Articles

“Iman Natal.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Iman Natal.”
(Bekal untuk menjalani tahun 2021)

“Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Lukas 2:13-14 (TB)

Bagaimana para malaikat memberitakan ‘kabar baik’ dan perdamaian di bumi?

Dunia masih tinggal didalam kegelapan dan di bawah kuasa dosa serta iblis. Masih ada peperangan, kelaparan, bencana dan penderitaan.

Orang Yahudi masih tersesat di bawah Hukum Taurat, dan orang bukan Yahudi masih hidup tanpa Tuhan dan tanpa harapan pula.

Allah datang menjadi seorang bayi. Dia harus dilahirkan sebagai bayi, tak berdaya, tanpa pertahanan serta tempat bergantung. Dialah Anak Manusia. Dihadapkan pada bahaya dunia, dicari oleh iblis dan ditandai untuk dibunuh.

Ketika para malaikat bernyanyi, Herodes belum mengirimkan pasukannya untuk mencari dan membunuh Dia. Keluarga Yusuf belum melarikan diri ke Mesir, melewati perjalanan yang panjang penuh dengan bahaya. Dia masih belum bertumbuh dalam kebijaksanaan mau pun perawakannya. Dia juga belum menjadi tukang kayu.

Dia masih belum dipenuhi dengan Roh Kudus. Dia belum mengalahkan godaan iblis. Dia belum menjalani kehidupan tanpa dosa. Dia belum menyembuhkan seseorang atau mengusir satu iblis pun. Dia belum ditolak oleh orang-orang di kampung halamannya sendiri.

Dia belum menderita di Taman dengan keringat berlumuran darah. Dia masih belum dikhianati oleh Yudas dan menjalani pengadilan ilegal, dipukuli bahkan diejek. Dia masih belum disalibkan. Dia belum menjadi dosa dan dijadikan kutuk. Dia belum menderita oleh bilur-bilur yang menyembuhkan kita. Dia belum ditinggalkan Allah (Bapa), mati, dan turun ke dalam kedalaman bumi. Dia belum menaklukkan kematian, bangkit kembali dan duduk di sebelah kanan Allah, menjadi pemenang.

Saat para malaikat bernyanyi, belum ada yang terjadi. Seorang bayi telah lahir. Tetapi mereka menyatakan firman Tuhan sendiri:
“Damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Bagaimana caranya?

“Tuhan, …… menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.”
Roma 4:17(TB)

Tuhan memiliki iman di dalam Firman-Nya. Firman itu menjadi manusia, dan iman Tuhan menyatakan akhir dari awal: “Damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

[Repost ; “The Faith of Christmas”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Takut, Marah, Cemas, Khawatir Dan Solusi Cerdasnya!
Dasar Pernikahan Bahagia
Berjalan dengan Iman, Siap?