Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Apakah Damai Sejahtera Itu?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apakah Damai Sejahtera Itu?

Drama ganti HP ternyata belum berakhir….
Keesokan harinya, saat mau post artikel, grup broadcast saya raib tak berbekas.
Beberapa kali ganti HP, list broadcast tetap ikut pindah. Saya kehilangan arsip artikel yang di post di masing-masing grup broadcast.
Dan saya lupa siapa saja yang biasa saya kirimi…

“Yenny, koq sudah beberapa hari gak ada kiriman Seruput Kopi Cantik?”, tanya seorang sahabat dari Jogja, Semarang bahkan dari luar negeri.

“Bu, sejak 25 Januari saya tidak menerima artikel Seruput Kopi Cantik lagi,” komentar yang lain.

List broadcast sudah disimpan sejak bertahun-tahun lalu. Tidak semua suka memberi komentar tetapi klo ga ada baru dicari. Mulai di list ulang… meski banyak yang belum pulih.

Merepotkan sekali tetapi ada sesuatu yang berbeda.
Saya tetap tenang dan tidak kehilangan damai sejahtera…
Sadar, ternyata saya sudah berubah.
Yeaaaayyyy…

Dalam hidup, masalah kerap datang tanpa permisi, tanpa ketuk pintu dan tanpa ‘Kulo Nuwun’, istilah Orang Jawa.
Satu-satunya jalan ya… Face The Problem. Hadapi masalahnya. Dan damai sejahtera dalam hati itu luar biasa….
Tanpa emosi, jengkel, marah, kecewa dll.


Seorang teman bertanya,
“Bu Yenny, saya mau damai sejahtera yang diceritakan di Seruput Kopi Cantik. Bagaimana caranya? Bu Yenny tahu kan … kesenangan dunia apa yang belum saya nikmati? Semua sudah. Ke pelosok dunia pun sudah tetapi damai sejahtera itu yang gak ada. Hari ini peaceful, besok berbeda… Hidup Jadi seperti yoyo yang naik turun, melelahkan!”

Bagi dunia, damai diartikan tidak adanya sesuatu. Contoh, jika tidak ada perang, pertengkaran, perselisihan, itu artinya damai.
Mereka hanya mengharapkan ketenangan semata.

Peace Is Not The Absence of Something… war etc. The peace of God, “which transcends all understanding,” is the harmony and calmness of body, mind, and spirit trusting in the power and grace of God.

Damai Bukan Ketiadaan Sesuatu… perang, misalnya. Kedamaian Allah, “yang melampaui segala akal,” adalah keharmonisan dan ketenangan tubuh, pikiran, jiwa, dan roh yang percaya pada kekuatan dan anugerah Allah.

Damai dalam Tuhan itu berbeda. Meski pun situasi di luar nampak kacau balau, tetapi hati kita tetap damai. Damai yang jauh melampaui situasi yang dihadapi. Inilah perasaan damai karena Damai itu sesungguhnya Seorang Pribadi yaitu Allah sendiri.

Ketika jangkar pengharapan kita disahkan dan berdiri kokoh pada Pribadi Yang Tak Tergoyahkan, maka damai bukan lagi hidup tanpa badai melainkan tetap bersukacita di tengah badai yang bergelora.

Suatu ketika diadakan lomba menggambar PEACE. Kebanyakan pelukis menggambarkan danau biru yang indah, pemandangan cantik seperti di Swiss. Ada pula yang menggambar gunung tinggi, di antara hamparan sawah yang menghijau.
Dan pemenangnya, adalah lukisan badai bergelora yang tengah menghantam batu besar di laut. Nampak angin badainya sangat kuat menggelora, dan di batu bagian atas, ada lubang kecil nampak seekor burung kecil tengah bernyanyi di tengah badai.
Inilah damai sejahtera yang sesungguhnya!

Jika kita menantikan damai dan bahagia, tergantung situasi di luar, maka dengan cerdik iblis membuat situasi diluar senantiasa bergelora, hingga harapan untuk merasa damai jadi pupus. Akhirnya kita kehilangan harapan.

