Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Sadarkah kita akan Kebaikannya? Apa Yang Kita Fokuskan?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sadarkah kita akan Kebaikannya? Apa Yang Kita Fokuskan?

Tuhan itu baik! Mungkin bagi banyak orang hal ini terdengar klise dan membingungkan bagi sebagian orang lainnya. Bagaimana seseorang bisa membuat pernyataan seperti itu? Di mana kita bisa menemukan bukti kebaikan Tuhan? Jika Tuhan itu baik, mengapa dunia ini kacau balau?

Ini rasanya pernyataan yang salah. Karena begitu banyak orang yang harus menghadapi penyakit, kesakitan, perceraian, kekurangan, trauma, dan kehilangan, rasanya tidak masuk akal untuk berbicara tentang Tuhan yang baik. Namun bagaimana jika kita salah memahami, atau bahkan salah menggambarkan Tuhan?
Apakah kejahatan berasal dari Tuhan?

Baru saja melewati “lembah bayang-bayang kematian”, saya mempunyai apresiasi baru terhadap setiap momen, dan setiap tarikan napas yang saya hirup setiap harinya.
Saya melihat kebaikan Tuhan dalam banyak hal yang sebelumnya saya lewatkan. Menurut saya, iman kita tidak akan pernah lebih besar daripada pemahaman kita akan kebaikan Tuhan.

Kebanyakan orang terlalu fokus pada kegelapan dan kerusakan di dunia sehingga mereka tidak bisa melihat kebaikan-Nya. Kita selalu lebih sadar pada apa yang kita fokuskan. Apa pun yang kita fokuskan kelihatan lebih besar daripada ukuran yang sesungguhnya.

Ketika dalam perjalanan keluarga saat masih kecil, saya dan saudara perempuan saya akan menghitung Volkswagen Beetle untuk menghabiskan waktu. Karena kami fokus pada VW Beetle, kami melihat banyak hal. Jika seseorang meminta saya menceritakan berapa banyak Ford yang pernah saya lihat, saya tidak akan tahu. Saya tidak mencari Ford. Tentu saja ada banyak Ford di jalan, tapi saya tidak “melihat” mereka.

Kita juga sering melewatkan tanda-tanda kebaikan Tuhan. Kita menjadi fokus pada urusan hidup ini dan segera diliputi kekhawatiran atau ketakutan. Yesus berkata bahwa kekhawatiran dunia menghimpit Firman, sehingga menghimpit iman. Banyak yang akan berkata, “Anda tidak dapat melihat dunia yang mengerikan ini dan melihat kebaikan apa pun”!
Inilah yang terjadi jika mata kita tertuju pada hal yang salah.

Firman Tuhan menyatakan, “. . . bumi penuh dengan kasih setia (kebaikan) Tuhan. Mazmur 33:5 TB

Apa yang kita pilih untuk dilihat, akan menentukan jalan kehidupan kita.

“Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu”. Lukas 11:34 TB

Sumber: Barry Bennett

*****
Teman-teman dan saya rutin BERDOA BERBAHASA LIDAH (BBL) setiap hari Senin hingga Jumat. Doa yang resminya dimulai pk. 06.00 pagi tetapi sejak pk. 05.00 Lebih sedikit, sudah banyak yang join di zoom. Pesertanya dari seluruh Indonesia.

Mengapa kami begitu bersemangat?
Karena kami MELIHAT & MEMBUKTIKAN bagaimana doa-doa dijawab Tuhan, terobosan-terobosan terjadi dan kesembuhan itu nyata!
Tuhan Yesus Allah Yang Menjawab Doa!

Penyakit-penyakit berat menurut ukuran dunia, Sembuh Dalam Nama Yesus sesuai dengan:
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
1 Petrus 2:24 TB

Hanya Firman Tuhan yang dibahas, diperkatakan dan dikupas…. Kebenaran Firman Tuhan yang dikejar, digali dan terus ditekuni.
Hasilnya?
Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Yohanes 8:32 TB

Dalam Doa BBL itu kami juga melakukan Perjamuan Kudus. Yang didoakan adalah firman Tuhan (mendeklarasikan kebenaran) sambil berdoa dalam roh.

Semakin Mengingat dan Menghidupi Karya Salib Kristus, semakin hidup kami Diperbaharui baik dalam Pola Pikir mau pun Sikap, semakin menyerupai Dia.
Komunitas ini mendorong dan mengarahkan kita semua agar *Hidup Berpusatkan pada Kristus.*

“Ini yang langka…”, komentar Monica Stephanus, pemimpin Pondok Hayat, sekaligus dosen, dan tokoh di berbagai pelayanan lainnya.

Semakin kami Fokus Melihat Kebenaran Firman-Nya, semakin banyak bukti-bukti yang kami alami.

