Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Apa Yang Kita Inginkan? Itu Yang Kita Dapatkan!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Kita Inginkan? Itu Yang Kita Dapatkan!

Sambal buatan seorang teman, sungguh nikmat. Banyak variannya pula. Tidak heran menjadi sambal favorit teman-teman.

Saya bercerita, ada teman di kota lain yang berjualan sambal juga. Teman ini mengikuti pameran makanan di luar negeri, sehingga sambalnya bisa di export.

“Tapi itu berarti harus daftar di BPOM. Kabarnya sulit untuk mengurusnya,” jawab teman ini.

Sesungguhnya berkat Tuhan itu bak air terjun. Terus mengalir siang dan malam, tersedia untuk semua orang. Tergantung diri kita sendiri, apakah kita ini gelas kopi, galon atau tangki air yang besar? Diri kita sendiri yang menentukan, seberapa besar berkat yang akan kita terima.

Menjadi wadah yang kecil itu simple, semua serba sederhana.Tidak banyak tantangannya.
Semakin besar bisnisnya, semakin besar tantangannya. Tetapi hasilnya makin besar dan hidup kita pun berdampak serta memberkati lebih banyak orang.

Orang bijak berkata, semakin besar pohonnya, semakin besar angin yang menerpa. Dan butuh kemampuan yang berbeda untuk mengelola yang besar.
BPOM mungkin sulit, tetapi klo mau besar, itu jalannya.
Tergantung kita, mau yang mana?
Tuhan membuka kesempatan yang adil bagi semua orang.”


Tuhan berkata, As a man thinks in his heart, so is he – Seperti orang berpikir dalam dirinya, demikianlah dia.

Kesimpulannya,
Kita adalah apa yang kita pikirkan.
Dan kita memberi frame kehidupan kita melalui kata-kata. Nach klo kita memberi frame hidup kita sesuai perkataan firman Allah, tentunya hidup kita menjadi sesuai rancangan Allah bukan?

Artinya, nilai-nilai serta prinsip hidup yang kita pilih, menentukan arah kehidupan kita, kualitasnya dan bahagia tidaknya kita dalam menjalani hidup ini.

Masih ingat tentang ulat dan kupu-kupu di artikel yang lalu?
Di dalam setiap orang yang percaya Tuhan, sudah menjadi ciptaan baru. Ibarat ulat yang di dalam dirinya, tersimpan potensi menjadi kupu-kupu yang cantik.
Tetapi untuk benar-benar menjadi kupu-kupu, dibutuhkan proses, Mengubah Pola Pikir sesuai dengan Firman Allah.

Sepakat dengan Allah, bahwa kita sedang dalam proses menjadi kupu-kupu, lalu kita Berpikir, Bersikap dan Bertindak seperti kupu-kupu. Menghidupi apa yang Tuhan firmankan tentang kita. Itulah cara kita menggenapi tujuan hidup dari Tuhan. Bertekad menjadi Terang & Garam dunia, agar Allah terpancar melalui kehidupan kita.

Anak itu pasti mirip Bapanya. Klo kita anak Allah, mestinya gambar, karakter dan perkataan Allah juga terpancar melalui kita.
Makes sense?


Banyak hal-hal dalam hidup yang secara akal sulit dipahami. Tidak ada yang pasti dalam kehidupan.

Tetapi jika kita menghidupi prinsip firman Tuhan, rahasianya sederhana dan tidak berubah.
Tabur benih, rawat dan masa menuai pasti tiba.
Tidak keren memang, tetapi terbukti berhasil.

Kita ini hidup dalam Anugerah Tuhan. Apa pun yang kita butuhkan, tersedia di sana.
Tuhan menginginkan anak-anak-Nya maju. Menjadi terang dan garam. Berdampak kepada banyak orang dan menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan-Nya. Diberkati untuk menjadi berkat, menggenapi tujuan Tuhan.
Tidak tahu jalannya?
Bawa dalam doa.
Dia Allah yang menjawab doa.