Damai sejahtera yang sejati, diperoleh karena pengenalan akan Allah. Semakin dalam mengenal-Nya, semakin sadar, kita dikasihi apa adanya… tanpa syarat.
Tuhan tidak pernah meninggalkan atau membiarkan kita. Apa pun yang terjadi, seburuk apa pun situasinya, Tuhan bisa mengubahnya menjadi kebaikan kita. Ini jaminan yang luar biasa!

Kasih Allah melalui hubungan yang kita bangun, sedemikian kokoh dan memuaskan jiwa kita, sehingga apa pun yang dilakukan orang lain, tidak lagi penting.

Sadarkah kita, klo mudah tersinggung dan terluka, kuncinya bukan mengharapkannya dari pasangan, anak, teman dsb… kasih manusia itu terbatas.
Bangun fondasi kasih pada Allah, maka ketika kita sudah diputuskan di dalam Dia, apa pun yang dilakukan orang terhadap kita, tidak lagi mempengaruhi kita lagi.

Ketika tidak lagi diombang-ambingkan perasaan lagi, kita bisa tetap tenang menunggu arahan-Nya, berrespon sesuai kehendak-Nya. Pada gilirannya, justru situasi diluar kita yang justru berubah.

Dahsyat bukan?

Sahabat saya, Bu Jane, berpuluh-puluh tahun suaminya ke sana ke mari, tergoda dengan wanita lain. Akhirnya kembali, karena Bu Jane tetap tenang tidak tergoda mengikuti perasaan atau cara dunia meresponi.
Saat suaminya dalam keadaan sakit, perlu ketelatenan untuk merawatnya. Tidak ada sedikit pun rasa marah, sakit hati di hatinya, justru hatinya jatuh kasihan karena kasih Allah di hatinya…

Sulit dimengerti dengan akal pikiran normal. Tetapi itulah yang terjadi ketika seseorang sudah mengalami kasih radikalnya Allah…
B. Jane hanya memiliki kasih dan kasih Allah semata…
Dia tetap damai dalam melewati semuanya.. suami dan keluarganya berubah karena demonstrasi kebaikan- kebaikan Tuhan melalui Bu Jane.

Apa yang kamu lakukan, memiliki dampak yang lebih besar daripada apa yang kamu katakan – Steven Covey, tertulis di post Jonathan _ Andi _ W di wall Tanya Mentor.

Mari kita hidup mendekat kepada Tuhan, alami kasih-Nya dan jadilah berubah….

“We must allow the Word of God to confront us, to disturb our security, to undermine our complacency and to overthrow our patterns of thought and behavior.”John Stott

Kita harus mengizinkan Firman Tuhan untuk mengkonfrontasi kita, mengganggu keamanan kita, merusak rasa puas diri kita sendiri dan menjungkirbalikkan pola pikir dan perilaku kita.” John Stott.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

If Only……

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

If Only……

Kebanyakan apa yang kita sebut pertempuran iman sebenarnya adalah pertempuran melawan ketidakpercayaan.
Ketika kita benar-benar mengandung iman, maka ada pengetahuan dan kepastian bahwa kita memang memiliki apa yang kita percayai, bahkan sebelum manifestasinya terjadi.

Tidak mati-matian berusaha untuk beriman. Karena iman itu timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus. Asalkan yang ditabur itu firman Tuhan, benih itu tidak pernah gagal karena Firman itu berisi iman Allah. Iman dengan sendirinya akan berbuah.

Ketidakpercayaan hanya dapat ditaklukkan dengan menghilangkan gangguan dan berfokus pada Dia dan firman-Nya.

Kebanyakan orang lebih fokus pada gangguan hidup, -memikirkan masalahnya dengan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi,- sebaliknya hanya menghabiskan sedikit waktunya dengan Tuhan, namun mereka berharap hubungan yang minimal ini, bisa menghasilkan pahala yang besar.

Ketika iman dikandung, ada semacam pernyataan iman yang menentukan kriteria manifestasinya. Kriteria itu berbeda untuk setiap orang dan setiap keadaan.