– “Vanya mengalami kecelakaan naik motor di Tentena, Sulawesi. Nyaris tidak sadarkan diri dan muntah-muntah darah. Rumah sakit Tentena angkat tangan, kondisi Vanya sangat parah,” Bu Mey Hoa memulai kisahnya,
“Saya telpon mama Vanya untuk Berdoa Berbahasa Lidah, memperkatakan Firman Kehidupan, memerintahkan maut pergi dan melepaskan berkat umur panjang bagi Vanya.”

Sejak awal Bu Mey Hoa minta dukungan doa teman-teman di BBL. Lalu Vanya dibawa ke rumah sakit Poso yang jaraknya sekitar 2 jam perjalanan dari Tentena, masuk ke ICU selama 4 hari. Kesadaran Vanya membaik, tidak muntah tetapi sakit kepalanya tak tertahankan.
Akhirnya dengan berat hati, keluarga memutuskan membawa Vanya ke Palu, sekitar 5 jam dari Poso, padahal Vanya biasa mabuk jika perjalanan jauh. Ajaibnya, selama dia tertidur lelap. Puji Tuhan!

Hasil CT Scan menunjukkan ada pendarahan di selaput otak dan harus dioperasi. Banyak saran, seharusnya dilakukan di kota yang lebih besar. Ini operasi besar. Berbahaya.
Tetapi kami berdoa sepakat, percaya dan beriman. Dalam kondisi menegangkan, Bu Mey Hoa dikuatkan oleh banyaknya mujizat Tuhan bekerja selama ini, dari kesadaran Vanya yang hanya level 3 tetapi bisa sampai di Palu dengan selamat. Pasti Tuhan akan menuntaskannya dengan sempurna.

Senin dioperasi sekitar 40 menit, dalam waktu +- 1.5 jam termasuk pembiusan dan pemulihan, Vanya dibawa ke kamar pasien. Hari Kamis, Vanya diijinkan pulang dengan hasil yang sangat baik. Betapa luar biasanya Tuhan bekerja!

– B. Jenny yang meski satu tangan dioperasi, dengan mandiri tetap bisa mengendarai mobil dengan satu tangan. Dan tetap sekolah.

– Angeline yang mengalami permasalahan di pekerjaannya, dari galau, sekarang berkemenangan, tetap sukacita dan damai menghadapi masa depannya.

– Demikian juga dengan Fenny, yang galau dengan tanda lahir anaknya, yang diperkirakan dokter berbahaya, dengan berpegang pada Firman, melewati semuanya dengan baik.

– P. Ashang dengan penyakit lamanya yang bermacam-macam, tetapi satu persatu disembuhkan. Setelah sembuh dari stroke selama 5 tahun lebih, lalu sembuh dari sakit maag bahkan dulunya pernah muntah darah, sudah 30 tahun, sekarang sembuh total. Terakhir melaporkan penyakit Nokturia, yang konon akibat pembesaran prostat, sehingga setiap jam mesti buang air kecil, sekarang makin normal. Buang air kecilnya setiap 4 jam. Tidak semua jawaban doa instan tetapi hasilnya nyata.
Firman Tuhan YA & AMIN. YESS….. YESS….YESS….

Mengapa P. Ashang & teman-teman bisa mendapatkan begitu banyak terobosan?
Ternyata hati mereka memang haus dan lapar akan kebenaran Tuhan. Terus menggali dan mencari kebenaran serta menghidupinya. Setia dan taat.

That’s why saya suka mengajak teman-teman yang sedang sakit untuk join.
Kesembuhan Ilahi ada lho…. ini buktinya. Klo orang lain disembuhkan, maka kamu juga… Doa sepakat yuk….

Apa kita PILIH untuk DILIHAT, menentukan apakah kita melihat kebaikan-Nya atau tidak?
Pilihan ada di tangan kita sendiri!

If you can’t see something on the inside, you won’t be able to see it manifest in your life…
It isn’t enough to merely hear the things of God. We have to meditate on the Word until it paints a picture, until we truly see what is happening. That’s how we use our imagination to conceive the things of God in our heart. – Andrew Wommack.

Jika kita tidak dapat melihat sesuatu di dalam diri kita, maka kita pun tidak akan dapat melihatnya terwujud dalam kehidupan kita…
Tidaklah cukup hanya mendengar hal-hal dari Tuhan. Kita harus merenungkan Firman sampai ia memberikan gambarannya, sampai kita benar-benar melihat apa yang sedang terjadi. Begitulah cara kita menggunakan imajinasi kita untuk memahami hal-hal tentang Tuhan di dalam hati kita. -Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Baik Itu Belum Tentu Benar….Bijaksanalah!

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Baik Itu Belum Tentu Benar….Bijaksanalah!

Ani berteman baik dengan Dea. Mereka sudah saling mengenal sejak puluhan tahun yang lalu. Bersama-sama melayani di sebuah organisasi.
Suatu ketika, Ani mendengar bahwa Dea sedang kesulitan keuangan dari teman lainnya.
Dengan penuh ketulusan dan niat baik, Ani menawarkan untuk meminjamkan uang tabungannya.

