Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Berbeda Keyakinan Namun Saling Membangun. Unik Bukan?

Seruput Kopi Cantik

Yenny Indra

Berbeda Keyakinan, Namun Saling Membangun. Unik Bukan?

Saya tidak pernah bisa paham, mengapa orang harus mengkotak-kotakkan diri karena perbedaan keyakinan atau yang familiar disebut agama. Bukankah sesungguhnya kita sama-sama sedang melayani Allah dan ingin masuk surga? Meski teman-teman Budha percaya reinkarnasi bukan surga seperti yang saya anut, tetapi mengasihi sesama dan berbuat baik adalah kendaraan serta sarana yang sama dalam menjalaninya.

Artikel “Seruput Kopi Cantik YennyIndra”, saya post di berbagai grup whatsapp, yang anggotanya majemuk. Ciri khas tulisan saya, pengalaman hidup pribadi saya atau teman-teman, yang berhubungan dengan Tuhan. Kabar Baik yang saya alami.

Karena saya kristiani, tentu nuansanya kristiani.

Suatu ketika saya post tulisan:

Perlu Iman Besar Untuk Mujijat? Ini Rahasianya!

“Bener banget ini Bu Yenny. Beberapa minggu ini saya juga menambah doa yang saya ucapkan.

Biasanya hanya, “Ya Allah berikan hamba ini, berikan hamba itu, dll.”

Tapi sekarang sudah banyak berubah. Saya lebih sering pakai ayat-ayat yg ada di Alquran untuk berdoa. Saat membacanya, hati saya jauh lebih mantap dan yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan.

Terima kasih selalu mengingatkan ya bu,” ujar Nisa, gadis cantik yang berasal dari Madura.

Ketika saya capture dan kirim ke guru saya, Pak Prasetya M. Brata, beliau berkomentar,

“Woawwww… Sungguh spiritualitas itu sama, yang beda hanya bahasa.”

Hubungan saya dengan Pak Pras dan Bu Uti, dekat sekali meski kami berbeda keyakinan dan keyakinan tidak pernah menjadi masalah dalam persahabatan kami.

Hari ini saya post,

Masalah Berkepanjangan. Bagaimana Solusinya?

Bu Dede memberikan ulasannya,

“Selalu merasa semangat ketika membaca tulisan mbak Yenny… seperti membuka memori AMAL saya sendiri, sudahkah saya juga melakukan hal yang sama ketika saya berhadapan dengan masalah demi masalah dalam hidup, pastinya dengan cara yang sesuai SOP yg Allah mau sesuai dengan keyakinan saya.

Yang tersulit adalah bagaimana kita bisa FOKUS meyakini bahwa Allah itu selalu ada buat kita, sehingga kita merasa ga usah khawatir, ga usah takut,ga merasa sendiri..

Hal ini karena pada diri kita, rasa KETERGANTUNGAN kepada mahluk Allah lainnya yg besar. ketergantungan pada hal-hal yang kita anggap bisa menolong masalah kita..padahal semua yg kita harap itu tak akan bisa memberi manfaat kecuali dengan izinNya..

Bahasa kerennya..Mahluk itu tidak bisa memberi manfaat dan mudhorat tanpa izin Allah..

Seandainya OBAT itu pasti BISA MENYEMBUHKAN, maka pastinya setiap yg berobat akan sembuh..tapi faktanya? Tak sedikit yang berakhir pada pindah alam, jika HARTA dan MATERI atau KECANTIKAN serta JABATAN itu pasti mendatangkan KESUKSESAN, KEBAHAGIAAN, KETENANGAN, maka yg paling berbahagia dari sejak zaman dulu pastilah FIR’AUN , atau QORUN, atau HAMMAN sang perdana menteri Firaun..merekalah yg memiliki kesuksesan dunia dg berlimpahnya harta, jabatan,kekuasaan..Tapi apa yg terjadi di akhir hidupnya? Allah menghinakan jasad mereka..Firaun yg BUMI pun tak mau menerima jasadnya, Qorun yg dibenamkan Allah kedalan bumi bersama hartanya, sehingga kita sering menyebutnya harata karun, padahal harta yg berasal entah dari dinasti mana, dan banyak lagi contoh2 yang Allah tampakkan di hadapan kita untuk kita belajar, bahwa FOKUS pada KEHADIRAN Allah dalam hidup setiap kita itu SANGAT SANGAT URGENT..bukan melulu bagaimana kita bisa mengatasi masalah-masalah yang datang dari-Nya, tapi juga bagaimana nasib kita kelak di akhirnya..