Nach, kadang saat berdoa, kita kesulitan mendengarkan suara-Nya karena pikiran kita rumit, karena terlalu banyak sampah-sampah informasi yang diijinkan masuk.
Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa prinsip-prinsip dunia itu selalu berubah.
Saya ingat sekali, waktu kecil dinasehati, tiap hari makan telur itu sehat. Tetapi sekarang, disarankan hanya makan 2-3 telur setiap minggu. Kolesterol, alasannya.

Berpegang pada prinsip dunia, bagaikan hendak menembak sasaran yang terus menerus bergerak, tentu membuat pusing orang yang membidiknya. Berbeda dengan firman Tuhan yang sejak dulu, sekarang dan selama-lamanya tidak berubah. Peganglah prinsip kebenaran firman Tuhan,” kata Andrew Wommack.

Belajar untuk fokus pada yang membawa Peace, kedamaian dan yang berupa Truth, kebenaran yaitu firman Tuhan. Jika tidak membawa damai dan bukan kebenaran, artinya itu suara si musuh (iblis). Singkirkan! Sesederhana itu.
Maka secara alami, suara Tuhan akan nyaring terdengar…

Tuhan ingin kita menjalani hidup selangkah demi selangkah bersama-Nya. Menikmati setiap langkah dalam hubungan yang intim dengan-Nya. Seperti Adam yang bercakap-cakap dengan-Nya saat hari sejuk, sebelum Adam jatuh dalam dosa. Tuhan yang menuntun, mengarahkan dan memimpin.

Kadang manusia berpikir, Tuhan menginginkan persembahan.
Tetapi sesungguhnya, apa yang membuat Tuhan paling senang?
Ketika kita merasa puas dengan-Nya. Dipenuhi rasa syukur.

Kita bekerja karena itu menyenangkan. Sama seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa, dia bekerja karena itu menyenangkan. Hubungan kita dipulihkan kembali saat menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita.

Bekerja tanpa rasa khawatir atau tertekan.
Karena kita mengerjakannya bersama Tuhan dan sadar, rancangan-Nya bagi kita, jauh lebih besar dan lebih dahsyat daripada yang bisa kita pikirkan.
Sulit?
Tidak tahu caranya?
Ya. Tetapi kalau Tuhan bersama kita, apa yang mustahil?
Tuhan pasti buka jalan.
Melangkah dan lakukan bagian kita.
Maka Tuhan akan melakukan bagian-Nya.
Itulah yang disebut Rest In The Lord.

Pencapaiannya tercipta karena berkolaborasi dengan Tuhan.
Dan kita terpukau… Tidak menyangka bisa sampai ke sini.
Sehingga kita sadar, ini Tuhan, bukan saya. Yang keluar dari bibir kita ungkapan syukur yang tulus, bukan kesombongan.
It’s all about Him not me.
Kita puas, Tuhan pun senang.

Mari kita laksanakan bersama Tuhan. Jadi yang terbaik versi kita, sesuai rancangan Tuhan!

Don’t count yourself out. When God created you, He created you with everything you need to fulfill your destiny – Joel Osteen.

Jangan menganggap diri kita tidak mungkin berhasil. Ketika Tuhan menciptakan kita, Dia menciptakan dengan lengkap segala yang dibutuhkan untuk memenuhi takdir kita – Joel Osteen.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Anda Pelaku Firman?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Anda Pelaku Firman?

Guru saya, Greg Mohr, kerap berkata, Banyak orang kristen karena dia tahu, pernah mendengarnya, MERASA sudah melakukannya. Padahal sesungguhnya, dia hanya tahu di kepala, sekedar pengetahuan, BELUM pernah mempraktikkannya.”

Betul sekali… saya contohnya. Di sekolah kami belajar berbagai macam hal-hal yang luar biasa, ujian juga sudah lulus. Nilainya bagus-bagus pula… wkwkwk…
Tetapi banyak yang belum betul-betul dipraktikkan.

