Articles

Ternyata Kelimpahan Itu Punya Alamat Lho….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ternyata Kelimpahan Itu Punya Alamat Lho….

Kita sering menghubungkan kelimpahan dengan uang, keberhasilan, bisnis yang berkembang, jabatan tinggi, atau kehidupan yang nyaman.

Padahal kelimpahan Tuhan jauh lebih besar daripada itu.

Kelimpahan Ilahi meliputi roh, jiwa, dan tubuh. Hidup yang utuh. Ada damai sejahtera, sukacita, kesehatan, hubungan yang baik, keluarga yang menikmati kebersamaan, pekerjaan yang berarti, sekaligus kecukupan untuk menjadi berkat.

Dan yang indah, kelimpahan Tuhan tidak datang dengan paket dukacita yang menyertainya.

Ada orang yang sangat sukses menurut ukuran dunia, tetapi harga yang dibayar begitu mahal. Waktunya habis mengejar pencapaian. Tidak punya waktu untuk pasangan, anak-anak, bahkan dirinya sendiri. Rumahnya besar, tetapi jarang dinikmati. Uangnya bertambah, tetapi damainya justru berkurang.

Itulah sebabnya tempat paling berkelimpahan bagi kita bukan sekadar tempat yang paling menguntungkan.

Our wealthiest place is in God’s plan.
Tempat kelimpahan kita ada di dalam rencana Tuhan.

Persoalannya, bagaimana kita dapat hidup di dalam rencana Tuhan kalau kita tidak mengenali suara-Nya?

Kita membutuhkan rhema, suara Tuhan yang khusus bagi kita.

Firman Tuhan adalah fondasi yang tidak berubah, tetapi dalam perjalanan hidup, ada begitu banyak keputusan yang tidak tertulis secara spesifik: bisnis mana yang harus diambil, pintu mana yang sebaiknya dilepaskan, kapan maju, kapan berhenti, dengan siapa bekerja sama, bahkan sesuatu yang tampaknya bagus tetapi sebenarnya bukan bagian kita.

Di sinilah kita membutuhkan kepekaan mendengar-Nya.

Tuhan membukakan sebuah rahasia yang menarik:

“Orang yang memegang perintah-perintah-Ku dan menaatinya, dialah yang sungguh-sungguh mengasihi Aku; dan siapa yang sungguh-sungguh mengasihi Aku akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya. Aku akan membuat diri-Ku terlihat jelas olehnya dan membuat diri-Ku menjadi nyata baginya.”

Ternyata ada hubungan antara mengasihi, menaati, dan mengalami Tuhan menjadi semakin nyata.

Banyak orang antusias terhadap Tuhan. Senang mendengarkan berbagai khotbah, membaca buku rohani, mengikuti seminar dan berbagai kegiatan. Pengetahuannya banyak. Bisa menjelaskan berbagai kebenaran dengan sangat menarik.

Tetapi mengetahui Firman berbeda dengan melakukannya.

Bayangkan seseorang berdiri di depan jendela toko roti. Setiap hari ia mengagumi croissant, cake, dan berbagai roti yang terpajang di sana. Ia hafal namanya, tahu bahan-bahannya, bahkan bisa bercerita dengan fasih betapa lezatnya roti-roti itu.

Masalahnya satu.
Ia tidak pernah masuk, membeli, lalu memakannya.
Akhirnya ia tetap kurus.

Demikian juga kehidupan rohani. Kita tidak bertumbuh karena banyaknya Firman yang kita dengar, tetapi karena Firman yang kita percaya dan hidupi.

Kadang kita taat pada bagian yang kita sukai, tetapi mengabaikan bagian yang tidak nyaman. Padahal kasih yang sejati menghasilkan ketaatan.

Namun ketaatan ini berbeda dengan legalisme.
Orang legalistik taat supaya diterima Tuhan, supaya diberkati, atau karena takut dihukum.

Anugerah Tuhan membalik urutannya.
Kita taat bukan supaya dikasihi. Kita taat karena kita mengasihi-Nya dan hidup dalam kasih-Nya.

Lalu Tuhan memberikan janji yang luar biasa: Dia akan menyatakan diri-Nya, membuat diri-Nya semakin nyata bagi kita.

Semakin kita mengenal hati-Nya dan membiasakan diri merespons Firman-Nya, semakin peka kita mengenali suara-Nya. Bukan karena Tuhan baru mulai berbicara, tetapi karena hati kita semakin selaras dengan-Nya.

Di sanalah rhema menjadi semakin jelas.
Ternyata mendengar suara Tuhan bukan sekadar mencari sebuah “suara” untuk memberi tahu kita harus memilih A atau B.
Ini buah dari hubungan kasih.

Kita mengenal suara seseorang karena kita mengenal pribadinya.
Dan ketika kita mengenal suara-Nya, mengikuti tuntunan-Nya, serta berani menaati-Nya, kita menemukan tempat yang memang sudah disediakan-Nya bagi kita.

Mungkin bukan tempat yang paling gemerlap menurut dunia.
Tetapi di sanalah ada damai. Ada tujuan. Ada kecukupan. Ada sukacita. Ada kehidupan yang utuh.

Our wealthiest place is in God’s plan.

Dan sering kali, jalan menuju ke sana dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana:

Dengar Firman-Nya. Kasihi Dia. Lakukan apa yang kita sudah tahu.
Lalu selangkah demi selangkah, suara-Nya menjadi semakin nyata.

“Kelimpahan sejati bukan sekadar memiliki lebih banyak, tetapi berada tepat di tempat yang Tuhan rancangkan bagi kita.”

Setuju?

“God always gives His best to those who leave the choice with Him.” – Jim Elliot.

“Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan pilihan kepada-Nya.” – Jim Elliot.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
SVRG
SWEET O’ TREAT
AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopiCantik #yennyindra #BruneiDarussalam #TravelJournal #InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan #RasaSyukur

“Jangan sekadar mencari pintu yang paling menguntungkan. Carilah pintu yang Tuhan tunjukkan. Di sanalah kelimpahan kita berada.”

“Don’t simply look for the most profitable door. Look for the door God shows you. That is where your abundance lies.” – Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Rhema Part 10 – Mengalami Tuhan….*l
Visi 1000 Pemimpin Masa Depan di Rest Area 72 A. Wow…
Ber-IMAN atau ke DOKTER?