Mungkin mindset kita yg selalu berfikir. BAGAIMANANYA NANTI aja harus di refresh NANTI BAGAIMANA?

Kelak dari situ kita akan Allah tuntun…bagaimana selamat, bagaimana menjaga hubungan baik sama Allah, sama Malaikat, sama Rasul, sama manusia, sama hewan, sama tumbuhan..karena semua ada CAUSALITASNYA..karena selain ALLAH, semua adalah MAHLUK Allah..

Dan mahluk Allah itu di ciptakan olehNya untuk berkhidmat melayani manusia agar MUDAH TAAT PADA Allah..bukan sebaliknya, kita abaikan Allah justru melayani mahluk Nya..

Maka, ketika kita berkhidmat pada sesama mahluk Allah, niatkan karena kita ingin mendapatkan KEDEKATAN pada Allah, tidak ada embel2 selain itu, maka semua sumber2 yg dipakai untuk berkhidmat itu kelak akan Allah letakkan  KEBERKAHAN yang banyak, yang muaranya adalah KETAATAN pada diri kita melalui amal sholeh..dan akan turun pada anak cucu kita yang akan Allah jaga kesholehannya..insya Allah.”

Sahabat baik lainnya, Pak Sjahsjam, beragama Budha. Beliau kerap saya juluki filsuf, karena ulasannya yang dalam, berbobot disertai bukti-bukti bermacam-macam teori pendukungnya.

Ada lagi Bu Melly Kiong, yang memiliki komunitas ribuan orang, juga penganut Budha. Bu Linda Ariamtiksna, yang guru meditasi.

Kami saling belajar dan berdiskusi.

Tidak berusaha mengubah satu dengan yang lain. Sesungguhnya, keyakinan sejati itu perjumpaan pribadi seseorang dengan Allahnya. Bukan sekedar pengetahuan di kepala tetapi berjumpa secara supranatural di dalam batin atau hati masing-masing. Dan itu tidak tergoyahkan.

Karena perbedaan ini, kami justru saling memperkaya. Berbeda keyakinan, tetapi kami bisa saling menguatkan agar tetap setia, saling menghargai dan saling membangun.

Memahami pandangan masing-masing. Meski tidak sepenuhnya sama, tetapi itu tidak menjadi persoalan. Kami tetap bersahabat dengan baik.

Bukankah hidup jauh lebih berwarna ketika bergaul dengan berbagai macam orang dengan berbagai keyakinan, sehingga membuat kita lebih arif dan tidak menganggap diri kitalah yang paling baik dan benar. Kita dapat bertoleransi. Memahami dari sisi pandang yang lain.

Mengapa harus dikotak-kotakkan dan menjauh?

Saya pernah membaca tulisan yang arif sekali:

Kalau Tuhan ingin agama di dunia itu hanya satu, Dia Allah yang Mahakuasa, tentu saja bisa! Tetapi berbeda-beda memang itu kehendak-Nya.

Mari kita hidup berdampingan dengan saling mengasihi. Allah adalah kasih. Dan kita memuliakan Allah dengan cara saling mengasihi!

“Yang sama tidak usah dibeda-bedakan, yang berbeda juga tidak usah disama-samakan,” nasehat bijak Gus Dur

YennyIndra

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU

PRODUK TERBAIK

PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik

#yennyindra

#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Berapa Sich Umur Manusia?
Ke Mana Mata Kita Tertuju?
Masa Tua Tanpa Anak??? Apa Jadinya?