Repotnya, justru saat sedang menghadapi masalah, gesekan, besi menajamkan besi, baru sadar… perlu nich teori A,B,C dipraktikkan.

Belajar sabar, itu gak bisa saat keadaan semua manis, lancar, menyenangkan.
Ketika ada yang menjengkelkan, mbocengli, menangnya sendiri, seenaknya dewe, barulah kita punya kesempatan memilih tetap sabar. Mempraktikkan kasih Tuhan, mengalah serta bersikap baik pada orang yang tidak pantas dikasihi menurut pikiran manusiawi kita, lalu memutuskan memilih mentaati firman Tuhan, bukannya mengumbar kemarahan.

Perlu praktik, latihan karena Renew Our Mind – Memperbaharui Pikiran itu bagian kita. Tuhan tidak bisa melakukannya untuk kita.

Konon tidak ada gaun cantik tercipta, kalau kain tidak menjerit kena tajamnya gunting saat kain dipotong.

Sama seperti guru-guru di sekolah mengajar, menunjukkan jalan, membimbing murid-murid bagaimana caranya beriman, meraih kesembuhan, menjadi sukses dll, namun mereka tidak bisa beriman untuk kita. Kita yang harus mengerjakannya sendiri. Kita yang harus praktik, menghidupinya.


Nach banyak orang kristen mendengar pula teori tentang kesembuhan, iman, memperkatakan firman Tuhan dsb, ‘merasa sudah melakukannya’, padahal sesungguhnya belum.
Itulah sebabnya kesembuhan belum termanifestasi.

Darimana kita tahu klo belum mempraktikannya?
Mudah, dengarkan saja kata-katanya.
Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Baru saja berdoa sepakat minta kesembuhan, begitu bertemu dengan temannya, mengeluh lagi membahas tentang penyakitnya. Apa yang kita fokuskan itu membesar. Klo kita fokus pada penyakit dan gejalanya, iblis akan terus meneror dengan membuat gejala-gejala yang makin dahsyat.
Saat kuatir, cemas, takut, itu membuka celah sehingga iblis punya pijakan untuk memporakporandakan hidup kita.

Artinya, teman ini tidak beriman. Dia sudah menghapus doa sepakat yang tadi dilakukan.


Prinsipnya, Kita Sembuh karena Itulah Janji Tuhan dan Kita Percaya, Yakin & Beriman.

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh BILUR-BILUR-NYA KAMU TELAH SEMBUH. 1 Petrus 2:24 TB

Menerima kesembuhan dan Manifestasi kesembuhan itu 2 hal yang berbeda.

Menerima Kesembuhan tidak ditentukan masih ada symptom/gejala atau tidak.
Menerima dan Percaya. Itu Tindakan Iman.

NOW FAITH is the assurance (the confirmation, the title deed) of the things [we] hope for, being the proof of things [we] do not see and the conviction of their reality [faith perceiving as real fact what is not revealed to the senses]. Hebrews 11:1 AMPC

SEKARANG IMAN adalah jaminan (pengakuan, akta kepemilikan) dari hal-hal yang [kita] harapkan, menjadi BUKTI DARI HAL-HAL YANG [KITA] TIDAK LIHAT dan keyakinan akan realitasnya [IMAN MENGANGGAP SEBAGAI FAKTA NYATA, APA YANG TIDAK DAPAT DITANGKAP OLEH PANCA INDRA]. Ibrani 11:1 AMPC

Ketika kita Beriman, maka Iman itulah yang Menciptakan Kesembuhan alias Manifestasi Kesembuhan tercipta
Secara kasat mata belum sembuh, tetapi saat kita beriman, Iman itulah yang menciptakan kesembuhan.