Dalam pikiran lugu Ani, Dea itu orang terpandang, terkenal kaya. Penampilannya selalu glamour, cantik dan hebat. Sementara Ani biasa tampil sederhana.
Sehingga Ani yakin, pastilah uangnya akan dikembalikan.
Kan Dea tahu kondisi Ani.

Ternyata belakangan terbuka, Dea beneran bangkrut. Tidak hanya Ani tetapi banyak teman-teman lain yang dipinjami uang, tidak mampu dikembalikan. Dan puluhan orang bisa tertipu, karena satu dengan yang lain tidak mau bercerita, takut dianggap menggosip.
Guuuubbbrrraaakkk….

Apa yang dilakukan Ani sesuatu yang ‘Baik’, menolong orang yang sedang kesulitan itu baik tetapi belum tentu Benar.

“Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati,” demikian kata Tuhan.

Banyak sekali pertemanan yang hubungannya jadi tidak harmonis, bahkan putus, gara-gara meminjamkan uang. Biasanya justru dengan teman dekat atau saudara.
Prinsipnya, kalau meminjamkan, harus rela jika tidak dikembalikan.
Jadi pertimbangkan jumlahnya masak-masak.
Gak worth it kalau kehilangan teman atau saudara, gara-gara uang.

Saya pribadi lebih suka kasi saja serelanya.
Mau, monggo diambil. Gak mau, ya gapapa.
Lebih plong.
Kalau judulnya pinjam, biar pun kita rela ga dibayar, mungkin teman itu jadi sungkan kalau bertemu. Tapi ada juga yang cuek saja, seolah gak berdosa.
Janji pinjam sebulan, ternyata jadi bertahun-tahun. Bahkan ada yang tidak membayar, tetap santai…
Menjengkelkan bukan?

Bijaklah dalam membawa diri, mengambil keputusan dan jangan lupa libatkan Tuhan dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Orang bilang, uang itu tidak kenal teman, saudara, orang tua bahkan pasangan…. berhikmatlah!
Semua orang terlihat seperti malaikat, sampai kita berhubungan dengannya soal uang, barulah kita bisa mengetahui karakternya yang asli.

******
Santi punya kartu kredit tetapi hampir tidak pernah digunakannya. Ketika kerabatnya butuh memakai kartu kredit, dia meminjamnya kepada Santi.
Dengan penuh kerelaan, Santi meminjamkannya. Tanpa memikirkan resikonya.
Dalam pikiran Santi, dia sedang berbuat baik.

Awalnya, semua lancar, baik-baik saja.
Hingga suatu ketika ternyata ketahuan, hutang kartu kredit bertumpuk dan tidak dibayar oleh kerabatnya.
Karena kartu kredit atas nama Santi, jadilah Santi yang dikejar-kejar oleh debt collector.

*****
Kedua kisah ini benar-benar nyata dan terjadi. Keduanya menyesal, merasa menjadi korban dan sakit hati.

Koq ya tega-teganya? Sudah menolong koq malah dikhianati?
Seperti biasa, orang-orang yang bisa menyakiti, mengkhianati, melukai justru orang-orang dekat yang kita kasihi, percayai dan orang yang kepadanya kita rela berkorban.

Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan“, kata Firman.

Raja Salomo, manusia paling bijak yang pernah hidup di muka bumi, sudah memberikan nasehatnya:
Yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.

 Sangat malanglah orang yang menanggung orang lain, tetapi siapa membenci pertanggungan, amanlah ia.

 Jangan menjadi salah satu di antara orang yang memberi jabatan tangan, yang menjadi penjamin utang.
(Dalam terjemahan lain: yang mengakui utang orang lain)

Bahkan dikatakan:
Jangan engkau termasuk orang yang membuat persetujuan, dan yang menjadi penanggung hutang. Mengapa orang akan mengambil tempat tidurmu dari bawahmu, bila engkau tidak mempunyai apa-apa untuk membayar kembali?

Raja Salomo sudah terlebih dahulu memperingatkan agar jangan sekali-sekali menanggung hutang orang lain. Bahkan tempat tidurmu akan disita untuk melunasi hutang itu.
Oh…. sungguh mengerikan.

*****
Lalu bagaimana solusinya?

Santi dengan memelas bertanya, “Bagaimana saya bisa menghilangkan beban sakit hati karena harus menanggung beban, sekarang harus bekerja keras untuk membayar hutang yang dilakukan orang lain?”

Solusi pertama yang harus diambil adalah bersedia dan berani mengambil tanggung jawab. Ini salahku! Titik!

Ketika kita sibuk menyalahkan orang lain, fokus kita kepada yang di luar, semakin berputar-putar, seperti anjing yang mengejar ekornya sendiri. Sampai kapan pun tidak pernah bisa menangkapnya.

Yang kedua, datang minta ampun kepada Tuhan dengan mengakui kelalaian kita dan bersedia mentaati serta mengikuti solusi dari Tuhan. God’s Way…. Cara Tuhan, bukan cara kita. Lakukan apa yang kita bisa dan nantikan Tuhan.

