“Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Lukas 2:13-14 (TB)
Bagaimana para malaikat memberitakan ‘kabar baik’ dan perdamaian di bumi?
Dunia masih tinggal didalam kegelapan dan di bawah kuasa dosa serta iblis. Masih ada peperangan, kelaparan, bencana dan penderitaan.
Orang Yahudi masih tersesat di bawah Hukum Taurat, dan orang bukan Yahudi masih hidup tanpa Tuhan dan tanpa harapan pula.
Allah datang menjadi seorang bayi. Dia harus dilahirkan sebagai bayi, tak berdaya, tanpa pertahanan serta tempat bergantung. Dialah Anak Manusia. Dihadapkan pada bahaya dunia, dicari oleh iblis dan ditandai untuk dibunuh.
Ketika para malaikat bernyanyi, Herodes belum mengirimkan pasukannya untuk mencari dan membunuh Dia. Keluarga Yusuf belum melarikan diri ke Mesir, melewati perjalanan yang panjang penuh dengan bahaya. Dia masih belum bertumbuh dalam kebijaksanaan mau pun perawakannya. Dia juga belum menjadi tukang kayu.
Dia masih belum dipenuhi dengan Roh Kudus. Dia belum mengalahkan godaan iblis. Dia belum menjalani kehidupan tanpa dosa. Dia belum menyembuhkan seseorang atau mengusir satu iblis pun. Dia belum ditolak oleh orang-orang di kampung halamannya sendiri.
Dia belum menderita di Taman dengan keringat berlumuran darah. Dia masih belum dikhianati oleh Yudas dan menjalani pengadilan ilegal, dipukuli bahkan diejek. Dia masih belum disalibkan. Dia belum menjadi dosa dan dijadikan kutuk. Dia belum menderita oleh bilur-bilur yang menyembuhkan kita. Dia belum ditinggalkan Allah (Bapa), mati, dan turun ke dalam kedalaman bumi. Dia belum menaklukkan kematian, bangkit kembali dan duduk di sebelah kanan Allah, menjadi pemenang.
Saat para malaikat bernyanyi, belum ada yang terjadi. Seorang bayi telah lahir. Tetapi mereka menyatakan firman Tuhan sendiri: “Damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Bagaimana caranya?
“Tuhan, …… menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.” Roma 4:17(TB)
Tuhan memiliki iman di dalam Firman-Nya. Firman itu menjadi manusia, dan iman Tuhan menyatakan akhir dari awal: “Damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
[Repost ; “The Faith of Christmas”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Refleksi Akhir Tahun 2020 & Persiapan Menyambut 2021
Saat menoleh ke belakang, sungguh Tahun 2020 adalah tahun yang penuh kejutan. Virus Covid yang tiba-tiba hadir, memporak-porandakan berbagai rencana dan kehidupan banyak orang. Beberapa teman pulang ke surga secara mendadak dan ketakutan merebak di mana-mana. Bersyukur pengenalan terhadap Tuhan sudah makin mantap, sehingga kami bebas dari ketakutan. Rasa aman karena sadar akan penyertaan Tuhan: Dia tidak pernah meninggalkan mau pun membiarkan kami. Thanks God!
Kami sempat gamang, bagaimana harus berbisnis di tahun 2020 dengan adanya PSBB? Rencana liburan ke Eropa di bulan Maret batal. Sungguh membingungkan! Belum pernah terjadi di sepanjang sejarah.
Pada penutup tahun 2020, saya mengucap syukur kepada Tuhan, tahun yang tidak mudah namun saya tetap melihat penyertaan Tuhan yang setia.
Teringat nyanyian Raja Daud: TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
Memang Tahun 2020 tidak mudah tetapi Tuhan menopang tangan kami, sehingga bisa melewatinya dengan baik. Apakah karena kami baik dan melakukan sesuatu? Tidak! Semua karena anugerah-Nya, yang diberikan gratis pada semua orang.
Kalau memang untuk semua orang, mengapa ada yang survive dan ada yang tidak? Dunia dijalankan berdasarkan hukum. Ada hukum Kerajaan Surga dan ada hukum Dunia. Ada hukum gravitasi, hukum archimedes dll. Hukum itulah yang mengatur kehidupan manusia.
Hukum gravitasi menjaga agar mobil tidak melayang-layang ke udara. Tetapi jika ada orang yang sengaja melompat dari gedung yang tinggi, karena salah memanfaatkan hukum gravitasi, dia pasti jatuh ke bawah pula.