Dalam kasus wanita yang mengalami pendarahan 12 tahun, kriteria atau pernyataan imannya: “jika aku menyentuh ujung jubah-Nya saja, maka aku akan sembuh.”
Wanita itu yang menentukan saat penyembuhannya, bukan Yesus. Titik di mana imannya mencapai puncak.

Dalam kasus perwira dan pelayannya, perwira itu menyatakan kepada Yesus, “Aku tidak layak menerimamu di rumahku, tetapi katakan saja dan hambaku akan sembuh.”
Yesus bersedia pergi ke rumahnya, tetapi iman perwira itu menetapkan kriteria yang berbeda.
Yesus menanggapi pernyataan imannya.
Yesus menemui setiap kita di level iman yang kita miliki.

Yairus memberi tahu Yesus, jika Dia datang, meletakkan tangan-Nya ke atas putrinya, maka putrinya akan hidup. Ini adalah keputusan Yairus, poin keyakinannya, kriterianya.
Yesus tinggal menanggapinya.

Kita membaca berulang kali ketika Yesus memberi tahu mereka yang disembuhkan, sesungguhnya iman merekalah yang menyembuhkan diri mereka, dengan cara “terjadilah kepadamu menurut imanmu.”
Dia menanggapi tingkat keimanan mereka, kriteria “seandainya saja – If Only” mereka.

Andai saja aku bisa menyentuh jubah-Nya;
andai saja Dia akan meletakkan tangannya atas putriku; jika saja Dia mengucapkan sepatah kata itu. Dalam setiap kasus ada keyakinan yang menghasilkan visi yang menghasilkan tindakan.

Ketika kita berada di tempat “seandainya – If Only”, kita berada di luar pertempuran dengan ketidakpercayaan dan kita tahu dengan yakin, kita tahu bahwa kita sudah memiliki kesembuhan kita.

Ini bukanlah sesuatu yang kita buat dalam pikiran kita.
Ini adalah iman yang lahir di dalam diri kita saat kita mendengar Firman-Nya dan mendapatkan visi bahwa kebutuhan kita terpenuhi.
Tidak ada yang bisa menggoyahkan keyakinan itu. Tidak ada yang bisa menghalangi iman semacam itu. Iman semacam itu bahkan akan membuka lubang di atap rumah dan menurunkan orang yang sakit melalui lubang itu ke hadirat Yesus.

Titik iman itu berbeda untuk setiap orang. Bisa jadi keyakinan Anda bahwa doa seseorang untuk Anda akan menjadi momen perwujudan Anda.
Bisa jadi dalam waktu doa Anda sendiri Anda menerima pewahyuan kesembuhan Anda. Manifestasinya mungkin bertahap atau seketika. Tapi Anda tahu bahwa Anda tahu di dalam hatimu, bahwa kamu sudah sembuh.

Praktik yuk….

“With God, you are stronger than your struggles and more fierce than your fears. God provides comfort and strength to those who trust in Him. Be encouraged, keep standing, and know that everything’s going to be alright.” ? Germany Kent

“Dengan Tuhan, kita lebih kuat daripada pergumulan yang kita alami dan lebih ganas dari ketakutan Anda. Tuhan menyediakan penghiburan dan kekuatan bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Bersemangatlah, tetaplah berdiri, dan ketahuilah bahwa semuanya akan baik-baik saja.”? Kent Jerman

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Jika Ada Kesempatan Mengulangi Hidup, Apakah Kita Memilih Hidup Seperti Sekarang Ini?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Jika Ada Kesempatan Mengulangi Hidup, Apakah Kita Memilih Hidup Seperti Sekarang Ini?

Demikian pertanyaan menarik yang dilontarkan ‘adik’ saya, Ritayanti, saat IG-Life di Tanya Mentor, bersama Rita dan Ida, beberapa hari yang lalu.

Banyak orang yang kerap terjebak berandai-andai, jika ada kesempatan mengulangi Hidup, apa yang akan kita lakukan? Bagian mana kehidupan kita yang akan kita perbaiki?

Hhhmmmm ….menarik!