“Solusinya apa, Bu Yenny?”
“Saya juga gak tahu…. saya bukan Tuhan. Tetapi saya bisa memberi gambaran, solusi yang dialami teman yang lain, P. Budi. Allah kita Maha-Dahsyat. Jalan-Nya tak terselami oleh pikiran kita.”

P. Budi bermasalah dengan pemerintah, karena kesalahan yang dilakukan teman kongsinya. Beliau harus membayar plus dendanya, hingga miliaran rupiah.
Sungguh tidak adil!
Kesalahan tidak sengaja, ternyata melanggar peraturan, dan hukum tetap hukum. Jika tidak mau dipidanakan ya harus bayar.
Sudah diupayakan negosiasi, tidak bisa. Akhirnya, sepakat untuk dicicil. Jumlahnya cukup besar dan menurut perhitungan setelah sepuluh tahun, baru bisa lunas.

P. Budi ‘ngenes’, kata Orang Jawa. Kerja cape untuk melunasi hutang hingga puluhan tahun.
Sambil mencicil, P. Budi mengajukan upaya hukum. Sudah habis ratusan juta tetap kalah. Pengacara menawarkan strategi untuk menutup saja perusahaannya. Tetapi ada yang mengingatkan, terus ngotot melalui jalur hukum, dengan menutup perusahaannya justru bisa jadi kasus pidana. Akhirnya P. Budi memilih stop dan terus mencicil saja sebisanya. Berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan minta anugerah extra agar bisa mencicil dan tetap bisa mencukupi keluarganya.

Bulan demi bulan berlalu….
Bencana Covid menimpa Indonesia dan dunia.
Oh…. seolah makin terpuruk.
Tetapi ajaibnya, justru saat tahun pertama Covid, omset P. Budi naik 2 kali lipat. Padahal tidak ada tambahan customer, mereka juga gak bisa keluar rumah. Hanya by phone saja.

Tahun ke dua Covid, omset P. Budi naik 2 kali lipat lagi, berarti naik 4 kali lipat dibandingkan sebelum Covid.
Wow…. gak masuk akal tapi nyata.

Nach pada bulan desember, Bu Budi belum terima billing tagihan cicilan. Tetapi mereka ingin istirahat. Liburan dulu. Mumpung Covid sudah reda.
Januari Bu Budi telpon ke kantor pemerintah untuk minta billing pembayarannya.
Ada berita mengejutkan. Ternyata berkas permasalahan P. Budi sudah tidak ada sehingga petugas itu mengatakan, tidak perlu membayar cicilan lagi, dia akan membantu mengajukan kepada pimpinannya untuk melunaskan tahihan P. Budi.

Wow….. jalan keluar yang tak terpikirkan. Hutang yang secara akal harus dilunasi lebih dari 10 tahun, lunas dalam waktu kurang dari 4 tahun.

Janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku.

Ketika kita taat, mengikuti God’s Way- Cara Tuhan, maka Allah akan membalas ketaatan kita dengan cara-Nya yang ajaib.
Pikiran manusia itu terbatas. Tetapi Allah mampu melihat hingga jauh ke depan. Dia Allah yang Maha-Kreatif….
Pertanyaannya:
Bersediakah kita mempercayakan hidup kita kepada-Nya?
Itu yang akan menentukan, ending hidup kita ada di mana?
Pilihan ada di tangan kita sendiri!

Faith is like wi-fi. It’s invisible but it has the power to connect you to what you need.

Iman itu seperti wi-fi. Itu tidak terlihat tetapi memiliki kekuatan untuk menghubungkan Anda dengan apa yang Anda butuhkan.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity

Bagaimana Tuhan Menyempurnakan Kita? Jangan Salah Paham!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bagaimana Tuhan Menyempurnakan Kita? Jangan Salah Paham!

Ini adalah pertanyaan bagus yang patut mendapat perhatian. Pertama-tama, bagian mana dari diri kita yang perlu disempurnakan? Jika kita dilahirkan kembali, bukankah kita “satu roh” dengan Dia?

“Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. 1 Korintus 6:17 TB
Masih banyak lagi ayat yang dapat ditambahkan di sini yang memperjelas bahwa kita adalah ciptaan baru, diciptakan dalam kebenaran dan duduk bersama-sama dengan Dia di surga. Roh kita telah disempurnakan.

Bagaimana dengan pikiran kita?
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:2 TB
Inilah tanggung jawab kita. Memahami kehendak Tuhan yang baik dan sempurna bergantung pada pembaharuan pikiran alias Pola Pikir kita terhadap sifat-Nya dan ciptaan baru yang kita miliki.

Bagaimana dengan perilaku kita?
Bagaimana Tuhan menyediakan pertumbuhan dan kedewasaan kita yang berkelanjutan?
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” 2 Timotius 3:16?-?17 TB

Firman Tuhanlah yang memberikan koreksi, teguran dan petunjuk agar kita menjadi utuh.
TIDAK ADA indikasi bahwa itu adalah Firman ditambah penyakit, atau Firman ditambah tragedi atau Firman ditambah pengalaman lainnya.
FIRMAN SAJA SUDAH CUKUP.