Bukan karena Tuhan tidak adil. Itu pilihan manusia dalam menggunakan hukum-hukum yang sudah ditetapkan-Nya, berlaku untuk semua orang, sama rata & sama rasa.
Ada yang protes, “orang yang tidak beribadah kepada Tuhan koq justru diberkati? Saya yang beribadah dengan rajin, justru tidak diberkati?”
Orang itu tidak beribadah, tetapi menyelaraskan diri dengan hukum alam atau hukum yang ditetapkan Tuhan. Sedangkan yang protes, rajin beribadah tetapi hidupnya berlawanan dengan hukum Tuhan.
Manusialah yang harus menyesuaikan diri dengan hukum alam yang ada. Demikian puka dengan hukum dunia dan hukum kerajaan surga. Allah itu adil, memberikan kepada setiap orang kebebasan, kita hendak hidup berdasarkan hukum yang mana? Masing-masing ada aturan, konsekuensi serta hasilnya masing-masing.
Ibarat kita main bulutangkis, aturannya tentu berbeda dengan permainan tenis, apalagi golf. Nach kita sendiri yang harus memilih.
Salah satu keputusan terbaik saya beberapa tahun terakhir ini, adalah memilih Sekolah di Charis. Dengan sekolah, saya ditempa untuk fokus dan mendekatkan diri kepada Tuhan dengan mindset- cara pikir dan pola pandang yang benar. Mendapatkan teladan nyata, bagaimana guru-guru dan teman-teman yang menghidupi sepenuhnya Hukum Kerajaan Allah. Ternyata hidup jadi jauh lebih sederhana dan penuh damai sejahtera.
Hukum Dunia mengajarkan harus paling top, paling hebat, paling gemerlap, untuk mencapai kesuksesan. Harus promosi diri supaya dikenal. Mendekati orang-orang top dan kaya, supaya bisa mendaoatkan proyek-proyek besar.
Hukum Kerajaan Allah mengajarkan prioritaskan Tuhan, maka semuanya akan dicukupkan. Bahkan lebih daripada yang kita butuhkan, meski tidak gebyar-gebyar. Penuh damai sejahtera dan ketentraman.
When you flow with The Lord, you will find, all things fall into place. Ketika kita mengalir bersama Tuhan, kita akan menemukan, segala sesuatu berada pada tempat yang seharusnya., ujar orang bijak.
Saya masih belajar pada tahap awal. Tetapi saya sudah melihat hasilnya. Terbukti tahun 2020 bisa kami lewati dengan baik. Semua Tuhan cukupkan dan Dia menopang kami dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.
Sejak kecil saya termasuk yang biasa-biasa saja dan hingga kini, juga. Tetapi Tuhan yang ada di dalam saya sungguh luar biasa. Setiap kali menghitung berkat-berkat dan mengingat pertolongan demi pertolongan-Nya, saya terpukau…. Siapakah aku ini Tuhan? Jadi biji mata-Mu…, mengutip nyanyian Raja Daud.
Lalu apa rahasianya? Semakin kita menyelaraskan diri dengan Hukum Kerajaan Allah, semakin banyak anugerah Tuhan mengalir dalam kehidupan kita.
Berkat dan anugerah Tuhan itu gratis dan diberikan kepada semua manusia, sama rata dan sama rasa. Ibarat aliran listrik yang mengalir, semua orang bisa mengaksesnya.
Tinggal kita sendiri yang memilih, apakah kita menjadikan diri kita ini, karet atau tembaga?
Masih ingat pelajaran fisika? Karet itu tidak bisa mengalirkan listrik. Justru menghambatnya. Listriknya tersedia, tapi tidak bisa mengalir. Akibatnya anugerah Tuhan juga terhambat. Sebaliknya, tembaga itu penghantar listrik yang baik. Ketika kita menjadikan diri kita itu tembaga yang baik dan berkualitas, otomatis anugerah Tuhan mengalir dengan sangat lancar.
Mari kita selaraskan hidup kita dengan hukum Kerajaan Allah, agar hidup kita damai, dipenuhi dengan sukacita dan apa pun yang kita butuhkan, Tuhan mencukupkan. Tahun 2021 masih berupa misteri, serba tidak pasti. Tetapi kita bisa berpegang, bergantung pada Allah kita yang pasti dan selalu bisa diandalkan! Siap?
Only God can be our stability in an unstable world and our certainty in uncertain times -Roy Lessin.