So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen is temporary, but what is unseen is eternal. 2 Corinthians 4:18 NIV

Jadi pusatkan perhatian kita bukan pada apa yang terlihat ( kasat mata), tetapi pada apa yang tidak terlihat, karena apa yang terlihat itu bersifat sementara, tetapi apa yang tidak terlihat adalah kekal. 2 Korintus 4:18 NIV

Itulah yang terjadi dengan P. Hatta yang menderita Leukimia dan bipolar, dokter sudah siap memasukkan beliau ke rumah sakit jiwa, bahkan nyaris 2X bunuh diri.

Ketika P. Hatta MEMILIH merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, konsisten berdoa berbahasa lidah (berdoa dalam roh), lalu memperkatakannya, – memanggil kesembuhan sesuai janji-janji-Nya-, kesembuhan pun tercipta.
Bahkan dokter pun terheran-heran. “Baru pertama kali terjadi kasus seperti ini. Ternyata bisa ya …:”

Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Roma 10:17 TB


And He said to them, Be careful what you are hearing. The measure [of thought and study] you give [to the truth you hear] will be the measure [of virtue and knowledge] that comes back to you–and more [besides] will be given to you who hear. Mark 4:24 AMPC

Dan Dia berkata kepada mereka, Berhati-hatilah dengan apa yang kamu dengar. Ukuran [pemikiran dan pembelajaran] yang Anda berikan [kepada kebenaran yang Anda dengar] akan menjadi ukuran [kebajikan dan pengetahuan] yang kembali kepada Anda—dan lebih banyak [selain itu] akan diberikan kepada Anda yang mendengar.

Ayat ini dengan jelas mengajarkan, bagaimana cara kita berpikir serta mempelajari kebenaran, hasil pembelajaran yang dihidupi itulah yang akan kembali, menjadi buah serta hasilnya bagi kehidupan kita.

Setiap kita punya alkitab dan Tuhan yang sama. Mengapa perolehan masing-masing kita berbeda?
Tergantung bagaimana kita merenungkan dan menghidupi kebenaran firman itu.
Hanya Pelaku Firman yang mendapatkan hasilnya.
Setuju?
Praktik yuk…

You may live in a flesh body with all kinds of limitations. But you can go forth with spiritual weapons to do warfare in the spirit! Regardless of what you look like in the natural realm, you can be a holy terror to the devil in the spiritual realm. – Rick Renner.

Mungkin hidup Anda dalam tubuh daging (secara natural) memiliki berbagai keterbatasan. Tetapi Anda dapat maju dengan senjata rohani, melakukan peperangan dalam roh! Terlepas dari seperti apa penampilan Anda di alam natural, Anda bisa menakuti & meneror iblis di alam rohani. -Rick Renner.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Perubahan Pola Pikir Kunci Kesembuhan Ilahi

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Perubahan Pola Pikir Kunci Kesembuhan Ilahi.

Saat masih menjadi orang dunia, kita ibarat ulat. Yang endingnya ya jadi ulat juga sampai mati.
Ketika mengenal Allah, kita masih ulat tetapi sudah menjadi ciptaan baru, sadar ada potensi di dalam kita untuk menjadi kupu-kupu yang cantik.
Tetapi kupu-kupu itu terperangkap di dalam ulat yang buruk rupa.

Kupu-kupu itu cantik, indah, terbang kian kemari, menjadi berkat sehingga buah bisa tercipta karena kupu-kupu membantu mempertemukan serbuk sari dan putik.
Disukai, dikagumi dan menyenangkan.
Diberkati dan menjadi berkat.

Bagaimana cara melepaskan jebakan itu?
Dengan memperbaharui pikiran sesuai dengan firman Tuhan.