Bagaimana dengan hubungan kita dengan orang lain dan dunia?
“Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, Efesus 4:11?-?13 TB
Pelayanan “lima jawatan” diberikan kepada gereja untuk menyempurnakannya.

Bukankah Tuhan menggunakan atau mengizinkan hal-hal buruk dalam hidup kita untuk mengajar dan menyempurnakan kita?
SAMA SEKALI TIDAK!

Jika benar demikian, maka hal ini menyatakan bahwa penyediaan Tuhan bagi tubuh-Nya (lihat di atas) tidak memadai dan tidak mencukupi.
Jika hal-hal buruk adalah guru kita, untuk tujuan apa Tuhan memberikan Roh-Nya dan Firman-Nya?

Seperti ketika seorang anak sudah dinasehati, naik motor jangan ngebut. Tapi nekad tetap ngebut. Akhirnya jatuhlah dia dari motor.

Waktu ayahnya mengetahui hal itu, segera menolong dan membawanya ke rumah sakit.
Ayahnya berkata, “Makanya nurut kalau dinasehati orangtua. Jadikan ini pengalaman, supaya di masa depan bijak mengendarai motor dan berhati-hati.”

Apakah sang anak jatuh dari motor karena ayahnya yang ingin memberikan pelajaran kepadanya?
Tentu saja tidak!
Anak itu jatuh karena kelalaiannya: ngebut saat mengendarai motor.
Tetapi sang ayah memanfaatkan kesempatan itu, untuk mendidik dan mengajari anaknya, agar belajar dari pengalamannya, menjadi lebih bijak, hati-hati dan penuh
perhitungan.

Demikian juga dengan Allah kita, penyakit yang bisa membunuh dan membinasakan berasal dari si musuh, tetapi Allah menggunakan kesempatan ini untuk mendidik kita agar mengambil pelajaran dari pengalaman ini, sehingga menjadi pribadi yang lebih bijak.

Allah sudah memberi kita otoritas dan kuasa untuk menghancurkan si musuh.
Ini kesempatan bagi kita untuk mempraktekkannya, menggunakan otoritas untuk mengalahkan musuh.
Tuhan mendidik kita makin bertanggung jawab.

Tentu saja kita bisa belajar dari pengalaman dan menanggung hantaman dan memar dalam hidup, tapi kita tidak harus melakukannya. Allah telah memberi kita Firman-Nya, Roh-Nya, perjanjian-Nya yang lebih baik, janji-janji-Nya, otoritas-Nya, iman-Nya, perlengkapan senjata-Nya, karunia-karunia Roh-Nya dan kunci-kunci Kerajaan agar kita dapat diperlengkapi sepenuhnya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang ada. dunia yang jatuh.

Sedihnya, “Umat-Ku binasa karena kurangnya pengetahuan” (Hosea 4:6).
Selama kita percaya bahwa Firman dan Roh Tuhan tidak cukup, kita akan membiarkan kuasa ketidaktahuan dan kegelapan menjadi “guru” kita.

******
Kembali Prinsip Dasar Yohanes 10:10 perlu diulang:
Pencuri (Iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku (Yesus) datang, supaya kita semua mempunyai HIDUP, dan MEMPUNYAINYA dalam SEGALA KELIMPAHAN. Yohanes 10:10 TB

Prinsipnya mudah: Yang Baik dari Tuhan dan yang jahat dari iblis.

Kita Tidak Lagi Berusaha untuk Diberkati, Sembuh dll tetapi KITA SUDAH DIBERKATI, SEMBUH, SEHAT dsb.

Nach Bagaimana supaya semua kekayaan di alam roh ini termanifestasi dalam kehidupan natural kita?
Sisi Experience, Pengalaman.

That the sharing of your faith may become effective by the acknowledgment of every good thing which is in you in Christ Jesus. – Supaya imanmu menjadi efektif dengan mengakui setiap hal baik yang ada di dalam kamu dalam Kristus Yesus. Philemon 1:6 NKJV

Dengan mengakui jati-diri kita yang baru dalam Kristus, maka kita akan menjadi Pribadi Baru sesuai yang Tuhan kehendaki.
Identitas kita yang sejati di dalam Kristus.
Semakin kita merenungkan firman-Nya, semakin besar pewahyuan kita akan kelimpahan, kesembuhan dll yang sudah kita miliki, maka terjadilah menurut imanmu. ( Roma 12:12)

Sembuh, Sehat, Makmur dll sudah ada di dalam roh kita. Lengkap.
Manusia terdiri dari Roh, Jiwa dan Tubuh.
Saat kekayaan dalam roh akan ditransfer ke alam natural ( Lihat gambar yang ada Kran) harus melewati Jiwa yang berisi Pikiran, Emosi, Kehendak dan Imajinasi.