Hanya Tuhan yang bisa membuat kita stabil di dalam dunia yang tidak stabil ini dan menjadi kepastian pada waktu-waktu yang serba tidak pasti -Roy Lessin.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Pelajaran Dari Kehilangan Orang-Orang Yang Kita Cintai…
Kehilangan orang yang dikasihi, senantiasa menyisakan perasaan menyesal. Meski papa dan adik saya sudah meninggal bertahun-tahun lalu, kadang muncul pikiran, “Seandainya saja….”
Adik seorang sahabat yang baru saja meninggal, didera perasaan bersalah dan menyesalinya. Semakin dipikir, semakin menyesal dan merasa betapa banyak waktunya yang dihabiskan untuk hal-hal yang tidak penting namun menyibukkannya setiap hari, sehingga kehilangan kesempatan untuk memperhatikan sang kakak. Meski pun sesungguhnya, sang kakak kerap bercerita, betapa si adik sangat menyayanginya. Kerap mengirimkan masakan bahkan merawatnya saat sakit.
Perasaan menyesal kerap membebani orang yang kehilangan orang yang dikasihinya. Selalu merasa kurang, karena kita mengasihi mereka. Bersyukur papa pernah mengungkapkan rasa syukurnya, memiliki saya sebagai putrinya. Ungkapan kasih itu menjadi penghiburan setiap kali saya merasa kangen dengan papa.
Dan akhir-akhir ini, banyak teman-teman yang berpulang tanpa terduga. Beberapa teman japri curhat beban hatinya. Sungguh Tuhan baik. Sebelum semua ini terjadi, Tuhan membimbing saya menuliskan artikel Healing part 1 sd 5. Sehingga saya tinggal kirim link pada mereka dengan pesan: jangan membiarkan perasaan bersalah dan penyesalan menguasai hati karena itu strategi iblis untuk menimpakan penyakit dan menghancurkan anak-anak Tuhan.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menepis penyesalan?
Yang sudah berlalu, tidak bisa kita ubah. Karena saya mengasihi papa dan adik saya yang sudah meninggal, saya bertanya pada diri sendiri: “Seandainya mereka masih hidup, apa yang mereka inginkan?” Mereka tentu ingin memastikan anak istrinya hidup bahagia. “Apa yang bisa saya lakukan untuk merealisasikannya?”, saya bertanya kepada diri sendiri. Itu yang saya lakukan semaksimal mungkin yang saya mampu. “Adakah orang-orang yang kepada mereka, orang yang kita kasihi berhutang budi? Adakah sesuatu yang bisa saya lakukan untuk menunjukkan rasa terimakasih kepada mereka?” Itu yang saya lakukan. Mungkin perhatian, ucapan pada hari raya tertentu, atau perhatian lainnya. Itu cara yang saya lakukan untuk mereka yang sudah di surga.
Berkenankah mereka? Saya tidak tahu. Setidaknya itu sesuatu yang baik. Ungkapan: Jangan pernah lupa kebaikan yang pernah kita terima, tuliskan di atas batu agar tidak pernah hilang, saya pegang erat-erat.
Pelajaran lainnya, waktu bersama itu misteri. Berapa lama, kita tidak pernah tahu. Saya belajar untuk tidak bertengkar, marah, tersinggung untuk hal-hal yang sepele.
Tidak penting siapa yang menang dan siapa yang kalah. Terutama dengan pasangan. Karena toh ibarat pertandingan bulutangkis, kami team double, berada di team yang sama dan sisi yang sama pula, yang harus berjuang bersama mengalahkan lawan alias tantangan hidup.
Selama bisa, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk membangun kebersamaan, mengungkapkan kasih dan menikmati waktu kebersamaan. Quality Time not just quantity. Ini saya harus belajar keras. Kebiasaan selama ini suka melanglang buana ke mana-mana bersama P. Indra.
Pelajaran ke tiga, pada akhirnya ‘Urip iku mung mampir ngombe’, ungkapan terkenal Orang Jawa, hidup itu hanya sekedar mampir minum. Jadi ingatlah, yang selama-lamanya justru yang rohani. Hidup kekal di surga atau justru di neraka. Kalau selama ini kita berjuang mati-matian untuk yang sementara, yang cuma ‘mampir ngombe’, terlebih lagi kita seyogyanya memperjuangkan yang kekal, selama-lamanya.
Gak usah stres berat-berat untuk yang cuma sementara. “This Too Shall Pass”, kata orang bijak. “Ini juga akan berlalu”, jadi gak perlu dipikir terlalu dalam. Gak mampu? Ada Tuhan yang mampu dan siap menolong.
