Articles

Pelajaran Dari Kehilangan Orang-Orang Yang Kita Cintai…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pelajaran Dari Kehilangan Orang-Orang Yang Kita Cintai…

Kehilangan orang yang dikasihi, senantiasa menyisakan perasaan menyesal. Meski papa dan adik saya sudah meninggal bertahun-tahun lalu, kadang muncul pikiran,
“Seandainya saja….”

Adik seorang sahabat yang baru saja meninggal, didera perasaan bersalah dan menyesalinya. Semakin dipikir, semakin menyesal dan merasa betapa banyak waktunya yang dihabiskan untuk hal-hal yang tidak penting namun menyibukkannya setiap hari, sehingga kehilangan kesempatan untuk memperhatikan sang kakak. Meski pun sesungguhnya, sang kakak kerap bercerita, betapa si adik sangat menyayanginya. Kerap mengirimkan masakan bahkan merawatnya saat sakit.

Perasaan menyesal kerap membebani orang yang kehilangan orang yang dikasihinya. Selalu merasa kurang, karena kita mengasihi mereka.
Bersyukur papa pernah mengungkapkan rasa syukurnya, memiliki saya sebagai putrinya. Ungkapan kasih itu menjadi penghiburan setiap kali saya merasa kangen dengan papa.

Dan akhir-akhir ini, banyak teman-teman yang berpulang tanpa terduga.
Beberapa teman japri curhat beban hatinya. Sungguh Tuhan baik. Sebelum semua ini terjadi, Tuhan membimbing saya menuliskan artikel Healing part 1 sd 5. Sehingga saya tinggal kirim link pada mereka dengan pesan: jangan membiarkan perasaan bersalah dan penyesalan menguasai hati karena itu strategi iblis untuk menimpakan penyakit dan menghancurkan anak-anak Tuhan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menepis  penyesalan?

Yang sudah berlalu, tidak bisa kita ubah.
Karena saya mengasihi papa dan adik saya yang sudah meninggal, saya bertanya pada diri sendiri:
“Seandainya mereka masih hidup, apa yang mereka inginkan?”
Mereka tentu ingin memastikan anak istrinya hidup bahagia.
“Apa yang bisa saya lakukan untuk merealisasikannya?”, saya bertanya kepada diri sendiri.
Itu yang saya lakukan semaksimal mungkin yang saya mampu.
“Adakah orang-orang yang kepada mereka, orang yang kita kasihi berhutang budi? Adakah  sesuatu yang bisa saya lakukan untuk menunjukkan rasa terimakasih kepada mereka?”
Itu yang saya lakukan. Mungkin perhatian, ucapan pada hari raya tertentu, atau perhatian lainnya.
Itu cara yang saya lakukan untuk mereka yang sudah di surga.

Berkenankah mereka?
Saya tidak tahu. Setidaknya itu sesuatu yang baik.
Ungkapan: Jangan pernah lupa kebaikan yang pernah kita terima, tuliskan di atas batu agar tidak pernah hilang, saya pegang erat-erat.

Pelajaran lainnya, waktu bersama itu misteri. Berapa lama, kita tidak pernah tahu.
Saya belajar untuk tidak bertengkar, marah, tersinggung untuk hal-hal yang sepele.

Tidak penting siapa yang menang dan siapa yang kalah. Terutama dengan pasangan. Karena toh ibarat pertandingan bulutangkis, kami team double, berada di team yang sama dan sisi yang sama pula, yang harus berjuang bersama mengalahkan lawan alias tantangan hidup.

Selama bisa, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk membangun kebersamaan, mengungkapkan kasih dan menikmati waktu kebersamaan. Quality Time not just quantity.
Ini saya harus belajar keras. Kebiasaan selama ini suka melanglang buana ke mana-mana bersama P. Indra.

Pelajaran ke tiga, pada akhirnya ‘Urip iku mung mampir ngombe’, ungkapan terkenal Orang Jawa, hidup itu hanya sekedar mampir minum.
Jadi ingatlah, yang selama-lamanya justru yang rohani. Hidup kekal di surga atau justru di neraka.
Kalau selama ini kita berjuang mati-matian untuk yang sementara, yang cuma ‘mampir ngombe’, terlebih lagi kita seyogyanya memperjuangkan yang kekal, selama-lamanya.

Gak usah stres berat-berat untuk yang cuma sementara. “This Too Shall Pass”, kata orang bijak. “Ini juga akan berlalu”, jadi gak perlu dipikir terlalu dalam.
Gak mampu?
Ada Tuhan yang mampu dan siap menolong.

Yang jauh lebih krusial, pastikan kita sungguh-sungguh mengenal-Nya dan hidup seturut kehendak-Nya sehingga kita sudah merasakan surga di bumi dan saat ‘pulang’ pun sudah terjamin: kita tahu persis jalan menuju surga.

Setuju?

It doesn’t matter what has happened, better things are coming. God’s plan produces hope in me – James MacDonald.

Tidak peduli apa yang telah terjadi, hal-hal yang lebih baik akan datang. Rencana Tuhan menghasilkan pengharapan di dalamku – James MacDonald.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Dari Mana Datangnya Penderitaan?”
Blessings In Disguise’ – ‘Harta Karun’ Di Tengah Pandemi.
Berjalan dengan Iman