Seberapa banyak kekayaan, kesembuhan dalam Roh bisa termanifestasi ke Tubuh (Alam Natural), tergantung seberapa SELARAS Jiwa kita dengan Roh ( Allah & Firman).
Semakin selaras, Kran Terbuka Makin Lebar, makin lancar mengalir baik kesehatan, kesembuhan, kelimpahan dll.

Hhhmmm … semua makes sense bukan?
Mari kita hidupi dan jadilah Pemenang!
Siap?

“Rise up; this matter is in your hands. We will support you, so take courage and do it.” – Billy Epperhart.

Bangkitlah, karena hal itu adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau. Kuatkanlah hatimu, dan bertindaklah!” – Billy Epperhart.

Sumber: Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Hubungan Pikiran, Perubahan Karakter & Doa Yang Terjawab!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Hubungan Pikiran, Perubahan Karakter & Doa Yang Terjawab!

Setiap orang ingin mengalami peningkatan, menjadi lebih baik, lebih berguna, memiliki hidup yang lebih bermakna.
Itulah kerinduan setiap manusia.
That’s why kita sekolah, ikut seminar dan berbagai pelatihan.

Salah satu hal krusial yang harus dilakukan agar mengalami peningkatan, adalah mengubah pola pikir, mindset, sehingga pada akhirnya tindakan kita pun berubah, selaras dengan tujuan atau goal yang hendak kita capai.

Watch your thoughts, they become your words;
Watch your words, they become your actions;
Watch your actions, they become your habits;
Watch your habits, they become your character;
Watch your character, it becomes your destiny.
Lao Tzu

Perhatikan pikiranmu, itu akan menjadi kata-katamu;
Perhatikan perkataanmu, itu akan menjadi tindakanmu;
Perhatikan tindakanmu, itu akan menjadi kebiasaanmu;
Perhatikan kebiasaanmu, itu akan menjadi karaktermu;
Perhatikan karaktermu, itu akan menjadi takdirmu.
Lao Tzu

Oleh karena itu, pertama-tama Tuhan menekankan Perubahan Pola Pikir, dengan cara Jangan Menjadi Serupa Dengan Dunia ini tetapi gantilah dengan Cara Pikir dan Cara Hidup Ilahi, yang selaras dengan kehendak-Nya, supaya kita dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, sesuai dengan kehendak Allah dan yang sempurna.

Artinya, kesuksesan, kebahagiaan, keberhasilan, kesembuhan, kesehatan, kesejahteraan kita, itu tergantung seberapa baiknya kita menyelaraskan pikiran kita dengan Firman Tuhan bukan?
Perintah ini juga dengan jelas menegaskan, cara hidup ala dunia dengan cara hidup ala Tuhan itu bertolak belakang!

Cara Dunia menghalalkan segala cara demi meraih keuntungan pribadi. Yang penting “Aku”, “Aku” dan “Aku”…
Flexing… pamer kekayaan, hidup diluar kemampuan, demi prestige, biar bisa diterima kalangan tertentu, dengan harapan bisa meraih proyek-proyek besar.
Jika perlu berhutang dan menggunakan duit milik orang lain, supaya menciptakan image sebagai ‘orang dengan level tertentu’. Dst…dst…dst…

Lucu sekali ungkapan Dave Ramsey, menggambarkan orang-orang di kalangan ini:

We buy things we don’t need, with money we don’t have, to impress people we don’t like – Dave Ramsey.

Kita membeli barang-barang yang tidak kita butuhkan, dengan uang yang tidak kita miliki, untuk mengesankan orang yang tidak kita sukai – Dave Ramsey.

Guubbbraaaaakkkk…..
Aneh Tapi Nyata!
Orang dunia mengejar fatamorgana…. yang dikejar sesuatu yang bersifat sementara, bukan yang kekal!

Sebaliknya God’s Way – Cara Tuhan benar-benar berbeda.
Sumber berkat kita dari Tuhan, bukan bisnis atau pekerjaan kita.
Jadi percaya, Gusti Allah Mboten Sare – Allah tidak tidur, karenanya gak usah menggunakan cara-cara curang, tricky, jahat hanya demi mendapatkan keuntungan besar.
Tuhan bisa melimpahkan berkatnya melalui cara-cara yang tidak terpikirkan.
Keberuntungan-keberuntungan terjadi dengan sendirinya.
Dia Allah, tidak ada yang mustahil bagi-Nya!

Sibuk berbuat baik, mengasihi orang lain, melayani, karena tahu apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai.
Semakin mengasihi, semakin adil, tulus dan dengan penuh kasih melayani, maka berkat dan kebaikan mengejar secara natural.
Semakin baik kita menghidupi kebenaran Firman Tuhan, – dengan cara mengganti cara hidup ala dunia menjadi cara hidup ala Tuhan -, semakin kita mengalami Surga di Bumi.
Hidup sehat bebas dari kekuatiran, sehingga pikiran Tenang & Damai.
Tentu saja Kesehatan Ilahi tercipta….
Tanya dokter, penyebab dari berbagai penyakit selalu: Wrong Thinking – Pikiran yang Salah.
Sehat, pikiran damai, umur panjang dan bahagia pun tercipta secara alami.
Jaminan kehidupan di bumi dan di surga, di dalam genggaman orang-orang yang beriman kepada-Nya!