Tetapi saya tidak mau terjebak ke sana.
Why?
Pertama, saya tahu persis, hidup cuma sekali dan tidak bisa diulang. Wasting time berpikir untuk mengulanginya.
Ketika berpikir ingin mengulanginya, kita sibuk menginventarisasi kesalahan-kesalahan kita, yang menimbulkan penyesalan. Di samping itu, tidak sedikit pula kesalahan orang lain, yang menimbulkan sakit hati atau kesal. Sudah lewat….
Masa lalu itu tinggal impian…

“Forgiveness means letting go of the past,” Gerald Jampolsky,
“There is a fine balance between honoring the past and losing yourself in it. For example, you can acknowledge and learn from mistakes you made, and then move on and refocus on the now. It is called forgiving yourself.”

“Memaafkan berarti melepaskan masa lalu,” Gerald Jampolsky,
“Ada keseimbangan yang baik antara menghargai masa lalu dan tenggelam di dalamnya. Misalnya, Anda dapat mengakui dan belajar dari kesalahan yang Anda buat, lalu melanjutkan dan fokus kembali pada saat ini. Itu namanya memaafkan diri sendiri.”


Ke dua, memang Hidup saya sama sekali gak sempurna… Justru karena berbagai kesalahan, pengalaman yang menurut kita kurang baik itulah, saya sudah belajar menjadi pribadi seperti sekarang ini.
Wisdom, hikmat, Kebijaksanaan dalam hidup, kerap kita peroleh karena pahitnya pengalaman kehidupan.
Tidak sedikit pula, diwarnai pula pengalaman pertolongan-pertolongan Tuhan yang dahsyat. Mujizat, berkat dan berbagai bukti kesetiaan Tuhan yang amat manis dikenang.
Allahku senantiasa bisa diandalkan!

Memang banyak masalah yang menghadang kehidupan. Namun jika kita bersedia meresponinya dengan sikap positif dan terus bergantung kepada Tuhan, maka Tuhan bisa mengubah batu sandungan masalah itu, agar diubah menjadi batu pijakan untuk naik ke tempat tinggi, yang tidak bisa dicapai, tanpa adanya batu pijakan itu.
Itulah dahsyatnya bekerja sama dengan Allah.


Yang ke tiga, Tuhan itu bisa mengembalikan waktu-waktu kita yang hilang. Memang tidak persis sama, namun dengan caranya yang ajaib, Tuhan bisa.

Aku (Tuhan) akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama Tuhan, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.” Janji Tuhan.

Joel Osteen bercerita, semasa putrinya, Alexandra kecil, dia begitu sibuk mendampingi ayahnya, John Osteen, dalam pelayanan ke luar negeri.
Joel berdoa kepada Tuhan minta pemulihan untuk waktu-waktu yang hilang.
Dan Tuhan mengatur, sehingga Alexandra lebih suka bersama-sama dengan ayahnya daripada menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Hubungan mereka sangat dekat… Tuhan sungguh-sungguh menjawab doa!

Apakah hanya hubungan? Tidak!
Tuhan bisa mengembalikan proyek kita yang hilang. Berkat-berkat yang lenyap karena pandemi.
Pertemanan yang hilang, kesehatan yang hilang dan apa saja yang bisa kita pikirkan.

“Minta… And whatever things you ask in prayer, believing, you will receive. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”

Asal kita percaya….
Percaya berarti kita melihat jawaban doa di dalam pikiran dan Roh kita.
Believing is Seeing

Daripada sibuk berandai-andai bagaimana memperbaiki masa lalu, mengapa kita tidak menyibukkan diri membangun, mencipta serta memperbaikinya untuk masa depan?
Biarkan pengalaman masa lalu, yang baik mau pun yang buruk, menjadi fondasi, pijakan kita dalam menciptakan masa depan yang penuh harapan…

Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Setuju?

Yesterday is history.
Tomorrow is a mystery.
Today is a gift.
That’s why we call it ‘The Present’
Eleanor Roosevelt

Kemarin adalah sejarah.
Besok adalah misteri.
Hari ini adalah anugerah.
Itulah mengapa kita menyebutnya ‘The Present =Hadiah’
Eleanor Roosevelt

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

EFFORTLESS CHANGE -PERUBAHAN TANPA USAHA.