Firman Tuhan itulah jalan, petunjuk, guide yang menuntun kita agar dapat menjadi pribadi yang serupa dengan Allah.
Menjadi kupu-kupu cantik yang memukau, memancarkan keindahan Allah Sang Pencipta.
Sehingga orang-orang di sekeliling kita melihat ada Allah di dalam kehidupan kita dan mereka ingin mengenal-Nya karena kita.
Koq baik ya?
Penuh kasih, sabar, murah hati…
dan mereka sadar, itu karena kita memancarkan karakter-Nya.
Itulah bukti otentik bahwa kita memang beriman.
Ada ketulusan dan perbedaan yang kasat mata, perbedaan orang-orang yang benar-benar beribadah kepada-Nya serta mengenal-Nya secara pribadi, dengan yang sekedar rutinitas & legalisme.

Ada orang-orang yang berdoa agar karakter Allah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, itu dianugerahkan kepadanya.
Allah tidak bisa melakukannya, karena ini adalah bagian KITA YANG HARUS MELAKUKANNYA.

Karena itu Allah memerintahkan:
Janganlah mengubah dirimu menjadi seperti orang di dunia ini, tetapi biarlah Allah mengubah bagian dalam dirimu dengan Cara Berpikir yang Baru (sesuai firman-Nya). Jadi, kamu akan mampu memutuskan dan menerima yang dikehendaki Allah bagimu. Kamu akan dapat mengerti mana yang baik, dan yang menyenangkan bagi-Nya, dan yang sempurna.

KITA yang HARUS RENEW OUR MIND – memperbaharui pikiran kita dengan firman Allah.
Bukan memilih menyerupai cara pikir dunia.

Kita yang harus MEMILIH BERTINDAK SESUAI FIRMAN-NYA, dan memilih tidak emosi, egois, marah dll, – bukannya menuruti keinginan kita sendiri.
Itu butuh komitmen, kemauan dan keputusan!
Tidak terjadi secara otomatis.

Tidak ada gaun cantik tercipta, tanpa kain menjerit sakit terkena gunting.

Ketika Terang Allah masuk ke dalam pikiran kita, kegelapan pun sirna dengan sendirinya.
Ketika kita tidak mampu mengalahkan nafsu dan emosi, kita bisa minta pertolongan Allah untuk memampukan kita. Namun tetap kita sendiri yang harus memilih dan memutuskan untuk bertindak sesuai firman-Nya.

Saat konsisten menjadi pelaku firman & menghidupinya, kita menjadi kupu-kupu dengan sendirinya.
Orang-orang disekeliling merasakan sikap kita yang berbeda. Ada kasih Allah yang mengalir dari dalam keluar. From inside out.


Nach yang tidak mudah sehubungan Renew Our Mind – Mengubah Pola Pikir, adalah KOREKSI.

Mengubah Pola Pikir ini berarti bersedia mengakui pola pikir lama kita ada yang salah. Rela merendahkan diri, menyadari kesalahan kita dan bersedia berbalik.
Tanpa itu Perubahan Pola Pikir mustahil terjadi.

Kadang artinya mau minta maaf, mengampuni, menanggalkan gengsi yang setinggi langit, menghancurkan kebenaran diri sendiri yang biasanya serba jagoan dan tidak mau kalah, membasmi sifat egois dsb.
Bersedia memulai dari TITIK NOL demi menjadi pribadi yang serupa dengan Allah.

Tidak jarang ketika kita jujur, justru dihakimi. Sementara orang yang bertopeng malaikat, justru dipuja-puja.
Tantangannya tidak mudah tetapi worth it karena yang dikejar adalah Allah dan kebenaran sejati yang akan kita bawa ke kekekalan.

Persembahan sejati yang akan kita bawa ke hadapan Allah, adalah karakter kita yang menyerupai Dia sehingga kita menjadi Terang dan Garam dunia.
Dunia menjadi lebih baik karena kehadiran kita. Dan Allah berkenan.
Apalagi yang pantas kita kejar melampaui hidup yang berkenan kepada Allah?
Namun meraihnya bukan dengan usaha sendiri, melainkan hidup yang melekat kepada-Nya sehingga kita menjadi bejana bersih yang mengalirkan kemuliaan-Nya.
Rest In The Lord!


