Articles

Apakah Anda Pelaku Firman?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Anda Pelaku Firman?

Guru saya, Greg Mohr, kerap berkata, Banyak orang kristen karena dia tahu, pernah mendengarnya, MERASA sudah melakukannya. Padahal sesungguhnya, dia hanya tahu di kepala, sekedar pengetahuan, BELUM pernah mempraktikkannya.”

Betul sekali… saya contohnya. Di sekolah kami belajar berbagai macam hal-hal yang luar biasa, ujian juga sudah lulus. Nilainya bagus-bagus pula… wkwkwk…
Tetapi banyak yang belum betul-betul dipraktikkan.

Repotnya, justru saat sedang menghadapi masalah, gesekan, besi menajamkan besi, baru sadar… perlu nich teori A,B,C dipraktikkan.

Belajar sabar, itu gak bisa saat keadaan semua manis, lancar, menyenangkan.
Ketika ada yang menjengkelkan, mbocengli, menangnya sendiri, seenaknya dewe, barulah kita punya kesempatan memilih tetap sabar. Mempraktikkan kasih Tuhan, mengalah serta bersikap baik pada orang yang tidak pantas dikasihi menurut pikiran manusiawi kita, lalu memutuskan memilih mentaati firman Tuhan, bukannya mengumbar kemarahan.

Perlu praktik, latihan karena Renew Our Mind – Memperbaharui Pikiran itu bagian kita. Tuhan tidak bisa melakukannya untuk kita.

Konon tidak ada gaun cantik tercipta, kalau kain tidak menjerit kena tajamnya gunting saat kain dipotong.

Sama seperti guru-guru di sekolah mengajar, menunjukkan jalan, membimbing murid-murid bagaimana caranya beriman, meraih kesembuhan, menjadi sukses dll, namun mereka tidak bisa beriman untuk kita. Kita yang harus mengerjakannya sendiri. Kita yang harus praktik, menghidupinya.


Nach banyak orang kristen mendengar pula teori tentang kesembuhan, iman, memperkatakan firman Tuhan dsb, ‘merasa sudah melakukannya’, padahal sesungguhnya belum.
Itulah sebabnya kesembuhan belum termanifestasi.

Darimana kita tahu klo belum mempraktikannya?
Mudah, dengarkan saja kata-katanya.
Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Baru saja berdoa sepakat minta kesembuhan, begitu bertemu dengan temannya, mengeluh lagi membahas tentang penyakitnya. Apa yang kita fokuskan itu membesar. Klo kita fokus pada penyakit dan gejalanya, iblis akan terus meneror dengan membuat gejala-gejala yang makin dahsyat.
Saat kuatir, cemas, takut, itu membuka celah sehingga iblis punya pijakan untuk memporakporandakan hidup kita.

Artinya, teman ini tidak beriman. Dia sudah menghapus doa sepakat yang tadi dilakukan.


Prinsipnya, Kita Sembuh karena Itulah Janji Tuhan dan Kita Percaya, Yakin & Beriman.

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh BILUR-BILUR-NYA KAMU TELAH SEMBUH. 1 Petrus 2:24 TB

Menerima kesembuhan dan Manifestasi kesembuhan itu 2 hal yang berbeda.

Menerima Kesembuhan tidak ditentukan masih ada symptom/gejala atau tidak.
Menerima dan Percaya. Itu Tindakan Iman.

NOW FAITH is the assurance (the confirmation, the title deed) of the things [we] hope for, being the proof of things [we] do not see and the conviction of their reality [faith perceiving as real fact what is not revealed to the senses]. Hebrews 11:1 AMPC

SEKARANG IMAN adalah jaminan (pengakuan, akta kepemilikan) dari hal-hal yang [kita] harapkan, menjadi BUKTI DARI HAL-HAL YANG [KITA] TIDAK LIHAT dan keyakinan akan realitasnya [IMAN MENGANGGAP SEBAGAI FAKTA NYATA, APA YANG TIDAK DAPAT DITANGKAP OLEH PANCA INDRA]. Ibrani 11:1 AMPC

Ketika kita Beriman, maka Iman itulah yang Menciptakan Kesembuhan alias Manifestasi Kesembuhan tercipta
Secara kasat mata belum sembuh, tetapi saat kita beriman, Iman itulah yang menciptakan kesembuhan.

So we fix our eyes not on what is seen, but on what is unseen, since what is seen is temporary, but what is unseen is eternal. 2 Corinthians 4:18 NIV

Jadi pusatkan perhatian kita bukan pada apa yang terlihat ( kasat mata), tetapi pada apa yang tidak terlihat, karena apa yang terlihat itu bersifat sementara, tetapi apa yang tidak terlihat adalah kekal. 2 Korintus 4:18 NIV

Itulah yang terjadi dengan P. Hatta yang menderita Leukimia dan bipolar, dokter sudah siap memasukkan beliau ke rumah sakit jiwa, bahkan nyaris 2X bunuh diri.

Ketika P. Hatta MEMILIH merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, konsisten berdoa berbahasa lidah (berdoa dalam roh), lalu memperkatakannya, – memanggil kesembuhan sesuai janji-janji-Nya-, kesembuhan pun tercipta.
Bahkan dokter pun terheran-heran. “Baru pertama kali terjadi kasus seperti ini. Ternyata bisa ya …:”

Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Roma 10:17 TB


And He said to them, Be careful what you are hearing. The measure [of thought and study] you give [to the truth you hear] will be the measure [of virtue and knowledge] that comes back to you–and more [besides] will be given to you who hear. Mark 4:24 AMPC

Dan Dia berkata kepada mereka, Berhati-hatilah dengan apa yang kamu dengar. Ukuran [pemikiran dan pembelajaran] yang Anda berikan [kepada kebenaran yang Anda dengar] akan menjadi ukuran [kebajikan dan pengetahuan] yang kembali kepada Anda—dan lebih banyak [selain itu] akan diberikan kepada Anda yang mendengar.

Ayat ini dengan jelas mengajarkan, bagaimana cara kita berpikir serta mempelajari kebenaran, hasil pembelajaran yang dihidupi itulah yang akan kembali, menjadi buah serta hasilnya bagi kehidupan kita.

Setiap kita punya alkitab dan Tuhan yang sama. Mengapa perolehan masing-masing kita berbeda?
Tergantung bagaimana kita merenungkan dan menghidupi kebenaran firman itu.
Hanya Pelaku Firman yang mendapatkan hasilnya.
Setuju?
Praktik yuk…

You may live in a flesh body with all kinds of limitations. But you can go forth with spiritual weapons to do warfare in the spirit! Regardless of what you look like in the natural realm, you can be a holy terror to the devil in the spiritual realm. – Rick Renner.

Mungkin hidup Anda dalam tubuh daging (secara natural) memiliki berbagai keterbatasan. Tetapi Anda dapat maju dengan senjata rohani, melakukan peperangan dalam roh! Terlepas dari seperti apa penampilan Anda di alam natural, Anda bisa menakuti & meneror iblis di alam rohani. -Rick Renner.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Faith of God – Iman Allah.
Mengapa Rajin Beribadah Dan Baca Firman, Tetapi Hidup Tetap Tidak Berubah?
“Kekuatan Salib.”