Gospel Truth’s Cakes

Yenny Indra

EFFORTLESS CHANGE -PERUBAHAN TANPA USAHA.

“Mana mungkin? Semudah itu?”, tanya beberapa orang.
Ini Buktinya!

Berlutut di samping tempat tidur saya suatu hari di tahun 1968, saya mulai berdoa, “Tuhan, apa yang harus saya lakukan untuk pergi dari tempat saya sekarang ke tempat yang Engkau inginkan?” Saya membuka mata saya, dan ketika saya melihat Alkitab saya tergeletak di tempat tidur di depan saya, saya mendengar Tuhan berkata, “Masukkan saja Firman-Ku ke dalam hatimu, dan itu akan melakukan sisanya.”

Meskipun Tuhan berbicara kepada saya dalam doa, penting bagi saya untuk melihatnya dalam Firman. Ia menyingkapkan dan meneguhkannya kepada saya melalui sebuah perumpamaan dalam Markus 4:26-29. Ia mengatakan,

Lalu kata Yesus: ”Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”
Markus 4:26-29 TB

Dalam perumpamaan ini, Yesus membandingkan Firman Allah dengan sebutir benih (Markus 4:14). Saat ini, karena begitu sedikit dari kita yang menjadi petani, mungkin diperlukan sedikit penjelasan bagi kita untuk memahami sepenuhnya kebenaran ini.

Pertama, Dia mengajarkan bahwa Firman Tuhan harus ditanam seperti benih di dalam hati kita. Sama seperti sebuah benih tidak melepaskan hidupnya sampai ditanam ke dalam tanah, Firman Tuhan tidak akan membebaskan kita sampai kita mendapatkannya di dalam hati kita.
Memiliki Alkitab di atas meja kita, di tangan kita, atau di kepala kita tidaklah cukup; kita harus membiarkan Firman Tuhan menembus hati kita.

Kedua, orang yang menabur benih tidur dan bangkit dari hari ke hari. Butuh waktu bagi benih untuk berkecambah. Anda tidak dapat menanam benih suatu hari dan berharap melihatnya tumbuh keesokan harinya. Hanya karena tidak ada yang terlihat di atas tanah, bukan berarti benih itu tidak tumbuh. Jika Anda menggalinya setiap hari untuk melihat apakah terjadi sesuatu, ia akan mati.

Seorang petani harus meninggalkan benihnya di dalam tanah dan percaya bahwa benih itu tumbuh meskipun dia tidak dapat melihatnya. Demikian pula, Anda harus memiliki iman bahwa benih Firman Tuhan akan melakukan apa yang dirancang oleh Tuhan untuk dilakukan: menghasilkan buahnya pada waktunya. Banyak orang menggali Firman dengan berbicara langsung menentang apa yang dikatakannya. Mereka akan membiarkan keadaan alam mengesampingkan apa yang Tuhan katakan.

Tetapi ketika kita merenungkan Firman Tuhan, kita sedang mengalami perubahan dengan cara yang mudah, yaitu Perubahan Tanpa Usaha!
Kita mungkin tidak melihat diri kita tumbuh, tetapi kita—sama seperti benih yang ditanam tumbuh di bawah tanah meskipun petani tidak dapat melihatnya!

Saya tahu bahwa perubahan tanpa usaha terdengar mustahil bagi kebanyakan orang. Sebagian besar orang memandang perubahan sebagai salah satu pengalaman paling traumatis dalam hidup.
Tapi ada cara untuk berubah dengan mudah.
Yaitu mengambil benih Firman Tuhan dan menaburkannya di dalam hati kita. Kemudian Firman akan menghasilkan semua perubahan yang kita butuhkan.

Anda belum pernah melihat pohon apel bekerja keras untuk menghasilkan apel. Butuh waktu, tetapi datang dengan mudah. Demikian juga, adalah sifat dari semua orang percaya yang lahir baru untuk menjadi seperti Yesus. Tapi itu tidak bisa terjadi tanpa menanam benih Firman Tuhan di dalam hati Anda.