Ulat yang menjijikkan, bisa menjadi kupu-kupu yang cantik & bisa terbang kian kemari, itu tidak masuk logika. Jika tubuh ulat dibuka, tidak ada sayap atau kaki di sana.
Ini peristiwa Supernatural!
Karya Tuhan yang dahsyat.

Dengan cara yang sama, saat kita berdoa untuk kesembuhan. Tidak masuk logika.
Tetapi Tuhan berkata, “PERCAYA SAJA”
Ketika kita percaya, beriman, fully persuaded, kesembuhan pun terjadi.

GBS, Leukimia, Lupus, Autoimun, – bahkan 6 tahun stroke ke toilet pun gak bisa, P. Ashang sekarang bisa berlari dan bekerja normal- dipikir dengan logika, gak ketemu benang merahnya… tapi terbukti semuanya sembuh. Hal rohani itu, kuncinya iman, percaya, yakin sepenuh hati.

Tidak usah melihat siapa yang mendoakan, doanya dahsyat atau tidak, faktor penentunya bukan itu. Jangan berharap kepada manusia.
Tuhan itu Menjawab Iman.

Itulah sebabnya saya kerap memberi saran teman-teman yang sedang berdoa untuk kesembuhan, harus open minded. Tidak usah browsing google terus menerus dan vonis dokter jangan dianggap final.
Tuhan mampu menyembuhkan dalam sekejap.
Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.


Kalau tidak percaya, kurang beriman, solusinya bagaimana?
Iman timbul karena mendengar firman Allah.
Firman Allah itu roh, hidup dan berkuasa untuk mencipta. Allah menciptakan alam semesta dengan firman-Nya, perkataan-Nya.

Pisahkan diri dari dunia dan fokus hanya mendengarkan firman Tuhan.
Bergaul dengan orang-orang yang percaya kesembuhan Ilahi dan mengejar Tuhan sungguh-sungguh menjadi DOER alias pelaku firman.
Setiap ada waktu, berdoa dalam roh, gunakan earbuds, dengarkan pengajaran orang-orang yang mengajarkan kesembuhan.

Baca buku-buku tentang kesembuhan dan kesaksian orang-orang yang disembuhkan. Nonton youtube juga. Prinsipnya, klo orang lain sembuh, saya juga. Allah itu tidak pilih kasih.

Deklarasikan apa yang kita percayai dengan memperkatakan janji-janji Tuhan dengan bersuara.
Siapa orang yang paling kita percayai?
Diri kita sendiri!
Saat mulut kita yang mengatakannya, kita lebih percaya.
Atmosfir yang mempercayai Tuhan yang kita ciptakan, secara bertahap akan membuat iman kita makin teguh.

Tuhan sudah memberi kita pilihan:
Kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.

Pilihan ada di tangan kita!

People may hear your words, but they feel your attitude – John Maxwell.

Orang mungkin mendengar kata-kata Anda, tetapi mereka merasakan sikap Anda -John Maxwell

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pentingnya Memisahkan Diri.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Pentingnya Memisahkan Diri.

Yesus sering memisahkan diri-Nya dari orang lain agar Dia dapat menghabiskan waktu bersama Bapa. Di sini, kita melihat Yesus memanggil murid-murid-Nya untuk beristirahat dan bersenang-senang. Banyak orang Kristen yang bersemangat telah mengabaikan kebutuhan tubuh jasmani mereka dan oleh karena itu, mempersingkat pelayanan mereka melalui kematian atau penyakit parah.

Demikian pula, banyak yang gagal mengambil waktu untuk hening dan mengenal Tuhan (Mzm. 46:10). Ini juga akan mempersingkat pelayanan Anda karena tidak efektif. Salah satu senjata Setan yang paling mematikan melawan mereka yang terlibat dalam pelayanan adalah kesibukan. Kita harus menyeimbangkan waktu kita melayani orang lain dengan waktu kita dilayani oleh Bapa kita. Jika iblis tidak dapat menghentikan Anda dari “berkobar-kobar” untuk Tuhan, maka dia akan mencoba menghentikan Anda dengan membuat Anda “kehabisan tenaga”.

Sesungguhnya, kita hanya dapat melayani orang lain, jika diri kita penuh karena telah membangun hubungan yang berkualitas dengan Tuhan. Kita hanya bisa membagikan apa yang kita miliki. Kita hanyalah bejana yang mengalirkan Allah kepada orang lain.

Ingat, alasan Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke tempat terpencil ini, untuk menjauh dari orang banyak sementara waktu dan beristirahat. Istirahat ini bukanlah pilihan, melainkan suatu keharusan.
Yesus dan murid-murid-Nya sedang mengambil liburan yang sangat dibutuhkan. Namun, banyak orang mengikuti mereka, sehingga liburan mereka berakhir bahkan sebelum dimulai. Tentunya, Yesus dan murid-murid-Nya sama kecewanya dengan Anda atau saya. Tetapi alih-alih merasa marah atau kepahitan, Yesus justru tergerak oleh belas kasihan.

Sore harinya, Yesus naik ke gunung dan berdoa sampai jam jaga keempat (3 sampai 6 pagi). Tuhan bermaksud agar kita menjaga tubuh fisik ini seperti yang terlihat dari tindakan Yesus dalam mengajak murid-murid-Nya beristirahat. Tetapi ketika tujuan ini digagalkan oleh tuntutan pelayanan, Yesus memberikan prioritas kepada manusia roh dan begadang semalaman berdoa dan mendapatkan istirahat rohani yang Dia perlukan. Kita harus mengikuti teladan-Nya dan selalu mengutamakan kebutuhan roh di atas kebutuhan daging.

Your mind can release the life of God into your life, or it can constrain it – Andrew Wommack.

Pikiran Anda dapat melepaskan kehidupan Tuhan ke dalam hidup Anda, atau dapat membatasinya – Andrew Wommack.

Sumber: Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Say What You Mean, Mean What You Say….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Say What You Mean, Mean What You Say….

Say What You Want…
Say What You Mean…
Mean What You Say…

Saya dibesarkan dengan pemahaman bahwa yang natural itu yang nyata. Yang supernatural bisa terjadi, tetapi hanya untuk orang-orang tertentu saja.
Mujijat hanya untuk orang yang suci dan besar imannya.

Meski bertahun-tahun kemudian saya mengenal Tuhan, tetapi cara hidup saya tetap sama. Mengutamakan yang natural.
Berdoa?
Ya tentu saja. Tapi kehujanan ya langsung cari obat dulu. Mencegah supaya tidak pilek.

Sampai saya mulai mengenal Tuhan secara pribadi dan lahir baru. Berulangkali mengalami pertolongan Tuhan. Hal-hal yang mustahil terjadi.
Saya mulai agak paham, bahwa Tuhan bisa melakukan hal-hal yang mustahil menurut nalar manusia.
Tetapi tetap dengan pemahaman, hasil lab dan vonis dokter, itu final.

Hingga saya mulai sekolah di Charis. Agak membingungkan ketika mendengar kalimat,
“Fakta itu Bukan kebenaran, hanya Firman Tuhan yang merupakan kebenaran.”

Saya harus mengubah mindset, bahwa yang rohani itu yang nyata.
Andrew Wommack mengingatkan, sesungguhnya saya tidak pernah melihat otak, paru-paru dan jantung saya.
Tetapi saya percaya bahwa saya punya otak, paru-paru dan jantung.
Namun saya sulit percaya bahwa firman Tuhan yang rohani dan tidak kelihatan itu, bisa mempengaruhi yang jasmani.

Betul juga ya?

Yang rohani inilah yang akan mencipta yang jasmani.
Sungguh awalnya sulit dipahami.
Make sense… Berarti saya harus mengubah pola pikir saya.