*****
Banyak orang yang ingin hidup dalam kelimpahan dan kesehatan Ilahi, tetapi TIDAK mau 100% menggunakan God’s Way.
Maunya mixed antara Cara Tuhan dan Cara Dunia.
Masalahnya, anggur yang baru tidak bisa diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.

Ketika God’s Way dimasukkan ke dalam wadah (mindset) yang lama, God’s Way itu akan terbuang sia-sia.
That’s why orang-orang yang mendua hati tidak memperoleh apa-apa. Kita tidak dapat melayani 2 tuan.
Justru mereka semakin bingung, apa yang harus dilakukan? Bagaimana melakukannya?
Blur….
Berkat, kemakmuran, kelimpahan, kesembuhan mau pun kesehatan Ilahi lepas dari genggaman….

*****
Sesuatu yang unik terjadi, saat kita fokus, konsentrasi pada kebenaran Tuhan.
Yang hatinya teguh berpengang pada Tuhan dan kebenarannya, Tuhan jagai dengan damai sejahtera yang sempurna. Sebab kepada Tuhan mereka percaya!

Kami rutin doa pagi dari Senin hingga Jumat dengan teman-teman. Di samping menggali firman dan mempelajarinya, kami membiasakan mengerjakan pekerjaan lain, sambil memutar apps yang audionya terus membacakan firman Allah. Kami pun terbiasa berdoa dalam roh.
Apa yang terjadi?
Hati menjadi damai dan tidak mudah terbawa emosi. Apa pun yang terjadi, pengendalian diri berjalan dengan natural.
“Tenang dulu, berdoa. Tanya Tuhan,” bisik suara kecil dalam hati.

Kebetulan demi kebetulan baik terjadi, dipertemukan dengan orang-orang yang tak terpikirkan, dan Tuhan menuntun langkah demi langkah… Suara-Nya makin jelas terdengar.

Saat belum sungguh-sungguh mengambil komitmen 100% taat Tuhan, begitu banyak kerancuan, kebingungan menguasai pikiran serta membuat hati galau, tetapi sekarang tidak lagi.
Hitam dan putih jelas terlihat.
Jawaban doa berdatangan, kesembuhan tercipta: ada yang instan tetapi ada yang butuh waktu, tetapi terjawab. Padahal penyakit ‘berat’ menurut kacamata dunia.
Terobosan keuangan, solusi permasalahan berdatangan silih berganti.
Wow… Sungguh Allah senantiasa bisa diandalkan.
Kuncinya, kejar kebenaran Tuhan dan hidupi.
Kebenaran itu yang akan memerdekakan setiap orang.
Firman Tuhan YA & AMIN.
Kami pun semakin cinta Tuhan dan berapi-api…. semangat!
Inilah yang dikatakan Effortless Change, Perubahan Tanpa Usaha yang tercipta karena mendekatkan diri kepada-Nya…

Banyak yang bertanya: koq bisa?
Saya juga tidak tahu prosesnya tetapi It’s Works!
Terbukti berhasil.

Sama seperti saya tidak paham bagaimana listrik bekerja, tetapi terbukti, saat saya menekan saklar, lampu menyala.
Ruangan menjadi terang dan kegelapan sirna.
Kompor listrik dicolokkan ke lubang listrik, bisa untuk memasak.
Tertarik mencoba? Sila buktikan sendiri.

When God is FIRST,
He blesses the REST.

Ketika Tuhan ditempatkan ditempat yang PERTAMA & UTAMA, Dia akan memberkati & mencukupi yang lainnya.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity

Apa Rahasia Kesuksesan Yesus?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa Rahasia Kesuksesan Yesus?

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana Yesus mampu menyembuhkan banyak orang, melawan godaan musuh, menenangkan badai, memberi makan ribuan orang, dan membangkitkan orang mati? Apa rahasianya? Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan dalam wujud manusia, dan itu memang benar, tetapi apakah itu kekuatan yang Dia gunakan? Jika ya, mengapa Dia perlu berdoa?

Yesus adalah seorang pendoa.
Meskipun Dia adalah Anak Allah, Firman yang menjadi manusia, hubungan-Nya dengan Bapa didasarkan pada doa. Dia memulai pelayanan-Nya dengan doa, menghabiskan 40 hari di padang gurun dengan berpuasa dan berdoa dan mengandalkan doa untuk setiap aspek pelayanan-Nya di bumi. Selain hubungan-Nya dengan Bapa, Yesus tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 5:19).

