yang nampak sederhana dan tidak menarik, namun siapa sangka dibalik semua itu, tersimpan potensi yang luar biasa.
Menjadi pintu kecil yang akan membawa kita kepada puluhan pintu berkat lainnya, yang membuat kelimpahan mengejar kita.

Panen itu bisa berupa panggilan telepon yang membuka pintu peluang yang akan mengubah kehidupan kita.
Panen bisa menjadi perjumpaan ilahi dengan seseorang yang nantinya bisa menjadi bagian dari berkat luar biasa bagi keluarga kita.
Panen itu mungkin berupa luputnya kita dari tragedi atau kematian yang mungkin tidak kita sadari, seharusnya menimpa kita.
Panen itu mungkin saja merupakan ide yang muncul di malam hari yang memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

Berbagai macam panen, muncul dalam bentuk yang berbeda, yang pada akhirnya memberikan keuntungan, kebaikan, membawa kita naik ke tempat yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Semua kesempatan dan berkat ini tersedia bagi semua anak-anak Allah, namun hal itu dilipatgandakan bagi si penabur.
Yesus mengajarkan, ketika kita setia pada apa yang telah diberikan kepada kita, kita akan diberi lebih banyak. Ketika kita memberkati orang lain, kita menciptakan lingkungan yang memberkati diri kita sendiri.

Bersyukurlah atas hasil panen Anda!
Yesus mempunyai kebutuhan untuk memberi makan ribuan orang. Makan siang yang hanya sedikit diberikan (roti dan ikan).
Sumber daya seorang anak laki-laki diubah menjadi sebuah benih. Yesus mengucap syukur dan memberkati kekurangan yang tampak, secara kasat mata dan hal itu berubah menjadi berkat bagi ribuan orang.
Beginilah cara Kerajaan Allah bekerja.

Jangan meremehkan apa yang kita miliki.
Bersyukurlah atas semua yang telah Tuhan berikan kepada kita dan laksanakan perintah-Nya, dengan dibungkus dengan iman dan kasih. Panen akan segera tiba!

Siapkah kita melaksanakannya? Yuk…..

As you diligently to the voice of God and do what the Word tells you to do, Blessings will overtake you – Jerry Savele.

Saat Anda tekun mendengarkan suara Tuhan dan melakukan apa yang diperintahkan Firman, Berkat akan mengejar Anda – Jerry Savele.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 88 89 90 91 92 416