Firman Tuhan roh dan hidup. Tuhan mencipta alam semesta dengan perkataan atau firman-Nya.
Artinya Kita pun mencipta hidup kita melalui perkataan yang keluar dari mulut kita.

Tanpa disadari, kita lebih sering mengucapkan hal-hal yang TIDAK kita inginkan, dibandingkan menyatakan hal-hal yang kita inginkan.

“Bisnis memang sepi gara-gara pandemi…”

Padahal yang kita inginkan adalah bisnis kita ramai.
Mestinya kita mengatakan:
“Secara umum bisnis memang sepi karena adanya pandemi, tapi sumber berkatku dari Tuhan, aku percaya Tuhan mengadakan perbedaan, sesuai janji-Nya, karena aku beribadah kepada-Nya. Bisnisku pasti ramai…”

Terjadilah menurut imanmu.

“Kakiku masih sakit, padahal aku sudah berdoa dan beriman.”

Seharusnya,
“Kakiku memang masih sakit, tetapi karena aku sudah berdoa dan beriman, aku percaya aku SUDAH sembuh dan manifestasi kesembuhan di tubuhku sedang dalam proses.”

Repotnya, iblis itu bisa membaca saat kita ragu-ragu. Sengaja dia meneror kita melalui symptom.
Nach banyak yang tidak paham, sesungguhnya saat pertama kali berdoa, beriman dan memerintahkan penyakit pergi & kesembuhan terjadi, sebetulnya akar penyakit sudah mati.
Tetapi kadang manifestasi kesembuhan tidak terjadi instan. Butuh proses dan waktu.
Di sinilah ujian iman terjadi.

Symptom itu seperti singa ompong yang mengaum menakut-nakuti. Tetapi banyak yang menganggap jika symptom masih ada: pusing, gatal, sakit lalu menganggap belum sembuh dan dikira doa tidak terjawab. Iman pun luntur. Tanpa sadar, menghapus doa kita sendiri.
Iblis pun kembali lagi dengan membawa 7 temannya yang lebih jahat, karena saat takut, tidak ada iman, celah terbuka. Iblis punya pijakan untuk memporakporandakan hidupnya.

Iman yang utuh, fully persuaded – betul-betul yakin seperti iman Abraham, – bahwa kita SUDAH SEMBUH karena kita PERCAYA pada Janji Allah. Firman Allah itu Ya dan Amin, selalu bisa diandalkan. Orang benar hidup oleh iman. Endingnya, Iman & Firman Tuhanlah yang mengubah fakta.
Jangan terpengaruh oleh symptom atau hal-hal yang kasat mata.

Berdoa itu bukan untuk curhat atau mengeluh. Berdoa itu merendahkan diri di hadapan Allah, menyamakan persepsi kita dengan persepsi Tuhan. Kalau kita tidak mampu, MINTA Tuhan menolong dan memampukan kita untuk melihat permasalahan sesuai cara pandang Allah serta menyelesaikan permasalahan dengan cara Allah. Sepakat dengan kehendak Allah karena Allah Maha-tahu dan Dia tahu yang terbaik bagi kita. Terjadilah menurut kehendak-Mu.

Nach ini menunjukkan kita sepakat dengan Tuhan dan firman-Nya. Yang rohani menentukan apa yang terjadi di alam jasmani.
Katakan apa yang kita inginkan!
Allah akan memberikan yang terbaik, melampaui pikiran, akal mau pun doa-doa kita.
Setuju?

When facing a problem that deeply concerns you, don’t be afraid to ask the Lord to meet your need. Tell him exactly what you feel, what you’re facing, and what you want Him to do for you.- Rick Renner.

Saat menghadapi masalah yang sangat mengkhawatirkan, jangan takut untuk meminta Tuhan memenuhi kebutuhan Anda. Katakan dengan tepat apa yang Anda rasakan, apa yang Anda hadapi, dan apa yang Anda ingin Dia lakukan untuk Anda.- Rick Renner.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 131 132 133 134 135 410