Pertumbuhan berarti perubahan. Pernahkah Anda melihat tanaman yang hijau dan tumbuh dan tidak terus berubah? Untuk tanaman, mudah; itu tumbuh begitu saja, dan perubahannya terlihat jelas bagi semua orang. Hidup Anda harus seperti itu—hijau, tumbuh, berubah, dan nyata bagi dunia. Pabrik itu tidak pernah memutuskan untuk melakukan apa pun. Itu hanya tumbuh dan menghasilkan buah karena apa adanya.
Firman Tuhan juga sama. Ketika ditanam, Firman itu menghasilkan secara alami — dengan mudah. Tanpa Usaha.

Jika kita seperti kebanyakan orang Kristen, mungkin sudah mencoba untuk berubah berulang-kali tetapi merasa sangat sulit, justru membuat frustrasi. Itu karena kita tidak melakukannya dengan cara Tuhan. Kita mengganti benih Firman Tuhan dengan doa, puasa, dan usaha Anda sendiri.

Jangan salah paham: Doa dan puasa itu seperti air dan pupuk bagi benih. Benih membutuhkan hal-hal itu. Tetapi benih itulah yang memiliki keajaiban hidup di dalamnya.
Tanpa ada benih yang ditanam, pupuk dan air tidak menghasilkan apa-apa.

Satu-satunya upaya di pihak kita adalah menaruh benih Firman Tuhan di dalam hati kita, melindungi serta memeliharanya. Kemudian Firman Tuhan akan menghasilkan perubahan.

Seluruh hidup dan pelayanan saya adalah hasil dari merenungkan Firman Tuhan. Hal baik apa pun dalam hidup atau pelayanan saya dapat ditelusuri kembali, bagaimana Firman Tuhan telah mengubah saya. Saya percaya hal yang sama untuk Anda. Di dunia alami, semuanya berputar di sekitar benih, waktu, dan panen. Itu sama di dunia rohani. Firman Tuhan adalah benih yang, jika diberikan waktu, akan menghasilkan tuaian.

Saya ingin membantu menjadikan tahun baru ini sebagai waktu perubahan dan panen paling bermanfaat yang pernah kita alami. Saya telah mengumpulkan kombinasi sumber daya yang akan membantu Anda berhasil menanam benih Firman Tuhan dalam kehidupan Anda.

Secara alami, kami menyadari bahwa kami tidak dapat memanen tanpa menanam benih. Tapi di alam spiritual, orang Kristen selalu mencobanya. Alih-alih pergi kepada Firman Tuhandan merenungkan firman itu sendiri, mereka memilih lari mencari seseorang yang telah menghabiskan waktu di dalam Firman dan meminta bantuan mereka. Ini adalah upaya untuk mempersingkat proses pembibitan, waktu, dan panen.

Kemudian, jika mereka tidak melihat hasilnya, mereka menjadi bingung dan tersinggung. Tuhan dapat memenuhi kebutuhan melalui iman orang lain, tetapi itu bersifat sementara dan cara sekunder-Nya untuk menyentuh kita. Yang terbaik dari Allah adalah mengambil benih Firman-Nya dan menanamnya di dalam hati kita di mana benih itu akan menghasilkan perubahan yang kita inginkan secara alami dan mudah.

Ketika Tuhan mengarahkan saya untuk fokus pada Firman-Nya, semuanya berubah. Itu terlalu sederhana bagi sebagian orang, tetapi firman Tuhan bertahun-tahun yang lalu itu telah menjadi arahan utama saya selama empat puluh enam tahun dan telah membuahkan hasil yang ajaib. Dan perubahan yang dihasilkan ini hampir tanpa usaha. Yang harus saya lakukan hanyalah tetap berkomitmen pada Firman Tuhan.

  • Andrew Wommack –

Siap Praktik? Yuk… Buktikan hasilnya!

Whatever we focus our attention on is what will dominate our thoughts (Proverbs 23:7). If our thoughts are dominated by the things of this world then we are going to get worldly results in our lives. We need to focus on God to get godly results. – Andrew Wommack.