Yang jauh lebih krusial, pastikan kita sungguh-sungguh mengenal-Nya dan hidup seturut kehendak-Nya sehingga kita sudah merasakan surga di bumi dan saat ‘pulang’ pun sudah terjamin: kita tahu persis jalan menuju surga.
Setuju?
It doesn’t matter what has happened, better things are coming. God’s plan produces hope in me – James MacDonald.
Tidak peduli apa yang telah terjadi, hal-hal yang lebih baik akan datang. Rencana Tuhan menghasilkan pengharapan di dalamku – James MacDonald.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Ada sesuatu tentang air yang menarik perhatian kita. Keindahan perairan tenang yang besar, suara air yang mengalir di sungai kecil atau anak sungai, atau pun pemandangan ombak laut yang memukau saat mereka berlari ke pantai, menyebabkan sebagian besar dari kita berhenti, menatap, mendengarkan, dan merenung.
Air sangat penting bagi kehidupan di planet ini. Jumlah air dalam tubuh manusia berkisar antara 50-75%. Rata-rata tubuh manusia dewasa 50-65% nya berisi air. Tanpa air di dalam tubuh, kita hanya bisa hidup beberapa hari. Betapa menariknya ketika Yesus berbicara tentang air kehidupan sebagai solusi pencarian manusia akan kehidupan kekal.
Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” Yohanes 4:10 (TB)
Manusia roh kita membutuhkan air kehidupan. Yesus adalah ‘air hidup’ itu. Sama seperti tubuh fisik kita tidak dapat hidup lama tanpa air alami, roh kita tidak dapat makmur tanpa peran Yesus dalam kehidupan kita. Yesus adalah satu-satunya yang dapat memuaskan dahaga roh kita. Tidak ada lagi yang bisa memuaskannya. Usaha dengan kekuatan sendiri, membuat kita frustrasi dan lelah. Mencari kehidupan dan maknanya pada orang lain, tidak pernah memuaskan. Hanya Yesus yang dapat memenuhi kita dengan damai, sukacita, iman, kasih dan hidup.
Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Yohanes 4:14 (TB)
Semua orang bisa datang pada Mata Air Kehidupan ini. Tanpa biaya. Gratis.
Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! Wahyu 22:17 (TB)
Hal yang luar biasa, ‘air hidup’ yang telah memberi kita kehidupan juga dapat mengalir dari kita kepada orang lain, saat kita berbagi kasih Tuhan. Kita memiliki ‘air’ untuk dibagikan kepada dunia!
Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yohanes 7:38 (TB)
[Repost ; “Are You Thirsty?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya .” Kolose 1:11 (TB)
Dalam Kolose 1:9-11, ‘Paulus berdoa untuk orang-orang percaya di Kolose dan pada satu titik, ingin agar mereka ‘dikuatkan dengan segala kekuatan, menurut kuasa-Nya yang mulia.’ Ketika kita melihat beberapa kata ini dalam bahasa Yunani, itu benar-benar luar biasa apa yang dipercayai oleh Paulus. Jika dia percaya akan hal ini, hal itu pasti mungkin! Mari kita lihat beberapa kata.
‘Diperkuat’ berarti menguatkan dan memastikan. Kata Yunaninya adalah ‘dunamoo.’ ‘Might’ adalah kata ‘dunamis’, yang berarti banyak hal: tenaga, kekuatan, kemampuan, kekuatan ajaib, kekuatan moral, keunggulan jiwa, pengaruh kekayaan, sumber daya dari angka, kekuatan oleh kebajikan dari sifat sesuatu. Secara harfiah, Paulus berkata, ‘dunamoo dengan semua dunamis!’
‘Kekuatan’ kata Yunaninya adalah ‘kratos.’ Artinya tekanan, kekuatan, tenaga, perkasa, perkasa dengan kekuatan besar, dan, kekuasaan.
Jadi Paulus berdoa untuk orang percaya agar mereka dikuatkan dan dikukuhkan dalam mujizat, kekuatan moral, keunggulan jiwa, dsb. Sesuai dengan kekuatan, kebesaran dan kekuasaan-Nya yang mulia! Wow!
Apakah kita sudah benar-benar memahami semua yang Tuhan sediakan bagi kita? Saya meragukannya. Apakah ada ruang tersisa untuk depresi, ketakutan, rasa bersalah dan rendah diri? Tidak. Jika kita memilih mempercayai bahwa semua sumber daya surga telah tersedia bagi kita oleh kasih karunia-Nya, tidak akan pernah ada kebutuhan untuk mundur dari kemenangan, dalam setiap keadaan.
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Roma 8:37 (TB).
[Repost ; “Better than Vitamins!”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU ? PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN