*KAZAKHSTAN, DARI KEJUTAN ULANG TAHUN HINGGA HUTAN YANG TENGGELAM…*
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
*KAZAKHSTAN, DARI KEJUTAN ULANG TAHUN HINGGA HUTAN YANG TENGGELAM…*
Sebelum meninggalkan Kyrgyzstan menuju Kazakhstan, kami lunch bersama. Tiba-tiba muncul kue ulang tahun!
Lho, siapa yang ulang tahun?
Ternyata *P. David Kurniawan, alias Ko Miming dari Cirebon.*
Lucunya, tidak ada yang tahu sebelumnya. Begitu kuenya muncul, suasana langsung heboh. Kami menyanyi, bercanda, dan tertawa melihat foto-foto AI P. Indra yang lucu-lucu, ikut memeriahkan acara.
Ha… ha…
Perjalanan menuju Kazakhstan pun dimulai dengan sukacita.
Kazakhstan merupakan negara terluas di Asia Tengah, bahkan negara terluas di dunia yang tidak memiliki akses langsung ke laut lepas. Ekonominya juga termasuk yang paling besar di kawasan ini, didukung kekayaan minyak, gas, uranium dan berbagai mineral.
Kazakhstan merupakan produsen uranium terbesar di dunia. *Mata uangnya bernama tenge.*
Setelah beberapa hari di Kyrgyzstan, kami langsung merasakan perbedaan harga. Makanan dan barang-barang yang kami temui di Kazakhstan terasa hampir dua kali lebih mahal.
Wah, ternyata negara tetangga pun bisa berbeda jauh!
Tujuan kami berikutnya *Almaty*, kota besar yang pernah menjadi ibu kota Kazakhstan.
Salah satu tempat yang paling saya nantikan adalah *Shymbulak Mountain Ski Resort.*
Kami naik gondola hingga Stop 3, bagian atas kawasan resor. Perjalanan naik, termasuk perpindahan gondola, memakan waktu sekitar 45 menit.
Semakin tinggi, pemandangannya semakin spektakuler!
Lereng pegunungan terbentang luas. Pepohonan semakin jarang, udara semakin dingin, dan puncak-puncak batu menjulang seolah menyentuh langit.
Shymbulak berada di Pegunungan Tian Shan, dengan kawasan resor pada ketinggian sekitar 2.200 hingga 3.180 meter.
Bayangkan berdiri di atas sana, menikmati udara dingin sambil memandang pegunungan raksasa!
Wow…
Di kawasan Medeu, dekat jalur menuju Shymbulak, terdapat gelanggang ice skating terkenal yang berada sekitar 1.691 meter di atas permukaan laut. Tempat ini pernah menjadi lokasi berbagai rekor dunia olahraga seluncur es.
Kami juga mengenal sisi lain Almaty melalui *Zenkov Cathedral*, gereja Ortodoks yang cantik dengan warna-warna cerah dan kubah khas Rusia.
Kemudian *Green Bazaar,* pasar tradisional yang menawarkan buah, makanan, rempah dan aneka kebutuhan sehari-hari.
Tidak ketinggalan Rakhat, merek cokelat terkenal Kazakhstan. Ternyata negara ini bukan hanya punya pegunungan cantik, tetapi juga cokelat yang menggoda!
Keesokan harinya, kami meninggalkan suasana kota menuju *kawasan Charyn Canyon.*
Di sepanjang perjalanan, pemandangannya berubah drastis.
*Black Canyon* menghadirkan tebing-tebing gelap yang menjulang di atas lembah sungai.
*Moon Canyon* menawarkan formasi batu yang unik, seperti permukaan planet lain.
Sementara *Charyn Canyon* terkenal dengan tebing-tebing kemerahan yang terbentuk melalui proses alam selama jutaan tahun.
Bentuk batunya berlapis-lapis, ada yang menyerupai benteng, menara, bahkan istana.
Rasanya seperti berada di lokasi film petualangan!
Setelah menikmati keindahan canyon, kami menuju Satty Village untuk bermalam.
Di sinilah kami merasakan kehidupan masyarakat setempat.
Dinner disajikan di dalam yurt, rumah tradisional berbentuk bundar khas masyarakat nomad Asia Tengah.
Kami menikmati makanan bersama pemilik rumah, lalu bernyanyi dan menari bersama mereka.
Tidak perlu saling mengenal bertahun-tahun untuk bisa tertawa bersama.
Musik, senyuman dan keramahan ternyata bahasa yang dimengerti semua orang.
Malam itu kami juga menikmati suasana api unggun.
Sederhana, tetapi hangat sekali.
Keesokan paginya, kami disambut pemandangan yang benar-benar seperti lukisan.
Air sungai yang jernih bergemericik di antara bebatuan.
Pepohonan musim gugur menampilkan perpaduan hijau, kuning keemasan dan kemerahan.
Di sela-sela dedaunan, bunga-bunga putih kecil menyelinap dengan cantiknya.
Kuda hitam dan putih, serta sapi dengan corak hitam-putih, sedang merumput dengan tenang.
Di kejauhan, puncak gunung bersalju berdiri anggun di antara pegunungan batu yang gelap.
Udara dingin menyapu wajah dengan lembut.
Betapa indahnya!
Lalu kami mengunjungi *Kolsay Lake.*
Air danaunya berwarna hijau kebiruan, jernih dan tenang, dikelilingi lereng pegunungan yang ditumbuhi cemara.
Sebagian dedaunan mulai menguning, menciptakan perpaduan warna yang luar biasa.
Danau itu begitu tenang, sementara gunung-gunung di sekelilingnya berdiri megah.
Rasanya ingin duduk berlama-lama, menikmati keindahannya tanpa terburu-buru.
Tetapi kejutan alam Kazakhstan belum selesai.
*Ada Kaindy Lake, danau yang terkenal dengan julukan Sunken Forest, hutan yang tenggelam.*
Kisah terbentuknya sungguh menarik.
Pada Januari 1911, gempa besar mengguncang kawasan ini. Longsoran batu membendung lembah dan aliran sungai, sehingga air terkumpul dan perlahan menenggelamkan hutan cemara yang tumbuh di sana.
Pohon-pohonnya mati, tetapi sebagian batangnya masih berdiri tegak menembus permukaan danau.
Yang lebih menakjubkan, di bawah air yang sangat dingin, sebagian cabang dan daun jarumnya masih terawetkan.
Bayangkan…
Batang-batang pohon menjulang dari air biru toska seperti tombak-tombak yang berdiri diam.
Di bawah permukaan, tersimpan sisa hutan yang telah tenggelam lebih dari satu abad.
Unik sekali!
Kolsay memikat dengan ketenangan dan warna-warna alamnya.
Kaindy memikat dengan misteri hutan yang tenggelam.
Dua danau, dua keindahan yang begitu berbeda.
Perjalanan Kazakhstan ini mengingatkan saya bahwa keindahan tidak selalu hadir dalam bentuk yang sama.
Ada gunung yang megah, canyon yang keras dan terjal, danau yang tenang, bahkan hutan yang tenggelam akibat gempa.
Masing-masing memiliki keunikan tersendiri.
Begitu pula kehidupan.
Kita tidak perlu menjadi sama dengan orang lain untuk memiliki nilai.
Justru perbedaan itulah yang membuat setiap pribadi, setiap tempat dan setiap pengalaman memiliki keindahannya sendiri.
Dan ketika kita belajar menikmati semuanya dengan hati yang penuh syukur, perjalanan biasa pun berubah menjadi kenangan luar biasa.
*”The earth has music for those who listen.” — George Santayana.*
*”Bumi memiliki musiknya sendiri bagi mereka yang mau mendengarkan.” — George Santayana.*
YennyIndra
www.yennyindra.com
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopiCantik #yennyindra #Kazakhstan #TravelStories #InspirasiKehidupan #RasaSyukur
“Setiap tempat memiliki keindahannya sendiri, sebagaimana setiap manusia memiliki keunikan yang tidak perlu dibandingkan. Ketika kita belajar menghargai perbedaan, kehidupan menjadi jauh lebih kaya dan menyenangkan.” — Yenny Indra
“Every place has its own beauty, just as every person has a uniqueness that needs no comparison. When we learn to appreciate differences, life becomes richer and more meaningful.” — Yenny Indra
Yenny Indra
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Anda Mungkin Suka Juga
Berbeda Keyakinan Namun Saling Membangun. Unik Bukan?
September 24, 2020
Grossglockner Jalan Keren Berkelok-kelok & Kaizer Franz Joseph Glacier.
September 2, 2019
