Articles

JAWABAN YANG TERNYATA SUDAH ADA DI TANGAN

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

JAWABAN YANG TERNYATA SUDAH ADA DI TANGAN

Tahun 1971, Karen Lafferty sedang mengalami masalah yang sangat sederhana tetapi nyata: tidak punya uang untuk membayar cicilan mobil.

Ia sudah meninggalkan pekerjaannya di dunia entertainment dan mencoba menghidupi dirinya dengan mengajar gitar.

Muridnya?

Hanya tiga orang.

Tabungannya habis. Uang tidak ada. Karen mulai bingung dan putus asa.

Suatu malam ia datang ke Bible study di Calvary Chapel, California. Firman yang dibahas malam itu Matius 6:33:

“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Ayat yang mungkin sudah berkali-kali kita baca.

Tetapi malam itu Firman tersebut berbicara kuat kepada Karen.

Ia pulang ke rumah.

Cicilan mobilnya masih belum terbayar.

Rekeningnya masih kosong.

Jumlah murid gitarnya juga belum tiba-tiba menjadi seratus orang.

Tidak ada cek jatuh dari langit.

Tetapi Karen mempunyai sesuatu di tangannya.

Gitar.

Dan ia mempunyai sesuatu di dalam hatinya.

Firman.

Karen mengambil gitarnya. Matius 6:33 yang terus direnungkannya mulai menjadi sebuah melodi sederhana. Ia segera merekamnya dengan tape recorder agar tidak lupa.

Minggu berikutnya lagu itu diajarkan di gereja.

Orang menyukainya.

Lagu sederhana itu mulai menyebar.

Namanya, Seek Ye First.

Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu Scripture songs yang dikenal luas, masuk ke berbagai hymnbook dan dinyanyikan oleh gereja-gereja di berbagai negara.

Wow!

Saya berhenti lama ketika membaca kisah ini.

Karen membutuhkan uang.

Tetapi jawaban yang muncul malam itu bukan uang.

Yang ada adalah Firman, gitar, dan kemampuan sederhana yang sudah dimilikinya.

Bukankah kita sering berbeda?

Kita berdoa,

“Tuhan, saya butuh terobosan.”

Lalu mata kita memandang ke langit menunggu sesuatu yang spektakuler.

Padahal mungkin Roh Kudus sedang bertanya,

“Apa yang ada di tanganmu?”

Musa mempunyai tongkat.

Seorang anak kecil mempunyai lima roti dan dua ikan.

Daud mempunyai umban.

Karen mempunyai gitar.

Masalahnya, kita sering meremehkan apa yang ada di tangan karena bentuknya terlalu sederhana dibandingkan dengan besarnya kebutuhan.

“Ah, saya cuma bisa begini.”

“Modal saya kecil.”

“Saya cuma punya koneksi ini.”

“Saya hanya bisa memasak.”

“Saya cuma bisa menulis.”

Jangan remehkan benih hanya karena hari ini belum terlihat seperti pohon.

Tentu ini bukan formula bahwa setiap talenta pasti menghasilkan uang besar. Matius 6:33 juga bukan janji bahwa kalau kita mengutamakan Tuhan, setiap ide bisnis otomatis sukses. Dalam konteksnya, Yesus sedang mengajar murid-murid-Nya agar tidak dikuasai kekhawatiran mengenai kebutuhan hidup, melainkan mempercayai Bapa dan menempatkan Kerajaan-Nya sebagai prioritas (Matius 6:25–34).

Justru di situlah indahnya kisah Karen.

Firman terlebih dahulu mengubah fokusnya, baru kemudian lahir sesuatu dari tangannya.

Bukan mengejar uang, lalu memakai Tuhan sebagai jalan mendapatkannya.

Seek first.

Prioritasnya dibenahi.

Hatinya diarahkan.

Lalu ia menggunakan apa yang sudah dipercayakan kepadanya.

Bertahun-tahun kemudian Karen mengatakan bahwa lagu itu membuka pintu baginya ke berbagai tempat di dunia, bahkan sebagian besar dukungan bagi pelayanannya saat itu datang dari royalti lagu tersebut. Ia kemudian menggunakan kemampuan musiknya untuk pelayanan misi dan melatih musisi-musisi muda.

Mak jleb!

Kita sering meminta Tuhan menambahkan sesuatu ke tangan kita.

Mungkin sesekali kita perlu berhenti dan bertanya,

“Apa yang sebenarnya sudah Tuhan taruh di tangan saya?”

Jangan hanya berdoa meminta pintu terbuka. Periksa benih yang sudah dimiliki.

Talenta.

Pengalaman.

Relasi.

Pengetahuan.

Kesempatan.

Ide sederhana yang terus muncul.

Kerjakan dengan setia. Kembangkan dengan hikmat. Dan tetaplah mudah diarahkan Roh Kudus.

Bukan karena kekuatan berada pada gitar, bisnis, uang, atau kemampuan kita.

Sumbernya tetap Tuhan.

Tetapi anugerah tidak membuat kita pasif.

Anugerah menyediakan. Iman menerima. Hikmat menggunakan apa yang sudah ada di tangan.

Karen mungkin pulang dari Bible study malam itu masih sebagai seorang guru gitar dengan tiga murid dan cicilan mobil yang belum terbayar.

Tetapi ternyata ia membawa pulang sesuatu yang jauh lebih berharga.

Firman yang hidup di dalam hatinya.

Dari sanalah sebuah lagu sederhana lahir.

Dan dunia menyanyikannya.

Mungkin terobosan yang sedang kita doakan tidak selalu dimulai dengan sesuatu yang turun dari langit.

Kadang ia dimulai ketika kita membuka tangan dan menyadari:

Benihnya ternyata sudah ada di sana.

“Whatever you do, work at it with all your heart, as working for the Lord, not for human masters.” — Apostle Paul, Colossians 3:23

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” — Rasul Paulus, Kolose 3:23

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiFirmanTuhan #yennyindra #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #RasaSyukur

“Sometimes we keep asking God to put something new into our hands, while the seed of the answer may already be there. Don’t despise what looks small. Put it in His hands, develop it faithfully, and walk with Him.” — Yenny Indra

“Kadang kita terus meminta Tuhan menaruh sesuatu yang baru di tangan kita, padahal benih jawabannya mungkin sudah ada di sana. Jangan remehkan yang terlihat kecil. Serahkan kepada-Nya, kembangkan dengan setia, lalu berjalanlah bersama-Nya.” — Yenny Indra

Please follow and like us:
Pin Share

Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com