*Apapun yang menjadi fokus perhatian kita, itulah yang akan menguasai pikiran kita (Amsal 23:7). Jika pikiran kita dikuasai oleh hal-hal dunia ini maka kita akan mendapatkan hasil duniawi dalam hidup kita. Kita perlu fokus pada Tuhan untuk mendapatkan hasil yang saleh. – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Rencana atau Tujuan?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Rencana atau Tujuan?

Sebab Aku ini mengetahui ‘rancangan-rancangan’ (‘pikiran-pikiran’) apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Yeremia 29:11 TB

Beberapa terjemahan menggunakan kata “rencana” alih-alih kata “pikiran”. Perbedaan itu telah menimbulkan kesalahpahaman dan frustrasi di hati banyak orang beriman.

Jika Tuhan memiliki “rencana” untuk hidup saya dan entah bagaimana saya melewatkannya, apakah ada “rencana B”, atau apakah hidup saya benar-benar keluar jalur?
Apa yang terjadi jika saya melewatkan “rencana-Nya”? Apakah ada gunanya hidup?

Kata Ibrani yang digunakan lebih tepat diterjemahkan sebagai “pemikiran”, dan dapat dipahami dengan lebih baik sebagai “tujuan“.
Gagasan tentang rencana yang ditetapkan jatuh lebih ke dalam dunia tentang Tuhan yang mengendalikan segalanya yang mengatur hidup kita secara mikro, suka atau tidak suka. Sementara konsep tujuan membuka pintu untuk menikmati berkat Tuhan tanpa rasa takut.

Ingatlah bahwa inti pemikiran dan tujuan-Nya, agar kita memiliki kedamaian, masa depan, dan harapan. Ketika orang percaya berpikir bahwa mereka telah melewatkan “rencana”, mereka pun segera kehilangan kedamaian dan harapan.

Apa tujuan Allah bagi anak-anak-Nya?
Selain karunia atau panggilan unik apa pun yang mungkin Anda miliki, panggilan untuk menjadi anak-Nya dikemas dengan hal-hal yang baik.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Yohanes 10:10 TB

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Matius 11:28 TB

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
Yohanes 15:7?-?8 TB

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
Yohanes 15:11 TB

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Yohanes 14:27 TB

Ini hanyalah beberapa pemikiran dan tujuan yang Tuhan miliki terhadap anak-anak-Nya: hidup berkelimpahan, beristirahat, kedamaian, sukacita, dan buah dari keinginan yang terpenuhi. Tujuan-tujuan itu terus-menerus, dan bahkan jika Anda telah menyimpang dari jalan-jalan ini, tujuan-tujuan itu selalu tersedia bagi Anda lagi.
Tidak ada “Rencana B.”
Hanya hati Tuhan yang tidak pernah berubah untuk masa depan Anda.
Dan masa depan Anda dimulai hari ini!


Benih masa depan ditaburkan setiap hari, dan itu mencerminkan mata yang kita gunakan untuk mengevaluasi hidup kita.
Mata rohani akan melihat berkat dan peningkatan. Mata alami (jasmani) akan melihat sumber daya dan penghalang jalan yang serba terbatas.
Apa yang kita lihat seringkali merupakan gambaran apa yang akan kita dapatkan.

Sadarkah kita, Bapa mengasihi kita sama seperti Dia mengasihi Yesus! Itu akan mencerahkan hari-hari kita!

“Sama seperti Bapa mengasihi Aku, Aku juga telah mengasihi kamu; tinggallah dalam kasih-Ku.” (Yohanes 15:9)

“ . . . Engkau telah mengutus Aku, dan telah mengasihi mereka sebagaimana Engkau telah mengasihi Aku.” (Yohanes 17:23)

Mari kita hidupi hidup kita seperti Yesus. Senantiasa melihat melalui mata rohani, melihat peningkatan demi peningkatan.

When you walk with Jesus, the impossible become possible.

Ketika Anda berjalan bersama Yesus, yang tidak mungkin menjadi mungkin.

  • Barry Bennett –

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 144 145 146 147 148 410