Yesus sering menghabiskan waktu berduaan dengan Tuhan sebelum, selama, dan setelah pelayanan. Dia menghabiskan sepanjang malam dalam doa sebelum memilih 12 murid. Dia berdoa untuk orang lain dan orang lain. Dia berdoa pada saat pencobaan terbesar-Nya. Doa adalah hubungan-Nya dengan Bapa.

Jika Yesus kecanduan berdoa untuk mencapai tujuan-Nya di bumi, apakah kita harus mengurangi gairah dalam kehidupan doa kita?

“Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! Yakobus 5:13 TB
Bagi banyak orang, penderitaan mendorong mereka untuk khawatir, mencari nasihat, mengeluh dan meminta bantuan orang lain. Namun sumber sejati yang dapat melepaskan kita, ditemukan dalam doa. Doa adalah tempat jawabannya. Doa memanfaatkan hikmat Tuhan. Doa melepaskan berkat Tuhan. Doa melibatkan Tuhan dalam kehidupan kita.

Jangan menghindari doa karena itu adalah kewajiban agama.
Kita mungkin terbiasa berbicara dengan bebas tentang apa yang dialami kepada orang lain. Silakan berbicara dengan Tuhan juga. Bicarakan dengan-Nya, apa pun yang ingin kita ceritakan, mengganggu dan membuat kita terbeban. Dia lebih daripada sohib, bff dll.

Kemudian, temukan beberapa janji dalam Firman-Nya yang sesuai dengan situasi yang kita alami dan bicarakan hal tersebut kepada Tuhan. Harapkan Tuhan untuk mempercepat Firman-Nya bagi kita. Harapkan jawaban. Tuhan peduli pada kita sama seperti Dia peduli pada Yesus ketika Dia masih di bumi.

Sumber: Barry Bennett.

*****
Yesus berdoa, kita pun berdoa.
Mengapa hasilnya berbeda?
Mungkin kita perlu mengupas cara berdoa yang sesuai kehendak-Nya, sehingga hasilnya seefektif Yesus.

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
Matius 9:17 TB

Kerapkali saat berdoa kepada Tuhan dan belajar Firman Tuhan, kita datang dengan mindset lama alias kantong kulit yang tua, sehingga firman, pewahyuan baru, tidak bisa masuk ke dalam kantong kulit tua milik kita.
Anggur baru itu terbuang percuma…. tentu saja hidup kita pun tidak bisa berubah.

Isanity: doing the same thing over and over again and expecting different results – Albert Einstein.

Kegilaan: melakukan hal yang sama berulang kali dan mengharapkan hasil yang berbeda – Albert Einstein.

Dengan kata lain, untuk mendapatkan hasil yang berbeda, kita harus melakukan hal yang berbeda. Dan tindakan yang berbeda, dimulai dari informasi yang berbeda, lalu kita terima, barulah kita bisa bertindak sesuai dengan info tersebut.

Nach sehubungan dengan kantong kulit (kirbat), perlu untuk meninggalkan pola pikir yang lama dan menggantinya dengan pola pikir yang baru. Agar kebenaran Firman Tuhan bisa menjadi pewahyuan baru yang mengisi pikiran kita dan kita bisa bertindak menghidupinya.

Berdoa artinya mengubah cara pandang kita, disesuaikan dengan cara pandang Tuhan dalam menyikapi masalah yang kita hadapi. Dia Allah yang Mahatahu, yang melihat jauh ke depan. Karenanya, kita mengikuti cara-Nya untuk menjalani kehidupan kita. God’s Way…
Berkomitmen sungguh-sungguh hidup bagi Dia, oleh Dia dan untuk Dia.

As He is so are we in this world 1 Yohanes 4:17
Sama seperti Yesus, kita ada di dunia ini.

Jika yang kita perkatakan adalah Firman Tuhan yang merupakan roh dan hidup, pikiran dan hati kita juga penuh dengan firman yang hidup dan berkuasa, maka PERKATAAN KITA SAMA BOBOT DAN KUASANYA DENGAN PERKATAAN YESUS SENDIRI.

Tidak hanya itu saja, semakin banyak stok Firman dalam hati, lalu kita MEMILIH untuk senantiasa memperkatakan, menghidupi serta hidup dengan pikiran yang senantiasa tertuju kepada Tuhan, maka tidak hanya damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal yang memerintah dalam hati dan pikiran kita, namun wibawa, kepribadian Yesus pun terpancar melalui kita.
Setiap orang bisa melihat Kristus di dalam kita dan bagaikan alkitab yang terbuka, semua orang mempermuliakan Nama Tuhan.
Wow….. dahsyat bukan?

Siap sukses seperti Yesus? Yuk…. semua reachable, bisa dicapai karena kita tahu caranya dan kita bisa merealisasikannya dengan bergantung sepenuh hati kepada Yesus. It’s all about God, not us.

Some people don’t let the Bible get in the way of what they believe” – Andrew Wommack

Beberapa orang tidak membiarkan Alkitab mengubah keyakinan mereka” – Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
1 110 111 112 113 114 410